VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Teknisi Listrik Kelas 2 第二種電気工事士 (ujian tertulis)

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Listrik

Teknisi Listrik Kelas 2 第二種電気工事士 (ujian tertulis) · 第二種電気工事士(学科試験) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Standar Penyambungan Kabel, Ring Sleeve, dan Konektor Tusuk (Push-in Connector)

Saat menyambung kawat/kabel listrik satu sama lain, keempat standar berikut wajib dipatuhi: ① Tidak meningkatkan hambatan listrik pada kawat; ② Tidak mengurangi kekuatan mekanis (kekuatan tarik) kawat sebesar 20% atau lebih; ③ Menggunakan alat penyambung seperti selongsong (sleeve) atau konektor pada bagian sambungan, atau melakukan pematrian (penyolderan); ④ Menutup bagian sambungan secara menyeluruh dengan bahan yang memiliki daya isolasi setara atau lebih tinggi dari isolasi kawat tersebut.

Untuk penyambungan tekan (crimping) menggunakan Ring Sleeve (tipe E), wajib menggunakan tang crimping khusus Ring Sleeve bergagang kuning (sesuai standar JIS C 9711). Tang crimping bergagang merah untuk terminal telanjang sama sekali tidak boleh digunakan. Ukuran sleeve (Kecil, Sedang, Besar) dan tanda cap cetakan (○, 小, 中, 大) ditentukan secara ketat berdasarkan jumlah dan diameter kawat tunggal yang disambung.

Untuk menentukan ukuran sleeve dan tanda cap dengan mudah, gunakan Metode Poin: hitung kawat berdiameter 1.6mm sebagai 1 poin dan kawat berdiameter 2.0mm (setara luas penampang 3.5mm²) sebagai 2 poin, lalu jumlahkan. Sebagai satu-satunya pengecualian khusus, hanya saat menyambung 2 kawat 1.6mm (1.6mm × 2 batang = total 2 poin), gunakan sleeve Kecil (小) dan tekan dengan cetakan terkecil bertanda ○ (sangat kecil).

Untuk semua kombinasi lain dengan total 3 hingga 4 poin (misalnya: 1.6mm × 3 = 3 poin; 1.6mm × 4 = 4 poin; 1.6mm × 1 + 2.0mm × 1 = 3 poin; 1.6mm × 2 + 2.0mm × 1 = 4 poin; 2.0mm × 2 = 4 poin), semuanya menggunakan sleeve Kecil (小) dengan tanda cap 小 (Kecil).

Untuk kombinasi dengan total 5 hingga 8 poin (misalnya: 1.6mm × 3 + 2.0mm × 1 = 5 poin; 1.6mm × 1 + 2.0mm × 2 = 5 poin; 2.0mm × 3 = 6 poin; 2.0mm × 4 = 8 poin), semuanya menggunakan sleeve Sedang (中) dengan tanda cap 中 (Sedang). Saat menggunakan konektor tusuk (push-in connector), kupas inti kawat secara lurus sesuai ukuran strip gauge, dorong masuk sampai mentok, dan pastikan ujung inti kawat terlihat dari bagian ujung transparan (tidak perlu dililit isolasi).

Standar Penyambungan Kabel, Ring Sleeve, dan Konektor Tusuk (Push-in Connector)

Poin penting


  • Penyambungan kawat tidak boleh menambah hambatan listrik dan tidak boleh mengurangi kekuatan tarik sebesar 20% atau lebih

  • Gunakan tang crimping bergagang kuning untuk Ring Sleeve; hitung dengan 1.6mm = 1 poin dan 2.0mm = 2 poin

  • Hanya 1.6mm × 2 kawat yang memakai sleeve Kecil bertanda ○; total 3 sampai 4 poin memakai sleeve Kecil bertanda 小

  • Total 5 sampai 8 poin (seperti 2.0mm × 3 kawat atau 1.6mm × 3 + 2.0mm × 1) memakai sleeve Sedang bertanda 中

  • Contoh: Hitungan poin Ring Sleeve (1,6mm = 1 poin, 2,0mm = 2 poin) → Sambungan 1,6mm × 2 + 2,0mm × 1 bernilai 1 × 2 + 2 × 1 = 4 poin (sleeve Kecil, cap 小); sambungan 1,6mm × 2 + 2,0mm × 2 bernilai 1 × 2 + 2 × 2 = 6 poin (sleeve Sedang, cap 中)
KosakataArti
kekuatan tarik (tensile strength)
Ring Sleeve (selongsong sambungan tekan tipe E)
tanda cap cetakan (crimp mark)
konektor tusuk (push-in connector)
pematrian / penyolderan (brazing / soldering)

Kelayakan Metode Instalasi Kabel Dalam Ruangan Tegangan Rendah Berdasarkan Lokasi

Metode pekerjaan pengkabelan dalam ruangan tegangan rendah dibatasi tergantung pada kondisi lokasi pemasangan. Setiap tahun ujian menanyakan kombinasi dari empat lokasi: lokasi terbuka (terekspos), lokasi tersembunyi yang dapat diperiksa (seperti di atas plafon yang memiliki lubang inspeksi), lokasi tersembunyi yang tidak dapat diperiksa (di dalam dinding atau plafon tanpa lubang inspeksi), serta lokasi lembap atau basah.

Empat metode — pekerjaan kabel, pekerjaan pipa resin sintetis (kecuali pipa CD), pekerjaan pipa logam, dan pekerjaan pipa logam fleksibel tipe 2 — bersifat serbaguna dan dapat dipasang di semua lokasi: lokasi terbuka, lokasi tersembunyi yang dapat diperiksa, lokasi tersembunyi yang tidak dapat diperiksa, maupun lokasi lembap atau basah.

Sebaliknya, pekerjaan lighting duct (rel lampu), pekerjaan metal duct (saluran logam), pekerjaan bus duct, dan pengkabelan lapisan pelindung pipih sama sekali tidak boleh dipasang di lokasi tersembunyi yang tidak dapat diperiksa (hanya boleh dipasang di lokasi terbuka atau lokasi yang dapat diperiksa, serta harus di tempat kering).

Selain itu, pekerjaan metal molding (pelindung logam pipih) dan pekerjaan tarikan isolator (insulator wiring) tidak boleh dipasang di lokasi tersembunyi yang tidak dapat diperiksa. Pekerjaan metal molding juga tidak boleh dipasang di lokasi lembap atau basah (sedangkan pekerjaan tarikan isolator boleh dipasang di lokasi lembap asalkan berada di lokasi terbuka).

Kecuali untuk rangkaian daya kecil (seperti bel pintu atau interkom dengan tegangan kerja maksimum 60V atau kurang) pada instalasi tegangan rendah 300V atau kurang, memasang kabel fleksibel (seperti vinyl cord) secara langsung pada struktur bangunan untuk pengkabelan dalam ruangan sangat dilarang.

Poin penting


  • Pekerjaan kabel, pipa resin (kecuali pipa CD), pipa logam, dan pipa logam fleksibel tipe 2 boleh dipasang di semua lokasi

  • Metal duct, lighting duct, dan bus duct dilarang dipasang di lokasi tersembunyi yang tidak dapat diperiksa dan lokasi lembap/basah

  • Pekerjaan metal molding dilarang di lokasi tersembunyi yang tidak dapat diperiksa serta di lokasi lembap atau basah

  • Pekerjaan tarikan isolator dilarang dipasang di lokasi tersembunyi yang tidak dapat diperiksa
KosakataArti
lokasi terbuka (terekspos)
lokasi tersembunyi (di balik dinding atau plafon)
pekerjaan tarikan isolator
pekerjaan metal molding (saluran kabel permukaan logam)

Standar Pekerjaan Kabel, Kabel Tanam Bawah Tanah, dan Saluran Masuk Udara

Dalam pekerjaan kabel, saat memasang kabel VVF atau CV secara horizontal di sepanjang sisi samping atau sisi bawah struktur bangunan, jarak antar titik tumpu (klem penyangga) harus 2m atau kurang (untuk pemasangan vertikal dengan pelindung sentuhan diperbolehkan hingga 6m atau kurang). Selain itu, jari-jari kelengkungan (bending radius) kabel harus minimal 6 kali diameter luar kabel (atau sumbu pendek untuk kabel pipih).

Apabila kabel berada dekat atau bersilangan dengan kawat arus lemah (kabel telepon, kabel LAN) maupun pipa air dan pipa gas, kabel harus dipasang terpisah agar tidak bersentuhan langsung. Saat menanam kabel langsung di dalam beton, kecuali kabel MI atau kabel khusus tanam beton, kabel wajib dimasukkan dan dilindungi di dalam pipa (seperti pipa CD atau PF) atau saluran pelindung (trough).

Untuk saluran kabel bawah tanah di luar ruangan (metode tanam langsung), standar kedalaman tanam sangat penting: kedalaman harus 1.2m atau lebih di tempat yang berisiko menerima tekanan benda berat seperti kendaraan, dan 0.6m atau lebih di tempat yang tidak menerima tekanan benda berat, serta dilengkapi pelindung tahan benturan (trough beton atau pelat pelindung). Perhatikan bahwa kawat OW dan IV tidak boleh digunakan di bawah tanah (gunakan kabel CV, dll.).

Untuk saluran masuk udara tegangan rendah (service drop) yang menarik listrik dari tiang ke bangunan, ketinggian di atas permukaan tanah pada prinsipnya harus 4m atau lebih (wajib 4m atau lebih jika melintasi jalan). Namun, jika secara teknis tidak dapat dihindari dan tidak mengganggu lalu lintas, ketinggiannya boleh 2.5m atau lebih. Kawat DV atau OW (diameter 2.0mm atau lebih) umumnya digunakan untuk saluran masuk ini.

Poin penting


  • Jarak titik tumpu kabel maksimal 2m (vertikal maksimal 6m), dan jari-jari tekukan minimal 6 kali diameter luar (sumbu pendek)

  • Kabel harus dipasang agar tidak bersentuhan dengan kawat arus lemah, pipa air, atau pipa gas

  • Kedalaman tanam bawah tanah: minimal 1.2m jika ada tekanan benda berat, minimal 0.6m jika tanpa tekanan (gunakan kabel CV, dll.)

  • Ketinggian saluran masuk udara tegangan rendah: pada prinsipnya minimal 4m, atau minimal 2.5m jika tidak mengganggu lalu lintas
KosakataArti
jarak antar titik tumpu (penyangga)
jari-jari kelengkungan (bending radius)
metode tanam langsung (direct burial)
saluran masuk udara (overhead service drop)

Standar Pelaksanaan Pipa Resin Sintetis dan Pipa Logam

Dalam pekerjaan pipa resin sintetis menggunakan pipa PVC kaku (pipa VE), jarak antar titik tumpu pipa harus 1.5m atau kurang. Saat menyambung pipa dengan TS coupling, kedalaman penyisipan pipa harus minimal 1.2 kali diameter luar pipa jika tidak menggunakan perekat (lem), atau minimal 0.8 kali diameter luar pipa jika menggunakan perekat.

Di antara pipa fleksibel resin sintetis, pipa CD berwarna oranye tidak memiliki sifat padam sendiri (self-extinguishing) sehingga hanya boleh digunakan bila ditanam langsung di dalam beton (atau di dalam pelindung khusus tahan api). Pipa PF berwarna krem atau hitam memiliki sifat padam sendiri sehingga dapat digunakan baik di lokasi tersembunyi maupun lokasi terbuka (jarak titik tumpu pipa maksimal 1.0m).

Dalam pekerjaan pipa logam, jarak antar titik tumpu pipa adalah 2m atau kurang. Untuk mencegah rusaknya isolasi kawat akibat tepi tajam ujung potongan pipa, pada ujung pipa wajib dipasang insulating bushing. Selain itu, gunakan kawat bonding (bond wire) atau locknut untuk memastikan kontinuitas listrik antara pipa dan kotak sambungan, serta pasang pembumian (grounding) Kelas D pada pipa.

Di dalam pipa resin sintetis maupun pipa logam, membuat sambungan kawat sangat dilarang (semua sambungan wajib dilakukan di dalam kotak/box). Kawat berisolasi seperti IV dimasukkan ke dalam pipa, tetapi kawat OW (kawat tahan cuaca luar ruangan) tidak boleh dimasukkan ke dalam pipa. Selain itu, kawat berdiameter lebih dari 3.2mm wajib berupa kawat pilin (stranded wire).

Saat memasukkan kawat rangkaian arus bolak-balik (AC) ke dalam pipa logam, untuk mencegah pipa logam menjadi panas akibat arus eddy dari ketidakseimbangan elektromagnetik, seluruh kawat dari rangkaian yang sama (kedua kawat pergi-pulang untuk 1 fasa 2 kawat, atau ketiga kawat untuk 3 fasa 3 kawat) wajib dimasukkan bersama ke dalam satu pipa logam yang sama guna menjaga keseimbangan elektromagnetik (pipa resin bukan bahan magnetik sehingga dimasukkan terpisah pun tidak menimbulkan panas).

Standar Pelaksanaan Pipa Resin Sintetis dan Pipa Logam

Poin penting


  • Jarak tumpu pipa VE maksimal 1.5m; kedalaman sambungan minimal 1.2× diameter luar tanpa lem, atau 0.8× dengan lem

  • Pipa CD tidak tahan api sehingga hanya untuk tanam langsung di beton; pipa PF boleh untuk lokasi terbuka maupun tersembunyi

  • Di dalam pipa dilarang menyambung kawat, dilarang memakai kawat OW, dan kawat tunggal dibatasi maksimal diameter 3.2mm

  • Pasang insulating bushing di ujung pipa logam, dan masukkan seluruh kawat rangkaian AC yang sama ke dalam satu pipa logam
KosakataArti
insulating bushing (pelindung isolasi ujung pipa)
sifat padam sendiri (self-extinguishing / tahan api)
keseimbangan elektromagnetik
kawat bonding (bond wire)

Pekerjaan Duct, Molding, dan Aturan Penyambungan Sakelar

Dalam pekerjaan metal duct, jarak antar titik tumpu duct harus 3m atau kurang, dan pada duct wajib dipasang pembumian Kelas D. Luas penampang total kawat (termasuk lapisan isolasi) yang dimasukkan ke dalam duct harus 20% atau kurang dari luas penampang bagian dalam duct (atau hingga 50% atau kurang khusus untuk rangkaian kontrol dan lampu indikator).

Dalam pekerjaan lighting duct, jarak antar titik tumpu harus 2m atau kurang, dan celah bukaan duct wajib menghadap ke bawah (menghadap ke samping pada prinsipnya dilarang karena mudah menumpuk debu). Bagian ujung akhir duct harus ditutup rapat dengan end cap, dan wajib dipasang pembumian Kelas D kecuali jika tegangan terhadap tanah 150V atau kurang dan panjang duct 4m atau kurang.

Pipa logam fleksibel tipe 2 (Plica tube) memiliki jarak titik tumpu 1.5m atau kurang; gunakan combination coupling untuk menyambungkannya dengan pipa logam kaku, dan straight box connector untuk menyambungkannya ke kotak (box). Pada pekerjaan floor duct yang ditanam di lantai, penyambungan kawat harus dilakukan di dalam junction box dan diberi pembumian Kelas D.

Aturan keselamatan terpenting saat memasang peralatan sakelar adalah posisi pemasangan sakelar kutub tunggal (sakelar tunggal). Sakelar tunggal wajib dipasang pada kawat sisi tidak dibumikan (kawat hitam/fasa), sedangkan kawat sisi dibumikan (kawat putih/netral) dihubungkan langsung ke beban (sisi ulir logam dudukan lampu). Memasang sakelar pada kawat putih sangat dilarang karena tegangan tetap mengalir ke fiting lampu meskipun sakelar dimatikan, sehingga membahayakan keselamatan (tersengat listrik) saat mengganti bola lampu.

Poin penting


  • Titik tumpu metal duct maksimal 3m, luas penampang kawat maksimal 20% dari penampang duct (maksimal 50% untuk rangkaian kontrol)

  • Titik tumpu lighting duct maksimal 2m, celah bukaan menghadap ke bawah, dan ujungnya ditutup rapat

  • Titik tumpu pipa logam fleksibel tipe 2 maksimal 1.5m, disambung ke pipa logam kaku menggunakan combination coupling

  • Sakelar kutub tunggal wajib dipasang pada kawat tidak dibumikan (hitam), sedangkan kawat dibumikan (putih) langsung ke beban
KosakataArti
metal duct (saluran kabel logam)
lighting duct (rel daya lampu)
kawat sisi tidak dibumikan (kawat fasa / hitam)
ulir logam dudukan lampu (screw shell)

Standar Pembumian (Grounding) Kelas D (Nilai Hambatan dan Ukuran Kawat Tanah)

Untuk mencegah kecelakaan sengatan listrik saat terjadi kebocoran arus pada kotak luar logam peralatan listrik atau pipa logam, pekerjaan menghubungkannya secara elektrik ke tanah disebut pekerjaan pembumian (grounding/arde). Peralatan tegangan rendah dan pipa logam dengan tegangan kerja 300V atau kurang wajib diberi pembumian Kelas D (untuk tegangan rendah di atas 300V diberi pembumian Kelas C).

Pada pekerjaan pembumian Kelas D, nilai hambatan pembumian pada prinsipnya harus dijaga pada 100Ω atau kurang (untuk pembumian Kelas C pada prinsipnya 10Ω atau kurang).

Namun, apabila pada rangkaian dipasang alat (ELCB / pemutus arus bocor) yang secara otomatis memutus rangkaian dalam waktu 0.5 detik saat terjadi gangguan tanah (kebocoran arus), maka nilai hambatan pembumian untuk Kelas D (dan Kelas C) dapat dilonggarkan hingga 500Ω atau kurang.

Kawat pembumian (seperti kawat IV hijau) yang digunakan untuk pembumian Kelas D harus mampu mengalirkan arus gangguan dengan aman dan wajib menggunakan kawat tembaga lunak berdiameter 1.6mm atau lebih (jika kawat pilin maka luas penampang nominal 2.0mm² atau lebih) atau konduktor dengan kekuatan dan ketebalan setara atau lebih tinggi. Untuk peralatan listrik portabel yang dipindah-pindah, digunakan 1 inti dari kabel fleksibel atau cabtyre cable dengan penampang 0.75mm² atau lebih.

Poin penting


  • Peralatan tegangan rendah dan pipa logam 300V atau kurang wajib diberi pembumian Kelas D (di atas 300V menggunakan Kelas C)

  • Nilai hambatan pembumian Kelas D pada prinsipnya adalah 100Ω atau kurang

  • Jika dipasang pemutus arus bocor (ELB) yang bekerja dalam 0.5 detik, hambatan pembumian dilonggarkan menjadi 500Ω atau kurang

  • Ukuran kawat pembumian Kelas D wajib menggunakan kawat tembaga lunak berdiameter 1.6mm atau lebih
KosakataArti
pekerjaan pembumian Kelas D (untuk tegangan rendah 300V ke bawah)
nilai hambatan pembumian (ground resistance)
gangguan tanah (kebocoran arus ke tanah)
kawat tembaga lunak (annealed copper wire)

Kondisi Diperbolehkannya dan Dilarangnya Pengabaian Pembumian Kelas D

Topik yang sangat sering keluar dalam ujian adalah syarat pengabaian (pengecualian) pembumian Kelas D. Untuk kotak logam peralatan listrik, tiga contoh utama yang boleh tidak dipasang pembumian Kelas D adalah: ① Peralatan dengan tegangan terhadap tanah 150V atau kurang (seperti 1 fasa 100V atau 1 fasa 3 kawat 200V) yang dipasang di tempat kering; ② Peralatan berkonstruksi isolasi ganda (bertanda simbol kotak ganda 回); ③ Saat dipasang transformator isolasi (tegangan sekunder 300V atau kurang, kapasitas 3kVA atau kurang) di sisi sumber peralatan.

Selain itu, di lokasi selain tempat basah, apabila pada rangkaian dipasang pemutus arus bocor (ELB) tipe operasi arus dengan arus sensitivitas pengenal 15mA atau kurang dan waktu kerja 0.1 detik atau kurang (tipe kecepatan tinggi), pembumian Kelas D juga boleh diabaikan (hati-hati jangan tertukar dengan angka 0.5 detik / 500Ω pada bagian sebelumnya).

Untuk pipa logam atau pipa logam fleksibel, pembumian Kelas D boleh diabaikan dalam dua kondisi berikut: ① Panjang pipa 4m atau kurang dan dipasang di tempat kering (diperbolehkan bahkan untuk 3 fasa 200V selama tegangannya 300V atau kurang); ② Pada rangkaian DC 300V atau AC terhadap tanah 150V atau kurang, bila panjang pipa 8m atau kurang serta diberi pelindung sentuhan sederhana atau dipasang di tempat kering.

Sebaliknya, di tempat basah (dapur komersial, kamar mandi, luar ruangan, lantai tanah basah, dll.) atau tempat lembap, pembumian Kelas D sama sekali tidak boleh diabaikan—meskipun untuk peralatan 1 fasa 100V ataupun pipa logam yang panjangnya kurang dari 4m (kecuali peralatan isolasi ganda, dll.). Jika pilihan jawaban menyebutkan tempat basah (水気のある場所), tempat lembap (湿気の多い場所), atau luar ruangan (屋外), segera putuskan bahwa pembumian tidak boleh diabaikan.

Poin penting


  • Peralatan bertegangan terhadap tanah 150V atau kurang di tempat kering, serta peralatan berisolasi ganda boleh mengabaikan pembumian Kelas D

  • Di tempat tidak basah, adanya ELB dengan sensitivitas 15mA atau kurang dan waktu kerja 0.1 detik atau kurang membolehkan pengabaian pembumian Kelas D

  • Pipa logam boleh tanpa pembumian Kelas D jika panjangnya 4m atau kurang di tempat kering, atau 8m atau kurang (tegangan ke tanah <= 150V di tempat kering)

  • Di tempat basah, tempat lembap, atau luar ruangan, pada prinsipnya pembumian Kelas D tidak boleh diabaikan
KosakataArti
konstruksi isolasi ganda (double insulation)
arus sensitivitas pengenal (rated sensitivity current)
waktu kerja / waktu pemutusan
transformator isolasi

Gambaran Umum Ujian Keterampilan (Praktik) dan Kriteria Cacat (Tidak Lulus)

Untuk memperoleh lisensi Teknisi Listrik Kelas Dua, setelah lulus ujian tertulis, Anda harus lulus Ujian Keterampilan (Praktik) dengan merakit instalasi pengkabelan menggunakan perkakas tangan. Waktu ujian adalah 40 menit, dengan 1 soal yang dipilih dari 13 Soal Kandidat yang telah diumumkan secara terbuka pada awal tahun oleh pusat ujian.

Perkakas wajib yang harus dibawa peserta meliputi tang kombinasi (pliers), obeng (plus dan minus), pisau teknisi listrik, penggaris/mistar, tang pompa air (water pump pliers), dan tang crimping Ring Sleeve (gagang kuning). Selain itu, peserta diperbolehkan membawa VVF stripper dan klip bantu (Gokaku clip) yang sangat mempercepat pekerjaan (perkakas listrik/baterai dilarang digunakan).

Penilaian ujian praktik tidak menggunakan sistem pengurangan poin, melainkan kriteria mutlak: terdapat 1 cacat saja langsung tidak lulus, dan nol cacat berarti lulus. Karena kriteria cacat ini juga ditanyakan dalam soal ujian tertulis, memahaminya dengan baik akan membantu kedua ujian sekaligus.

Cacat fatal pada penyambungan perangkat meliputi: ① Salah pengkabelan yang tidak sesuai diagram atau salah polaritas (memasukkan kawat selain putih ke terminal W stopkontak, menyambung kawat hitam ke sisi ulir logam fiting lampu, dll.); ② Inti kawat terlihat 2mm atau lebih dari terminal perangkat tanam, atau isolasi terjepit di dalam terminal; ③ Pada pengikatan sekrup lamp receptacle atau stopkontak ekspos, melilitkan kawat berlawanan arah jarum jam (lilitan kiri), lilitan kurang dari 3/4 putaran, lilitan kawat bertumpuk, atau selubung kabel (sheath) tidak masuk ke dalam dudukan perangkat.

Cacat pada penyambungan kawat meliputi: ① Salah memilih ukuran Ring Sleeve atau salah tanda cap crimping (○, 小, 中); ② Inti kawat sama sekali tidak muncul dari ujung atas sleeve atau menonjol 5mm atau lebih, atau inti kawat terbuka 10mm atau lebih di bawah sleeve; ③ Ujung inti kawat tidak terlihat di puncak konektor tusuk (kurang masuk) atau inti kawat terbuka di bagian bawah konektor; ④ Lupa memasang rubber bushing pada outlet box atau lupa mematahkan kepala sekrup pengunci pada sambungan pipa tanpa ulir.

Gambaran Umum Ujian Keterampilan (Praktik) dan Kriteria Cacat (Tidak Lulus)

Poin penting


  • Ujian keterampilan berdurasi 40 menit dan mengujikan 1 soal dari 13 soal kandidat yang diumumkan sebelumnya

  • Adanya 1 cacat saja menyebabkan tidak lulus (salah rangkaian, salah polaritas, atau salah tanda cap crimping langsung gagal)

  • Pada Ring Sleeve: inti kawat tidak muncul di atas, menonjol 5mm atau lebih di atas, atau terbuka 10mm atau lebih di bawah adalah cacat

  • Pengikatan sekrup pada lamp receptacle wajib searah jarum jam (lilitan kanan) dan kawat putih dihubungkan ke sekrup sisi ulir logam
KosakataArti
ujian keterampilan (ujian praktik)
soal kandidat (13 soal yang dipublikasikan sebelumnya)
cacat / kesalahan teknis (penyebab gagal ujian)
lamp receptacle (fiting lampu duduk)

Poin yang Sering Keluar di Ujian dan Cara Mengingatnya

Pemilihan Ring Sleeve dan tanda cap crimping muncul 2 hingga 3 soal setiap tahun pada ujian tertulis dan wajib dikuasai untuk ujian praktik. Cukup hafalkan Metode Poin—1.6mm = 1 poin, 2.0mm = 2 poin—maka Anda bisa menjawabnya dengan pasti dalam 10 detik. Hafalkan seperti mantra: 2 poin (1.6mm × 2) = cap ○, 3 sampai 4 poin = cap 小 (Kecil), 5 sampai 8 poin = cap 中 (Sedang). Ingat bahwa 2.0mm × 1 kawat hanyalah 1 kawat lewat, bukan sambungan.

Kelompokkan angka jarak titik tumpu agar mudah diingat: pipa PF = maksimal 1.0m; pipa VE dan pipa logam fleksibel tipe 2 = maksimal 1.5m; kabel, pipa logam kaku, dan lighting duct = maksimal 2.0m; metal duct dan bus duct = maksimal 3.0m. Bayangkan: pipa plastik agak lentur jadi 1.5m, pipa besi dan kabel 2m, saluran duct besar 3m.

Untuk soal kelayakan pekerjaan berdasarkan lokasi, cukup 2 prinsip ini untuk menjawab 90% soal: Kabel, pipa resin (kecuali CD), pipa logam, dan pipa fleksibel tipe 2 boleh di semua lokasi; sedangkan Kelompok duct (metal duct, lighting duct, bus duct), metal molding, dan tarikan isolator mutlak dilarang di lokasi tersembunyi yang tidak dapat diperiksa.

Poin penting


  • Poin Ring Sleeve: 1.6mm = 1 poin, 2.0mm = 2 poin. Hanya 1.6mm × 2 yang memakai cap ○; 3 sampai 4 poin memakai 小; 5 sampai 8 poin memakai 中

  • Jarak titik tumpu: pipa VE & pipa fleksibel tipe 2 <= 1.5m; kabel, pipa logam & lighting duct <= 2m; metal duct <= 3m

  • Kedalaman tanam bawah tanah: >= 1.2m jika ada tekanan berat, >= 0.6m jika tanpa tekanan (kawat OW dan IV dilarang ditanam di tanah)

  • Pembumian Kelas D: <= 100Ω (<= 500Ω dengan ELB 0.5 detik); boleh diabaikan dengan ELB <= 15mA & <= 0.1 detik atau pipa logam <= 4m di tempat kering

  • Di tempat basah/lembap pembumian Kelas D tidak boleh diabaikan; sakelar tunggal wajib dipasang pada kawat hitam (sisi tidak dibumikan)
KosakataArti
metode poin (penentuan ukuran Ring Sleeve)
tanda cap ekstra kecil (tanda ○)
pengabaian / pengecualian pembumian

Metode Instalasi Listrik

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

Zalo