VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Konstruksi

Pekerjaan Besi Tulangan (Pabrikasi, Perakitan, Las Tekan Gas, dan Pemeriksaan Penulangan)

Konstruksi · 建設分野 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Jenis Material Besi Tulangan, Standar JIS, Tanda Cap Giling, dan Pengelolaan Penyimpanan

Beton bertulang (RC) menggabungkan beton yang kuat menahan tekan namun lemah terhadap tarik dengan besi tulangan yang kuat menahan gaya tarik. Terdapat 'besi bulat polos (SR)' tanpa tonjolan dan 'besi beton ulir (SD)' yang memiliki tonjolan untuk meningkatkan daya lekat dengan beton.

Pada permukaan besi beton ulir, tonjolan memanjang searah sumbu disebut 'rusuk (Rib)' dan tonjolan melintang disebut 'sirip (Fushi)'. Nama ukurannya dinyatakan mendekati diameter nominal (mm) seperti D10, D13, D16, D19, D22, D25, D29, D32, D35, D38, dan D41.

Angka pada simbol mutu baja 'SD295A, SD295B, SD345, SD390, SD490' menunjukkan batas bawah titik luluh (N/mm²). Menurut JIS G 3112, warna cat ujung dan tanda titik cap gilingnya adalah: SD295A tanpa warna (tanpa titik), SD295B putih (tanpa titik), SD345 kuning (1 titik ・), SD390 hijau (2 titik ・・), dan SD490 biru (3 titik ・・・).

Saat material tiba di proyek, 'Mill Sheet (sertifikat pemeriksaan baja)' diperiksa untuk memastikan komposisi kimia dan sifat mekanis sesuai standar JIS. Besi tidak boleh diletakkan langsung di tanah, melainkan harus dialasi balok kayu (Makuragi), dipisahkan menurut mutu dan ukuran, serta ditutup terpal.

Jenis Material Besi Tulangan, Standar JIS, Tanda Cap Giling, dan Pengelolaan Penyimpanan

Poin penting


  • Besi beton ulir (SD) meningkatkan lekatan beton melalui 'rusuk (Rib)' memanjang dan 'sirip (Fushi)' melintang, dengan angka mutu menyatakan batas bawah titik luluh (N/mm²)

  • Identifikasi mutu baja (JIS G 3112): SD295B = putih (tanpa titik), SD345 = kuning (1 titik ・), SD390 = hijau (2 titik ・・), SD490 = biru (3 titik ・・・)

  • Periksa mutu dengan 'Mill Sheet' saat penerimaan, serta beri bantalan balok kayu (Makuragi) dan tutup terpal agar terhindar dari lumpur dan karat
KosakataArti
besi beton ulir (rusuk Rib dan sirip Fushi)
nilai batas bawah titik luluh
tanda cap giling dan cat warna ujung besi
sertifikat pemeriksaan pabrik baja (Mill sheet)
balok kayu bantalan (Makuragi / Ringi)

Nama Tulangan pada Elemen Struktur dan Simbol Gambar Penulangan

Pada gambar struktur gedung, simbol elemen struktur adalah: F = Fondasi, FG = Balok Sloof, C = Kolom, G = Balok Induk, B = Balok Anak, S = Pelat Lantai, dan W = Dinding. Notasi '4-D25' berarti 4 batang D25, sedangkan 'D10@200' berarti besi D10 dipasang dengan jarak (pitch) 200 mm.

Pada 'kolom', di sekeliling 'tulangan utama kolom' vertikal dipasang tulangan geser melingkar yang disebut 'sengkang kolom (Obikin / Hoop)' untuk mencegah keruntuhan geser dan tekuk. Sengkang tambahan pengikat tulangan bagian dalam disebut 'Nakagokin'.

Pada 'balok', di sekeliling 'tulangan atas' dan 'tulangan bawah' dipasang tulangan geser yang disebut 'sengkang balok (Abarakin / Stirrup)'. Jika balok tinggi, pada sisi samping dipasang 'tulangan pinggang (Harakin)' dan 'pengikat lebar (Habadomekin)', serta di antara tulangan utama lapis 1 dan lapis 2 diselipkan 'besi ganjal lapis (Makurakin)'.

Pada 'pelat lantai (Slab)', tulangan utama dipasang searah 'bentang pendek' yang menahan momen lentur terbesar, sedangkan tulangan bagi dipasang searah 'bentang panjang'. Pada lapis bawah pelat persegi panjang, tulangan arah pendek berada paling bawah (sisi luar), dan pada lapis atas berada paling atas.

Poin penting


  • Simbol struktur: C = Kolom, G = Balok Induk, FG = Sloof, B = Balok Anak, S = Pelat Lantai, W = Dinding; '@200' berarti jarak antar besi 200 mm

  • Tulangan geser kolom disebut 'Obikin (Hoop)', tulangan geser balok disebut 'Abarakin (Stirrup)', dan besi pemisah tulangan lapis kedua disebut 'Makurakin'

  • Pada pelat lantai, 'arah bentang pendek' adalah tulangan utama dan 'arah bentang panjang' adalah tulangan bagi; pada lapis bawah, tulangan arah pendek dipasang di bagian paling bawah
KosakataArti
sengkang kolom (Obikin) dan sengkang balok (Abarakin)
tulangan pinggang balok (Harakin) dan pengikat lebar (Habadomekin)
tulangan lapis kedua (Nidankin) dan besi ganjal lapis (Makurakin)
arah bentang pendek (tulangan utama) dan arah bentang panjang (tulangan bagi)

Ketentuan Tebal Selimut Beton serta Jenis dan Standar Pemasangan Spacer

'Tebal selimut beton (Kaburi atsusa)' adalah jarak terpendek dari permukaan besi tulangan paling luar (seperti sengkang kolom atau sengkang balok) ke permukaan beton. Fungsinya melindungi besi dari korosi melalui sifat alkali beton, menjaga ketahanan api saat kebakaran, serta menjamin daya lekat.

Menurut Pasal 79 Peraturan Pelaksanaan UU Standar Bangunan, 'tebal selimut beton minimum' untuk elemen dalam ruangan yang tidak menyentuh tanah adalah: 'pelat atap, pelat lantai, dinding non-struktural' minimal 2 cm (20 mm); serta 'dinding pemikul, kolom, balok' dalam ruangan minimal 3 cm (30 mm).

Sebaliknya, untuk 'dinding, kolom, lantai, balok' yang bersentuhan langsung dengan tanah minimal 4 cm (40 mm); dan 'fondasi (tidak termasuk lantai kerja)' minimal 6 cm (60 mm). Di proyek digunakan 'selimut beton rencana' yang ditambah sekitar 10 mm sebagai toleransi pelaksanaan.

Untuk menjaga selimut beton, di bawah fondasi dan balok dipasang spacer beton atau baja tahan karat yang kuat menahan beban (pada bawah balok berjarak ≤ 1,5 m), pada tulangan vertikal kolom/dinding dipasang spacer donat plastik, dan pada tulangan atas pelat dipasang kaki ayam (bar chair).

Poin penting


  • Tebal selimut beton adalah 'jarak terpendek dari permukaan besi terluar ke permukaan beton'; jika kurang akan memicu karat akibat karbonasi, retak/rontoknya beton, dan turunnya ketahanan api

  • Selimut beton minimum menurut UU: pelat/dinding non-struktural dalam ruang = 2 cm; dinding pemikul/kolom/balok dalam ruang = 3 cm; dinding/kolom/lantai/balok menyentuh tanah = 4 cm; fondasi = 6 cm atau lebih

  • Gunakan spacer beton atau baja di dasar fondasi dan bawah balok (jarak ≤ 1,5 m), serta bar chair (kaki ayam) untuk menyangga tulangan atas pelat lantai
KosakataArti
tebal selimut beton (jarak terpendek dari tulangan terluar)
karbonasi / netralisasi beton
tahu beton (spacer beton) dan spacer donat plastik
penyangga tulangan atas / kaki ayam (Bar chair / Uma spacer)

Gambar Kerja, Daftar Pabrikasi, serta Standar Pemotongan dan Pembengkokan Besi

Dalam pekerjaan tulangan, 'gambar kerja penulangan' dibuat berdasarkan gambar desain untuk merinci pertemuan besi dan lokasi sambungan, lalu disusun 'daftar pabrikasi besi (Kakōchō / bar list)' yang memuat mutu baja, diameter, bentuk bengkokan, ukuran segmen, panjang potong (Kirisun), dan jumlah batang.

Ukuran luar sengkang kolom dan balok dihitung dengan rumus 'ukuran penampang beton dikurangi 2 kali tebal selimut beton', sedangkan panjang potong (Kirisun) dihitung dengan memperhitungkan koreksi mulur bengkokan. Ujung besi untuk las tekan gas dipotong siku-siku dengan pemotong dingin (cold cutter).

Pembengkokan besi wajib dilakukan pada 'suhu ruang (pembengkokan dingin)', dan dilarang keras 'membengkokkan ulang (meluruskan kembali)' besi yang sudah ditekuk karena memicu retak dan penurunan kekuatan. Panjang ekor lurus kait adalah '≥ 4d' untuk kait 180°, '≥ 6d' untuk kait 135°, dan '≥ 8d' untuk kait 90°.

Diameter dalam lengkungan diatur melalui rol tengah (Shingane) pada mesin bender: minimal '3d' untuk sengkang (≤ D16), minimal '3d' untuk tulangan utama SD345 (≤ D16), dan minimal '4d' untuk SD345 ukuran D19–D25. Toleransi dimensi pabrikasi untuk sengkang kolom dan balok adalah '±5 mm'.

Gambar Kerja, Daftar Pabrikasi, serta Standar Pemotongan dan Pembengkokan Besi

Poin penting


  • Pembengkokan besi wajib dilakukan pada 'suhu ruang (dingin)' dan dilarang 'membengkokkan ulang' besi yang sudah dibengkokkan agar tidak retak atau turun kekuatannya

  • Panjang ekor kait adalah '180° ≥ 4d, 135° ≥ 6d, 90° ≥ 8d'; diameter dalam lengkungan minimal '3d' untuk sengkang (≤ D16) dan '4d' untuk tulangan utama SD345 (D19–D25)

  • Ukuran luar sengkang adalah 'lebar beton − 2 × tebal selimut beton', dengan toleransi ukuran pabrikasi sebesar '±5 mm'
KosakataArti
gambar kerja penulangan dan daftar pembengkokan besi (Kakōchō)
panjang pemotongan besi (Kirisun)
pengerjaan suhu ruang (dilarang membengkokkan ulang)
diameter dalam lengkungan dan panjang ekor lurus (Yochō)
toleransi ukuran pabrikasi (±5 mm)

Marking Garis, Pembagian Jarak, Jarak Bersih Antar Besi, dan Pengikatan dengan Hakka

Sebelum merakit besi tulangan, terlebih dahulu dilakukan 'pembuatan garis tanda (Sumidashi)' di atas lantai kerja untuk menentukan garis acuan kolom, dinding, dan balok. Selanjutnya, ukur dengan meteran dan beri 'tanda pembagian jarak (Waritsuke)' dengan kapur besi pada tulangan utama sudut.

Di antara batang besi yang sejajar harus diberi 'jarak bersih (Aki)' agar agregat kasar (kerikil) dalam beton tidak tersangkut dan mengisi seluruh celah. Jarak bersih minimum untuk besi ulir adalah nilai terbesar dari: '≥ 25 mm', '≥ 1,5 kali ukuran nominal d', dan '≥ 1,25 kali ukuran maksimum agregat kasar'.

Persilangan besi diikat menggunakan 'kawat besi lunak (kawat bendrat)' berdiameter 0,8 mm (#21) atau 0,9 mm (#20) dan alat pengikat 'Hakka'. Tarik kawat ke arah badan sambil dipilin agar kencang, lalu tekuk ujung ekor kawat ke arah dalam agar tidak menonjol ke area selimut beton dan menimbulkan noda karat.

Metode pengikatan meliputi 'ikatan silang tunggal (Katadasuki)' dan 'ikatan silang delapan (Jūji)' untuk persilangan umum, serta 'ikatan silang lipat dua (Futatsu-ori katadasuki)' atau 'ikatan kantong (Fukuro)' untuk menahan tulangan kolom dan balok besar. Posisi kait 135° pada sengkang wajib dipasang berselang-seling (zig-zag).

Poin penting


  • Lakukan 'marking posisi' dan 'penandaan jarak pada tulangan utama' sebelum perakitan, serta pasang kait 135° sengkang secara berselang-seling (zig-zag)

  • Jarak bersih minimum antar besi adalah nilai terbesar dari '≥ 25 mm', '≥ 1,5d', dan '≥ 1,25 × ukuran maksimum agregat kasar' untuk mencegah beton keropos

  • Kencangkan kawat bendrat 0,8 mm atau 0,9 mm dengan Hakka sambil ditarik ke arah badan, lalu tekuk ujung kawat ke 'arah dalam'
KosakataArti
marking posisi (Sumidashi) dan penandaan jarak (Waritsuke)
jarak bersih antar besi tulangan (Aki)
kawat bendrat lunak (0,8 mm / 0,9 mm) dan alat pengikat Hakka
ikatan silang tunggal dan ikatan silang lipat dua

Penjangkaran Besi Tulangan, Sambungan Lewatan, dan Pemasangan Wiremesh

Menanamkan ujung besi tulangan ke dalam beton elemen struktur lain sepanjang ukuran tertentu agar tidak tercabut akibat gaya tarik disebut 'penjangkaran (Teichaku)'. Tulangan balok induk dijangkarkan ke kolom, tulangan balok anak ke balok induk, dan tulangan pelat ke balok atau dinding.

Saat menjangkarkan tulangan bawah balok anak ke balok induk, posisinya harus diletakkan 'di atas' tulangan bawah balok induk. Selain itu, pada 'pertemuan kolom dan balok (Shikuchibu)' yang menahan gaya gempa besar, sengkang kolom tidak boleh dilepas meskipun tulangan sangat rapat.

Sambungan dengan menumpuk dua batang besi sepanjang ukuran tertentu lalu diikat kawat bendrat minimal di 2 titik disebut 'sambungan lewatan (Kasane tsugite)'. Sambungan ditempatkan pada daerah bertegangan tarik kecil dan disusun 'selang-seling (Chidori)' agar tidak menumpuk pada satu penampang.

Perlu diingat bahwa meskipun ujung besi ulir memiliki kait, 'bagian kait tidak dihitung dalam panjang sambungan lewatan'. Selain itu, besi ukuran besar 'D35 ke atas' pada prinsipnya tidak boleh menggunakan sambungan lewatan. Pada pemasangan 'wiremesh', jarak antar kawat melintang terluar pada sambungan lewatan harus minimal 'jarak kawat + 50 mm' dan minimal '150 mm'.

Poin penting


  • Jangkarkan tulangan utama balok ke dalam kolom, letakkan tulangan bawah balok anak 'di atas' tulangan bawah balok induk, dan jangan pernah mengurangi sengkang pada joint kolom-balok

  • Pasang sambungan lewatan secara 'selang-seling (Chidori)' di zona tegangan kecil, jangan hitung kait ke dalam panjang lewatan, dan ikat minimal di 2 titik

  • Besi ukuran 'D35 ke atas' pada prinsipnya tidak menggunakan sambungan lewatan; wiremesh ditumpuk minimal 'jarak kawat + 50 mm dan minimal 150 mm'
KosakataArti
panjang penjangkaran dan titik pertemuan kolom-balok (Shikuchibu)
sambungan lewatan (susunan selang-seling / Chidori)
prinsip larangan sambungan lewatan untuk besi D35 ke atas
jaring kawat las / wiremesh (tumpukan ≥ jarak kawat + 50 mm dan ≥ 150 mm)

Pelaksanaan dan Pemeriksaan Mutu Sambungan Las Tekan Gas serta Sambungan Mekanis

'Sambungan las tekan gas (Gas pressure weld)' mempertemukan kedua penampang ujung besi lalu memberikan tekanan aksial dengan pompa hidrolik sambil dipanaskan dengan api oksigen-asetilena hingga menyatu. Pekerja wajib memiliki 'Sertifikat Keahlian Las Tekan Gas Manual (JIS Z 3881)'.

Pada hari pengelasan, penampang ujung digerinda rata dan tegak lurus sumbu serta dibersihkan dari karat, oli, dan cat hingga celah pertemuan ≤ 2–3 mm. Las tekan gas dilarang untuk besi yang selisih diameternya 'melebihi 7 mm' atau saat hujan dan angin kencang tanpa pelindung.

Menyiramkan air untuk mendinginkan cepat bagian las yang masih membara merah dilarang keras. Standar kelulusan meliputi diameter gelembung '≥ 1,4d', panjang gelembung '≥ 1,1d', eksentrisitas sumbu '≤ 1/5d (0,2d)', dan pergeseran puncak gelembung '≤ 1/4d', melalui pemeriksaan visual 100% dan uji ultrasonik per lot.

'Sambungan mekanis (Kikaishiki tsugite)' menggunakan coupler (ulir mur pengunci atau injeksi mortar) tidak terpengaruh cuaca dan banyak dipakai untuk besi besar. Sebelum dipasang, pada besi wajib dibuat 'garis penanda panjang masuk (Hyōsen)' lalu dikencangkan dengan kunci torsi atau di-grouting.

Pelaksanaan dan Pemeriksaan Mutu Sambungan Las Tekan Gas serta Sambungan Mekanis

Poin penting


  • Las tekan gas wajib dikerjakan teknisi bersertifikat dengan ujung besi digerinda rata dan siku pada hari yang sama; dilarang menyiram air pada las membara atau menyambung besi berselisih diameter > 7 mm

  • Standar gelembung las tekan gas: 'diameter ≥ 1,4d, panjang ≥ 1,1d, eksentrisitas ≤ 1/5d', diperiksa dengan inspeksi visual 100% dan uji ultrasonik tiap lot

  • Pada sambungan mekanis, wajib membuat 'garis penanda kedalaman masuk (Hyōsen)' pada besi sebelum dipasang ke coupler
KosakataArti
sambungan las tekan gas (sertifikat keahlian JIS Z 3881)
penggerindaan penampang ujung las tekan
gelembung las tekan (diameter ≥ 1,4d, panjang ≥ 1,1d)
uji deteksi cacat ultrasonik
sambungan mekanis (coupler dan garis penanda Hyōsen)

Penulangan Bangunan Sipil (Dinding Penahan Tanah, Bored Pile) dan Metode Perakitan Awal

Pada 'dinding penahan tanah tipe T terbalik' atau 'tipe L' dalam pekerjaan sipil, 'tekanan tanah' dari tanah timbunan bekerja mendorong dinding tegak sehingga timbul gaya tarik besar pada 'sisi belakang yang menyentuh tanah'. Oleh karena itu, tulangan utama vertikal wajib dipasang di sisi belakang (sisi tanah timbunan).

Pada kepala jembatan (abutment), pilar jembatan (pier), dan 'gorong-gorong kotak (Box culvert)', banyak digunakan besi berdiameter besar (D29–D51), dan pada sudut pertemuan dipasang 'tulangan haunch' untuk menahan konsentrasi tegangan.

Pada 'tiang pancang beton cor di tempat (bored pile)', dirakit 'kerangka besi silinder (rebar cage)' yang terdiri atas tulangan utama, sengkang melingkar, dan cincin pengaku. Pada keliling luarnya dipasang 'spacer besi lengkung (Wankyoku spacer) atau spacer roda' agar dinding lubang bor tidak runtuh dan selimut beton terjaga.

Metode 'perakitan awal di darat (Sakigumi kōhō)' merakit tulangan kolom dan balok di atas dudukan di tanah lalu mengangkatnya dengan crane ke posisi struktur, sehingga mengurangi kerja di ketinggian serta meningkatkan keselamatan dan mutu. Saat diangkat wajib digunakan pengaku dan balok angkat (spreader beam).

Poin penting


  • Pada dinding tegak dinding penahan tanah (tipe T terbalik dan L), pasang tulangan utama vertikal di 'sisi belakang yang bersentuhan dengan tanah timbunan'

  • Pasang 'spacer lengkung (atau spacer roda)' di sekeliling luar kerangka besi tiang bor (bored pile) untuk melindungi dinding lubang dan menjaga selimut beton

  • Pada 'metode perakitan awal (Sakigumi)', gunakan batang pengaku dan alat bantu angkat (lifting beam) agar kerangka besi tidak berubah bentuk saat diangkat crane
KosakataArti
tekanan tanah belakang dinding penahan dan tulangan utama sisi tarik
box culvert dan tulangan sudut haunch
kerangka besi tiang bor (bored pile) dan spacer lengkung
metode perakitan awal (Sakigumi) dan balok angkat penyeimbang (Tenbin)

Pemeriksaan Penulangan, Pendampingan Pengecoran, dan Keselamatan Kerja Besi Tulangan

Sebelum menutup bekisting (sebelum pengecoran beton), wajib dilakukan 'pemeriksaan penulangan (Haikin kensa)' meliputi mutu baja, diameter, jumlah batang, jarak (pitch), tebal selimut beton, panjang penjangkaran/sambungan, spacer, dan tulangan penguat bukaan (tulangan diagonal di keempat sudut). Ketegaklurusan kolom dan dinding diperiksa dengan unting-unting atau waterpass lalu dipasang skor pengaku.

Bersihkan 'karat mengelupas (Ukisabi)', oli, dan cipratan mortar dengan sikat kawat (karat merah tipis tidak mengurangi lekatan sehingga boleh dipakai), serta bersihkan potongan kawat bendrat dan serpihan kayu di dalam bekisting. Pasang 'papan jalan (Ayumi-ita)' di atas pelat lantai agar tulangan atas (terutama pelat kantilever) tidak turun, dan siagakan pekerja besi 'pendamping (Aiban)' saat pengecoran sambil menjaga agar vibrator tidak menekan besi.

Untuk keselamatan kerja, pasang 'tutup pelindung (Hogo cap)' pada ujung 'besi stek (Sashikin)' yang mencuat dari fondasi atau lantai untuk mencegah kecelakaan tertusuk. Gunakan 'full-body harness' pada pekerjaan di ketinggian 2 m atau lebih, dan dilarang keras memanjat naik-turun dengan menginjak sengkang kolom atau tulangan dinding.

'Pekerjaan pengikatan beban crane (Tamagake)' kapasitas angkat ≥ 1 ton wajib dilakukan oleh pemegang sertifikat dengan pengikatan 2 titik bersudut sling ≤ 60°, melakukan pengecekan angkat awal, serta melarang siapa pun berada di bawah beban gantung. Hubungkan mesin listrik melalui 'ELCB dan kabel grounding (arde)', matikan listrik saat perawatan, serta rutin minum air dan garam di musim panas.

Poin penting


  • Sebelum pengecoran, lakukan pemeriksaan penulangan, cek ketegaklurusan, bersihkan karat mengelupas dan dasar bekisting, pasang 'papan jalan' di atas pelat, serta siagakan pekerja besi 'pendamping (Aiban)' saat pengecoran

  • Pasang 'tutup pelindung' pada ujung besi stek, gunakan full-body harness di ketinggian ≥ 2 m, dan dilarang memanjat pada sengkang kolom atau tulangan dinding

  • Tamagake dilakukan petugas bersertifikat dengan angkatan 2 titik bersudut ≤ 60°, larang berada di bawah beban gantung, serta pastikan pemasangan ELCB, grounding, dan pencegahan heatstroke
KosakataArti
pemeriksaan penulangan (Haikin kensa) dan tulangan penguat bukaan
pembersihan karat mengelupas (Ukisabi) dan papan pijakan jalan (Ayumi-ita)
tutup pelindung ujung besi stek (Hogo cap)
pengikatan beban Tamagake (angkatan 2 titik, sudut sling ≤ 60 derajat)
pemutus arus bocor (ELCB) dan pembumian (grounding / arde)

Pekerjaan Besi Tulangan (Pabrikasi, Perakitan, Las Tekan, Inspeksi)

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬