VIENID Mulai latihan

Beranda › Contoh soal › Manufaktur Industri (Tokutei 2)

Contoh soal ujian Manufaktur Industri (Tokutei 2) – 10 soal dengan jawaban

製造分野(2号)

10 contoh soal sesuai format ujian asli, dengan furigana, terjemahan Bahasa Indonesia, jawaban dan pembahasan. Ketuk "Lihat jawaban" di bawah setiap soal. Bank soal lengkap dan simulasi ujian ada di aplikasi (gratis).

Soal 1

Dalam "Metode 4 Putaran (4-Round)" pada Pelatihan Prediksi Bahaya (KYT) yang dilakukan kelompok kecil di tempat kerja seperti pada gambar, manakah isi kegiatan yang dilakukan pada Putaran ke-2 (2R)?

Dalam "Metode 4 Putaran (4-Round)" pada Pelatihan Prediksi Bahaya (KYT) yang dilakukan kel
  1. A.
    Melihat ilustrasi kondisi kerja lalu menyebutkan seluruh faktor bahaya tersembunyi untuk memahami kondisi saat ini.
  2. B.
    Menyaring dan mempersempit poin bahaya paling penting dari banyak faktor bahaya yang ditemukan untuk mencari inti permasalahan.
  3. C.
    Merumuskan tindakan penanggulangan yang konkret terhadap poin bahaya penting yang telah dipersempit.
  4. D.
    Memilih satu item pelaksanaan utama dari tindakan yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai target aksi dengan tunjuk sebut bersama.
Lihat jawaban

Jawaban benar: B

Gambar menunjukkan diskusi kelompok kecil KYT di pabrik. Metode 4 putaran KYT meliputi: 1R Memahami kondisi saat ini, 2R Mencari inti masalah (mempersempit poin bahaya utama), 3R Menyusun tindakan penanggulangan, dan 4R Menetapkan target tindakan.

KosakataArti
pelatihan prediksi bahaya (KYT)
memahami kondisi saat ini (1R)
menyusun penanggulangan (3R)
menetapkan target (4R)

Soal 2

Dalam proses pengolahan air limbah di pabrik perlakuan permukaan logam, manakah prosedur yang benar untuk mendetoksifikasi dan mengendapkan air limbah yang mengandung kromium heksavalen?

  1. A.
    Menjaga air limbah tetap basa kuat, menambahkan natrium hipoklorit untuk penguraian oksidatif, lalu menetralkannya.
  2. B.
    Memanaskan air limbah hingga suhu tinggi untuk menguapkan air dan melepaskan kromium heksavalen ke udara sebagai gas.
  3. C.
    Mengirimnya langsung ke tangki koagulasi tanpa bahan kimia dan membentuk flok hanya dengan flokulan polimer untuk diendapkan.
  4. D.
    Mengatur air limbah menjadi asam (pH 3 ke bawah) untuk mereduksinya menjadi kromium trivalen dengan zat pereduksi, lalu menetralkannya dengan basa hingga mengendap.
Lihat jawaban

Jawaban benar: D

Kromium heksavalen (Cr6+) sangat beracun dan harus direduksi terlebih dahulu menjadi kromium trivalen (Cr3+) dalam kondisi asam (pH ≤ 3) menggunakan zat pereduksi seperti natrium bisulfit, kemudian dinetralkan dengan alkali agar mengendap sebagai kromium hidroksida.

KosakataArti
pengolahan air limbah
kromium heksavalen
kromium trivalen
pengendapan netralisasi

Soal 3

Ketika menghitung jumlah cacat selama 1 bulan pada suatu proses produksi, total cacat adalah 200 kasus dengan urutan terbanyak: "Cacat dimensi: 90 kasus", "Cacat goresan: 60 kasus", "Penyok: 30 kasus", dan "Lainnya: 20 kasus". Saat membuat diagram Pareto, berapakah rasio kumulatif hingga 2 item teratas (Cacat dimensi dan Cacat goresan)?

  1. A.
    75% yang diperoleh dengan membagi total 2 item teratas (150 kasus) dengan jumlah total
  2. B.
    60% yang diperoleh dengan menjumlahkan cacat goresan dan penyok
  3. C.
    45% yang dihitung hanya dari rasio cacat dimensi saja
  4. D.
    90% yang diperoleh dengan membagi total 3 item teratas (180 kasus) dengan jumlah total
Lihat jawaban

Jawaban benar: A

Jumlah 2 item cacat teratas adalah 90 + 60 = 150 kasus. Dibagi dengan total 200 kasus menghasilkan rasio kumulatif (150 ÷ 200) × 100% = 75%. Angka 45% hanya untuk item pertama, sedangkan 90% adalah kumulatif hingga item ketiga.

KosakataArti
jumlah kasus cacat
cacat dimensi
diagram Pareto
rasio kumulatif

Soal 4

Dalam gambar teknik mesin (JIS B 0001 / JIS Z 3021), manakah kombinasi yang benar mengenai arti penunjukan ulir "M10×1.25" dan simbol dasar segitiga pada simbol pengelasan?

  1. A.
    M10×1.25 menyatakan ulir metrik kasar berdiameter luar 10 mm dengan panjang 1,25 cm, dan simbol segitiga menyatakan las titik (spot weld).
  2. B.
    M10×1.25 menyatakan ulir pipa sejajar berdiameter dalam 10 mm dengan kedalaman 1,25 mm, dan simbol segitiga menyatakan las tumpul V.
  3. C.
    M10×1.25 menyatakan ulir metrik halus berdiameter luar 10 mm dengan pitch 1,25 mm, dan simbol segitiga menyatakan las sudut (fillet weld).
  4. D.
    M10×1.25 menyatakan ulir Unified berdiameter kaki 10 mm, dan simbol segitiga menyatakan las sumbat (plug weld).
Lihat jawaban

Jawaban benar: C

Dalam standar JIS, "M10×1.25" menunjukkan ulir metrik halus (fine thread) dengan diameter luar 10 mm dan jarak bagi (pitch) 1,25 mm. Pada simbol pengelasan JIS Z 3021, simbol segitiga siku-siku menunjukkan las sudut (suminiku-yousetsu / fillet weld).

KosakataArti
gambar teknik mesin
ulir halus (fine thread)
simbol pengelasan
las sudut (fillet weld)

Soal 5

Dalam pekerjaan memasang bantalan bola (ball bearing) ke poros putar dengan suaian sesak (interference fit) seperti pada gambar, manakah metode yang tepat untuk mencegah kerusakan bantalan?

Dalam pekerjaan memasang bantalan bola (ball bearing) ke poros putar dengan suaian sesak (
  1. A.
    Menempelkan alat bantu hanya pada permukaan cincin luar lalu memukulnya dengan palu agar gaya diteruskan melalui bola.
  2. B.
    Menempelkan selongsong (jig) khusus secara tegak lurus pada permukaan cincin dalam lalu menekannya secara merata dengan hand press.
  3. C.
    Memukul kuat satu sisi cincin dalam secara langsung dengan palu besi tanpa selongsong sambil memiringkannya sedikit demi sedikit.
  4. D.
    Memanaskan bantalan langsung dengan api las gas hingga membara di atas 300°C agar memuai sebelum dimasukkan ke poros.
Lihat jawaban

Jawaban benar: B

Gambar memperlihatkan pemasangan bantalan bola ke poros menggunakan selongsong penekan pada cincin dalam. Saat memasang bantalan ke poros dengan suaian sesak, gaya tekan wajib diberikan secara merata pada cincin dalam (inner ring). Menekan cincin luar akan merusak jalur gelinding, sedangkan pemanasan di atas 120°C akan menurunkan kekerasan baja bantalan.

KosakataArti
bantalan bola (ball bearing)
suaian sesak (interference fit)
pemasangan tekan (press-fit)
cincin dalam (inner ring)

Soal 6

Ketika kandungan karbon (% massa) dalam baja karbon meningkat dari sekitar 0,1% hingga 0,8%, manakah perubahan sifat mekanik dan mampu kerja yang benar?

  1. A.
    Kekerasan dan kekuatan tarik meningkat, sedangkan perpanjangan (elongasi), kontraksi, dan mampu las menurun.
  2. B.
    Kekerasan dan kekuatan tarik menurun, sedangkan perpanjangan, nilai impak, dan mampu las meningkat.
  3. C.
    Kekuatan tarik tetap konstan, sedangkan hanya konduktivitas termal dan ketahanan korosi yang meningkat tajam.
  4. D.
    Titik leleh naik drastis sehingga tidak dapat di-quenching, dan penekukan dingin menjadi lebih mudah.
Lihat jawaban

Jawaban benar: A

Seiring meningkatnya kadar karbon pada baja karbon (hingga sekitar 0,8% C), kekerasan dan kekuatan tarik meningkat, tetapi keuletan (elongasi dan reduksi penampang), ketangguhan impak, serta mampu las (weldability) menurun.

KosakataArti
baja karbon
sifat mekanik
kekuatan tarik
mampu las (weldability)

Soal 7

Seperti pada diagram rangkaian di gambar, 2 buah kapasitor yang masing-masing berkapasitas 4 μF dihubungkan secara paralel, lalu bagian paralel tersebut dihubungkan secara seri dengan 1 buah kapasitor 8 μF. Berapakah kapasitansi total gabungan dari seluruh rangkaian?

Seperti pada diagram rangkaian di gambar, 2 buah kapasitor yang masing-masing berkapasitas
  1. A.
    1,6 μF yang dihitung dari jumlah kebalikan seluruh kapasitansi
  2. B.
    16 μF yang diperoleh dengan menjumlahkan langsung kapasitas ketiga kapasitor
  3. C.
    10 μF yang diperoleh dengan menjumlahkan bagian paralel 2 μF dan bagian seri 8 μF
  4. D.
    4 μF yang diperoleh dari bagian paralel 8 μF yang diseri dengan kapasitor 8 μF
Lihat jawaban

Jawaban benar: D

Gambar menunjukkan rangkaian kombinasi dua kapasitor paralel yang dihubungkan seri dengan kapasitor ketiga. Kapasitansi gabungan bagian paralel adalah Cp = 4 + 4 = 8 μF. Kemudian Cp (8 μF) diseri dengan kapasitor 8 μF menghasilkan C = (8 × 8) ÷ (8 + 8) = 4 μF.

KosakataArti
kapasitansi
hubungan paralel
hubungan seri
kapasitansi gabungan

Soal 8

Ketika tegangan AC dengan nilai efektif 100 V diberikan pada rangkaian seri AC yang terdiri dari resistansi R = 8 Ω dan reaktansi induktif XL = 6 Ω, berapakah nilai efektif arus I yang mengalir dalam rangkaian?

  1. A.
    50 A yang diperoleh dengan membagi tegangan terhadap selisih 2 Ω antara R dan XL
  2. B.
    12,5 A yang dihitung dengan menganggap tegangan hanya bekerja pada resistor 8 Ω
  3. C.
    10 A yang diperoleh melalui hukum Ohm dari impedansi rangkaian Z = 10 Ω
  4. D.
    Sekitar 7,1 A yang diperoleh dengan membagi tegangan terhadap jumlah langsung 14 Ω
Lihat jawaban

Jawaban benar: C

Pada rangkaian seri AC R-L, impedansi total Z dihitung dengan rumus Z = sqrt(R² + XL²) = sqrt(8² + 6²) = sqrt(100) = 10 Ω. Maka arus efektif yang mengalir adalah I = V ÷ Z = 100 V ÷ 10 Ω = 10 A.

KosakataArti
reaktansi induktif
rangkaian arus bolak-balik (AC)
nilai efektif (RMS)
impedansi

Soal 9

Ketika pelapisan tembaga dilakukan pada pelat baja dengan luas permukaan 2 dm² (200 cm²), massa tembaga yang mengendap adalah 17,8 g. Jika massa jenis tembaga 8,9 g/cm³ dan mengendap secara merata, berapakah ketebalan lapisan (film) dalam satuan μm?

  1. A.
    10 μm karena salah mengonversi satuan setelah membagi massa dengan massa jenis dan luas
  2. B.
    100 μm yang diperoleh dengan membagi volume 2 cm³ terhadap luas permukaan 200 cm² lalu dikonversi ke μm
  3. C.
    79 μm yang dihitung dengan membagi hasil kali massa dan massa jenis terhadap luas permukaan
  4. D.
    250 μm yang diperoleh dengan membagi massa jenis terhadap massa lalu dikalikan luas permukaan
Lihat jawaban

Jawaban benar: B

Volume tembaga yang mengendap adalah V = m ÷ d = 17,8 g ÷ 8,9 g/cm³ = 2 cm³. Ketebalan lapisan dalam cm adalah d = V ÷ A = 2 cm³ ÷ 200 cm² = 0,01 cm = 0,1 mm = 100 μm (karena 1 cm = 10.000 μm).

KosakataArti
luas permukaan
pengendapan (deposisi)
massa jenis (densitas)
ketebalan lapisan

Soal 10

Di antara 3 komponen utama "bak Watts (Watts bath)" yang banyak digunakan pada pelapisan nikel (nikel sulfat, nikel klorida, dan asam borat), manakah kombinasi yang benar mengenai peran utama dari "nikel klorida" dan "asam borat"?

  1. A.
    Nikel klorida mengendapkan kotoran di dalam bak, sedangkan asam borat menjaga larutan pelapisan tetap basa kuat.
  2. B.
    Nikel klorida memberi warna hitam pada lapisan, sedangkan asam borat mengemulsi minyak di permukaan untuk degreasing.
  3. C.
    Nikel klorida membantu pelarutan anoda dan meningkatkan konduktivitas larutan, sedangkan asam borat berfungsi sebagai penyangga (buffer) untuk menahan perubahan pH.
  4. D.
    Nikel klorida mempercepat pembentukan gas hidrogen di katoda, sedangkan asam borat mempasifkan permukaan anoda.
Lihat jawaban

Jawaban benar: C

Dalam bak pelapisan nikel Watts (berwarna hijau), nikel sulfat menyuplai ion nikel utama, nikel klorida membantu pelarutan anoda (mencegah pasivasi anoda) dan meningkatkan daya hantar listrik, sedangkan asam borat bertindak sebagai penyangga (buffer) agar pH larutan tetap stabil.

KosakataArti
bak Watts (Watts bath)
nikel klorida
asam borat
zat penyangga (buffer)
Latihan bank soal lengkap dan simulasi ujian di aplikasi

Materi: Manufaktur Industri (Tokutei 2)