VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Perawatan lansia (kaigo)

Percakapan & Sapaan Perawatan / Kaigo (Sapaan Sesuai Situasi serta Lapor - Hubungi - Konsultasi)

Perawatan lansia (kaigo) · 介護 - Kaigo · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Prinsip Dasar Sapaan Perawatan / Koe-kake (Bahasa Sopan, Dukungan Kemandirian, Keputusan Sendiri, Pemberitahuan Awal)

Dalam menyapa dan berbicara kepada pengguna layanan (Koe-kake), staf wajib selalu menggunakan bahasa sopan (Teineigo) seperti ~desu, ~masu, ~mashouka (mari kita ~), ~te kudasaine, dan ~te itadakemasuka (bisakah Anda ~?) untuk menunjukkan rasa hormat. Jangan pernah menggunakan kalimat perintah kasar atau bahasa kasual.

Sebagai dasar Dukungan Kemandirian (Jiritsu shien), jangan langsung mengambil alih semua hal sejak awal; tanyakan terlebih dahulu Go-jibun de ~ dekimasuka (Apakah Anda bisa melakukan ~ sendiri?) dan tawarkan bantuan hanya pada bagian yang sulit dengan mengucapkan Otetsudai shimashouka (Mari saya bantu?).

Selain itu, hargai penentuan keputusan sendiri (Jiko kettei) dengan meminta pengguna memilih sendiri—seperti pakaian mana yang ingin dikenakan atau minuman apa yang diinginkan—serta meminta persetujuan terlebih dahulu dengan ~ shitemo yoroshii desuka (Bolehkah saya melakukan ~?).

Sebelum menyentuh tubuh pengguna atau menggerakkan kursi roda, wajib memberi tahu terlebih dahulu dengan kalimat Korekara ~ shimasune (Sekarang saya akan melakukan ~ ya) agar pengguna tidak terkejut. Selama dan setelah perawatan, pastikan kondisi mereka dengan bertanya Go-kibun wa ikaga desuka (Bagaimana perasaan/kondisi Anda?) atau Itami wa arimasenka (Apakah ada rasa sakit?).

Poin penting


  • Selalu berbicara kepada pengguna dengan bahasa sopan (~mashouka, ~te itadakemasuka) dan jangan gunakan kalimat perintah atau nada kasar.

  • Tanyakan dahulu Go-jibun de ~ dekimasuka untuk menghargai kemampuan mandiri, lalu tawarkan Otetsudai shimashouka pada bagian yang sulit.

  • Beri tahu sebelum bertindak dengan Korekara ~ shimasune, dan periksa kondisi pengguna dengan Taichou (Go-kibun) wa ikaga desuka.
KosakataArti
Sapaan perawatan (Koe-kake) dan Bahasa sopan (Teineigo: ~desu, ~masu)
Apakah Anda bisa melakukan ~ sendiri? (Go-jibun de ~ dekimasuka)
Mari saya bantu ya? (Otetsudai shimashouka)
Bolehkah saya melakukan ~? (~ shitemo yoroshii desuka)
Sekarang saya akan melakukan ~ ya (Korekara ~ shimasune)
Bagaimana perasaan / kondisi tubuh Anda? (Go-kibun / Taichou wa ikaga desuka)

Sapaan Saat Bangun, Berpindah, dan Mobilitas Kursi Roda (Memakai Sepatu, Undakan, dan Jalan Menurun)

Saat berpindah dari tempat tidur ke kursi roda, tanyakan terlebih dahulu: Apakah Anda bisa bangun duduk dari tempat tidur sendiri? (Bed kara okiagaremasuka). Ketika pengguna bangun sendiri ke posisi duduk tepi kasur lalu meminta bantuan memakai sepatu, jawablah: Baik, mari saya bantu ya lalu bantu memakaikan sepatunya.

Saat berdiri untuk berpindah ke kursi roda, pastikan keamanan dengan berkata: Saya kunci rem kursi rodanya ya (Kurumaisu no brake wo kakemasune), kemudian pandu pengguna: Silakan berpegangan pada bahu saya atau Silakan genggam pegangan tangan ya hingga duduk perlahan.

Saat bergerak menggunakan kursi roda, setelah kaki pengguna diletakkan di atas Foot support, sejajarkan pandangan mata dan wajib memberi tahu: Sekarang saya akan mendorong kursi rodanya ya (Korekara kurumaisu wo oshimasuyo) sebelum mulai berjalan perlahan.

Saat melewati undakan (Dansa), sampaikan: Saya angkat roda depannya ya, nanti sedikit miring. Saat menuruni jalan landai yang curam (Sakamichi), menghadap ke depan berbahaya, maka katakan: Kita turun perlahan menghadap ke belakang (mundur) ya (Ushiromuki de yukkuri orimasune) sambil menahan kursi roda dari sisi bawah.

Sapaan Saat Bangun, Berpindah, dan Mobilitas Kursi Roda (Memakai Sepatu, Undakan, dan Jalan Menurun)

Poin penting


  • Pastikan apakah pengguna bisa bangun duduk sendiri, bantu memakaikan sepatu saat diminta, dan pandu berpegangan pada bahu atau pegangan tangan.

  • Wajib mengucapkan Kurumaisu wo oshimasuyo sebelum mendorong kursi roda agar pengguna tidak kaget.

  • Sampaikan saat mengangkat roda depan di undakan, dan ucapkan Ushiromuki de yukkuri orimasune saat menuruni tanjakan/turunan dengan mundur.
KosakataArti
Apakah Anda bisa bangun dari tempat tidur? (Bed kara okiagaremasuka)
Mari saya bantu memakai sepatu ya? (Kutsu wo haku no wo tetsudaimashouka)
Berpegangan pada bahu (Kata ni tsukamaru), Menggenggam pegangan tangan (Tesuri wo nigiru)
Saya dorong kursi rodanya ya (Kurumaisu wo oshimasuyo)
Kita naik melewati undakan ya / Mengangkat roda depan (Dansa wo agarimasune)
Kita turun perlahan menghadap ke belakang ya (Ushiromuki de yukkuri orimasune)

Sapaan Saat Latihan Jalan, Jalan Memakai Tongkat, dan Keluar Jalan-Jalan (Silver Car)

Saat berlatih jalan menggunakan pegangan tangan di ruang latihan fungsi atau koridor, tanyakan: Apakah kaki Anda ada yang sakit? (Ashi no itami wa arimasenka) dan beri semangat: Mari genggam erat pegangan tangan dan berjalan perlahan ya. Jika pengguna lelah, segera ambilkan kursi untuk beristirahat.

Ketika pengguna dengan hemiplegia berjalan di lantai datar memakai tongkat (jalan 3 langkah), tangan sisi sehat (Kensoku) memegang tongkat, dan staf memandu urutannya: Pertama majukan tongkat ke depan, kedua langkahkan kaki sisi sakit/lumpuh (Kansoku), dan terakhir langkahkan kaki sisi sehat (Kensoku) ya.

Saat menaiki tangga urutannya adalah Tongkat -> Kaki sisi sehat -> Kaki sisi lumpuh; sedangkan saat menuruni tangga urutannya adalah Tongkat -> Kaki sisi lumpuh -> Kaki sisi sehat. Berhati-hatilah agar tidak terbalik menyebutkan Kansoku dan Kensoku.

Saat mengajak jalan-jalan setelah makan siang di cuaca cerah, sapalah: Karena cuacanya bagus, maukah pergi jalan-jalan ke luar?. Apabila pengguna memakai kereta dorong Silver car, sampaikan: Saya siapkan Silver car Anda di pintu masuk (Genkan) ya.

Poin penting


  • Selama latihan jalan, tanyakan ada tidaknya rasa sakit pada kaki dan segera sediakan kursi untuk istirahat bila pengguna lelah.

  • Hafalkan urutan sapaan berjalan dengan tongkat di jalan datar: (1) Tongkat ke depan -> (2) Kaki sisi lumpuh (Kansoku) -> (3) Kaki sisi sehat (Kensoku).

  • Ajak jalan-jalan sesuai cuaca serta kondisi fisik, dan siapkan Silver car atau sepatu di pintu masuk (Genkan).
KosakataArti
Apakah kaki Anda ada yang sakit? (Ashi no itami wa arimasenka)
Pertama tongkat, berikutnya kaki sisi lumpuh, lalu kaki sisi sehat
Saya bawakan kursi jadi mari kita istirahat sebentar
Cuacanya cerah, maukah Anda pergi jalan-jalan?
Saya siapkan Silver car di pintu masuk (Genkan) ya
Silakan berjalan perlahan-lahan ya (Yukkuri aruite kudasaine)

Sapaan Saat Makan 1: Memulai Makan, Mengganti Alat Makan, Pilihan Menu, dan Suhu Hidangan

Saat memulai makan, untuk membasahi rongga mulut dengan air liur agar mudah menelan, sapalah: Pertama-tama mari coba minum teh (atau kuah sup) terlebih dahulu ya? (Mazu ocha kara nonde mimashouka), lalu jelaskan isi menu dan letak piring dengan jelas.

Jika pengguna tampak makan sedikit, tanyakan alasannya dengan lembut. Apabila pengguna berkata: Tangan kanan saya sakit sehingga tidak bisa memegang sumpit, jangan langsung menyuapi semuanya, melainkan katakan: Saya ambilkan sendok (Spoon) ya agar pengguna tetap bisa makan sendiri.

Pada hari dengan menu pilihan atau pencuci mulut pilihan, mintalah pengguna memilih: Makan siang hari ini ada Tempura dan Hamburger, Anda pilih yang mana? atau Untuk pencuci mulut, Anda ingin puding atau jeli?.

Saat menanyakan minuman seusai makan, pastikan suhu dan jenisnya: Apakah Anda ingin teh jelai dingin (Tsumetai mugicha) atau teh hitam hangat (Atatakai koucha)?. Bila sup sudah dingin tanyakan: Mau saya hangatkan? (Atatamemashouka), dan bila terlalu panas tanyakan: Mau saya dinginkan sedikit? (Sukoshi samashimashouka).

Poin penting


  • Saat mulai makan, ajak minum teh atau kuah terlebih dahulu (Ocha kara nonde mimashouka) untuk membasahi mulut dan mencegah tersedak.

  • Saat tangan pengguna sakit memegang sumpit, tawarkan mengambilkan sendok (Spoon wo motte kimasune) guna mendukung kemandirian makan.

  • Biarkan pengguna memilih menu dan minuman sendiri, serta jangan terbalik antara Atatameru (menghangatkan) dan Samasu (mendinginkan).
KosakataArti
Mari kita coba minum teh terlebih dahulu ya? (Ocha kara nonde mimashouka)
Saya ambilkan sendok untuk Anda ya (Spoon wo motte kimasune)
Antara Tempura dan Hamburger, Anda pilih yang mana?
Teh jelai dingin (Tsumetai mugicha) dan Teh hitam hangat (Atatakai koucha)
Mau saya hangatkan? (Atatamemashouka) / Mau saya dinginkan sedikit? (Sukoshi samashimashouka)
Mau saya potong menjadi ukuran satu suapan?

Sapaan Saat Makan 2: Mengangkat Piring, Duduk Setelah Makan, dan Melapor kepada Leader

Meskipun pengguna tampak sudah selesai makan, jangan pernah langsung mengangkat piring tanpa bicara. Wajib memastikan terlebih dahulu kepada pengguna: Apakah makanannya sudah selesai? (Oshokuji wo owari ni shimasuka) dan katakan: Terima kasih atas makanannya. Saya angkat piringnya ya (Shokki wo sagemasune).

Langsung berbaring di tempat tidur sesaat setelah makan berbahaya karena isi lambung dapat naik kembali (refluks) dan memicu aspirasi. Oleh karena itu, sampaikan: Setelah makan, mari tetap duduk beristirahat sekitar 30 menit ya.

Apabila saat makan terlihat pengguna tersedak ketika minum teh atau sup miso, laporkan secara akurat beserta jumlah makannya kepada Leader atau Perawat: Ibu A menghabiskan seluruh makanannya, tetapi terkadang tersedak saat minum teh atau sup miso (museru koto ga arimasu).

Ketika Leader memberi instruksi: Untuk mencegah tersedak, sebaiknya tambahkan pengental (Toromi) pada tehnya, dan pastikan mencatat jumlah makanan serta cairan yang masuk, ulangi instruksi tersebut: Baik, saya mengerti. Saya akan memberi pengental dan mencatat jumlahnya lalu laksanakan.

Sapaan Saat Makan 2: Mengangkat Piring, Duduk Setelah Makan, dan Melapor kepada Leader

Poin penting


  • Saat membereskan piring (Gezen), selalu konfirmasi dengan Oshokuji wo owari ni shimasuka dan ucapkan Shokki wo sagemasune.

  • Demi mencegah refluks dan aspirasi, ajak pengguna tetap duduk selama sekitar 30 menit setelah makan.

  • Laporkan gejala tersedak cairan kepada Leader atau Perawat, ikuti instruksi pemberian pengental (Toromi), dan wajib catat jumlah asupan makan/minum.
KosakataArti
Apakah Anda sudah selesai makan? (Oshokuji wo owari ni shimasuka)
Saya angkat peralatan makannya ya (Shokki wo sagemasune)
Setelah makan mari kita duduk istirahat sebentar ya
Terkadang tersedak saat minum teh atau sup miso
Sebaiknya ditambahkan pengental (Toromi)
Pastikan selalu mencatat jumlah makanan yang dimakan

Sapaan Bantuan Ekskresi (Ajakan ke Toilet Sebelum Makan, Tombol Panggil, Urinal, dan Lapor Kemerahan)

Saat pengguna baru kembali dari jalan-jalan dan hendak langsung masuk ke ruang makan, perhatikan rasa malunya agar tidak terdengar orang lain lalu sarankan dengan lembut: Lebih tenang jika ke toilet dahulu sebelum makan. Mari kita pergi bersama?.

Setelah memandu masuk ke toilet, memberi tahu: Saya turunkan celananya ya (Zubon wo sagemasune), dan memastikan pengguna duduk stabil di dudukan kloset (Benza), sampaikan: Kalau sudah selesai silakan tekan tombol panggil (Yobidashi button) ini untuk memberi tahu saya ya. Saya tunggu di luar pintu.

Pada malam hari atau saat pengguna mengeluh sakit pinggang: Pinggang saya sakit sehingga tidak kuat berjalan ke toilet, jangan memaksa mereka menahan atau berjalan jauh; sarankan: Bagaimana kalau memakai toilet portabel di samping tempat tidur? atau Bagaimana kalau memakai botol urin (Nyouki) di atas tempat tidur?.

Apabila saat membantu buang air atau mengganti popok ditemukan kulit bokong (Denbu / Oshiri) memerah (Hosseki), tanyakan kepada pengguna: Bokong Anda tampak sedikit merah ya. Apakah terasa sakit?, lalu segera laporkan kepada Perawat (Kangoshi) atau Leader guna mencegah dekubitus.

Poin penting


  • Saat mengajak ke toilet sebelum makan, jaga perasaan malu pengguna dan sarankan dengan lembut: Lebih tenang bila ke toilet dahulu sebelum makan.

  • Setelah pengguna duduk stabil di kloset, jelaskan cara menekan tombol panggil (Yobidashi button) saat selesai dan tunggu di luar pintu yang tertutup.

  • Tawarkan Nyouki atau Portable toilet saat pinggang sakit, dan segera laporkan kemerahan kulit bokong (Hosseki) kepada Perawat.
KosakataArti
Lebih tenang jika pergi ke toilet dahulu sebelum makan
Saya turunkan celananya ya / Saya naikkan celananya ya
Kalau sudah selesai silakan tekan tombol panggil (Yobidashi button) ya
Silakan tunggu sebentar seperti ini ya (menunggu di luar pintu)
Bagaimana kalau menggunakan botol urin (Nyouki) atau toilet portabel?
Bokong Anda tampak sedikit merah ya (Melapor kepada Perawat)

Sapaan Merapikan Diri dan Ganti Pakaian (Memilih Baju, Prinsip Dakken Chakkan, Sakit Gigi, dan Rambut)

Saat berganti pakaian di pagi hari atau sebelum keluar, biarkan pengguna memilih sendiri: Hari ini agak dingin, Anda ingin memakai sweter yang mana?. Jika pengguna ingin memakai sweter kuning di laci pemberian putrinya, ambilkan sweter tersebut dan setelah dipakai berikan pujian: Sangat cocok untuk Anda (Totemo oniai desuyo).

Saat pengguna dengan lumpuh separuh badan kiri mengenakan baju atasan, ikuti prinsip Dakken chakkan (pakai dari sisi lumpuh dahulu): Pertama saya masukkan lengan baju kiri (sisi lumpuh) ya. Berikutnya bisakah Anda memasukkan lengan kanan (sisi sehat) sendiri?, dan terakhir tanyakan: Bagaimana rasanya, apakah nyaman dipakai? (Kigokochi wa ikaga desuka).

Saat perawatan mulut, apabila pengguna berkata: Sejak tadi malam gigi saya sakit jadi tidak ingin menyikat gigi, jangan memaksa menyikat gigi; katakan: Hari ini kita berkumur dengan air saja ya (Kuchi wo yusugu dake ni shimashou). Saya akan sampaikan kepada Perawat agar diperiksa oleh dokter gigi.

Setelah sikat gigi, periksa bagian dalam mulut dan bersihkan sisa makanan dengan berkumur atau sikat spons. Seusai keramas, katakan: Saya keringkan rambutnya dengan pengering (Dryer) ya, lalu berikan sisir: Ini sisirnya (Kushi), apakah Anda bisa menyisir rambut sendiri?.

Poin penting


  • Hormati pilihan pakaian pengguna (seperti hadiah dari keluarga), dan setelah selesai berganti baju ucapkan Oniai desuyo serta tanyakan Kigokochi wa ikaga desuka.

  • Pada pengguna hemiplegia, pandu memasukkan lengan sisi lumpuh (Kansoku) terlebih dahulu, lalu minta pengguna memasukkan lengan sisi sehat (Kensoku).

  • Saat sakit gigi, cukup ajak berkumur dengan air (Kuchi wo yusugu) tanpa memaksa sikat gigi, lalu lapor Perawat untuk pemeriksaan dokter gigi.
KosakataArti
Anda ingin memakai sweter yang mana? / Sangat cocok untuk Anda
Saya masukkan lengan baju kiri (sisi lumpuh) terlebih dahulu ya
Bisakah Anda memasukkan lengan baju kanan (sisi sehat) sendiri?
Bagaimana kenyamanan pakaiannya? (Kigokochi wa ikaga desuka)
Hari ini kita berkumur saja ya / Mau diperiksa oleh dokter gigi?
Mengeringkan rambut dengan Dryer / Menyisir rambut dengan sisir (Kushi)

Sapaan Mandi dan Seka Badan 1: Konfirmasi Kondisi Fisik, Suhu Ruangan, dan Suhu Air

Sebelum mandi, apabila Leader memberi instruksi: Perawat mengatakan Bapak A boleh mandi hari ini, tetapi sebelum mandi tolong pastikan sekali lagi kondisi fisik Bapak A ya, ulangi instruksi: Baik, sebelum mandi saya akan memastikan kondisi fisik Bapak A, lalu tanyakan langsung kepada pengguna: Bagaimana perasaan/kondisi Bapak hari ini?.

Sebelum mulai menyeka badan (Seishiki) di kamar, jika pengguna berkata: Kamarnya agak dingin, jangan langsung membuka pakaiannya; katakan: Saya nyalakan AC (Aircon) supaya kamarnya hangat ya. Setelah hangat baru kita seka badannya.

Di kamar mandi, selalu cek suhu air pancuran di tangan sendiri terlebih dahulu, lalu siramkan mulai dari ujung kaki sambil bertanya: Saya siramkan air hangatnya ya. Bagaimana suhu airnya? (Oyu no ondo wa ikaga desuka). Jika pengguna berkata: Agak kurang hangat (Sukoshi nurui desu), jawablah: Saya buat sedikit lebih hangat ya.

Saat keluar dari bak mandi atau berjalan di kamar mandi, lantai yang basah sangat licin, maka topang pengguna sambil mengingatkan: Lantai kamar mandi mudah licin, jadi silakan berpegangan pada pegangan tangan dan berjalan perlahan-lahan ya.

Sapaan Mandi dan Seka Badan 1: Konfirmasi Kondisi Fisik, Suhu Ruangan, dan Suhu Air

Poin penting


  • Meskipun Perawat sudah mengizinkan mandi, sesaat sebelum mandi tetap wajib menanyakan langsung kondisi fisik kepada pengguna.

  • Hangatkan kamar yang dingin dengan AC sebelum menyeka badan, dan atur air lebih hangat bila pengguna mengatakan airnya agak dingin/hangat kuku (Nurui).

  • Di kamar mandi, cegah jatuh dengan mengingatkan: Lantainya licin, jadi silakan berjalan perlahan-lahan ya.
KosakataArti
Sebelum mandi saya akan memastikan kembali kondisi fisik Anda
Saya nyalakan AC agar kamarnya hangat ya
Saya siramkan air hangat ya / Bagaimana suhu airnya?
Apakah agak kurang hangat (Nurui)? / Saya buat sedikit lebih hangat ya
Lantainya mudah licin, jadi silakan berjalan perlahan-lahan ya
Setelah mandi mari minum teh untuk mengganti cairan tubuh ya

Sapaan Mandi dan Seka Badan 2: Observasi Kulit, Keramas, Rendam Kaki, dan Bimbingan Leader

Saat persiapan mandi atau ganti baju, jika pengguna berkata: Punggung saya lebih merah dan gatal dibandingkan kemarin, jangan langsung memandikan atau mengoleskan obat atas keputusan sendiri; katakan: Coba saya lihat punggungnya ya. Sebelum mandi saya akan berkonsultasi dahulu dengan Perawat (Kangoshi).

Ketika pengguna berkata: Kepala saya gatal karena sejak minggu lalu belum keramas, jawablah dengan ramah: Hari ini mari kita cuci rambutnya sampai bersih dengan sampo ya. Kalau ada bagian yang gatal silakan beri tahu saya lalu keramas dengan hati-hati.

Pada hari ketika pengguna kurang enak badan sehingga tidak bisa mandi seluruh tubuh, tawarkan alternatif: Hari ini kita istirahat dulu mandinya dan merendam kaki dengan air hangat (Sokuyoku) saja ya? atau Mau saya seka tubuhnya dengan handuk hangat (Seishiki)?.

Selain itu, bila Leader membimbing cara menyeka wajah: Saat menyeka wajah, usapkan handuk hangat dengan lembut dari sudut mata bagian dalam (Megashira) ke arah sudut mata bagian luar (Mejiri) ya, pastikan mengusap tepat dari Megashira ke Mejiri.

Poin penting


  • Bila kemerahan atau gatal di punggung lebih parah dari kemarin, wajib melapor dan berkonsultasi kepada Perawat sebelum mandi.

  • Tanyakan bagian yang gatal saat mencuci rambut, dan tawarkan seka badan (Seishiki) atau rendam kaki (Sokuyoku) bila tidak bisa mandi penuh.

  • Saat menyeka area mata pada wajah, wajib mengusap dari sudut mata dalam (Megashira) menuju sudut mata luar (Mejiri).
KosakataArti
Apakah punggung Anda lebih gatal dari kemarin? (Memeriksa kulit)
Sebelum mandi saya tanyakan dahulu kepada Perawat ya
Hari ini mari kita cuci rambut sampai bersih ya (Senpatsu)
Bagaimana kalau mencuci/merendam kaki dengan air hangat? (Sokuyoku)
Bagaimana kalau menyeka badan dengan handuk hangat? (Seishiki)
Mengusap dari sudut mata dalam (Megashira) ke arah sudut mata luar (Mejiri)

Percakapan Pekerjaan Rumah, Lingkungan, Cek Suhu, Malam Hari, Nurse Call, dan Operan Shift

Saat hendak membuka jendela kamar untuk ventilasi udara (Kanki) tetapi pengguna berkata: Sekarang dingin jadi tolong jangan dibuka, jangan memaksa membuka jendela; atur waktunya dengan berkata: Baik, saya mengerti. Nanti saat Anda pergi ke ruang makan (Shokudou), saya akan melakukan ventilasi kamar ya.

Dalam pekerjaan rumah, manfaatkan kemampuan tersisa dan keahlian pengguna dengan mengajak: Maukah melipat handuk basah (Oshibori) bersama saya? atau Ibu A sangat pandai melipat, bolehkah ajari saya cara melipat cucian?. Saat pengguna membantu mengelap meja, sampaikan terima kasih: Terima kasih banyak, mejanya sudah menjadi bersih sekali. Anda juga bisa berdiskusi memasak sayur rebus dan ikan bakar bersama untuk makan siang besok.

Saat mengukur suhu tubuh, katakan: Saya jepitkan termometer di ketiak ya. Suhunya 36,5 derajat—suhu normal ya. Sebelum tidur malam atau saat patroli malam, sapalah dengan lembut: Maaf mengganggu waktu istirahat Anda (Oyasumi no tokoro sumimasen). Jika ada apa-apa silakan tekan tombol Nurse call ya.

Apabila pengguna menekan Nurse call karena merasa tidak enak badan, segera datangi kamar untuk memeriksa keadaannya dan langsung lapor kepada Leader atau Perawat. Di tempat kerja, ucapkan salam Otsukaresama desu saat bertugas, Osaki ni shitsurei shimasu saat pulang kerja, dan jalankan instruksi operan shift (Moushiokuri) dengan tepat.

Poin penting


  • Saat pengguna merasa dingin waktu akan ventilasi, tawarkan melakukan ventilasi nanti ketika pengguna berada di ruang makan.

  • Ajak pengguna melipat handuk/cucian, mengelap meja, atau menyiapkan masakan bersama dengan kalimat ajakan sopan dan ucapan terima kasih.

  • Segera laporkan keluhan tidak enak badan dari Nurse call kepada Leader/Perawat, dan jaga etika salam kerja (Otsukaresama desu, Osaki ni shitsurei shimasu).
KosakataArti
Nanti saat Anda berada di ruang makan, saya akan melakukan ventilasi ya
Maukah melipat Oshibori bersama? / Bolehkah ajari saya cara melipat cucian?
Terima kasih, mejanya sudah menjadi bersih sekali
Saya ukur suhu tubuhnya ya / Suhunya 36,5 derajat
Maaf mengganggu waktu istirahat Anda / Silakan tekan tombol Nurse call ya
Terima kasih atas kerja kerasnya (Otsukaresama desu) / Permisi saya pulang duluan (Osaki ni shitsurei shimasu)

Poin yang Sering Keluar di Ujian & Tips Menghafal

Dalam 'Percakapan & Sapaan (Koe-kake)', soal meminta Anda memilih kalimat sopan yang menghormati keinginan serta kondisi fisik pengguna di berbagai situasi (makan, mandi, ekskresi, berpindah, masuk kamar).

Trik cepat memilih jawaban benar: 'Kalimat perintah, larangan, atau memburu-buru (Cepatlah, Jangan bergerak) SELALU salah'; 'Kalimat ajakan sopan atau meminta persetujuan (~shimashou ka / ~wa ikaga desu ka / yoroshii desu ka) adalah jawaban benar'.

Dalam percakapan operan jaga (moushiokuri) atau laporan antarstaf, pilih ungkapan yang 'menyampaikan fakta dan angka secara ringkas (siapa, kapan, bagaimana) lalu meminta arahan ketua tim atau perawat'.

Poin penting


  • Aturan dasar sapaan: 'Hindari perintah sepihak atau mendesak; pilih ungkapan yang meminta persetujuan seperti ~shimashou ka (Mari kita...?) atau Yoroshii desu ka (Apakah boleh?)'.

  • Ungkapan standar saat masuk kamar: 'Ketuk pintu -> Shitsurei shimasu, (Nama) desu. Haittemo yoroshii desu ka? (Permisi, saya (Nama). Apakah boleh saya masuk?)'.

  • Sapaan saat mandi/seka/ekskresi: 'Oyu no atsusa wa ikaga desu ka (Bagaimana suhu airnya?)', 'Samukunai desu ka (Apakah tidak dingin?)', 'Onaka no choushi wa dou desu ka'.

  • Saat pengguna kurang sehat atau menolak: 'Jangan memaksa; terima perasaannya dengan Dokoka itamimasu ka (Apakah ada yang sakit?) atau Ato ni shimashou ka (Bagaimana kalau nanti saja?)'.

  • Cara melapor ke ketua tim/perawat: 'Sampaikan fakta dan angka lalu minta petunjuk, misalnya: Suhu tubuh Bapak/Ibu A 38,2 derajat. Apa yang sebaiknya saya lakukan?'
KosakataArti
Sapaan konfirmasi persetujuan dan keinginan
Salam dan menyebutkan nama saat masuk kamar
Ungkapan mengecek suhu air dan kondisi tubuh
Cara melaporkan fakta dan meminta instruksi

Percakapan & Sapaan Perawatan

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo