VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Teknisi Listrik Kelas 2 第二種電気工事士 (ujian tertulis)

Diagram Pengkabelan (Wiring Diagram)

Teknisi Listrik Kelas 2 第二種電気工事士 (ujian tertulis) · 第二種電気工事士(学科試験) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Simbol Gambar Pengkabelan Bangunan (JIS C 0303) ①: Lampu, Panel, dan Peralatan

20 soal terakhir pada ujian tertulis (Soal 31 hingga Soal 50) adalah soal Diagram Pengkabelan, sehingga menghafal simbol gambar JIS C 0303 akan langsung menghasilkan poin.

Pada simbol peralatan penerangan, lingkaran kosong (○) melambangkan lampu penerangan umum (pijar, LED, dll.). Sebagai huruf keterangan samping: CL adalah ceiling light (lampu tempel plafon), DL adalah downlight (lampu tanam plafon), dan Ch adalah chandelier (lampu gantung hias).

Lingkaran dengan garis vertikal pendek (dinding) adalah lampu dinding (bracket), sedangkan lingkaran dengan garis tarik miring (atau huruf P) adalah lampu dengan sakelar tarik (pull switch). Lingkaran hitam penuh (●) adalah lampu darurat (emergency light), dan lingkaran hitam di dalam persegi panjang adalah lampu petunjuk arah darurat (exit sign).

Pada simbol papan panel, persegi panjang dengan garis diagonal yang salah satu sisinya dihitamkan adalah papan distribusi (distribution board), sedangkan segi empat dengan garis miring di keempat sudutnya adalah panel kontrol (control panel). Persegi dengan tanda × di dalamnya dan bertuliskan PB adalah pull box.

Untuk peralatan dan pembumian: lingkaran bergambar baling-baling adalah kipas ventilasi (exhaust fan), kotak dengan setengah lingkaran di atasnya bertuliskan WHM adalah kWh meter, dan simbol tiga garis horizontal bertingkat (seperti huruf T terbalik) melambangkan pembumian (ground/arde).

Poin penting


  • Simbol samping lampu: CL adalah ceiling light, DL adalah downlight, dan Ch adalah chandelier

  • Lingkaran bergaris dinding adalah lampu bracket, bulatan hitam (●) adalah lampu darurat, dan bulatan hitam dalam kotak adalah lampu exit

  • Papan distribusi (分電盤) dihitamkan separuh diagonalnya; panel kontrol (制御盤) bergaris di 4 sudut; PB (tanda ×) adalah pull box

  • WHM adalah kWh meter, dan lingkaran berbaling-baling adalah kipas ventilasi
KosakataArti
simbol gambar untuk pengkabelan listrik
ceiling light (lampu tempel plafon)
downlight (lampu tanam plafon)
papan distribusi (distribution board)
pull box (kotak tarik kabel)

Simbol Gambar Pengkabelan (JIS C 0303) ②: Huruf Keterangan Sakelar

Pada diagram pengkabelan, bulatan hitam kecil (●) melambangkan sakelar (switch). Bulatan hitam polos tanpa huruf di sampingnya adalah sakelar kutub tunggal (sakelar tunggal), sedangkan angka atau huruf di sampingnya membedakan jenis sakelarnya.

Untuk keterangan angka: 2P adalah sakelar 2 kutub (memutus kedua kawat), 3 adalah sakelar 3 arah (sakelar tukar/hotel), dan 4 adalah sakelar 4 arah (sakelar silang). Untuk menyalakan/mematikan lampu dari 2 lokasi digunakan dua sakelar 3, dan untuk 3 lokasi atau lebih dipasang sakelar 4 di antara kedua sakelar 3.

Membedakan sakelar berlampu indikator sangat sering keluar di ujian: H adalah sakelar berlampu penunjuk posisi (Hotaru switch: menyala hijau saat lampu MATI/OFF agar posisi sakelar terlihat dalam gelap), sedangkan P adalah sakelar berlampu indikator konfirmasi (Pilot switch: menyala merah saat kipas ventilasi atau beban sedang MENYALA/ON).

Keterangan lainnya meliputi: D untuk sakelar tunda (delay switch: kipas tetap berputar beberapa saat setelah dimatikan), WP untuk sakelar tahan hujan (outdoor), R untuk sakelar remote control, L untuk tombol tekan kontaktor magnetik, A untuk sakelar otomatis (sensor cahaya), dan LC untuk peredup cahaya (dimmer / light control).

Poin penting


  • Bulatan hitam polos (●) adalah sakelar tunggal; 2P adalah sakelar 2 kutub; 3 adalah sakelar 3 arah; 4 adalah sakelar 4 arah

  • H adalah sakelar lampu penunjuk posisi (menyala saat OFF); P adalah sakelar lampu konfirmasi (menyala saat ON)

  • D adalah sakelar tunda (delay), WP adalah tahan hujan (weatherproof), dan R adalah sakelar remote control

  • A adalah sakelar otomatis (sensor cahaya), dan LC adalah pengatur terang lampu (light control / dimmer)
KosakataArti
sakelar berlampu penunjuk posisi (menyala saat OFF - simbol H)
sakelar berlampu indikator konfirmasi (menyala saat ON - simbol P)
sakelar tunda waktu (delay switch - simbol D)
peredup / pengatur terang lampu (dimmer - simbol LC)

Simbol Gambar Pengkabelan (JIS C 0303) ③: Stopkontak, Garis Kabel, dan Pipa

Simbol kubah setengah lingkaran yang menempel pada garis dinding melambangkan stopkontak (jika kubah berada di dalam lingkaran berarti stopkontak lantai/floor outlet, dan kubah hitam penuh berarti stopkontak plafon). Angka 2 atau 3 di sampingnya menunjukkan jumlah lubang (stopkontak ganda atau tiga).

Huruf keterangan terkait pembumian (arde) adalah yang paling penting: E adalah stopkontak dengan kutub pembumian (memiliki lubang pin arde), ET adalah stopkontak dengan terminal pembumian (memiliki sekrup terminal untuk kawat arde), dan EET adalah stopkontak yang dilengkapi kutub pembumian sekaligus terminal pembumian.

Untuk fungsi dan kapasitas: LK adalah tipe pengunci agar steker tidak mudah lepas, T adalah tipe putar-kunci (twist-lock), WP adalah tipe tahan hujan, dan EL adalah stopkontak dengan pemutus arus bocor (ELB). Jika tertulis 20A 250V E berarti stopkontak 20A, 250V dengan kutub pembumian (umumnya untuk AC).

Untuk jenis garis pengkabelan: garis utuh (―) adalah kabel tersembunyi di dalam plafon atau dinding; garis putus-putus panjang (― ―) adalah kabel tersembunyi di bawah lantai; garis putus-putus pendek (‐‐‐) adalah kabel terbuka; dan garis titik-strip (―・―) adalah kabel tertanam di tanah. Lingkaran dengan panah keluar menunjukkan jalur naik ke lantai atas, sedangkan panah masuk ke lingkaran menunjukkan jalur turun ke lantai bawah.

Untuk simbol pipa kabel: VE adalah pipa PVC kaku, CD adalah pipa fleksibel resin CD, PF adalah pipa fleksibel tahan api PF, FEP adalah pipa resin bergelombang bawah tanah, E adalah pipa logam tanpa ulir, G adalah pipa baja tebal, C adalah pipa baja tipis, dan F2 adalah pipa logam fleksibel tipe 2 (contoh: VE22 berarti pipa VE ukuran 22mm).

Poin penting


  • Simbol samping stopkontak: E memiliki kutub arde, ET memiliki terminal sekrup arde, dan EET memiliki keduanya

  • LK adalah tipe pengunci (anti-lepas), T adalah tipe putar-kunci, WP adalah tahan hujan, dan EL dilengkapi pemutus arus bocor

  • Garis kabel: garis utuh = tersembunyi di plafon/dinding, putus-putus panjang = di lantai, putus-putus pendek = ekspos, titik-strip = tertanam di tanah

  • Simbol pipa: VE = pipa PVC kaku, FEP = pipa bergelombang bawah tanah, E = pipa logam tanpa ulir, G = pipa baja tebal, C = pipa baja tipis
KosakataArti
stopkontak dengan kutub pembumian (simbol E)
terminal pembumian / sekrup arde (simbol ET)
pengkabelan tersembunyi di plafon
pengkabelan tersembunyi di lantai
pengkabelan terbuka (ekspos)

4 Langkah Mengubah Diagram Garis Tunggal Menjadi Diagram Garis Ganda

Diagram pengkabelan pada ujian diberikan sebagai diagram garis tunggal (single-line diagram), di mana jalur kabel digambarkan cukup dengan satu garis. Untuk menghitung jumlah kawat atau menentukan tanda cap Ring Sleeve, Anda harus mengubahnya menjadi diagram garis ganda (multi-line diagram) yang menggambarkan setiap inti kawat dengan 4 langkah tetap berikut.

Langkah ①: Hubungkan kawat sisi dibumikan (kawat putih: N) dari sumber listrik ke semua beban (lampu, stopkontak, kipas ventilasi, lampu pilot) selain sakelar (jangan pernah menghubungkan kawat putih ke sakelar tunggal, sakelar 3 arah, maupun 4 arah).

Langkah ②: Hubungkan kawat sisi tidak dibumikan (kawat hitam: L) dari sumber listrik ke semua sakelar tunggal dan stopkontak (serta lampu pilot yang menyala terus). Jika ada sakelar 3 arah, hubungkan kawat hitam sumber ke terminal nomor 0 pada sakelar 3 arah sisi sumber.

Langkah ③: Dari terminal sisi seberang pada setiap sakelar tunggal, tarik kawat balik (switch-leg) menuju lampu (beban) pasangan yang memiliki simbol huruf Katakana yang sama (イ, ロ, ハ, dll.).

Langkah ④: Jika terdapat sakelar 3 arah, hubungkan terminal nomor 0 pada sakelar 3 arah sisi beban ke lampu, lalu hubungkan terminal nomor 1 dan 3 dari kedua sakelar 3 arah tersebut menggunakan 2 kawat penghubung (jika ada sakelar 4 arah di tengahnya, lewatkan kedua pasang kawat penghubung melalui sakelar 4 arah tersebut).

4 Langkah Mengubah Diagram Garis Tunggal Menjadi Diagram Garis Ganda

Poin penting


  • Langkah ①: Hubungkan kawat putih (sisi dibumikan) dari sumber ke semua beban (lampu dan stopkontak)

  • Langkah ②: Hubungkan kawat hitam (sisi tidak dibumikan) dari sumber ke semua sakelar dan stopkontak

  • Langkah ③: Hubungkan kawat balik dari sakelar ke lampu pasangannya (sesuai simbol イ, ロ, ハ)

  • Langkah ④: Pada sakelar 3 arah, pasang kawat hitam sumber dan kawat lampu ke terminal 0, lalu hubungkan terminal 1 dan 3 dengan 2 kawat
KosakataArti
diagram garis tunggal (single-line diagram)
diagram garis ganda / pengkabelan detail (multi-line diagram)
kawat balik (dari sakelar menuju lampu)
kawat penghubung (traveler wire antar sakelar 3 arah / 4 arah)

Aturan Menghitung Jumlah Kawat (Inti Kabel) Minimum

Pada soal diagram pengkabelan selalu muncul 2 hingga 3 soal yang menanyakan berapakah jumlah kawat minimum pada bagian yang ditunjuk anak panah. Menggambar diagram garis ganda pasti memberikan jawaban yang benar, namun menghafal rumus pola umum akan membuat Anda bisa menjawabnya dalam sekejap.

Pertama sebagai dasar: jalur yang hanya berisi saluran sumber 1 fasa 100V saja, hanya 1 lampu saja, hanya stopkontak saja, atau hanya 1 sakelar tunggal saja semuanya membutuhkan 2 kawat.

Apabila terdapat beberapa sakelar tunggal yang berderet di satu tempat, karena cukup 1 kawat hitam (sumber) yang di-jumper bersama dan masing-masing sakelar mengeluarkan 1 kawat balik, maka jumlah kawatnya adalah Jumlah sakelar + 1 (2 sakelar = 3 kawat; 3 sakelar = 4 kawat).

Apabila terdapat 1 sakelar tunggal dan stopkontak di lokasi yang sama, dibutuhkan kawat hitam (bersama), kawat putih (untuk stopkontak), dan kawat balik sakelar, sehingga totalnya 3 kawat (jika 2 sakelar tunggal + stopkontak = 4 kawat).

Untuk sakelar 3 arah dan 4 arah: jalur menuju 1 sakelar 3 arah saja membutuhkan 3 kawat (terminal 0, 1, dan 3), sedangkan jalur menuju 1 sakelar 4 arah saja membutuhkan 4 kawat (dua pasang kawat penghubung). Perhatikan bahwa jika stopkontak bertanda E atau ET dan kawat ardenya dilewatkan bersama di dalam pipa yang sama dari kotak, tambahkan +1 kawat untuk kawat pembumian tersebut.

Poin penting


  • Jumlah kawat minimum untuk deretan sakelar tunggal saja = Jumlah sakelar + 1

  • Jumlah kawat minimum untuk sakelar tunggal bersama stopkontak = Jumlah sakelar + 2 (1 sakelar + stopkontak = 3 kawat)

  • Jalur khusus menuju sakelar 3 arah adalah 3 kawat; jalur khusus menuju sakelar 4 arah adalah 4 kawat

  • Jika kawat pembumian (arde) ikut dimasukkan ke dalam pipa yang sama, tambahkan +1 kawat pada hasil hitungan
KosakataArti
jumlah kawat (inti konduktor) minimum
kawat jumper (kopel antar terminal berdekatan)
kawat bersama (common wire)

Mekanisme dan Jumlah Kawat Sistem Pengkabelan Remote Control (RT, RR, R)

Di sekolah atau gedung perkantoran, sistem pengkabelan kendali jarak jauh (remote control) digunakan untuk mengoperasikan banyak lampu sekaligus dari satu tempat atau mengendalikannya secara aman dengan tegangan rendah. Pahami fungsi dari ketiga perangkat penyusunnya.

① Transformator remote control (simbol RT): trafo penurun tegangan berukuran kecil yang menurunkan tegangan sumber AC 100V atau 200V menjadi tegangan rendah yang aman yaitu AC 24V untuk rangkaian kontrol.

② Relai remote control (simbol RR): dipasang di dalam papan distribusi atau pull box, berfungsi menerima sinyal kontrol 24V untuk membuka/menutup (ON/OFF) rangkaian utama lampu 100V/200V secara langsung. ③ Sakelar remote control (simbol ●R): dipasang di dinding untuk mengirim sinyal 24V (panel yang berisi gabungan banyak sakelar disebut remote selector switch).

Karena jalur antara sakelar remote control (●R), relai (RR), dan trafo (RT) merupakan rangkaian daya kecil 24V, dapat digunakan kawat kontrol kecil, dan jumlah kawat minimum menuju kelompok sakelar R sama persis dengan aturan sakelar tunggal: Jumlah sakelar R + 1 (misalnya 3 sakelar R membutuhkan 4 kawat).

Mekanisme dan Jumlah Kawat Sistem Pengkabelan Remote Control (RT, RR, R)

Poin penting


  • Transformator remote control (RT) menurunkan tegangan 100V/200V menjadi AC 24V yang aman

  • Relai remote control (RR) menerima sinyal 24V untuk menyalakan/mematikan rangkaian lampu 100V/200V

  • Sakelar remote control (R) adalah sakelar dinding untuk mengoperasikan rangkaian kontrol 24V

  • Jumlah kawat minimum menuju kelompok sakelar remote control (R) adalah Jumlah sakelar + 1
KosakataArti
transformator remote control (100V/200V ke 24V - simbol RT)
relai remote control (simbol RR)
sakelar remote control (simbol R)
remote selector switch (panel sakelar pemilih)

Menentukan Cap Ring Sleeve, Jumlah Konektor, dan Perkakas pada Diagram

Di bagian akhir soal diagram pengkabelan (sekitar Soal 48 hingga Soal 50), selalu ditanyakan jumlah dan tanda cap Ring Sleeve (○, 小, 中) atau kombinasi jumlah konektor tusuk (untuk 2, 3, atau 4 kawat) di dalam kotak sambungan yang ditunjuk.

Saat mengerjakannya, periksa terlebih dahulu ukuran kabel yang masuk ke kotak tersebut: jika tidak ada keterangan ukuran maka gunakan VVF 1.6mm, sedangkan jika pada jalur utama tertulis keterangan 2.0 maka gunakan VVF 2.0mm. Setelah itu, gambarlah diagram garis ganda dan hitung berapa kawat yang bertemu di setiap titik sambungan.

Contohnya, jika jalur sumber menggunakan VVF 2.0mm lalu bercabang ke lampu (VVF 1.6mm) dan sakelar (VVF 1.6mm): sambungan kawat putih terdiri dari 2.0mm × 1 + 1.6mm × 1 = 3 poin (sleeve Kecil, cap 小); sambungan kawat hitam juga 2.0mm × 1 + 1.6mm × 1 = 3 poin (sleeve Kecil, cap 小); sedangkan sambungan kawat balik lampu dan sakelar adalah 1.6mm × 2 = 2 poin (sleeve Kecil, cap ○).

Selain itu, untuk soal Perkakas (atau bahan) manakah yang TIDAK digunakan dalam pekerjaan ini?, perhatikan simbol jenis pipa pada diagram. Misalnya, jika pada gambar sama sekali tidak ada pipa logam (E atau G) tetapi di pilihan ada pipe bender atau reamer, maka itulah perkakas yang tidak digunakan; jika tidak ada pipa PVC kaku (VE) tetapi ada pemotong pipa PVC, maka itulah jawabannya.

Poin penting


  • Bagian diagram tanpa keterangan ukuran dihitung sebagai 1.6mm; bagian dengan keterangan 2.0 dihitung sebagai 2.0mm

  • Hitung jumlah kawat di setiap titik sambungan pada diagram garis ganda untuk memilih konektor tusuk (2, 3, atau 4 lubang)

  • Untuk Ring Sleeve, tentukan tanda cap dengan aturan: 1.6mm × 2 = ○, 3 sampai 4 poin = 小, dan 5 sampai 8 poin = 中

  • Untuk soal perkakas kerja, periksa apakah pada diagram terdapat pipa logam (E, G) atau pipa resin (VE)

  • Contoh: Menyambung 1 kawat sumber 2,0mm (2 poin) dengan 2 kawat 1,6mm ke peralatan (masing-masing 1 poin) → Total kawat = 1 + 2 = 3 kawat (konektor tusuk 3 lubang); untuk Ring Sleeve total poin = 2 × 1 + 1 × 2 = 4 poin sehingga memakai "sleeve Kecil, cap 小"
KosakataArti
titik sambungan
keterangan samping (huruf/angka di sebelah simbol gambar)
saluran utama / kabel induk (feeder)

Poin yang Sering Keluar di Ujian dan Cara Mengingatnya

Huruf keterangan sakelar dan stopkontak sangat mudah diingat dari singkatan katanya: H = Hotaru (kunang-kunang: menyala di tempat gelap = penunjuk posisi menyala saat OFF); P = Pilot (menyala saat bekerja = indikator konfirmasi menyala saat ON); D = Delay (tunda waktu); WP = Waterproof (tahan hujan); LK = Lock (pengunci steker).

Untuk simbol pembumian stopkontak: E = Earth (kutub/lubang arde) dan T = Terminal (sekrup arde). Jika dipecah seperti puzzle—E = kutub arde, ET = terminal arde, dan EET = gabungan E dan ET—Anda tidak akan pernah bingung.

Biasakan menggambar cepat 4 langkah diagram garis ganda di ruang kosong lembar soal: ① Putih ke beban → ② Hitam ke sakelar & stopkontak → ③ Sakelar ke lampu pasangan → ④ Dua kawat penghubung sakelar 3 arah.

Poin penting


  • Keterangan sakelar: H = lampu posisi (nyala saat OFF), P = lampu pilot (nyala saat ON), D = tunda, A = sensor otomatis, 3 = 3 arah, 4 = 4 arah

  • Keterangan stopkontak: E = kutub arde, ET = terminal arde, EET = keduanya, LK = pengunci, T = putar-kunci, WP = tahan hujan

  • Garis kabel: utuh = plafon/dinding, putus panjang = lantai, putus pendek = ekspos, titik-strip = tanah. VE = pipa PVC kaku, FEP = pipa bergelombang bawah tanah

  • Jumlah kawat minimum: n sakelar tunggal = n + 1 kawat; 3 arah = 3 kawat; 4 arah = 4 kawat; n sakelar remote R = n + 1 kawat

  • Aturan diagram garis ganda: gambar berurutan ① Putih ke beban → ② Hitam ke sakelar & stopkontak → ③ Sakelar ke lampu
KosakataArti
sakelar Hotaru / lampu posisi (menyala saat OFF - simbol H)
sakelar berlampu pilot (menyala saat ON - simbol P)
stopkontak pengunci (simbol LK)

Membaca Diagram Pengawatan (配線図)

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

Zalo