VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Teknisi Listrik Kelas 2 第二種電気工事士 (ujian tertulis)

Metode Inspeksi Instalasi Listrik Umum

Teknisi Listrik Kelas 2 第二種電気工事士 (ujian tertulis) · 第二種電気工事士(学科試験) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Urutan Inspeksi Penyelesaian dan Penggunaan Multimeter (Tester)

Saat pekerjaan listrik selesai, pemeriksaan untuk memastikan bahwa instalasi listrik telah memenuhi standar teknis dan aman digunakan disebut inspeksi penyelesaian (uji komisioning). Inspeksi penyelesaian wajib dilakukan dengan urutan berikut dalam kondisi tanpa tegangan (sebelum dialiri listrik): ① Inspeksi visual → ② Uji kontinuitas (ketersambungan) → ③ Pengukuran hambatan isolasi → ④ Pengukuran hambatan pembumian; setelah semuanya dinyatakan lulus barulah listrik dinyalakan untuk pengukuran tegangan.

Pada inspeksi visual di tahap awal, periksa dengan mata apakah perangkat pengkabelan dan kawat tidak rusak, serta apakah polaritas (kawat putih dan hitam) maupun kawat pembumian telah terhubung dengan benar. Pada uji kontinuitas berikutnya, gunakan multimeter (tester) atau bel uji untuk memeriksa apakah ada kawat yang putus atau salah sambung.

Multimeter (circuit tester) adalah alat ukur praktis yang dapat mengukur tegangan AC/DC, arus DC, dan hambatan listrik (kontinuitas) hanya dengan satu unit alat. Saat mengukur hambatan (Ω) menggunakan tester analog, sebelum mengukur wajib menyentuhkan (menghubungsingkatkan) ujung kabel uji merah dan hitam terlebih dahulu, lalu melakukan penyetelan nol ohm (0Ω adjustment) agar jarum menunjuk tepat ke angka 0Ω.

Baterai di dalam tester analog digunakan untuk mengalirkan arus ke rangkaian saat mengukur hambatan (uji kontinuitas) (pengukuran tegangan atau arus pada tester analog tidak menghabiskan daya baterai). Selain itu, saat mengukur tegangan yang belum diketahui nilainya, atur sakelar pemilih ke batas ukur (range) terbesar terlebih dahulu untuk mencegah kerusakan alat.

Poin penting


  • Inspeksi penyelesaian dilakukan berurutan: Inspeksi visual → Uji kontinuitas → Pengukuran hambatan isolasi → Pengukuran hambatan pembumian

  • Multimeter (tester) dapat mengukur tegangan AC/DC, arus DC, dan hambatan (kontinuitas) dalam satu alat

  • Sebelum mengukur hambatan dengan tester analog, hubungsingkatkan ujung kabel uji dan lakukan penyetelan 0Ω

  • Saat mengukur tegangan yang belum diketahui, atur ke batas ukur (range) maksimum sebelum memulai pengukuran
KosakataArti
inspeksi penyelesaian (pemeriksaan akhir)
uji kontinuitas (uji ketersambungan)
multimeter (circuit tester)
penyetelan nol ohm (0Ω adjustment)

Pengukuran Hambatan Isolasi (Megger) dan Nilai Minimum Standar Teknis

Untuk memeriksa kinerja isolasi antar kawat atau antara kawat dengan tanah (arde), digunakan alat ukur hambatan isolasi (Megger). Pada rangkaian tegangan rendah, alat ini memberikan tegangan uji DC sebesar 125V, 250V, atau 500V, dengan satuan ukur MΩ (megaohm = 1 juta Ω).

Nilai minimum lulus uji hambatan isolasi yang ditetapkan dalam Pasal 58 Peraturan Menteri tentang Standar Teknis Peralatan Listrik wajib dihafalkan: ① Rangkaian tegangan kerja 300V atau kurang dengan tegangan terhadap tanah 150V atau kurang adalah 0.1MΩ atau lebih; ② Rangkaian tegangan kerja 300V atau kurang dengan tegangan terhadap tanah lebih dari 150V adalah 0.2MΩ atau lebih; ③ Rangkaian tegangan rendah dengan tegangan kerja lebih dari 300V adalah 0.4MΩ atau lebih.

Jebakan soal yang paling sering mengecoh adalah perbedaan antara rangkaian 1 fasa 3 kawat 100/200V dan rangkaian 3 fasa 3 kawat 200V. Karena kawat netral pada sistem 1 fasa 3 kawat 100/200V dibumikan, tegangan terhadap tanahnya adalah 100V (150V atau kurang), sehingga nilai standarnya 0.1MΩ atau lebih. Sebaliknya, sistem 3 fasa 3 kawat 200V (hubungan delta dengan 1 fasa dibumikan) memiliki tegangan terhadap tanah 200V (lebih dari 150V), sehingga nilai standarnya 0.2MΩ atau lebih.

Saat mengukur hambatan isolasi, pertama-tama matikan pemutus cabang (MCB) agar rangkaian bebas tegangan. Saat mengukur antara kawat dan tanah (terhadap tanah), beban (lampu dan peralatan) boleh tetap terpasang dan sakelar diposisikan ON untuk mengukur seluruh rangkaian sekaligus (hubungkan terminal E ke kawat arde dan terminal L ke kawat rangkaian).

Sebaliknya, saat mengukur hambatan isolasi antar kawat (kawat ke kawat), jika beban tetap terpasang maka arus akan tersambung melalui bagian dalam beban (menunjukkan 0MΩ); oleh karena itu seluruh beban (bola lampu maupun steker alat listrik) wajib dilepas dan sakelar diposisikan ON sebelum mengukur.

Pengukuran Hambatan Isolasi (Megger) dan Nilai Minimum Standar Teknis

Poin penting


  • Nilai minimum hambatan isolasi: tegangan ke tanah <= 150V = >= 0.1MΩ; <= 300V (ke tanah > 150V) = >= 0.2MΩ; > 300V = >= 0.4MΩ

  • Sistem 1 fasa 3 kawat 100/200V memiliki tegangan ke tanah 100V sehingga butuh >= 0.1MΩ; sistem 3 fasa 3 kawat 200V butuh >= 0.2MΩ

  • Untuk pengukuran antara kawat dan tanah: biarkan beban terpasang dan posisikan sakelar ON

  • Untuk pengukuran antar kawat: lepas seluruh beban dan posisikan sakelar ON
KosakataArti
alat ukur hambatan isolasi
Megger (insulation tester)
antara kawat dan tanah (wire-to-ground)
antar kawat (wire-to-wire)

Pengukuran Hambatan Pembumian Menggunakan Earth Tester

Untuk mengukur nilai hambatan pembumian (seperti 100Ω atau kurang) antara elektroda pembumian yang ditanam pada pekerjaan pembumian Kelas D dengan tanah, digunakan alat ukur hambatan pembumian (Earth Tester) (multimeter maupun Megger tidak dapat mengukur hambatan pembumian).

Earth tester memiliki tiga terminal: E (elektroda pembumian yang diukur), P (elektroda bantu potensial), dan C (elektroda bantu arus). Saat mengukur, tancapkan batang pembumian bantu ke tanah dalam satu garis lurus dengan urutan E → P → C, masing-masing berjarak sekitar 10m (5 hingga 10m).

Warna kabel uji yang sesuai dengan terminal umumnya adalah hijau untuk terminal E, kuning untuk terminal P, dan merah untuk terminal C. Pastikan elektroda P ditempatkan tepat di sebelah elektroda E (di tengah) dan elektroda C ditempatkan paling luar (sekitar 20m dari E). Hafalkan urutannya dari dalam ke luar sebagai E - P - C.

Prosedur pengukuran yang benar adalah sebagai berikut: ① Periksa apakah tegangan baterai normal (battery check); ② Hubungkan kabel E, P, dan C lalu pastikan tegangan tanah (tegangan liar di tanah akibat arus bocor, dll.) berada di bawah batas yang diizinkan (sekitar 10V atau kurang); ③ Pindahkan dari batas ukur hambatan besar (seperti 1000Ω) ke batas ukur yang sesuai, tekan tombol ukur, dan baca nilai hambatan pembumiannya.

Pengukuran Hambatan Pembumian Menggunakan Earth Tester

Poin penting


  • Gunakan alat ukur hambatan pembumian (Earth Tester) untuk mengukur hambatan tanah

  • Tancapkan elektroda dalam satu garis lurus dari elektroda uji (E) dengan jarak sekitar 10m sesuai urutan E → P → C

  • Hubungkan kabel hijau ke E, kabel kuning ke elektroda tengah P (potensial), dan kabel merah ke elektroda terjauh C (arus)

  • Urutan pengukuran: Cek baterai → Pasang & hubungkan elektroda bantu → Cek tegangan tanah → Ukur hambatan pembumian
KosakataArti
alat ukur hambatan pembumian (Earth Tester)
elektroda pembumian bantu (batang bantu P dan C)
dalam satu garis lurus
tegangan tanah (earth voltage)

Pemeriksaan Kondisi Isolasi dengan Tang Ampere Arus Bocor (Leak Clamp Meter)

Apabila ingin memeriksa kondisi isolasi rangkaian listrik pada gedung, pabrik, atau rumah sakit yang sedang beroperasi dan tidak memungkinkan pemadaman listrik (tetap bertegangan), gunakan tang ampere arus bocor (leak clamp meter) sebagai pengganti Megger untuk mengukur arus bocor.

Berdasarkan Standar Teknis Peralatan Listrik, apabila pemadaman listrik sulit dilakukan, pengukuran arus bocor yang menunjukkan nilai 1mA atau kurang dianggap telah memenuhi nilai hambatan isolasi yang dipersyaratkan (0.1MΩ hingga 0.4MΩ atau lebih) dan dinyatakan lulus.

Cara menjepit (clamp) kawat dengan tang ampere arus bocor sangat sering keluar berupa gambar pada ujian. Untuk mengukur arus bocor, Anda wajib menjepit seluruh kawat dari rangkaian yang sama sekaligus (kedua kawat pada 1 fasa 2 kawat, atau ketiga kawat sekaligus pada 1 fasa 3 kawat maupun 3 fasa 3 kawat), atau menjepit 1 kawat pembumian (kawat arde) saja.

Jika hanya menjepit 1 kawat pada sistem 1 fasa 2 kawat, atau hanya 1 atau 2 kawat pada sistem 3 fasa 3 kawat, maka yang terukur bukanlah arus bocor melainkan arus beban normal (sebaliknya, jika ingin mengukur arus beban normal dengan tang ampere biasa, jepitlah hanya 1 kawat saja).

Pemeriksaan Kondisi Isolasi dengan Tang Ampere Arus Bocor (Leak Clamp Meter)

Poin penting


  • Pada rangkaian bertegangan yang tidak dapat dipadamkan, periksa kondisi isolasi menggunakan tang ampere arus bocor

  • Jika arus bocor bernilai 1mA atau kurang, kinerja isolasi dianggap lulus standar

  • Untuk mengukur arus bocor, jepit seluruh kawat rangkaian sekaligus (2 atau 3 kawat) atau jepit 1 kawat pembumian

  • Untuk mengukur arus beban normal, jepit hanya 1 kawat saja (menjepit beberapa kawat sekaligus tidak dapat mengukur arus beban)
KosakataArti
tang ampere arus bocor (leak clamp meter)
arus bocor (leakage current)
sekaligus / digabung bersama
arus beban (load current)

Penyambungan Voltmeter, Amperemeter, Wattmeter, dan Fungsi Alat Ukur

Cara menyambungkan alat ukur tegangan, arus, dan daya ke dalam rangkaian adalah materi dasar yang selalu muncul di ujian. Karena voltmeter (V) memiliki hambatan dalam yang sangat besar, alat ini wajib dipasang secara paralel terhadap beban. Karena amperemeter (A) memiliki hambatan dalam yang sangat kecil, alat ini wajib dipasang secara seri terhadap beban (salah memasang amperemeter secara paralel akan menyebabkan hubung singkat dan membakar alat).

Wattmeter (W) untuk mengukur daya aktif AC 1 fasa memiliki dua kumparan di dalamnya: kumparan arus dan kumparan tegangan. Kumparan arus dihubungkan secara seri dengan beban, sedangkan kumparan tegangan dihubungkan secara paralel dengan beban. Selain itu, untuk memperbesar batas ukur amperemeter digunakan resistor shunt atau trafo arus (CT) secara paralel; sedangkan untuk voltmeter digunakan resistor pengali (multiplier) atau trafo tegangan (VT) secara seri.

Bedakan dengan pasti fungsi alat ukur khusus lainnya: ① Phase detector (alat uji urutan fasa): memeriksa urutan fasa (arah putaran R - S - T) sumber AC 3 fasa (untuk mencegah putaran terbalik pada motor). ② Detektor tegangan (neon tester / tespen tegangan rendah): memeriksa apakah kawat bertegangan (hidup) dan mencari kawat sisi tidak dibumikan (kawat hitam).

③ Tachometer (atau stroboskop): mengukur kecepatan putaran per menit (min⁻¹) pada motor listrik. ④ Lux meter (alat ukur iluminasi): mengukur tingkat terang cahaya (iluminasi, dalam satuan lx - lux) pada bidang kerja. ⑤ Power factor meter: mengukur faktor daya (cosφ) rangkaian AC.

Poin penting


  • Pasang amperemeter secara seri dengan beban, dan pasang voltmeter secara paralel dengan beban

  • Pada wattmeter, hubungkan kumparan arus secara seri dengan beban dan kumparan tegangan secara paralel dengan beban

  • Phase detector (検相器) memeriksa urutan fasa 3 fasa; detektor tegangan (検電器) memeriksa ada tidaknya tegangan

  • Tachometer (回転計) mengukur kecepatan putar motor (min⁻¹); lux meter (照度計) mengukur tingkat terang cahaya (lx)
KosakataArti
wattmeter (alat ukur daya listrik)
phase detector (alat pemeriksa urutan fasa)
detektor tegangan (tespen)
lux meter (alat ukur kuat penerangan)
tachometer (alat ukur kecepatan putaran)

Simbol JIS Alat Ukur Penunjuk dan Pengkabelan KWh Meter (WHM)

Pada papan skala alat ukur listrik penunjuk analog tertera simbol JIS yang menunjukkan prinsip kerja, jenis rangkaian, dan posisi peletakan. ① Tipe kumparan putar / moving-coil (simbol magnet permanen tapal kuda): khusus untuk arus searah (DC: ―), berskala rata dan sensitivitas tinggi (bila digabung dengan simbol dioda penyearah menjadi tipe penyearah untuk AC, seperti pengukur tegangan AC pada multimeter).

② Tipe besi putar / moving-iron: dapat digunakan untuk AC maupun DC, paling banyak dipasang pada panel sebagai amperemeter dan voltmeter AC (〜) frekuensi komersial. ③ Tipe elektrodinamometer: untuk AC maupun DC, terutama digunakan sebagai wattmeter. ④ Tipe induksi: khusus untuk AC (〜), digunakan pada kWh meter (WHM).

Simbol posisi peletakan alat ukur meliputi: ⊥ untuk posisi vertikal (berdiri tegak), ─ untuk posisi horizontal (rebah mendatar), dan ∠60° untuk posisi miring 60 derajat. Selain itu, angka seperti 2.5 pada papan skala menunjukkan kelas ketelitian (batas kesalahan yang diizinkan ±2.5% dari nilai skala penuh).

Pengkabelan terminal kWh meter (watt-hour meter: WHM) yang mencatat pemakaian energi listrik (kWh) di rumah dan toko juga penting. Pada sistem 1 fasa 2 kawat, urutan dari kiri adalah 1S (sumber hitam), 2S (sumber putih = sisi dibumikan), 2L (beban putih), dan 1L (beban hitam); pada sistem 1 fasa 3 kawat, kawat netral (kawat putih) wajib dihubungkan ke terminal tengah (2S dan 2L).

Poin penting


  • Tipe kumparan putar (可動コイル形) khusus DC; tipe besi putar (可動鉄片形) dan elektrodinamometer untuk AC maupun DC

  • Tipe induksi (誘導形) khusus AC dan digunakan pada kWh meter (電力量計 / WHM)

  • Simbol posisi alat ukur: ⊥ berarti posisi vertikal (tegak), dan ─ berarti posisi horizontal (mendatar)

  • Pada kWh meter 1 fasa 3 kawat, kawat netral (kawat putih sisi dibumikan) wajib dipasang pada terminal tengah (2S dan 2L)
KosakataArti
tipe kumparan putar / moving-coil (khusus DC)
tipe besi putar / moving-iron (AC dan DC)
tipe induksi (khusus AC - kWh meter)
kWh meter (watt-hour meter / WHM)

Poin yang Sering Keluar di Ujian dan Cara Mengingatnya

Nilai minimum hambatan isolasi (0.1MΩ, 0.2MΩ, 0.4MΩ) selalu keluar 1 soal di setiap ujian. Hafalkan secara berpasangan: Baik 1 fasa 100V maupun 1 fasa 3 kawat 100/200V memiliki tegangan terhadap tanah 100V (150V atau kurang) sehingga keduanya 0.1MΩ atau lebih; Sistem 3 fasa 200V memiliki tegangan terhadap tanah 200V (lebih dari 150V) sehingga 0.2MΩ atau lebih; Sistem kelas 400V (lebih dari 300V) adalah 0.4MΩ atau lebih.

Untuk syarat pengukuran Megger: Antara kawat dan tanah diukur dengan beban tetap terpasang dan sakelar ON; Antar kawat diukur dengan seluruh beban dilepas dan sakelar ON. Pahami alasannya: jika bola lampu tetap terpasang, kawat hitam dan putih akan terhubung melalui filamen lampu sehingga terbaca hubung singkat saat diukur antar kawat—itulah sebabnya beban harus dilepas.

Untuk earth tester, ingat: E (hijau) - P (kuning) - C (merah) segaris lurus berjarak 10m. Untuk tang ampere: Jepit semua kawat sekaligus untuk mengukur arus bocor (maksimal 1mA lulus), dan jepit 1 kawat saja untuk mengukur arus beban.

Poin penting


  • Hambatan isolasi: 1 fasa 100V & 1 fasa 3 kawat 100/200V >= 0.1MΩ; 3 fasa 200V >= 0.2MΩ; di atas 300V >= 0.4MΩ

  • Uji Megger: sakelar selalu ON. Biarkan beban terpasang untuk uji ke tanah; lepas semua beban untuk uji antar kawat

  • Earth tester: tancapkan segaris lurus berjarak ~10m dengan urutan E (elektroda uji) → P (potensial) → C (arus)

  • Tang ampere arus bocor: jepit semua kawat sekaligus (atau 1 kawat arde); lulus jika <= 1mA

  • Alat ukur: Amperemeter = seri, Voltmeter = paralel. Kumparan putar = DC, Besi putar = AC/DC, Induksi = AC (WHM)
KosakataArti
nilai minimum hambatan isolasi
penjepitan gabungan (menjepit seluruh kawat sekaligus)
urutan fasa (phase sequence)

Referensi resmi

Zalo