VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Teknisi Listrik Kelas 1 第一種電気工事士 (ujian tertulis)

Membaca Diagram Garis Tunggal dan Diagram Rangkaian Kontrol

Teknisi Listrik Kelas 1 第一種電気工事士 (ujian tertulis) · 第一種電気工事士(学科試験) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Diagram Garis Tunggal Peralatan Penerima Tegangan Tinggi dan Urutan Penempatan Peralatan

Dalam ujian tertulis Teknisi Listrik Kelas 1, 20 soal terakhir dari Soal 31 hingga Soal 50 (bernilai 40 poin) diujikan sebagai soal diagram pengawatan instalasi listrik milik sendiri.

Inti dari bagian ini adalah membaca diagram garis tunggal (single-line diagram) peralatan penerima daya tegangan tinggi 6.6kV (seperti kubikel) serta rangkaian kontrol motor tegangan rendah.

Saat membaca diagram garis tunggal, pahami secara tepat aliran listrik dan urutan penempatan peralatan mulai dari sisi sumber daya (tiang tarik nomor 1) menuju sisi beban (panel distribusi tegangan rendah).

① Titik Batas Tanggung Jawab: Dipasang pada Sakelar Beban AC Tegangan Tinggi dengan Relai Gangguan Tanah (GR付PAS) di tiang nomor 1 untuk saluran udara, atau pada Sakelar Pemutus Bawah Tanah (UGS) untuk kabel tanah.

Di dalam PAS atau UGS terdapat Trafo Arus Urutan Nol (ZCT) terintegrasi yang bekerja sama dengan Relai Gangguan Tanah Terarah (DGR) untuk memutus gangguan tanah di dalam gardu dan mencegah meluasnya gangguan ke jaringan PLN.

② Kabel Masuk Tegangan Tinggi hingga Titik Penerimaan: Daya ditarik ke kubikel menggunakan kabel 6600V CVT melalui terminasi kepala kabel (CH), lalu dihubungkan pertama kali ke Trafo Instrumen Pengukuran Transaksi Daya (VCT atau MOF) serta meteran kWh (Wh).

Diagram Garis Tunggal Peralatan Penerima Tegangan Tinggi dan Urutan Penempatan Peralatan

Poin penting


  • Pada titik batas tanggung jawab dipasang GR付PAS (tarikan udara) atau UGS (tarikan bawah tanah), yang melakukan proteksi gangguan tanah menggunakan ZCT dan GR (atau DGR)

  • VCT (MOF) adalah trafo instrumen gabungan untuk meteran transaksi daya (Wh) dan biasanya ditempatkan di sisi sumber sebelum sakelar pemisah (DS) dan pemutus tenaga (CB)

  • Arester petir (LA) dihubungkan ke sisi sumber busbar tegangan tinggi melalui sakelar pemisah (DS), dan wajib diberi pembumian Kelas A (kawat pembumian 14mm² atau lebih)
KosakataArti
tansen kessenzu (diagram garis tunggal): diagram penyederhanaan yang menggambarkan rangkaian listrik 3 fasa dengan satu garis untuk menunjukkan urutan koneksi peralatan
sekinin bunkaiten (titik batas tanggung jawab): batas pemisah tanggung jawab pemeliharaan dan keselamatan antara perusahaan listrik dan pelanggan pemilik instalasi
chiraku keiden sōchitsuki kōatsu kōryū fuka kaiheiki (GR付PAS): sakelar beban AC tegangan tinggi di atas tiang yang dilengkapi perangkat relai gangguan tanah
denryoku jukyūyō keikiyō henseiki (VCT / MOF): unit gabungan trafo tegangan (VT) dan trafo arus (CT) untuk keperluan pencatatan meteran jual-beli listrik
kōatsu juden setsubi (peralatan penerima daya tegangan tinggi): gardu kubikel yang menerima daya 6.6kV dari jaringan distribusi dan menurunkannya menjadi 100V/200V

Alat Pemutus Utama (Tipe CB vs Tipe PF・S), Transformator, dan Rangkaian Kapasitor Daya

③ Alat Pemutus Utama: Untuk kapasitas peralatan penerima di atas 300kVA digunakan tipe CB, yang terdiri dari Sakelar Pemisah (DS) + Pemutus Tenaga Vakum (VCB) + Trafo Arus (CT) + Relai Arus Lebih (OCR).

Untuk peralatan penerima sederhana berkapasitas 300kVA ke bawah digunakan tipe PF・S sebagai pemutus utama, yaitu Sakelar Beban AC Tegangan Tinggi dengan Sekering Pembatas Arus (LBS + PF).

④ Trafo Instrumen: Trafo Tegangan (VT) yang menurunkan tegangan busbar tegangan tinggi menjadi 110V dilengkapi dengan 2 buah Sekering Daya (PF) pada sisi primernya.

⑤ Rangkaian Cabang Transformator: Melewati LBS (dengan PF) atau Cutout Tegangan Tinggi (PC) untuk terhubung ke transformator 3 fasa (3φT untuk beban motor/daya) dan transformator 1 fasa (1φT untuk beban penerangan).

Pada titik netral (atau salah satu terminal) sisi tegangan rendah transformator wajib dipasang pembumian Kelas B (EB) guna mencegah kenaikan potensial saat terjadi kontak antara tegangan tinggi dan tegangan rendah.

⑥ Rangkaian Perbaikan Faktor Daya: Di sisi hilir LBS (dengan PF) atau PC dipasang Kapasitor Statis (SC) dengan Kumparan Pelepasan Muatan (DC) terintegrasi, serta Reaktor Seri (SR) di sisi sumber SC untuk meredam harmonisa.

Poin penting


  • Pemutus utama tipe CB tersusun atas DS + VCB (atau CB) + CT + OCR, sedangkan tipe PF・S tersusun atas Sakelar Beban AC Tegangan Tinggi (LBS) + Sekering Daya (PF)

  • Di sisi sumber Kapasitor Statis Tegangan Tinggi (SC) dihubungkan secara seri sebuah Reaktor Seri (SR: kapasitas reaktansi 6%) untuk menekan harmonisa ke-5 dan membatasi arus inrush

  • Pada diagram garis tunggal, pembumian yang ditarik dari sisi sekunder transformator (EB) adalah pembumian Kelas B, sedangkan pembumian bodi logam peralatan dan sekunder CT/VT (EA, ED) adalah pembumian Kelas A atau Kelas D
KosakataArti
shushadan sōchi (alat pemutus utama): perangkat pemutus proteksi utama gardu tegangan tinggi untuk mengisolasi seluruh instalasi saat terjadi hubung singkat
shinkū shadanki (VCB - pemutus tenaga vakum): pemutus tenaga tegangan tinggi yang memadamkan busur api di dalam tabung vakum tinggi, berukuran ringkas dan berumur panjang
kōatsu kōryū fuka kaiheiki (LBS - sakelar beban AC tegangan tinggi): sakelar tegangan tinggi yang mampu membuka-tutup arus beban normal dan dikombinasikan dengan PF untuk memutus arus hubung singkat
kōatsu kattoauto (PC - cutout tegangan tinggi): sakelar pemegang sekering kompak yang digunakan untuk cabang trafo kapasitas kecil (300kVA ke bawah) atau kapasitor
chokuretsu riakutoru (SR - reaktor seri): induktor yang dipasang seri di sisi sumber kapasitor daya (SC) untuk mencegah distorsi gelombang akibat harmonisa ke-5 dan menekan arus penyalaan

Rangkuman Lengkap Simbol Grafik JIS C 0617 dan Singkatan Peralatan

Dalam soal diagram pengawatan, pertanyaan yang meminta nama, foto, dan fungsi peralatan berdasarkan simbol grafik atau singkatannya pada diagram garis tunggal selalu keluar setiap tahun.

Simbol sakelar dan pemutus tenaga dibedakan dari tanda pada bagian kontaknya (pertemuan bagian bergerak dan diam): tanda lingkaran (○) menunjukkan sakelar beban yang dapat memutus arus beban (LBS, PAS).

Tanda silang (×) menunjukkan pemutus tenaga yang mampu memutus arus gangguan hubung singkat (VCB, CB, MCCB), sedangkan garis datar saja (―) adalah sakelar pemisah (DS) yang tidak boleh memutus arus beban.

Simbol kelompok trafo arus digambar sebagai lingkaran atau setengah lingkaran yang menembus busbar tegangan tinggi dengan garis miring: ZCT melingkupi ketiga fasa sekaligus, sedangkan CT dipasang per fasa (umumnya pada 2 fasa).

VT digambarkan dengan simbol 2 lingkaran bertumpuk (atau simbol belitan) seperti transformator yang bercabang dari busbar tegangan tinggi, sedangkan ZVT (EVT) digambarkan sebagai 3 belitan dengan simbol ground.

Reaktor Seri (SR) adalah simbol induktansi yang digambar tepat sebelum kapasitor (SC), sedangkan Kumparan Pelepasan Muatan (DC) adalah simbol segitiga atau belitan yang dipasang paralel terhadap SC.

Poin penting


  • Cara membedakan simbol kontak: garis datar (―) = Sakelar Pemisah (DS); lingkaran (○) = Sakelar Beban (LBS, PAS); tanda silang (×) = Pemutus Tenaga (VCB, CB, MCCB)

  • Singkatan utama: LA (Arester Petir), VCT/MOF (Trafo Instrumen Transaksi Daya), VMC (Kontaktor Magnetik Vakum Tegangan Tinggi), PC (Cutout Tegangan Tinggi)

  • Singkatan di sekitar kapasitor: SC (Kapasitor Statis Tegangan Tinggi), SR (Reaktor Seri Tegangan Tinggi), DC (Kumparan Pelepasan Muatan / Discharge Coil)
KosakataArti
zukigō (simbol grafik kelistrikan): simbol skematik standar menurut JIS C 0617 yang digunakan untuk melambangkan peralatan listrik pada diagram
danroki (DS - sakelar pemisah / disconnecting switch): sakelar isolasi untuk menciptakan celah terbuka yang terlihat saat pemeliharaan; tidak boleh dioperasikan saat berbeban
kōatsu shinkū denji sesshokuki (VMC - kontaktor magnetik vakum tegangan tinggi): sakelar vakum elektromagnetik untuk operasi buka-tutup berulang pada motor tegangan tinggi atau kapasitor
reisō henryūki (ZCT - trafo arus urutan nol): trafo arus berbentuk cincin yang melingkupi ketiga konduktor fasa sekaligus untuk mendeteksi arus gangguan tanah
hōden koiru (DC - kumparan pelepasan muatan): kumparan yang dipasang paralel dengan kapasitor (SC) untuk membuang sisa muatan listrik dalam waktu 5 detik (atau 3 menit) setelah dilepas dari sumber

Nomor Perangkat Kontrol (JEM 1038), Relai Proteksi, Alat Uji, dan Alat Ukur

Angka yang tertulis di dalam kotak atau lingkaran pada diagram garis tunggal adalah Nomor Perangkat Kontrol (standar JEM 1038); menghafal pasangan nomor, singkatan, dan namanya adalah wajib.

Kelompok arus dan gangguan tanah: 51 = Relai Arus Lebih (OCR, terhubung ke CT); 67 = Relai Gangguan Tanah Terarah (DGR, terhubung ke ZCT dan ZVT sekaligus); 64 = Relai Tegangan Lebih Gangguan Tanah (OVGR).

Kelompok tegangan, suhu, dan pemutus tenaga: 27 = Relai Tegangan Kurang (UVR, terhubung ke VT); 59 = Relai Tegangan Lebih (OVR); 49 = Relai Termal (THR); 26 = Relai Suhu; 52 = Pemutus Tenaga AC (VCB).

Sakelar pemilih alat ukur: Pada sisi sekunder CT dipasang amperemeter (A) dan Sakelar Pemilih Amperemeter (AS); pada sisi sekunder VT dipasang voltmeter (V) dan Sakelar Pemilih Voltmeter (VS).

Untuk melakukan pengujian kerja relai proteksi, pada rangkaian CT dipasang Terminal Uji Arus (CTT), dan pada rangkaian VT dipasang Terminal Uji Tegangan (VTT).

Saat pengujian berkala, Alat Uji Relai Arus Lebih (tester OCR) atau Alat Uji Relai Gangguan Tanah Terarah (tester DGR) dihubungkan ke CTT dan VTT untuk memeriksa nilai setelan dan waktu kerja relai.

Poin penting


  • Nomor Perangkat Kontrol yang sering keluar: 27 = UVR (Tegangan Kurang), 49 = THR (Termal), 51 = OCR (Arus Lebih), 52 = VCB (Pemutus Tenaga), 59 = OVR (Tegangan Lebih), 64 = OVGR (Tegangan Lebih Tanah), 67 = DGR (Gangguan Tanah Terarah)

  • Rangkaian sekunder CT terhubung ke A (Amperemeter), AS (Sakelar Pemilih Amperemeter), CTT (Terminal Uji Arus), dan OCR (51)

  • Rangkaian sekunder VT terhubung ke V (Voltmeter), VS (Sakelar Pemilih Voltmeter), VTT (Terminal Uji Tegangan), serta UVR (27) atau OVR (59)
KosakataArti
seigyo kigu bangō (nomor perangkat kontrol): nomor kode standar JEM 1038 yang menunjukkan fungsi masing-masing relai proteksi dan perangkat kontrol di gardu induk/kubikel
denryūkei kirikae kaiheiki (AS - sakelar pemilih amperemeter): sakelar putar untuk membaca arus fasa R, S, dan T dengan satu amperemeter tanpa membuka rangkaian sekunder CT
den'atsukei kirikae kaiheiki (VS - sakelar pemilih voltmeter): sakelar putar untuk membaca tegangan antar-fasa R-S, S-T, dan T-R dengan satu voltmeter
denryū shiken tanshi (CTT - terminal uji arus): blok terminal pada rangkaian sekunder CT untuk menginjeksikan arus uji ke OCR atau mengganti alat ukur tanpa membuat sekunder CT terbuka
fusoku den'atsu keidenki (UVR - relai tegangan kurang, No. 27): relai proteksi yang bekerja ketika tegangan bus turun di bawah batas setelan atau saat terjadi pemadaman

Kabel Tegangan Tinggi (CVT, KIP), Diagram Garis Ganda CT/VT, dan Urutan Manuver

Untuk saluran masuk peralatan penerima tegangan tinggi, kabel yang paling banyak digunakan adalah Kabel Tripleks Berselubung Vinil Berisolasi Polietilen Ikatan Silang 6600V (CVT).

Struktur penampang kabel CVT dari pusat ke luar terdiri dari 6 lapisan: ① Konduktor → ② Lapisan Semikonduktor Dalam → ③ Isolasi XLPE → ④ Lapisan Semikonduktor Luar → ⑤ Lapisan Pelindung Pita Tembaga → ⑥ Selubung Vinil.

Sebaliknya, Kawat Pengawatan Dalam Peralatan Tegangan Tinggi (KIP) yang dipakai di dalam kubikel hanya memiliki struktur 3 lapis: ① Konduktor → ② Lapisan Semikonduktor → ③ Isolasi Karet EP, tanpa lapisan pelindung pita tembaga.

Pada diagram pengawatan garis ganda untuk 2 buah CT, sesuai polaritas primer (K di sisi sumber, L di sisi beban), terminal l sisi sekunder (fasa R dan fasa T) dihubungkan bersama dan dibumikan dengan pembumian Kelas D.

Pada diagram hubungan V-V untuk 2 buah VT, sisi primer dihubungkan ke busbar 3 fasa (antara R-S dan S-T) melalui PF, sedangkan terminal bersama di sisi sekunder (terminal v) diberi pembumian Kelas D.

Selain itu, aturan mutlak urutan pemadaman saat inspeksi adalah Matikan MCCB Tegangan Rendah → Matikan VCB → Buka DS; sedangkan urutan pemasukan kembali adalah Tutup DS → Masukkan VCB → Masukkan MCCB Tegangan Rendah.

Kabel Tegangan Tinggi (CVT, KIP), Diagram Garis Ganda CT/VT, dan Urutan Manuver

Poin penting


  • Kabel 6600V CVT memiliki lapisan semikonduktor dalam/luar dan pelindung pita tembaga (pembumian Kelas A), sedangkan kawat KIP (isolasi karet EP) tidak memiliki lapisan pelindung maupun selubung

  • Sisi sekunder CT dan VT tegangan tinggi wajib diberi pembumian Kelas D untuk mencegah masuknya tegangan tinggi saat isolasi tembus, dan sekunder CT pantang dibuka saat berarus

  • Karena Sakelar Pemisah (DS) tidak dapat memutus arus beban, saat memadamkan wajib memutus VCB terlebih dahulu baru membuka DS; saat menyalakan wajib menutup DS dahulu baru memasukkan VCB
KosakataArti
kakyō poriechiren zetsuen biniru shīsu kēburu (kabel CV / CVT): kabel tegangan tinggi berisolasi XLPE dengan ketahanan panas unggul (suhu kerja 90°C) dan rugi dielektrik rendah
kōatsu kikinai haisen'yō densen (kawat KIP): kawat fleksibel tegangan tinggi berisolasi karet EP untuk pengawatan antar-komponen di dalam kubikel
handōdensō (lapisan semikonduktor): lapisan tipis konduktif di bagian dalam dan luar isolasi XLPE kabel CVT untuk meratakan medan listrik dan mencegah peluahan korona
dō tēpu shaheisō (lapisan pelindung pita tembaga): lapisan pelindung logam pada kabel CVT untuk mengalirkan arus pengisian dan arus gangguan tanah ke bumi melalui pembumian Kelas A
jiko yūchakusei tēpu (pita isolasi swa-lebur / self-amalgamating tape): pita karet khusus terminasi kabel tegangan tinggi yang menyatu menjadi lapisan padat tanpa rongga udara saat diregangkan dan dililitkan

Panel Kontrol Motor (Starting Y-Δ, Putar Balik) dan Generator Cadangan Darurat

Dalam soal Panel Kontrol Motor di sisi tegangan rendah pada diagram garis tunggal, jumlah kawat ke motor induksi 3 fasa (3φM) dan diagram kontrol skematik kontaktor magnetik sering diujikan.

Pada metode starting Y-Δ (bintang-delta), karena kedua ujung dari masing-masing belitan 3 fasa motor (U, V, W dan X, Y, Z) ditarik ke dalam panel kontrol, jumlah kawat rangkaian utama antara panel dan motor adalah 6 kawat (7 kawat termasuk kawat ground).

Rangkaian starting Y-Δ menggunakan 3 kontaktor magnetik (MC utama, MCS bintang, MCD delta) dan timer (TLR), serta dilengkapi interlok kontak b (NC) antara MCS dan MCD untuk mencegah masuk bersamaan.

Selain itu, pada diagram garis tunggal yang dilengkapi Generator Cadangan Darurat (G), dipasang interlok (perangkat pengunci) antara pemutus tenaga sisi sumber PLN dan pemutus tenaga sisi generator.

Tujuannya adalah mencegah kedua pemutus masuk secara bersamaan yang dapat menyebabkan aliran daya balik dari generator ke saluran distribusi PLN dan membahayakan petugas jaringan.

Perlu diingat bahwa pekerjaan instalasi generator cadangan darurat termasuk Pekerjaan Listrik Khusus; meskipun memiliki lisensi Teknisi Listrik Kelas 1, seseorang tidak boleh mengerjakannya tanpa sertifikasi Pemegang Kualifikasi Pekerjaan Listrik Khusus.

Poin penting


  • Jumlah konduktor rangkaian utama yang menghubungkan starter Y-Δ dengan kotak terminal motor induksi 3 fasa adalah 6 kawat (tidak termasuk kawat pembumian)

  • Antara sakelar/pemutus sumber daya komersial (PLN) dan generator cadangan darurat (G) wajib dipasang interlok untuk mencegah penutupan bersamaan (pengiriman daya balik)

  • Meskipun berada pada instalasi listrik milik sendiri di bawah 500kW, pekerjaan generator cadangan darurat dan pekerjaan lampu neon wajib memiliki sertifikasi Pemegang Kualifikasi Pekerjaan Listrik Khusus
KosakataArti
dōryoku seigyoban (panel kontrol daya / motor): panel yang berisi MCCB, kontaktor magnetik, relai termal, dan tombol tekan untuk mengendalikan dan melindungi motor 3 fasa
tenkai setsuzokuzu (diagram koneksi skematik / elementer): diagram rangkaian yang memisahkan rangkaian daya utama dan rangkaian kontrol sesuai urutan kerjanya agar mudah dibaca
hijōyō yobi hatsuden sōchi (perangkat generator cadangan darurat - G): unit mesin-generator yang otomatis menyala saat listrik padam untuk menyuplai beban pemadam kebakaran dan darurat
sajō sōchi (perangkat pengunci / interlok): mekanisme penguncian mekanis atau elektrik yang mencegah dua pemutus tenaga menutup pada saat yang bersamaan
tokushu denki kōji shikakusha (Pemegang Kualifikasi Pekerjaan Listrik Khusus): sertifikasi khusus yang wajib dimiliki selain lisensi teknisi listrik untuk mengerjakan instalasi neon atau generator darurat

Poin yang Sering Keluar di Ujian dan Cara Mengingatnya

20 soal diagram pengawatan dari Soal 31 hingga Soal 50 memiliki pola yang sangat tetap; menguasai poin-poin di bawah ini akan menjadikannya lumbung nilai 18 soal benar atau lebih (36+ poin).

① Penentuan Kelas Pembumian: Kotak logam peralatan tegangan tinggi, rangka besi, LA, dan pelindung kabel CVT = Kelas A (10Ω ke bawah); titik netral sekunder trafo = Kelas B; sekunder CT/VT tegangan tinggi dan alat tegangan rendah 300V ke bawah = Kelas D.

② Jembatan Keledai Nomor Perangkat Kontrol: 27 = UVR (Tegangan Kurang), 49 = THR (Termal/Panas), 51 = OCR (Arus Lebih), 52 = VCB (Pemutus Tenaga), 59 = OVR (Tegangan Lebih), 64 = OVGR (Tegangan Lebih Tanah), 67 = DGR (Gangguan Tanah Terarah).

③ Urutan Operasi Sakelar: Saat memutus (OFF) lakukan dari sisi beban (MCCB → VCB → DS); saat memasukkan (ON) lakukan dari sisi sumber (DS → VCB → MCCB). Pilihan jawaban yang membuka DS sebelum VCB pasti salah.

④ Jebakan Rangkaian Kapasitor (SC): Yang dipasang seri di sisi sumber kapasitor (SC) adalah Reaktor Seri (SR), sedangkan yang dipasang paralel terhadap SC adalah Kumparan Pelepasan Muatan (DC).

⑤ Kegunaan Alat Uji Urutan Fasa: Alat ukur untuk memeriksa urutan fasa (arah putaran R-S-T) pada rangkaian 3 fasa guna mencegah putaran terbalik pada motor adalah Phase Detector / Phase Rotation Meter (検相器).

Poin penting


  • LA (arester petir) dan bodi peralatan tegangan tinggi memakai pembumian Kelas A; satu terminal sisi tegangan rendah trafo (EB) memakai pembumian Kelas B; sisi sekunder CT dan VT tegangan tinggi memakai pembumian Kelas D

  • Relai yang menerima saluran sinyal dari dua alat sekaligus yaitu ZCT dan ZVT (atau EVT) sudah pasti adalah nomor 67: Relai Gangguan Tanah Terarah (DGR)

  • Pada rangkaian kontrol, kontak pengunci diri (self-holding) adalah kontak a (NO) yang paralel dengan tombol tekan ON (BS1), sedangkan kontak interlok adalah kontak b (NC) yang seri dengan koil kontaktor lawan
KosakataArti
chiraku hōkō keidenki (DGR - relai gangguan tanah terarah, No. 67): relai yang memadukan sinyal arus urutan nol dari ZCT dan tegangan urutan nol dari ZVT untuk mendeteksi gangguan tanah di dalam instalasi
kadenryū keidenki (OCR - relai arus lebih, No. 51): relai yang menerima arus dari CT dan memberi sinyal trip ke VCB saat terjadi beban lebih atau hubung singkat
chiraku kaden'atsu keidenki (OVGR - relai tegangan lebih gangguan tanah, No. 64): relai yang mendeteksi tegangan urutan nol dari ZVT (EVT) saat terjadi gangguan tanah
jiko hoji setten (kontak pengunci diri / self-holding): kontak bantu NO (kontak a) yang dipasang paralel dengan tombol START agar koil kontaktor tetap bekerja setelah tombol dilepas
intārokku setten (kontak interlok): kontak bantu NC (kontak b) yang dipasang seri dengan koil kontaktor lawan untuk mencegah kedua kontaktor bekerja bersamaan

Diagram Satu Garis Gardu TT (配線図)

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

Zalo