VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Perawatan lansia (kaigo)

Dokumen & Catatan Perawatan / Kaigo (Membaca Catatan Perawatan, Operan Shift, Manual, dan Jadwal)

Perawatan lansia (kaigo) · 介護 - Kaigo · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Peran Dokumen Perawatan, 8 Jenis Dokumen dalam Ujian, dan Dasar Membaca Dokumen

Di fasilitas perawatan (Kaigo), banyak staf bekerja secara bergantian dalam shift, sehingga kondisi pengguna, aturan kerja, dan jadwal dibagikan secara akurat melalui dokumen tertulis (catatan dan tabel). Membaca dokumen dengan tepat adalah dasar perawatan yang aman.

Dokumen yang diujikan dalam Evaluasi Bahasa Jepang Perawatan terdiri atas 8 jenis: (1) Kondisi Pengguna (Riyousha no joukyou), (2) Cara Kerja / Manual Prosedur (Shigoto no yarikata), (3) Pengumuman / Poster Tempel (Keiji / Oshirase), (4) Daftar Menu (Kondatehyou), (5) Rencana Acara (Gyouji no keikaku), (6) Jadwal Kerja (Shigoto no yotei: shift siang/malam), (7) Laporan Kecelakaan (Jiko no houkoku), dan (8) Buku Operan Shift & Catatan Perawatan (Moushiokuri / Kaigo kiroku).

Saat membaca dokumen, pastikan dengan teliti unsur-unsur berikut: Kapan (tanggal, jam, hari, siang atau malam), Di mana (lokasi, lantai berapa), Siapa (pengguna, staf perawatan, perawat, juru masak, keluarga), serta Apa dan Bagaimana melakukannya.

Perhatikan secara khusus perbedaan Kanan vs Kiri, Siang vs Malam, Bisa sendiri vs Perlu bantuan, angka jumlah peserta, dan urutan langkah (1 -> 2 -> 3 -> 4), karena pilihan jawaban pengecoh sering menukar detail tersebut.

Poin penting


  • Dokumen perawatan dalam ujian mencakup 8 jenis: Kondisi Pengguna, Cara Kerja, Pengumuman, Daftar Menu, Rencana Acara, Jadwal Kerja, Laporan Kecelakaan, dan Operan Shift.

  • Saat membaca, cocokkan Tanggal/Jam, Lokasi, Penanggung Jawab, Sasaran, dan Isi Tindakan kata demi kata dengan dokumen.

  • Waspadai jebakan pilihan pengecoh: tertukarnya Kanan-Kiri, Siang-Malam, Mandiri-Dibantu, serta urutan langkah prosedur.
KosakataArti
Dokumen perawatan (Kaigo no bunsho) dan Catatan perawatan (Kaigo kiroku)
Kondisi pengguna (Riyousha no joukyou) dan Cara kerja / Manual (Shigoto no yarikata)
Pengumuman tempel (Keiji / Oshirase) dan Daftar menu (Kondatehyou)
Rencana acara (Gyouji no keikaku) dan Jadwal kerja (Shigoto no yotei)
Laporan kecelakaan (Jiko no houkoku) dan Serah terima shift (Moushiokuri)
Konfirmasi (Kakunin), Observasi (Kansatsu), dan Pengawasan (Mimamori)

Kondisi Pengguna 1: Catatan Kemampuan Komunikasi (Melihat, Mendengar, Berbicara)

Pada tabel Kondisi Pengguna (Riyousha no joukyou), selain nama, usia, dan tingkat perawatan, kemampuan komunikasi dicatat dalam tiga bagian: Miru (Melihat / Penglihatan), Kiku (Mendengar / Pendengaran), dan Hanasu (Berbicara / Percakapan).

Pada kolom Melihat (Miru), tertulis jelas mata sebelah mana yang melihat dengan baik atau sulit melihat serta kapan kacamata dipakai—misalnya: Mata kanan melihat jelas, tetapi mata kiri sulit melihat karena katarak (Hakunaishou); memakai kacamata (Megane) saat membaca koran.

Pada kolom Mendengar (Kiku), tertulis ciri pendengaran seperti: Telinga kiri sulit mendengar, tetapi telinga kanan mendengar dengan baik, Bisa mendengar jika diajak bicara perlahan dengan suara agak keras, atau Menggunakan alat bantu dengar (Hochouki).

Pilihan pengecoh sering membalikkan fakta—misalnya menulis mata kanan sulit melihat (padahal mata kiri) atau sama sekali tidak bisa mendengar walau dengan suara keras (padahal bisa mendengar bila suara agak keras)—sehingga wajib memeriksa sisi kanan/kiri dan syaratnya.

Poin penting


  • Tabel komunikasi membagi kondisi pengguna menjadi 3 bagian: Miru (Melihat), Kiku (Mendengar), dan Hanasu (Berbicara).

  • Pada catatan mata dan telinga, baca dengan tepat sisi Kanan (Migi) atau Kiri (Hidari), serta penggunaan kacamata (Megane) atau alat bantu dengar (Hochouki).

  • Perhatikan perbedaan kondisi antara bisa mendengar bila berbicara agak keras dengan sama sekali tidak bisa mendengar.
KosakataArti
Komunikasi (Melihat Miru, Mendengar Kiku, Berbicara Hanasu)
Mata kanan (Migime), Mata kiri (Hidarime), Sulit melihat (Mienikui)
Memakai kacamata (Megane wo kakeru)
Telinga kanan (Migimimi), Telinga kiri (Hidarimimi), Sulit mendengar (Kikoenikui)
Alat bantu dengar (Hochouki)
Berbicara perlahan dengan suara keras (Ookii koe de yukkuri hanasu)

Kondisi Pengguna 2: Catatan Mobilitas, Ekskresi, Makan, Mandi, serta Kunjungan Keluarga

Dalam catatan aktivitas kehidupan sehari-hari, bagian Mobilitas (Idou), Ekskresi (Haisetsu), Makan (Shokuji), dan Mandi (Nyuuyoku) menjelaskan cara pelaksanaan menurut waktu serta tingkat bantuan. Soal ujian sering menanyakan perbedaan antara siang hari (Hiruma) dan malam hari (Yakan / Yoru).

Contohnya pada ekskresi dan mobilitas: Siang hari pergi ke toilet menggunakan walker (atau kursi roda), tetapi malam hari menggunakan toilet portabel di samping tempat tidur; perlu sedikit bantuan, tidak ada inkontinensia (Shikkin wa nai), dan makan bisa sendiri.

Bagi pengguna yang baru keluar dari rumah sakit atau memiliki penyakit bawaan, tertulis catatan khusus seperti: Baru keluar rumah sakit (Taiin) bulan lalu; saat mandi terkadang dada terasa sesak (Mune ga kurushiku naru) sehingga saat mandi memerlukan bantuan dan pengawasan (Kaigo to mimamori).

Pada catatan Keluarga dan Kunjungan (Gokazoku to menkai), bedakan kondisi tiap anggota keluarga: Putri tinggal di dekat fasilitas tetapi bekerja pada hari kerja (Heijitsu), sehingga datang berkunjung pada hari Sabtu atau Minggu; putra tinggal di prefektur yang jauh sehingga jarang bisa datang.

Kondisi Pengguna 2: Catatan Mobilitas, Ekskresi, Makan, Mandi, serta Kunjungan Keluarga

Poin penting


  • Pada catatan ekskresi, pastikan perbedaan cara buang air antara siang hari (ke toilet) dan malam hari (toilet portabel), serta ada tidaknya Shikkin (mengompol).

  • Jangan lewatkan catatan kesehatan saat mandi seperti dada terkadang sesak dan perlunya bantuan beserta pengawasan (Mimamori).

  • Pada catatan kunjungan keluarga (Menkai), cocokkan hubungan keluarga (putri, putra) dengan tempat tinggal dan hari kunjungan (hari kerja vs Sabtu/Minggu).
KosakataArti
Perbedaan Siang hari (Hiruma / Hiru) dan Malam hari (Yakan / Yoru)
Bisa melakukan sendiri (Jiritsu) / Perlu sedikit bantuan perawatan
Tidak ada inkontinensia / tidak mengompol (Shikkin wa nai)
Keluar rumah sakit (Taiin), Masuk rumah sakit (Nyuuin), Dada terasa sesak (Mune ga kurushiku naru)
Memerlukan bantuan perawatan dan pengawasan (Kaigo to mimamori ga hitsuyou)
Keluarga (Gokazoku), Kunjungan (Menkai), Hari kerja (Heijitsu) dan Sabtu / Minggu

Cara Kerja (Manual Prosedur) 1: Keselamatan Kursi Roda dan Prosedur Saat Terjadi Kebakaran

Cara Kerja (Shigoto no yarikata) adalah manual prosedur yang wajib dipatuhi staf perawatan. Dalam dokumen Cara Menggunakan Kursi Roda dengan Aman, aturan pertama adalah: Sebelum digunakan, periksa rem (Brake) dan ban (tekanan udara ban).

Selanjutnya tertulis aturan: Saat pengguna naik atau turun serta saat kursi roda berhenti, wajib mengunci rem (Brake wo kakeru), dan Sebelum menggerakkan kursi roda, wajib menyapa 'Saya dorong kursi rodanya ya' (Kurumaisu wo oshimasuyo).

Dalam dokumen Saat Terjadi Kebakaran (Kaji ga okita baai - prosedur darurat), urutan tindakan (1 -> 2 -> 3 -> 4) ditanyakan secara langsung. Urutan yang benar dimulai dari: (1) Berteriak dengan suara keras memberi tahu orang di sekitar bahwa ada kebakaran -> (2) Menekan tombol bel darurat (Hijou bell).

Kemudian dilanjutkan dengan: (3) Menelepon nomor 119 (119-ban) -> (4) Memandu pengguna mengungsi ke tempat yang aman (Anzen na basho ni yuudou suru - jangan gunakan lift). Pada soal memilih urutan yang sama dengan teks, ikuti langkah 1 sampai 4 secara tepat.

Poin penting


  • Tiga prinsip utama manual kursi roda adalah: Periksa rem dan ban sebelum dipakai, Kunci rem saat berhenti atau naik-turun, dan Beri tahu sebelum mendorong.

  • Urutan 4 langkah saat kebakaran adalah: (1) Beri tahu sekitar dengan suara keras -> (2) Tekan bel darurat (Hijou bell) -> (3) Telepon 119 -> (4) Pandu ke tempat aman.

  • Pada soal urutan langkah, periksa nomor dan tanda panah (->) dengan teliti agar tidak memilih opsi yang urutannya terbalik.
KosakataArti
Memeriksa rem dan ban (Brake to tire wo kakunin suru)
Saat berhenti wajib mengunci rem
Apabila terjadi kebakaran (Kaji ga okita baai - tanggap darurat)
Memberi tahu orang sekitar dengan suara keras (Ookii koe de mawari no hito ni shiraseru)
Menekan tombol bel darurat (Hijou bell) / Menelepon nomor 119 (119-ban)
Memandu ke tempat aman (Anzen na basho ni yuudou suru) / Pintu darurat (Hijouguchi)

Cara Kerja (Manual Prosedur) 2: Prosedur Bantuan Ekskresi, Mandi, dan Makan

Dalam dokumen Prosedur Bantuan Ekskresi, urutan langkahnya adalah: (1) Memastikan hal yang bisa dilakukan sendiri oleh pengguna -> (2) Pergi bersama ke toilet -> (3) Memastikan pengguna sudah duduk stabil di dudukan kloset (Benza) -> (4) Menjelaskan tombol panggil -> (5) Menunggu di luar toilet.

Dalam dokumen Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Bantuan Mandi, tertulis aturan: memeriksa kondisi fisik (tanda vital) sebelum mandi, meminta pengguna ke toilet terlebih dahulu, dan menghindari mandi tepat setelah makan (Shokuji no sugu ato no nyuuyoku wa sakeru).

Selain itu, demi mencegah heat shock akibat perubahan suhu mendadak di musim dingin, hangatkan ruang ganti (Datsuishitsu) dan kamar mandi (Yokushitsu) terlebih dahulu, serta wajib memberikan asupan cairan (Suibun hokyuu) setelah mandi karena tubuh mengeluarkan keringat.

Dalam dokumen Cara Bantuan Makan, staf perawatan duduk di kursi sejajar dengan pandangan mata pengguna, menjelaskan menu terlebih dahulu dan menawarkan teh atau sup untuk membasahi mulut, lalu seusai makan melakukan perawatan mulut (Koukuu care) dan meminta pengguna duduk istirahat sekitar 30 menit.

Poin penting


  • Urutan bantuan toilet: Pastikan yang bisa dilakukan sendiri -> Pandu ke toilet -> Pastikan duduk stabil -> Jelaskan tombol panggil -> Tunggu di luar.

  • Manual mandi menekankan: Hindari mandi tepat seusai makan, Jaga suhu ruang ganti dan kamar mandi, serta Berikan cairan (Suibun hokyuu) setelah mandi.

  • Manual makan menekankan: Duduk sejajar mata saat membantu, Jelaskan menu, Lakukan perawatan mulut seusai makan, dan Pertahankan posisi duduk 30 menit.
KosakataArti
Memastikan hal yang bisa dilakukan sendiri oleh pengguna
Memastikan sudah duduk di kloset / Menunggu di luar toilet
Menghindari mandi tepat setelah selesai makan
Memperhatikan suhu ruang ganti (Datsuishitsu) dan kamar mandi (Yokushitsu)
Memberikan asupan cairan setelah mandi (Nyuuyoku no ato ni suibun hokyuu wo suru)
Duduk di kursi saat memberikan bantuan makan

Pengumuman Tempel di Fasilitas (Aturan Kunjungan, Pencegahan Keracunan Makanan, dan Cara Cuci Tangan)

Pengumuman (Keiji / Oshirase) yang ditempel di pintu masuk, koridor, atau wastafel adalah dokumen yang menyampaikan aturan bagi keluarga pengunjung maupun staf. Baca dengan tepat hal yang dilarang, lokasi berlakunya, serta rentang waktunya.

Pada pengumuman Kepada Para Pengunjung (Menkai no minasama e), aturan yang sering muncul adalah: Seluruh area fasilitas ini bebas rokok / dilarang merokok (Doko mo kinen desu) dan Dilarang menggunakan telepon genggam di dalam gedung; saat menelepon mohon lakukan di luar gedung.

Pada pengumuman Kepada Keluarga Pengguna (Pencegahan Keracunan Makanan Musim Panas), tertulis periode dan permohonan: Mulai 1 Juni sampai 31 Agustus, demi mencegah keracunan makanan (Shokuchuudoku), mohon tidak membawa makanan ke dalam fasilitas dan Mohon lakukan disinfeksi tangan di pintu masuk (Genkan).

Di wastafel, poster Cara Mencuci Tangan (Te no araikata) memuat 6 langkah: (1) Basahi tangan dengan air -> (2) Pakai sabun lalu cuci telapak tangan (Tenohira) dan punggung tangan (Tenokou) -> (3) Cuci ujung jari dan sela kuku (Yubisaki) -> (4) Cuci sela-sela jari dan pergelangan tangan (Tekubi) -> (5) Bilas bersih dengan air -> (6) Lap kering dengan tisu handuk.

Pengumuman Tempel di Fasilitas (Aturan Kunjungan, Pencegahan Keracunan Makanan, dan Cara Cuci Tangan)

Poin penting


  • Pada pengumuman pengunjung, perhatikan aturan Dilarang merokok di seluruh area fasilitas dan Gunakan telepon genggam di luar gedung.

  • Pada pengumuman pencegahan keracunan makanan dan wabah infeksi, pastikan periode tanggalnya, larangan membawa makanan, dan disinfeksi tangan di Genkan.

  • Pada poster langkah cuci tangan, ikuti urutan mencuci telapak tangan, punggung tangan, ujung jari, sela jari, dan pergelangan tangan sesuai teks.
KosakataArti
Kepada Para Pengunjung (Menkai no minasama e) / Kepada Keluarga Pengguna
Dilarang merokok di seluruh area (Doko mo kinen)
Dilarang digunakan di dalam gedung (Tatemono no naka dewa shiyou kinshi)
Keracunan makanan (Shokuchuudoku) / Merebaknya wabah penyakit menular (Kansenshou no ryuukou)
Melakukan disinfeksi tangan di pintu masuk (Genkan de te no shoudoku wo suru)
Cara mencuci tangan (Telapak tangan Tenohira, Punggung tangan Tenokou, Ujung jari Yubisaki, Pergelangan tangan Tekubi)

Membaca Daftar Menu (Kondatehyou) dan Rencana Acara (Pesta Ulang Tahun, Festival Musim Panas)

Daftar Menu (Kondatehyou) adalah tabel yang menampilkan menu Makan Pagi (Choushoku), Makan Siang (Chuushoku), Camilan (Oyatsu), dan Makan Malam (Yuushoku) menurut tanggal dan hari. Bacalah titik potong antara kolom vertikal (tanggal/waktu makan) dan baris horizontal (makanan pokok Shushoku, lauk Fukushoku, kuah Shirumono, Dessert).

Misalnya: Makanan pokok makan siang hari Selasa adalah udon daging (Niku udon) dan pencuci mulutnya yoghurt; lauk makan malam hari Rabu adalah ikan bakar (Yakizakana) dan sayur rebus (Yasai no nimono). Cocokkan dengan cermat agar tidak salah melihat hari atau waktu makan.

Pada tabel Rencana Acara (Gyouji no keikaku—seperti Pesta Ulang Tahun Tanjoubikai atau Festival Musim Panas Natsumatsuri), tercantum Tanggal & Waktu (Nichiji), Lokasi (Basho: aula lantai 2 atau aula lantai 3), Jumlah Peserta (Sankasha), serta Persiapan & Penanggung Jawab (Junbi / Tantousha).

Bedakan dengan pasti jumlah peserta tiap kelompok (misalnya 20 pengguna, 15 anggota keluarga, 5 staf perawatan, 1 perawat, 1 juru masak) dan siapa yang bertugas menyiapkan apa (misalnya perawat membeli hadiah, juru masak menyiapkan minuman, dan staf perawatan menyiapkan ruangan serta memandu pengguna).

Poin penting


  • Pada Daftar Menu, selalu cocokkan ketiga informasi: Tanggal/Hari, Waktu makan (pagi/siang/malam), dan Kategori hidangan (makanan pokok/lauk/pencuci mulut).

  • Pada tabel Rencana Acara, baca dengan tepat Tanggal/Waktu, Lokasi (aula lantai berapa), dan Jumlah peserta untuk setiap kelompok.

  • Pada kolom Persiapan dan Penanggung Jawab (Tantousha), periksa tugas masing-masing antara Staf Perawatan, Perawat, Juru Masak, dan Pengguna.
KosakataArti
Daftar menu (Kondatehyou: Sarapan Choushoku, Makan siang Chuushoku, Camilan Oyatsu, Makan malam Yuushoku)
Makanan pokok (Shushoku), Lauk-pauk (Fukushoku), Hidangan kuah (Shirumono), Pencuci mulut (Dessert)
Rencana acara (Gyouji no keikaku: Pesta ulang tahun Tanjoubikai, Festival musim panas Natsumatsuri)
Tanggal dan jam (Nichiji), Lokasi (Basho: Aula lantai 2 / Aula lantai 3)
Peserta (Sankasha: jumlah pengguna, keluarga, dan staf)
Persiapan dan Penanggung jawab (Junbi / Tantousha - pembagian tugas)

Membaca Jadwal Kerja (Jadwal Shift Siang dan Jadwal Shift Malam)

Jadwal Kerja (Shigoto no yotei) adalah tabel jadwal yang menunjukkan tugas harian staf perawatan secara berurutan menurut jam. Dua jenis jadwal yang sering keluar adalah Shift Siang (Nikkin, misalnya pukul 9:00 sampai 18:00) dan Shift Malam (Yakin, misalnya pukul 17:00 sampai pukul 10:00 pagi berikutnya).

Pada jadwal Shift Siang (Nikkin): pukul 9:00 masuk kerja (Shukkin) dan rapat pagi, 10:00 bantuan hidrasi, 11:30 bantuan makan siang dan minum obat (Fukuyaku), 13:00 istirahat (Kyuukei) selama 60 menit, 14:00 bantuan mandi, 16:00 hidrasi, 17:00 rapat sore, 17:30 menulis catatan (Kiroku), dan 18:00 pulang kerja (Taikin).

Pada jadwal Shift Malam (Yakin): pukul 17:00 masuk kerja, 18:00 bantuan makan malam/minum obat dan operan shift (Moushiokuri) dari petugas siang, 20:00 bantuan tidur malam (Shuushin no kaigo: cuci muka, perawatan mulut, ganti baju tidur), lalu malam hari (mulai 23:00) melakukan patroli keliling (Junshi) 2 jam sekali.

Pagi berikutnya: pukul 6:00 bantuan bangun tidur (Kishou no kaigo), 8:00 bantuan sarapan dan minum obat, 9:00 rapat pagi (operan shift), 9:30 menulis catatan, dan 10:00 pulang kerja. Perhatikan jam pelaksanaan tiap tugas, durasi istirahat dalam menit, dan frekuensi patroli malam.

Poin penting


  • Pada jadwal Shift Siang (Nikkin), ikuti dengan tepat tugas di setiap jam mulai dari masuk kerja hingga pulang (makan, obat, durasi istirahat, mandi, pencatatan).

  • Pada jadwal Shift Malam (Yakin), pastikan jadwal bantuan tidur pukul 20:00 (Shuushin), patroli malam (Junshi: 2 jam sekali), dan bantuan bangun tidur pukul 6:00 (Kishou).

  • Perhatikan pilihan jawaban yang menanyakan urutan waktu sebelum atau sesudah rapat (Meeting) serta jam penulisan catatan (Kiroku).
KosakataArti
Jadwal kerja (Shigoto no yotei / Tabel Schedule)
Shift siang (Nikkin: 9:00 - 18:00) dan Shift malam (Yakin: 17:00 - 10:00)
Masuk kerja (Shukkin), Pulang kerja (Taikin), Istirahat (Kyuukei), Rapat (Meeting)
Bantuan makan dan minum obat (Shokuji / Fukuyaku no kaigo)
Bantuan tidur malam (Shuushin no kaigo) dan Bantuan bangun tidur (Kishou no kaigo)
Patroli keliling kamar (Junshi - berkeliling memeriksa setiap 2 jam sekali)

Membaca Laporan Kecelakaan (Jiko Houkokusho dan Catatan Hiyari-Hatto)

Ketika terjadi insiden jatuh, tersedak, atau kerusakan barang di fasilitas, dibuat Laporan Kecelakaan (Jiko no houkoku / Jiko houkokusho) yang memuat Nama Pengguna, Tanggal/Jam (Nichiji), Lokasi (Basho), Isi Kejadian (Naiyou), Penyebab (Genin), dan Tindakan Selanjutnya (Korekara dou suru ka - pencegahan terulangnya insiden).

Contoh kasus yang sering keluar dalam ujian adalah: Di ruang wastafel (Senmenjo), saat Bapak A sedang mencuci gigi palsunya (Ireba / Gishi) sendiri, tangannya tergelincir sehingga gigi palsu jatuh ke lantai dan pecah.

Pada kolom Penyebab (Genin) tertulis: Kekuatan ujung jari tangan (Yubisaki no chikara) Bapak A melemah, dan tangannya basah terkena air sehingga licin. Pada kolom Tindakan Selanjutnya (Korekara dou suru ka) tertulis langkah pencegahan ke depan.

Dalam pencegahan terulangnya insiden pun prinsip dukungan kemandirian tetap dijaga: Melepas gigi palsu tetap dilakukan sendiri oleh Bapak A, sedangkan mencuci dan menyimpannya ke dalam kotak (Case) dilakukan oleh staf perawatan. Baca dengan teliti pembagian tugas antara pengguna dan staf.

Poin penting


  • Laporan Kecelakaan terdiri atas 5 bagian utama: Tanggal/Jam, Lokasi, Isi Kejadian, Penyebab, dan Tindakan Selanjutnya (Korekara dou suru ka).

  • Temukan Penyebab langsung terjadinya insiden sesuai yang tertulis di dokumen (seperti kekuatan jari melemah atau tangan basah dan licin).

  • Pada kolom Tindakan Selanjutnya, pastikan pembagian antara hal yang tetap dilakukan sendiri oleh pengguna dan hal yang dibantu oleh staf perawatan.
KosakataArti
Laporan kecelakaan (Jiko no houkoku / Jiko houkokusho)
Lokasi kejadian (Basho: Ruang wastafel Senmenjo, Kamar Kyoshitsu, Ruang makan Shokudou)
Isi kejadian (Naiyou: menjatuhkan gigi palsu hingga pecah / terjatuh Tentou)
Penyebab (Genin: kekuatan ujung jari melemah / tangan basah terkena air)
Apa yang akan dilakukan selanjutnya (Korekara dou suru ka - pencegahan berulang)
Menyimpan di dalam kotak wadah (Case ni irete hokan suru)

Buku Operan Shift dan Catatan Perawatan Menurut Jam (Short Stay, Kunjungan RS, dan Catatan Malam)

Buku Operan Shift (Moushiokuri note) berisi pesan penting untuk staf shift berikutnya. Misalnya pada operan mengenai pengguna Short Stay (rawat inap singkat), tertulis jumlah orang per lantai: Besok ada 2 orang datang di lantai 2, dan 1 orang pulang dari lantai 4.

Selain itu tertulis pula cara dan jam kepulangan: Bapak A pulang dengan mobil antar-jemput fasilitas (Sougeisha) pukul 15:00; Ibu B dijemput keluarganya pukul 14:00. Kelompokkan dengan tepat siapa yang pulang jam berapa dan dengan cara apa.

Pada catatan operan mengantar pengguna ke rumah sakit (Tsuuin), sering terdapat hitungan waktu sederhana: Besok pukul 10:30 (10-ji han), Ibu C akan pergi ke rumah sakit dengan mobil fasilitas ditemani Perawat. Tolong antar Ibu C ke pintu masuk (Genkan) 10 menit sebelum keberangkatan (yaitu pukul 10:20).

Pada Catatan Perawatan menurut jam di malam hari (Kaigo kiroku), tertulis perubahan kondisi sesuai waktu: 18:00 Makan malam habis seluruhnya, minum teh 200 ml, tidak ada mual -> 02:45 Ada panggilan Nurse call, mengeluh tidak enak badan dan muntah sedikit (Sukoshi outo shita) -> 03:10 Perasaan sudah tenang, tanda vital normal, sudah dilaporkan kepada Perawat.

Buku Operan Shift dan Catatan Perawatan Menurut Jam (Short Stay, Kunjungan RS, dan Catatan Malam)

Poin penting


  • Pada operan Short Stay, bedakan berapa orang yang datang atau pulang di tiap lantai, serta siapa yang naik mobil antar-jemput (Sougeisha) atau dijemput keluarga.

  • Pada operan kunjungan rumah sakit, perhatikan hitungan waktu: 10 menit sebelum pukul 10:30 berarti harus tiba di pintu masuk (Genkan) pukul 10:20.

  • Pada catatan malam menurut jam (18:00, 02:45, 03:10), cocokkan tiap waktu dengan jumlah makan/minum (ml), ada tidaknya muntah, tanda vital, dan laporan ke Perawat.
KosakataArti
Buku operan shift (Moushiokuri note) dan Hal yang dikomunikasikan (Renraku jikou)
Short stay, Mobil antar-jemput (Sougeisha), Dijemput keluarga
Pergi ke rumah sakit dengan mobil fasilitas (Shisetsu no kuruma de byouin e iku)
Datang ke pintu masuk 10 menit sebelum pukul 10:30 (yaitu pukul 10:20)
Minum teh 200 ml / Muntah sedikit (Sukoshi outo shita)
Tanda-tanda vital tidak ada kelainan / Sudah dilaporkan kepada Perawat

Poin yang Sering Keluar di Ujian & Tips Menghafal

Dalam 'Dokumen & Catatan', soal mengujikan pemahaman membaca catatan asuhan, tabel asupan makan/minum, lembar cek ekskresi, buku operan, jadwal sif, dan pengumuman.

Saat membaca tabel, periksa dulu 'tanggal, rentang waktu, nama pengguna, dan satuan (ml, g, kali, persepuluh/wari)'. Penjumlahan total asupan cairan (ml) serta porsi makanan pokok (Shushoku) dan lauk (Fukushoku) sangat sering keluar.

Saat membaca kantong obat, bedakan dengan tepat: 'Shokuzen = sebelum makan (~30 menit sebelum)', 'Shokugo = sesudah makan (dalam 30 menit)', 'Shokkan = di antara dua waktu makan (~2 jam setelah makan, BUKAN saat sedang makan!)', dan 'Tonpuku = diminum saat gejala muncul'.

Poin penting


  • Waktu minum obat: 'Shokuzen = sebelum makan', 'Shokugo = sesudah makan', 'Shokkan = di antara 2 waktu makan (jangan tertukar dengan saat makan!)', 'Shuushinmae = sebelum tidur', 'Tonpuku = saat gejala muncul'.

  • Tabel makan & cairan: Bedakan 'Shushoku (makanan pokok: nasi/roti)' dan 'Fukushoku (lauk-pauk)', lalu hitung total cairan (ml) per waktu atau sehari penuh dengan teliti.

  • Tabel cek ekskresi: Cocokkan jam, frekuensi buang air kecil (Hainyou) / besar (Haiben), serta bentuk feses (Futsuuben = normal, Nanben = lembek, Suiyouben = cair, Kouben = keras).

  • Istilah jadwal kerja (Shift): 'Nikkin = sif siang, Hayaban = sif pagi/awal, Osoban = sif sore/malam, Yakin = sif malam, Koukyuu = libur resmi'.

  • Catatan operan & Laporan Hiyari-hatto (nyaris celaka): Cocokkan rincian 'Kapan, Di mana, Siapa, Apa yang terjadi, Penyebab, dan Tindakan pencegahan' dengan pilihan jawaban.
KosakataArti
Shokuzen (sebelum makan), Shokugo (sesudah makan), Shokkan (antara 2 makan), Tonpuku (saat perlu)
Shushoku (makanan pokok), Fukushoku (lauk), dan Asupan cairan
Futsuuben (feses normal), Nanben (feses lembek), Suiyouben (feses cair)
Hayaban (sif awal), Nikkin (sif siang), Osoban (sif sore), Yakin (sif malam)

Dokumen & Catatan Perawatan

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo