VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Teknisi Listrik Kelas 2 第二種電気工事士 (ujian tertulis)

Peralatan Listrik, Perangkat Pengawatan, Material & Alat

Teknisi Listrik Kelas 2 第二種電気工事士 (ujian tertulis) · 第二種電気工事士(学科試験) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Jenis Kawat Berisolasi, Kabel, Kabel Fleksibel (Cord) dan Suhu Maksimum yang Diizinkan

Delapan soal dari Soal 11 sampai Soal 18 (senilai 16 poin) pada Bagian 1 adalah bidang sangat penting yang mengujikan material, perangkat pengawatan, perkakas, mesin listrik, dan identifikasi foto. Pertama, kuasai simbol huruf serta "suhu maksimum yang diizinkan" untuk kawat dan kabel.

Pada kelompok "kawat berisolasi" yang dimasukkan ke dalam pipa, "kawat berisolasi vinil 600 V (IV)" biasa memiliki suhu maksimum "60°C", sedangkan jenis tahan panas "kawat berisolasi vinil tipe 2 600 V (HIV)" dan "kawat berisolasi polietilena tahan api 600 V (EM-IE)" mencapai "75°C".

Untuk jaringan udara di luar ruangan digunakan "kawat berisolasi vinil luar ruang (OW)", dan untuk saluran masuk dari tiang listrik ke bangunan digunakan "kawat berisolasi vinil saluran masuk (DV)". Karena isolasi kawat OW tipis, kawat ini sama sekali tidak boleh dipakai untuk instalasi dalam ruang seperti di dalam pipa logam.

Pada kelompok "kabel" (kawat berisolasi yang dilapisi lagi dengan selubung luar/sheath), kabel pipih "VVF" dan kabel bulat "VVR" (kabel berisolasi vinil berselubung vinil) untuk rumah tinggal bersuhu maksimum "60°C", sedangkan kabel ramah lingkungan "EM-EEF" yang bebas gas halogen beracun saat terbakar bersuhu "75°C".

Selanjutnya, "kabel berisolasi polietilena ikat-silang berselubung vinil 600 V (kabel CV)" untuk saluran induk dan tanam bawah tanah memiliki suhu maksimum tertinggi yaitu "90°C". Perhatikan bahwa "kabel fleksibel (cord)" untuk alat rumah tangga dilarang dipasang tetap langsung pada dinding atau tiang sebagai instalasi tetap.

Jenis Kawat Berisolasi, Kabel, Kabel Fleksibel (Cord) dan Suhu Maksimum yang Diizinkan

Poin penting


  • Hafalkan suhu maksimum yang diizinkan: IV, VVF, VVR = "60°C"; HIV, EM-IE, EM-EEF = "75°C"; kabel CV = "90°C".

  • EM-IE dan EM-EEF adalah kawat/kabel ramah lingkungan (eko) yang tidak mengeluarkan gas halogen beracun maupun asap hitam pekat saat kebakaran.

  • Kawat vinil luar ruang (OW) dan kabel fleksibel (vinyl cord) tidak boleh dipakai di dalam pipa instalasi dalam ruang atau dipaku tetap di dinding.
KosakataArti
kawat berisolasi vinil tipe 2 600 V (HIV: 75°C)
kabel polietilena ikat-silang berselubung vinil 600 V (CV: 90°C)
kabel EM-EEF (kabel eko: 75°C)
kawat vinil luar ruang (OW) dan kawat saluran masuk (DV)

Jenis dan Karakteristik Pipa Pelindung Kawat (Pipa Resin Sintetis, Pipa Logam, Pipa Fleksibel)

Pipa kawat (konduit) yang melindungi kawat berisolasi dari benturan dan air dibagi menjadi "pipa resin sintetis" dan "pipa logam". Sangat penting untuk menghafal simbol huruf gambar beserta kegunaan fisiknya secara berpasangan.

Di antara pipa resin sintetis, pipa lurus keras berwarna putih keabu-abuan adalah "pipa PVC keras (simbol: VE)". Sementara itu, pipa bergelombang fleksibel yang mudah ditekuk terdiri atas "pipa fleksibel resin sintetis tahan api (pipa PF: warna krem atau hitam)" dan "pipa CD" warna oranye yang tidak tahan api.

Pipa PF bersifat memadamkan api sendiri sehingga dapat dipakai luas di tempat tertutup maupun terbuka; namun "pipa CD" berwarna oranye mudah terbakar sehingga pada prinsipnya hanya boleh digunakan untuk "ditanam langsung di dalam beton (cor beton)".

Untuk pengawatan tanam di bawah tanah, dipakai "pipa resin sintetis keras bergelombang (simbol: FEP)" yang tahan tekanan tanah. Untuk pipa logam, terdapat "pipa baja tebal (G: nomor genap G16, G22, dll.)" dan "pipa baja tipis (C: nomor ganjil C19, C25, dll.)" yang disambung dengan membuat ulir pada ujung pipa.

Pipa logam yang paling sering dipakai di lapangan adalah "pipa baja tanpa ulir (simbol: E, seperti E19, E25)" yang disambung mudah cukup dengan memutar sekrup pengunci tanpa membuat ulir. Pada tempat yang bergetar seperti sambungan motor listrik, digunakan "pipa logam fleksibel tipe 2 (F2)".

Poin penting


  • Pipa PVC keras (VE) adalah pipa lurus kaku, pipa PF adalah pipa bergelombang tahan api, dan pipa FEP untuk ditanam di bawah tanah.

  • Pipa CD berwarna oranye tidak tahan api sehingga pada prinsipnya khusus untuk ditanam di dalam beton (dilarang dipasang terbuka).

  • Simbol pipa logam: pipa baja tebal adalah "G", pipa baja tipis "C", pipa baja tanpa ulir "E", dan pipa logam fleksibel "F2".
KosakataArti
pipa PVC keras (pipa VE)
pipa fleksibel resin sintetis (pipa PF dan pipa CD)
pipa baja tanpa ulir (pipa E) dan pipa baja tebal (pipa G)
pipa resin sintetis keras bergelombang (pipa FEP)

Aksesori Pipa Kawat, Kotak Sambung (Box) dan Material Penyambung Kawat

Pada Soal 11 dan identifikasi foto Soal 16, aksesori penyambung pipa sangat sering muncul. Kotak logam tempat menyambung atau menarik kawat disebut "outlet box (persegi sedang atau besar)"; saat memasukkan kabel melalui lubang knockout di sisi kotak, wajib dipasang "rubber bushing (bushing karet)" agar selubung kabel tidak tergores.

Sebaliknya, saat mengencangkan pipa logam ke kotak, gunakan "locknut", dan pada ujung potongan pipa logam di dalam kotak wajib dipasang "insulating bushing (bushing isolasi plastik)" agar tepi tajam pipa tidak melukai isolasi kawat (perbedaan fungsi rubber bushing dan insulating bushing sangat sering diujikan).

Aksesori penyambung antar-pipa meliputi: "TS coupling" untuk menyambung sesama pipa VE dengan lem, "combination coupling" untuk menyambung dua pipa berbeda jenis (seperti pipa logam dengan pipa PF), "normal bend" untuk belokan siku 90 derajat pipa logam, serta "universal fitting (Tipe A, Tipe B)" bertutup.

Selain itu, fitting yang dipasang di ujung atas pipa logam vertikal di luar ruangan (atau pipa horizontal) untuk memasukkan kawat sekaligus mencegah masuknya air hujan disebut "entrance cap (atau terminal cap)", sedangkan klem berbentuk U untuk menahan pipa ke dinding disebut "saddle".

Material penyambung kawat di dalam kotak meliputi: tabung tembaga "ring sleeve (Tipe E: Kecil, Sedang, Besar)" yang dijepit dengan tang crimping, dan "konektor tusuk (push-in connector)" dari nhựa transparan yang cukup ditusukkan kawat tunggal yang telah dikupas (khusus kawat tunggal, dilarang untuk kawat pilin).

Poin penting


  • Pasang "rubber bushing" pada lubang outlet box, dan pasang "insulating bushing" pada ujung pipa logam untuk melindungi isolasi kawat.

  • Gunakan "combination coupling" untuk menyambung pipa beda jenis (misal pipa logam dengan pipa PF), dan "TS coupling" untuk sesama pipa VE.

  • Penutup ujung pipa logam luar ruang penahan air hujan adalah "entrance cap"; penyambung kawat tunggal sistem tusuk adalah "push-in connector".
KosakataArti
outlet box dan pull box
rubber bushing (karet) dan insulating bushing (isolasi ujung pipa)
combination coupling dan normal bend
entrance cap dan saddle (klem pipa)
ring sleeve (Tipe E) dan konektor tusuk (push-in connector)

Jenis dan Konstruksi Sakelar (Alat Pemutus Penerangan) serta Stopkontak

Sakelar (tumbler switch tanam) untuk menyalakan/mematikan lampu meliputi: "sakelar kutub tunggal (katagiri)" untuk 1 lokasi, "sakelar 2 kutub (2P)" yang memutus 2 kawat sekaligus, dan "sakelar 3 arah / tukar (3-ro switch: 3 terminal 0, 1, 3)" untuk menyalakan/mematikan lampu tangga atau lorong dari 2 lokasi.

Bila ingin mengendalikan lampu dari 3 lokasi atau lebih, pasang "sakelar 4 arah / silang (4-ro switch: 4 terminal 1, 2, 3, 4)" di antara dua sakelar 3 arah di kedua ujung. Selain itu, agar posisi sakelar terlihat di tempat gelap, terdapat "sakelar berlampu indikator posisi (hotaru switch: simbol H) yang menyala saat sakelar OFF (padam)".

Kebalikannya, untuk mencegah lupa mematikan kipas ventilasi atau lampu papan nama, terdapat "sakelar berlampu indikator konfirmasi (pilot switch: simbol P) yang menyala saat sakelar ON (beban bekerja)". Perbedaan antara H (menyala saat OFF) dan P (menyala saat ON) ditanyakan hampir setiap tahun.

Alat yang otomatis menyalakan lampu jalan saat malam dan mematikannya saat pagi sesuai cahaya sekitar adalah "sakelar otomatis peka cahaya (jidou tenmetsuki: simbol A)", yang dipasang menghadap utara agar tidak terkena sinar matahari langsung. Sistem kendali jarak jauh 24 V terdiri atas "sakelar remote, relai remote, dan trafo remote".

Untuk stopkontak, terdapat jenis "berkutub pentanahan (simbol E)" dengan lubang colokan arde, "berterminal pentanahan (simbol ET)" dengan sekrup kawat arde, "gabungan kutub dan terminal pentanahan (EET)", "tipe kunci putar anti-lepas (LK)", serta "tipe tahan hujan (WP)" untuk luar ruangan.

Poin penting


  • Sakelar 3 arah (terminal 0, 1, 3) untuk kendali 2 tempat; menyisipkan sakelar 4 arah (terminal 1, 2, 3, 4) di tengahnya memungkinkan kendali 3 tempat atau lebih.

  • Sakelar indikator posisi (H) "menyala saat OFF", sedangkan sakelar indikator konfirmasi / pilot (P) "menyala saat ON".

  • Simbol stopkontak: E = kutub arde, ET = terminal sekrup arde, EET = keduanya, LK = kunci putar anti-lepas, WP = tahan hujan.
KosakataArti
sakelar 3 arah (3-ro) dan sakelar 4 arah (4-ro)
sakelar indikator posisi (H) dan sakelar indikator konfirmasi (P)
sakelar cahaya otomatis (A) dan relai kendali jarak jauh
stopkontak berkutub dan berterminal pentanahan (EET)
stopkontak kunci putar anti-lepas (LK)

Sakelar Pisau, MCCB (Waktu Kerja), Pemutus Arus Bocor (ELB) dan Kontaktor Magnet

"Sakelar pisau tertutup (covered knife switch)" berfungsi membuka/menutup rangkaian sekaligus pelindung arus lebih dengan memasang kawat sekring di dalamnya. Sementara itu, "pemutus tenaga (MCCB / haisen-you shadanki)" yang utama di papan distribusi saat ini memutus otomatis saat beban lebih atau hubung singkat dan dapat dipakai kembali cukup dengan mengembalikan tuasnya.

Pada Soal 15 sangat sering keluar "waktu kerja otomatis" untuk MCCB berarus pengenal 30 A ke bawah. Pada "1 kali" arus pengenal MCCB tidak akan putus, tetapi saat dialiri "1,25 kali arus pengenal (misal 25 A pada MCCB 20 A)", alat ini wajib memutus otomatis "dalam waktu 60 menit".

Selanjutnya, saat dialiri "2 kali arus pengenal (misal 40 A pada MCCB 20 A, atau 60 A pada MCCB 30 A)", alat ini wajib memutus otomatis "dalam waktu 2 menit" (untuk MCCB di atas 30 A hingga 50 A, batasnya 60 menit pada 1,25× dan 4 menit pada 2×).

Selain itu, "pemutus arus bocor (ELB / rouden shadanki)" pencegah sengatan listrik dan kebakaran akibat kebocoran arus ke tanah memiliki ciri fisik utama berupa "tombol uji (test button berwarna kuning atau merah)" di permukaan bodinya. Tipe kepekaan tinggi kecepatan tinggi untuk rumah memiliki "arus kepekaan pengenal ≤ 30 mA dan waktu kerja ≤ 0,1 detik".

Alat untuk mengendalikan dari jarak jauh dan melindungi motor induksi 3 fasa di pabrik adalah "sakelar elektromagnetik (magnetic starter)", yang menggabungkan "kontaktor magnet" (pembuka/penutup kontak utama dengan elektromagnet) dan "relai termal (thermal overload relay)" (pemutus rangkaian dengan lengkungan bimetal saat beban lebih).

Poin penting


  • Waktu kerja MCCB pengenal ≤ 30 A: wajib putus "dalam ≤ 60 menit pada 1,25× arus pengenal" dan "dalam ≤ 2 menit pada 2× arus pengenal".

  • Pemutus arus bocor (ELB) memiliki "tombol uji (test button)" dan mendeteksi arus bocor melalui trafo arus urutan nol (ZCT).

  • "Sakelar elektromagnetik" untuk motor adalah kombinasi dari "kontaktor magnet" (sakelar) dan "relai termal" (pelindung beban lebih).
KosakataArti
waktu kerja pemutus tenaga (MCCB)
pemutus arus bocor / ELB (bertombol uji)
sakelar pisau tertutup (covered knife switch)
kontaktor magnet dan relai termal

Jenis dan Kegunaan Alat Kerja Listrik serta Identifikasi Tang Crimping

Pada Soal 13 (pasangan pekerjaan dan alat) serta Soal 18 (identifikasi foto alat) ditanyakan kegunaan alat kerja listrik. Pada pekerjaan kabel digunakan "tang kombinasi (penchi)" untuk memotong dan menekuk kawat, "pengupas kabel VVF (VVF stripper)" untuk mengupas selubung dan isolasi inti sekaligus, serta "pisau listrik (denkou knife)".

Cara membedakan tang crimping sangatlah penting. Untuk menjepit ring sleeve (Tipe E), wajib digunakan "tang crimping ring sleeve (JIS C 9711) yang bergagang KUNING dan memiliki 4 cetakan (○, Kecil, Sedang, Besar)". Tang yang bergagang MERAH adalah untuk "terminal sepatu kabel telanjang (Tipe R)" sehingga tidak boleh dipakai untuk ring sleeve.

Pada pekerjaan pipa logam, digunakan "gergaji besi (dipasang agar memotong saat didorong)" untuk memotong pipa logam, pisau kerucut "reamer (dipasang pada bor engkol / brace)" untuk mengikis gerinda tajam (burr) di tepi dalam pipa setelah dipotong, dan tuas panjang "pipe bender" untuk membengkokkan pipa logam.

Alat wajib lainnya pada pipa logam adalah "alat pembuat ulir pipa (tipe Oster)" untuk mengulir ujung pipa, "tang pompa air (water pump pliers)" dengan bukaan rahang yang dapat diatur untuk mengencangkan locknut dan coupling, serta "kawat pancing (yobisen / steel wire)" yang dimasukkan ke pipa untuk menarik kawat listrik.

Untuk alat pelubang, hafalkan "bor engkol (brace) dan mata bor kayu (auger bit / hanegiri)" untuk melubangi tiang kayu, gergaji silinder "hole saw" dan "knockout puncher" hidrolik untuk membuat lubang bulat pada kotak besi/panel, serta "lampu sembur (torch lamp)" untuk memanaskan dan menekuk pipa PVC keras (VE).

Jenis dan Kegunaan Alat Kerja Listrik serta Identifikasi Tang Crimping

Poin penting


  • Tang crimping ring sleeve memiliki "gagang KUNING (cetakan: ○, Kecil, Sedang, Besar)"—bedakan dari tang bergagang MERAH untuk terminal telanjang.

  • Alat khusus pipa logam: memotong = gergaji besi, mengikis gerinda dalam = reamer, membengkokkan = pipe bender, mengulir = pengulir tipe Oster.

  • Alat pelubang & penarik kawat: melubangi kayu = bor engkol & mata bor kayu, melubangi kotak besi = hole saw / knockout puncher, menarik kawat = yobisen.
KosakataArti
tang crimping ring sleeve (gagang kuning)
VVF stripper dan water pump pliers
pipe bender dan reamer (pengikis tepi dalam pipa)
bor engkol (brace), hole saw dan knockout puncher
kawat pancing penarik kabel (yobisen)

Motor Induksi 3 Fasa Rotor Sangkar: Konstruksi, Kecepatan Sinkron, Pengasutan & Kapasitor

Pada Soal 14 diujikan sifat "motor induksi 3 fasa rotor sangkar" yang berkonstruksi sederhana dan kuat. Ketika arus AC 3 fasa dialirkan ke belitan stator, timbul "medan magnet putar" yang kecepatan putarnya disebut "kecepatan sinkron Ns (satuan: min⁻¹, putaran per menit)".

Kecepatan sinkron Ns berbanding lurus dengan frekuensi sumber f (Hz) dan berbanding terbalik dengan jumlah kutub magnet p melalui rumus "Ns = (120 × f) ÷ p". Misalnya motor 4 kutub (p = 4) di wilayah 50 Hz berputar pada "Ns = 120 × 50 ÷ 4 = 1.500 min⁻¹", dan di wilayah 60 Hz pada "1.800 min⁻¹" (dari 50 Hz ke 60 Hz kecepatan naik 1,2 kali).

Kecepatan putar rotor sebenarnya N lebih lambat beberapa persen daripada kecepatan sinkron Ns; rasio keterlambatan ini disebut "slip s" dengan "N = Ns × (1 − s)". Bila ingin membalik arah putaran motor, "tukar posisi 2 dari 3 kawat sumber (R, S, T)" (awas jebakan: jika menukar ketiga kawat sekaligus secara berurutan, arah putarannya tetap sama!).

Jika motor diasut (start) langsung dari keadaan diam, mengalir arus start besar mencapai "4 hingga 8 kali" arus pengenal. Untuk menekannya, "metode pengasutan Bintang-Delta (Y-Δ)" menghubungkan belitan secara Y saat start, sehingga menurunkan "arus start maupun torsi start menjadi sepertiga (1/3)" dibandingkan start langsung hubungan Δ.

Selain itu, karena motor induksi bersifat induktif (faktor daya tertinggal/lagging), memasang "kapasitor kompensasi fasa maju (shinsou condenser: SC)" secara "paralel" dengan beban motor akan memperbaiki faktor daya (cosφ) mendekati 1 serta mengurangi arus saluran dan rugi daya.

Motor Induksi 3 Fasa Rotor Sangkar: Konstruksi, Kecepatan Sinkron, Pengasutan & Kapasitor

Poin penting


  • Kecepatan sinkron adalah "Ns = 120 × f ÷ p (min⁻¹)"; motor 4 kutub berputar 1.500 min⁻¹ pada 50 Hz dan 1.800 min⁻¹ pada 60 Hz.

  • Membalik putaran motor induksi 3 fasa dengan "menukar 2 dari 3 kawat sumber" / Pengasutan Y-Δ menurunkan arus start menjadi "1/3".

  • Untuk memperbaiki faktor daya tertinggal pada rangkaian motor, hubungkan "kapasitor kompensasi (shinsou condenser)" secara "paralel" dengan motor.

  • Contoh: Motor induksi 3 fasa 6 kutub, frekuensi 50Hz (slip s = 0,04) → Kecepatan sinkron Ns = 120 × 50 ÷ 6 = 1.000 min⁻¹, kecepatan putar N = 1.000 × (1 − 0,04) = 960 min⁻¹ (jika arus start langsung 90A, pengasutan Y-Δ menurunkannya menjadi 90 ÷ 3 = 30A)
KosakataArti
motor induksi 3 fasa rotor sangkar
kecepatan sinkron (Ns = 120f ÷ p) dan slip (s)
metode pengasutan Bintang-Delta (Y-Δ)
kapasitor perbaikan faktor daya (shinsou condenser)

Peralatan Penerangan (LED, Fluoresen, HID), Tenaga Surya dan Baterai Penyimpan

Pada Soal 15 juga diujikan karakteristik peralatan penerangan dan hemat energi. "Lampu LED (dioda pancar cahaya)" yang kini menjadi arus utama memiliki keunggulan besar dibandingkan lampu pijar dan lampu fluoresen (TL), yaitu "efikasi cahaya (terang per 1 W: lm/W) sangat tinggi dan umur pakai panjang (sekitar 40.000 jam)".

Selain itu, lampu LED memiliki ciri: "menyala seketika saat sakelar ditekan", "hampir tidak mengandung sinar inframerah atau ultraviolet sehingga radiasi panasnya kecil dan tidak mengundang serangga", "tidak mengandung merkuri berbahaya seperti lampu fluoresen", dan "faktor dayanya tinggi berkat unit catu daya kendali (LED driver)".

Sebaliknya, lampu fluoresen konvensional dan lampu pelepasan gas (lampu HID seperti lampu uap merkuri, lampu natrium, dan lampu metal halida) wajib dipasangkan dengan "ballast (anteiki)" untuk menstabilkan arus pelepasan (lampu pijar tidak memerlukan ballast dan faktor dayanya 100%).

Pada sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) rumah tinggal, "listrik arus searah (DC)" yang dihasilkan "modul sel surya (panel)" di atap dikumpulkan di "kotak sambung (junction box)", lalu diubah oleh "power conditioner (berisi inverter)" menjadi "listrik arus bolak-balik (AC 100 V / 200 V)" yang tersinkronisasi dengan jaringan rumah.

Untuk baterai sekunder (aki yang dapat diisi ulang) sebagai daya cadangan darurat atau penyimpan PLTS, terdapat "baterai litium-ion" berkerapatan energi tinggi, "baterai penyimpan alkali (seperti nikel-metal hidrida)" berumur panjang, dan "baterai timbal-asam" (baterai kering mangan dan alkali biasa adalah baterai primer sekali pakai).

Poin penting


  • Lampu LED memiliki "efikasi cahaya (lm/W) lebih tinggi dan umur lebih panjang" daripada lampu pijar/fluoresen, bebas merkuri, dan menyala seketika.

  • Pada PLTS, listrik DC yang dihasilkan panel surya diubah menjadi listrik AC oleh "power conditioner".

  • Pasangan peralatan yang benar: Lampu merkuri/fluoresen = "Ballast"; Motor induksi = "Kapasitor kompensasi"; Sel surya = "Power conditioner".
KosakataArti
efikasi cahaya (lm/W: lumen per watt)
ballast (untuk lampu pelepasan gas)
power conditioner (konversi DC ke AC)
baterai sekunder (baterai litium-ion, baterai timbal-asam)

Poin yang Sering Keluar di Ujian & Cara Mengingat

Hafalkan suhu maksimum kawat dengan selisih 15°C: "IV, VVF = 60°C; HIV, EM = 75°C; CV = 90°C". Untuk waktu kerja MCCB (≤ 30 A), ingat: "arus 1,25 kali putus dalam ≤ 60 menit; arus 2 kali putus dalam ≤ 2 menit (2 kali = 2 menit!)".

Untuk sakelar H dan P: "H = Hotaru / kunang-kunang (dicari saat gelap sehingga menyala saat OFF)", "P = Pilot (memastikan kipas sedang berputar sehingga menyala saat ON)". Untuk tang crimping: "Gagang KUNING = untuk ring sleeve; Gagang MERAH = untuk terminal sepatu kabel telanjang".

Untuk motor 3 fasa: "Balik putaran = tukar 2 dari 3 kawat", "Start Y-Δ = arus start menjadi 1/3", "Perbaikan faktor daya = kapasitor kompensasi paralel". Untuk alat pipa: "Kikis gerinda dalam pipa logam = reamer, tekuk pipa logam = pipe bender, panaskan pipa PVC (VE) = torch lamp".

Poin penting


  • Suhu maksimum yang diizinkan: IV, VVF, VVR = 60°C / HIV, EM-IE, EM-EEF = 75°C / Kabel CV = 90°C.

  • Waktu kerja pemutus (pengenal ≤ 30 A): 1,25× arus pengenal = maks 60 menit; 2× arus pengenal = maks 2 menit (2× adalah 2 menit).

  • Sakelar & Stopkontak: H (indikator posisi) = menyala saat OFF; P (indikator konfirmasi) = menyala saat ON; LK = kunci putar; WP = tahan hujan.

  • Alat crimping & pipa: Tang ring sleeve = gagang KUNING; kikis tepi pipa logam = reamer; tekuk pipa logam = pipe bender; pipa beda jenis = combination coupling.

  • Motor Induksi 3 Fasa: Kecepatan sinkron Ns = 120f ÷ p; balik arah = tukar 2 dari 3 kawat; arus start Y-Δ = 1/3; kapasitor kompensasi = paralel.
KosakataArti
suhu maksimum yang diizinkan (60°C, 75°C, 90°C)
arus 2 kali bekerja dalam 2 menit
tang crimping ring sleeve bergagang kuning
rubber bushing (lubang box) dan insulating bushing (ujung pipa logam)

Peralatan, Komponen, Material & Perkakas

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

Zalo