VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Perhotelan

Manajemen Keselamatan & Kebersihan serta Pengetahuan Dasar Lainnya (Siaga Bencana, Tanggap Darurat, Pencegahan Keracunan Makanan, Fasilitas & Lingkungan)

Perhotelan · 宿泊分野 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Memahami Risiko, Persiapan Siaga Bencana Harian, dan Mengamankan Jalur Evakuasi

Karena banyak tamu menginap di fasilitas akomodasi setiap hari, melindungi nyawa dan keselamatan tamu dari bencana seperti kebakaran dan gempa bumi adalah tugas paling utama bagi staf penginapan.

Agar dapat bertindak tenang saat keadaan darurat, ikutilah secara aktif 'latihan kesiapsiagaan bencana kebakaran dan gempa bumi (latihan evakuasi dan latihan pemadaman api)' secara rutin, serta pahami isi 'Manual Tanggap Darurat'.

Selain itu, pastikan sebelumnya lokasi pemasangan dan cara penggunaan 'alarm kebakaran (Kasai hochiki)', 'alat pemadam api ringan / APAR (Shokaki)', serta 'alat evakuasi kamar tamu (seperti tangga darurat)'.

Agar tamu dapat dievakuasi dengan aman kapan saja saat darurat, periksa dan rapikan fasilitas setiap hari dengan prinsip 'jangan pernah meletakkan barang atau koper di sekitar pintu darurat (Hijoguchi), koridor evakuasi, maupun tangga darurat'.

Memahami Risiko, Persiapan Siaga Bencana Harian, dan Mengamankan Jalur Evakuasi

Poin penting


  • Ikuti latihan siaga bencana secara rutin serta pahami 'Manual Tanggap Darurat' dan jalur evakuasi.

  • Pastikan lokasi dan cara penggunaan alarm kebakaran, APAR (Shokaki), dan alat evakuasi kamar tamu sebelumnya.

  • Jangan pernah menaruh barang di sekitar pintu darurat atau jalur evakuasi agar siap digunakan kapan saja.
KosakataArti
latihan kesiapsiagaan bencana dan evakuasi (Bosai kunren)
alarm kebakaran dan alat pemadam api (Kasai hochiki / Shokaki)
pintu darurat dan jalur evakuasi (Hijoguchi / Hinan tsuro)
manual tanggap darurat (Kinkyuji taio manual)

Kesiapsiagaan dan Respons Awal terhadap Tamu Sakit Mendadak, Penyakit Menular, serta Benda/Orang Mencurigakan

Untuk mengantisipasi tamu yang tiba-tiba sakit atau terluka selama menginap, ketahuilah lokasi dan nomor kontak rumah sakit terdekat (termasuk RS darurat malam hari), dan segera panggil ambulans melalui nomor '119' jika kondisinya parah.

Agar 'penyakit menular (Kansensho)' seperti influenza atau norovirus tidak muncul dan menyebar, lakukan ventilasi udara dan disinfeksi alkohol secara rutin setiap hari, serta segera laporkan kepada atasan jika ada tamu yang diduga terinfeksi.

Selain itu, ketika menemukan 'benda mencurigakan (Fushinbutsu)' tak bertuan di dalam gedung, 'jangan pernah menyentuh atau memindahkannya' karena bahaya bahan peledak; segera laporkan kepada atasan atau petugas keamanan.

Selalu waspada terhadap lingkungan sekitar agar 'orang mencurigakan (Fushinsha)' yang bukan tamu tidak masuk ke lantai kamar; jika melihat orang mencurigakan, jangan menghadapinya sendirian melainkan bekerja samalah dengan atasan dan beberapa staf.

Poin penting


  • Ketahui RS terdekat untuk antisipasi tamu sakit mendadak, dan segera hubungi 119 untuk memanggil ambulans saat darurat.

  • Saat menemukan benda mencurigakan di dalam gedung, jangan disentuh—segera laporkan kepada atasan / penanggung jawab.

  • Tetap waspada terhadap pencegahan penyakit menular dan orang mencurigakan; segera laporkan jika ada kejanggalan.
KosakataArti
penanganan orang sakit mendadak dan ambulans (Kyubyonin taio / Kyukyusha)
pencegahan penyakit menular (Kansensho yobo)
benda mencurigakan dan orang mencurigakan (Fushinbutsu / Fushinsha)
melaporkan tanpa menyentuh (Furezuni hokoku suru)

Menjaga Keselamatan Tamu (Perlindungan Data Pribadi, Pencegahan Kebakaran, dan Anjing Pemandu)

Agar tamu dapat menginap dengan tenang, kelola 'informasi pribadi (Kojin joho)' seperti daftar tamu menginap, informasi kartu kredit, dan nomor kamar secara ketat; jangan pernah meninggalkannya sembarangan di meja resepsionis atau membocorkannya ke luar.

Sebagai pencegahan kebakaran sehari-hari, jangan meletakkan benda mudah terbakar seperti 'linen (seprai, handuk, dll.)', kardus, atau sampah organik di dekat sumber api seperti kompor atau pemanas.

Selain itu, saat membersihkan kamar atau memeriksa area merokok, selalu pastikan api pada 'puntung rokok (Tabako no suigara)' di asbak sudah benar-benar padam, celupkan ke air sebelum dibuang ke wadah khusus untuk mencegah kebakaran.

Berikan dukungan penuh perhatian kepada tamu lansia dan penyandang disabilitas agar tidak terjatuh atau mengalami kecelakaan; jika tamu tunanetra datang bersama 'anjing pemandu (Modoken, atau anjing pendamping)', sesuai hukum jangan pernah menolak mereka.

Poin penting


  • Lindungi data pribadi tamu secara ketat agar tidak terlihat oleh pihak ketiga atau bocor ke luar.

  • Cegah kebakaran dengan menjauhkan linen serta sampah dari sumber api dan memastikan puntung rokok benar-benar padam.

  • Jangan pernah menolak tamu yang membawa anjing pemandu (Modoken) atau anjing pendamping untuk menginap maupun makan di restoran.
KosakataArti
perlindungan informasi pribadi (Kojin joho hogo)
memastikan puntung rokok sudah padam
barang-barang linen (seprai, handuk, dll.)
anjing pemandu tunanetra (Modoken)

Tanggap Darurat (Larangan Menggunakan Lift, Nomor 119 vs. 110, dan AED)

Apabila terjadi kebakaran di dalam gedung, beri tahu orang sekitar dengan suara keras sekaligus hubungi pemadam kebakaran, lakukan 'pemadaman awal (Shoki shoka)' dengan APAR sebisa mungkin, dan 'pandu evakuasi (Hinan yudo)' tamu ke tempat aman.

Saat terjadi kebakaran atau gempa bumi, 'jangan pernah menggunakan lift (elevator) untuk evakuasi'. Karena ada bahaya listrik padam yang membuat lift berhenti di tengah jalan dan menjebak orang di dalamnya, wajib gunakan 'tangga darurat (Hijo kaidan)'.

Nomor telepon darurat di Jepang adalah '119' untuk kebakaran atau darurat medis (ambulans / pemadam kebakaran), dan '110' untuk tindak kejahatan, pencurian, atau kecelakaan lalu lintas (polisi). Hafalkan dengan tepat agar tidak tertukar.

Selain itu, alat medis yang memberikan kejutan listrik untuk menyelamatkan nyawa orang yang mengalami henti jantung disebut 'AED (Automated External Defibrillator)'. Pastikan lokasi pemasangannya (seperti di lobi) dan cara penggunaannya.

Tanggap Darurat (Larangan Menggunakan Lift, Nomor 119 vs. 110, dan AED)

Poin penting


  • Saat evakuasi kebakaran atau gempa bumi, 'jangan pernah menggunakan lift'; wajib pandu tamu melalui tangga darurat.

  • Nomor darurat di Jepang: Kebakaran & Ambulans (Pemadam Kebakaran) adalah '119'; Kejahatan & Kecelakaan (Polisi) adalah '110'.

  • 'AED' adalah alat penyelamat nyawa yang memberikan kejutan listrik saat henti jantung; ketahui lokasi pemasangannya.
KosakataArti
pemadaman awal dan pemanduan evakuasi (Shoki shoka / Hinan yudo)
larangan penggunaan lift saat darurat
119 (Pemadam Kebakaran & Ambulans) dan 110 (Polisi)
AED (alat kejut jantung otomatis)

Manajemen Kebersihan dan Kesehatan Diri Karyawan (Kumur & Cuci Tangan)

Di fasilitas penginapan yang berinteraksi dengan banyak tamu serta menyediakan makanan dan kamar, penampilan bersih dan kebiasaan higienis dari setiap karyawan menopang standar kebersihan seluruh fasilitas.

Selalu kenakan 'seragam bersih' yang telah dicuci, serta rapikan rambut dan kuku. Selain itu, jangan memakai parfum atau minyak rambut beraroma menyengat karena dapat membuat tamu tidak nyaman atau mengganggu suasana makan.

Sebagai dasar agar tidak membawa masuk atau menyebarkan virus dan bakteri, lakukan 'berkumur dan mencuci tangan (Ugai / Tearai)' serta disinfeksi alkohol pada tangan secara rutin saat tiba di tempat kerja, setelah dari toilet, setelah bersih-bersih, dan sebelum menyajikan makanan.

Jaga kesehatan dengan tidur dan nutrisi yang cukup setiap hari; jika mengalami gangguan kesehatan seperti demam, diare, atau muntah, jangan memaksakan diri masuk kerja melainkan segera laporkan kepada atasan untuk meminta instruksi.

Manajemen Kebersihan dan Kesehatan Diri Karyawan (Kumur & Cuci Tangan)

Poin penting


  • Selalu kenakan seragam yang bersih, rapikan rambut dan kuku, serta jangan memakai parfum beraroma kuat.

  • Untuk mencegah penyakit menular dan keracunan makanan, rutin lakukan 'kumur dan cuci tangan (Ugai / Tearai)' selama bekerja.

  • Jika mengalami gejala kurang sehat seperti demam atau diare, jangan disembunyikan sendiri—segera laporkan kepada atasan.
KosakataArti
seragam dan penampilan diri yang bersih
disiplin berkumur dan mencuci tangan (Ugai / Tearai)
disinfeksi tangan dengan alkohol
manajemen kesehatan dan laporan kondisi fisik

Manajemen Kebersihan Gedung (Pantau Suhu & Kelembapan) dan 3 Prinsip Pencegahan Keracunan Makanan

Bagian dalam maupun luar gedung (seperti area sekitar pintu masuk) harus selalu dijaga kebersihannya; ketika menemukan sampah, kotoran, atau genangan air, jangan dibiarkan melainkan 'segera bersihkan saat itu juga'.

Selain itu, karena munculnya jamur, tungau, hama serangga, dan bakteri keracunan makanan sangat dipengaruhi kondisi cuaca, periksa 'cuaca, suhu, dan kelembapan setiap hari (Mainichi no tenki, kion, shitsudo)' untuk mengatur ventilasi dan AC dengan tepat.

Di fasilitas penginapan yang menyajikan makanan dan minuman, keracunan makanan adalah kecelakaan fatal yang dapat berujung pada penutupan usaha. Karena itu, patuhi '3 Prinsip Pencegahan Keracunan Makanan': '(1) Jangan mencemari (Tsukenai)', '(2) Jangan biarkan berkembang biak (Fuyasanai)', dan '(3) Basmi bakteri (Yattsukeru)'.

'(1) Tsukenai' adalah cuci tangan, cuci alat masak, dan pisahkan bahan makanan; '(2) Fuyasanai' adalah penyimpanan dingin/beku secara cepat (kontrol suhu rendah); dan '(3) Yattsukeru' adalah pemanasan/memasak hingga matang sampai ke bagian tengah serta sterilisasi alat.

Poin penting


  • Segera bersihkan kotoran di dalam/luar gedung begitu ditemukan, dan periksa 'cuaca, suhu, serta kelembapan harian' untuk mencegah jamur dan hama.

  • 3 prinsip pencegahan keracunan makanan adalah: '(1) Jangan menempelkan (Tsukenai)', '(2) Jangan memperbanyak (Fuyasanai)', dan '(3) Basmi (Yattsukeru)'.

  • Disiplinkan cuci tangan/disinfeksi alat (Tsukenai), penyimpanan suhu rendah (Fuyasanai), dan pemanasan matang (Yattsukeru).
KosakataArti
memeriksa cuaca, suhu, dan kelembapan harian
pencegahan jamur dan serangga hama (Kabi / Gaichu)
3 Prinsip Pencegahan Keracunan Makanan
Tsukenai (Jangan mencemari), Fuyasanai (Jangan memperbanyak), Yattsukeru (Basmi)

Manajemen Fasilitas & Peralatan serta Kerapian Area Belakang / Backyard (Kegiatan 5S)

Agar tamu dapat menginap dengan nyaman dan aman, periksa setiap hari apakah AC (pendingin/pemanas ruangan), lampu, saluran air, furnitur, dan perlengkapan di kamar tamu maupun area umum mengalami kerusakan atau gangguan.

Apabila menemukan gangguan atau kerusakan peralatan, jangan dibiarkan; segera laporkan kepada 'penanggung jawab manajemen fasilitas (Shisetsu kanri tantosha)' atau atasan untuk mengatur perbaikan.

Selain itu, ketika menerima masukan atau permintaan dari tamu terkait fasilitas—seperti 'sebaiknya ada pegangan tangan (handrail) di tangga atau kamar mandi' atau 'butuh bidang miring (ramp/slope) di bagian berundak'—catat dengan lengkap untuk perbaikan fasilitas (barrier-free).

Lebih lanjut, jaga selalu kerapian area belakang (backyard) tempat staf bekerja seperti ruang kantor dan gudang dengan menerapkan '5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke)' guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja.

Poin penting


  • Periksa kondisi AC, lampu, dan perlengkapan setiap hari; jika ada kerusakan segera laporkan ke penanggung jawab manajemen fasilitas.

  • Catat dan bagikan permintaan fasilitas dari tamu seperti pegangan tangan (tesuri) dan bidang miring (slope) demi keamanan fasilitas.

  • Terapkan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) secara menyeluruh di area belakang (backyard).
KosakataArti
inspeksi harian peralatan dan perlengkapan
melapor kepada penanggung jawab manajemen fasilitas
pegangan tangan (Tesuri) dan bidang miring (Slope)
kegiatan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke)

Kepedulian Lingkungan dan SDGs (Hemat Listrik & Air, Pemilahan Sampah & Pelestarian Sumber Daya)

Dalam beberapa tahun terakhir, industri penginapan juga dituntut untuk aktif menerapkan 'SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)' demi melindungi lingkungan bumi dan mewujudkan masyarakat berkelanjutan.

Dasar kepedulian lingkungan dalam pekerjaan sehari-hari adalah 'hemat listrik (Setsuden)' dengan mematikan lampu dan AC di ruangan atau backyard yang tidak dipakai, serta 'hemat air (Sessui)' dengan tidak membiarkan air mengalir terus saat membersihkan kamar atau mencuci piring.

Selain itu, kurangi 'pemborosan kertas' dengan memanfaatkan kertas bekas dan digitalisasi data, serta lakukan 'pemilahan sampah (Gomi no bunbetsu: sampah mudah terbakar, sampah daur ulang, dll.)' sesuai aturan pemerintah daerah dan fasilitas.

Lebih jauh lagi, praktikkan dan usulkan secara aktif ide-ide yang mendukung daur ulang dan pelestarian sumber daya, seperti eco-cleaning (mengurangi penggantian seprai untuk tamu menginap beberapa malam), pengurangan amenity plastik, dan pengurangan limbah makanan (food loss).

Poin penting


  • Biasakan 'hemat listrik (Setsuden)' dengan mematikan lampu/AC yang tak terpakai dan 'hemat air (Sessui)' agar tidak membuang-buang air.

  • Hentikan pemborosan kertas serta terapkan 'pemilahan sampah (Bunbetsu)' dan daur ulang untuk mengurangi beban lingkungan.

  • Dorong upaya pengurangan plastik, pengurangan food loss, dan pelestarian sumber daya dari sudut pandang SDGs.
KosakataArti
SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)
hemat listrik dan hemat air (Setsuden / Sessui)
pemilahan sampah dan daur ulang (Gomi no bunbetsu / Recycle)
pelestarian sumber daya dan pengurangan food loss

Poin yang Sering Muncul dalam Ujian dan Cara Mengingat

Dalam tanggap darurat, 3 poin yang paling sering diujikan adalah: 'Jangan pernah menggunakan lift saat kebakaran atau gempa bumi (gunakan tangga darurat)', 'Kebakaran & Ambulans = 119, Polisi = 110', dan 'Alat penyelamat nyawa saat henti jantung = AED'.

Untuk keselamatan dan barrier-free, ingat dengan pasti: 'Jangan menaruh barang di pintu darurat atau jalur evakuasi', 'Jauhkan linen dan sampah dari api serta pastikan puntung rokok padam', dan 'Jangan pernah menolak anjing pemandu (Modoken)'.

Dalam manajemen kebersihan, '3 Prinsip Pencegahan Keracunan Makanan = (1) Tsukenai, (2) Fuyasanai, (3) Yattsukeru' dan 'Periksa cuaca, suhu, dan kelembapan setiap hari untuk mencegah jamur dan hama' sering muncul dalam soal.

Dalam manajemen fasilitas dan lingkungan, 'Laporkan kerusakan peralatan ke penanggung jawab manajemen fasilitas', 'Merapikan area backyard (5S)', serta 'Hemat listrik, hemat air, dan pemilahan sampah (SDGs)' adalah langganan soal Benar/Salah.

Poin penting


  • Saat kebakaran/gempa: Dilarang pakai lift (evakuasi lewat tangga darurat). Kebakaran/Ambulans = 119, Polisi = 110.

  • Jangan taruh barang di pintu/jalur darurat. Jangan pernah menolak tamu yang membawa anjing pemandu (Modoken).

  • 3 prinsip pencegahan keracunan makanan: 'Tsukenai, Fuyasanai, Yattsukeru'. Periksa cuaca, suhu, dan kelembapan setiap hari.

  • Laporkan kerusakan peralatan ke penanggung jawab fasilitas, dan catat permintaan tamu terkait pegangan tangan atau slope.

  • Lindungi lingkungan (SDGs) melalui hemat listrik, hemat air, hemat kertas, pemilahan sampah, dan daur ulang.
KosakataArti
pemanduan evakuasi melalui tangga darurat
nomor darurat 119 & 110 serta AED
Tsukenai, Fuyasanai, Yattsukeru (3 prinsip)
hemat listrik, hemat air, dan pemilahan sampah

Keselamatan, Kebersihan & Pengetahuan Dasar

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo