VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Perawatan lansia (kaigo)

Kosakata Bahasa Jepang Perawatan / Kaigo (Tubuh, Gejala, Alat, dan Tindakan Perawatan)

Perawatan lansia (kaigo) · 介護 - Kaigo · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Bagian Tubuh 1: Kosakata Area Kepala, Wajah, Leher, dan Badan

Di tempat kerja perawatan (Kaigo), staf harus menguasai kosakata bagian tubuh secara tepat untuk mengamati dan melaporkan kondisi fisik pengguna. Pada bagian kepala dan wajah, kata Atama (kepala), Kao (wajah), Hitai (dahi, atau Odeko), Kuchibiru (bibir), dan Ago (dagu/rahang) sangat sering digunakan.

Di sekitar mata terdapat Megashira yang menunjuk sudut mata bagian dalam dekat hidung, serta Mejiri yang menunjuk sudut mata bagian luar dekat telinga. Saat membasuh atau menyeka wajah pengguna dengan handuk hangat, usap dengan lembut dari sudut mata dalam (Megashira) ke arah sudut mata luar (Mejiri).

Di area leher, bedakan antara Kubi (leher yang menopang kepala) dan Nodo (tenggorokan tempat lewatnya makanan dan udara). Bagian cekungan di bawah pangkal lengan disebut Waki atau istilah medisnya Ekika (ketiak), yaitu bagian penting untuk menjepit termometer saat mengukur suhu tubuh.

Pada bagian batang tubuh (Taikan), sisi depan atas adalah Mune (dada) dan sisi depan bawah adalah Hara atau Onaka (perut); sisi belakang atas adalah Senaka (punggung), sisi belakang bawah adalah Koshi (pinggang), dan bagian yang menyentuh kursi saat duduk adalah Denbu (bokong/pantat, atau Oshiri).

Poin penting


  • Hitai adalah dahi (Odeko), Megashira adalah sudut mata dalam dekat hidung, dan Mejiri adalah sudut mata luar dekat telinga.

  • Ekika berarti ketiak (Waki no shita) dan sering digunakan saat pengukuran suhu tubuh maupun menyeka badan (Seishiki).

  • Denbu adalah area bokong (Oshiri), yaitu bagian yang mudah memerah apabila pengguna duduk atau berbaring lama dalam posisi yang sama.
KosakataArti
Dahi (Hitai / Odeko), Dagu/Rahang (Ago), Bibir (Kuchibiru)
Sudut mata bagian dalam dekat hidung (Megashira)
Sudut mata bagian luar dekat telinga (Mejiri)
Leher (Kubi / Keibu), Tenggorokan (Nodo)
Ketiak / Aksila (Waki / Ekika)
Dada (Mune), Perut (Hara), Punggung (Senaka), Pinggang (Koshi)
Bokong / Pantat (Denbu / Shiri / Oshiri)
Rona wajah / Warna wajah (Kaoiro)

Bagian Tubuh 2: Anggota Gerak Atas, Bawah, Organ Dalam, serta Sisi Lumpuh dan Sisi Sehat

Bagian anggota gerak atas (tangan dan lengan) meliputi Kata (bahu), Ude (lengan), sendi tengah lengan yang menekuk yaitu Hiji (siku), dan batas antara tangan dengan lengan yaitu Tekubi (pergelangan tangan). Sisi dalam tangan disebut Tenohira (telapak tangan), sisi luar disebut Tenokou (punggung tangan), dan ujung jari disebut Yubisaki.

Pada anggota gerak bawah (kaki), terdapat Futomomo (paha dari pinggul ke lutut), sendi tengah kaki yaitu Hiza (lutut), dan di bawahnya Ashikubi (pergelangan kaki). Ujung belakang kaki disebut Kakato (tumit), bagian bawah yang menyentuh lantai disebut Sokutei atau Ashi no ura (telapak kaki), dan ujung jari kaki disebut Tsumasaki.

Apabila salah satu sisi tubuh mengalami kelumpuhan akibat infark serebral dan sebagainya, sisi yang lumpuh atau sakit disebut Kansoku (sisi sakit/lumpuh), sedangkan sisi sehat yang mudah digerakkan disebut Kensoku (sisi sehat). Membedakan Kansoku dan Kensoku sangat wajib saat membantu ganti pakaian, berpindah, dan berjalan.

Untuk organ di dalam tubuh, hafalkan Shinzou (jantung) dan Kekkan (pembuluh darah) yang memompa serta mengalirkan darah, Hai (paru-paru) untuk bernapas, I (lambung) dan Chou (usus) untuk mencerna makanan, Boukou (kandung kemih) untuk menampung urin, serta Kansetsu (sendi) penghubung tulang.

Poin penting


  • Bagian dalam tangan adalah Tenohira (telapak tangan) dan bagian luar adalah Tenokou (punggung tangan); bagian bawah kaki adalah Sokutei (telapak kaki) dan bagian belakang adalah Kakato (tumit).

  • Sisi tubuh yang mengalami kelumpuhan disebut Kansoku (sisi lumpuh/sakit), sedangkan sisi yang sehat disebut Kensoku (sisi sehat).

  • Hafalkan cara baca dan fungsi organ dalam: Shinzou (jantung), Hai (paru-paru), I (lambung), Chou (usus), Boukou (kandung kemih), Kekkan (pembuluh darah), dan Kansetsu (sendi).
KosakataArti
Bahu (Kata), Lengan (Ude), Siku (Hiji), Pergelangan tangan (Tekubi)
Telapak tangan (Tenohira), Punggung tangan (Tenokou), Ujung jari tangan (Yubisaki)
Paha (Futomomo), Lutut (Hiza), Pergelangan kaki (Ashikubi)
Tumit (Kakato), Telapak kaki (Sokutei / Ashi no ura), Ujung jari kaki (Tsumasaki)
Sisi lumpuh / Sisi sakit (Kansoku)
Sisi sehat / Sisi normal (Kensoku)
Jantung (Shinzou), Paru-paru (Hai), Pembuluh darah (Kekkan), Sendi (Kansetsu)
Lambung (I), Usus (Chou), Kandung kemih (Boukou)

Posisi Tubuh Dasar (Taii) serta Kosakata Gerakan Bangun dan Berpindah

Ada 3 posisi tubuh (Taii) saat berbaring di tempat tidur: posisi tidur telentang menghadap ke atas disebut Gyougai (Aomuke); posisi tidur miring ke samping disebut Sokugai (Yokomuki); dan posisi tidur tengkurap dengan perut di bawah disebut Fukugai (Utsubuse).

Untuk posisi duduk dan berdiri: duduk di tepi tempat tidur dengan kedua telapak kaki menyentuh lantai disebut Tanzai; duduk di kursi atau kursi roda disebut Izai; duduk dengan sandaran tempat tidur sedikit dinaikkan disebut Hanzai (posisi Fowler); dan posisi berdiri tegak disebut Ritsui.

Gerakan membalikkan badan saat berbaring di tempat tidur disebut Negaeri, sedangkan bantuan mengubah posisi tidur secara berkala untuk mencegah luka tekan (dekubitus) disebut Taii henkan. Berbaring di tempat tidur disebut Gashou, dan bangun meninggalkan tempat tidur disebut Rishou.

Gerakan bangun dari posisi tidur ke duduk adalah Okiagaru, sedangkan gerakan mencondongkan tubuh ke depan (Maekagami) dari posisi duduk lalu berdiri adalah Tachiagaru. Berpindah dari tempat tidur ke kursi roda atau toilet portabel disebut Ijou (transfer), sedangkan berpindah tempat disebut Idou (mobilitas).

Posisi Tubuh Dasar (Taii) serta Kosakata Gerakan Bangun dan Berpindah

Poin penting


  • Posisi tidur telentang adalah Gyougai (Aomuke), tidur miring ke samping adalah Sokugai (Yokomuki), dan tidur tengkurap adalah Fukugai (Utsubuse).

  • Posisi duduk di tepi tempat tidur dengan kaki menapak lantai disebut Tanzai, dan bangun meninggalkan tempat tidur disebut Rishou.

  • Gerakan berpindah dari tempat tidur ke kursi roda atau toilet disebut Ijou (transfer), dibedakan dari Idou (berpindah antar-tempat).
KosakataArti
Posisi tidur telentang (Gyougai / Aomuke)
Posisi tidur miring (Sokugai / Yokomuki), Posisi tidur tengkurap (Fukugai / Utsubuse)
Duduk di tepi kasur (Tanzai), Duduk di kursi (Izai), Duduk setengah berbaring (Hanzai), Posisi berdiri (Ritsui)
Perubahan posisi tubuh (Taii henkan), Membalikkan badan di kasur (Negaeri)
Berbaring di tempat tidur (Gashou), Bangun dari tempat tidur (Rishou)
Bangun duduk (Okiagaru), Berdiri (Tachiagaru), Mencondongkan badan ke depan (Maekagami)
Berpindah ke kursi roda/toilet (Ijou), Bergerak / Berpindah tempat (Idou)
Memandu jalan (Yuudou), Menopang (Sasaeru), Berpegangan (Tsukamaru), Menggenggam erat (Nigiru)

Tanda-Tanda Vital (Vital Signs) serta Gejala Sistemik, Pencernaan, dan Pernapasan

Tanda-tanda vital (Vital signs) yang menunjukkan kondisi kehidupan manusia terdiri atas 4 hal: Taion (suhu tubuh), Myakuhaku (denyut nadi), Kokyuu (pernapasan), dan Ketsuatsu (tekanan darah). Staf perawatan mengukur keempatnya sekaligus mengamati perubahan Taichou (kondisi fisik) dan Kaoiro (rona wajah).

Gejala seluruh tubuh meliputi Hatsunetsu (demam lebih tinggi dari biasanya), Hakkan (berkeringat), Dassui (dehidrasi akibat kekurangan cairan tubuh), Memai (pusing berkunang-kunang), dan Fumin (insomnia atau sulit tidur di malam hari).

Pada gejala pencernaan, rasa mual ingin memuntahkan isi lambung disebut Hakike (mual), sedangkan benar-benar muntah disebut Outo (muntah). Keluarnya tinja cair atau lembek disebut Geri (diare), sedangkan tidak buang air besar selama berhari-hari disebut Benpi (sembelit/konstipasi).

Dalam kosakata pernapasan dan menelan, proses menelan makanan atau minuman disebut Enge (menelan), dan masuknya makanan, minuman, atau air liur ke saluran napas (trakea) bukan ke kerongkongan disebut Goen (aspirasi/tersedak ke paru). Tersedak saat minum (Museru), batuk terus-menerus (Seki / Sekikomu), dan dahak (Tan) adalah tanda penting aspirasi.

Poin penting


  • Empat tanda vital (Vital signs) adalah suhu tubuh, nadi, pernapasan, dan tekanan darah; amati bersama ada tidaknya demam (Hatsunetsu), keringat (Hakkan), dan dehidrasi (Dassui).

  • Hakike adalah rasa mual, Outo adalah muntah sebenarnya, sedangkan Geri (diare) dan Benpi (sembelit) menunjukkan gangguan buang air besar.

  • Enge berarti menelan dan Goen berarti makanan/cairan masuk ke trakea; perhatikan tanda tersedak (Museru), batuk keras (Sekikomu), dan dahak (Tan).
KosakataArti
Tanda-tanda vital (Vital signs: Suhu tubuh, Nadi, Pernapasan, Tekanan darah)
Pengukuran (Sokutei), Kondisi tubuh (Taichou), Pusing (Memai), Sulit tidur / Insomnia (Fumin)
Demam (Hatsunetsu), Berkeringat (Hakkan), Dehidrasi (Dassui)
Muntah (Outo), Rasa mual (Hakike)
Diare (Geri), Sembelit / Konstipasi (Benpi)
Proses menelan makanan/minuman (Enge)
Aspirasi / Masuk ke saluran napas (Goen)
Tersedak (Museru), Batuk / Batuk terpingkal (Seki / Sekikomu), Dahak (Tan)

Gejala Kulit, Sensorik, Alat Gerak, dan Penyakit yang Sering Dialami Lansia

Gejala pada kulit meliputi Hosseki (kemerahan pada kulit), Hosshin (ruam/bintik merah), dan Souyoukan (rasa gatal, atau Kayumi). Selain itu, kondisi bibir atau ujung jari yang tampak kebiruan/keunguan akibat kekurangan oksigen dalam darah disebut Cyanosis (sianosis).

Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada tangan, kaki, atau wajah disebut Fushu (edema/bengkak, atau Mukumu). Apabila bagian tubuh yang sama tertekan terus-menerus saat berbaring lama sehingga aliran darah memburuk dan kulit memerah atau luka, kondisi itu disebut Jokusou (luka tekan/dekubitus, atau Tokozure).

Gejala alat gerak dan saraf meliputi Shibireru (kesemutan atau kebas), Katamahi (hemiplegia/lumpuh separuh badan kanan atau kiri), Koushuku (kontraktur sendi di mana sendi mengeras dan sulit digerakkan), serta Kossetsu (patah tulang).

Penyakit yang sering dialami lansia antara lain Kaisen (kudis/skabies akibat tungau), Hakunaishou (katarak yang membuat lensa mata keruh), Netchuushou (sengatan panas/heatstroke), serta Noukousoku (infark serebral), Noushukketsu (perdarahan otak), Goensei haien (pneumonia aspirasi), Kouketsuatsushou (hipertensi), Tounyoubyou (diabetes), Kotsusoshoushou (osteoporosis), dan Ninchishou (demensia).

Poin penting


  • Hosseki adalah kemerahan kulit, Souyoukan adalah rasa gatal (Kayumi), Fushu adalah bengkak/edema (Mukumi), dan Jokusou adalah luka tekan/dekubitus (Tokozure).

  • Katamahi (lumpuh separuh badan) dan Koushuku (kontraktur/kekakuan sendi) merupakan istilah yang sangat sering muncul di tempat kerja perawatan.

  • Hafalkan cara baca dan arti penyakit penting: Kaisen (kudis/skabies), Hakunaishou (katarak), Netchuushou (heatstroke), dan Goensei haien (pneumonia aspirasi).
KosakataArti
Kemerahan kulit (Hosseki), Ruam kulit (Hosshin), Rasa gatal (Souyoukan / Kayumi)
Edema / Bengkak (Fushu / Mukumu), Sianosis (Cyanosis)
Luka tekan / Dekubitus (Jokusou / Tokozure)
Lumpuh separuh badan (Katamahi), Kontraktur sendi (Koushuku), Patah tulang (Kossetsu), Kesemutan/Kebas (Shibireru)
Kudis / Skabies (Kaisen), Katarak (Hakunaishou), Sengatan panas / Heatstroke (Netchuushou)
Pneumonia (Haien), Pneumonia aspirasi (Goensei haien), Masuk angin/Flu ringan (Kaze), Keracunan makanan (Shokuchuudoku)
Infark serebral (Noukousoku), Perdarahan otak (Noushukketsu), Penyakit jantung (Shinshikkan)
Hipertensi (Kouketsuatsushou), Diabetes (Tounyoubyou), Osteoporosis (Kotsusoshoushou), Demensia (Ninchishou)

Kosakata Alat Bantu Mobilitas, Transfer, dan Fasilitas Ruangan

Pada kursi roda (Kurumaisu), lingkaran di sisi luar roda besar untuk mengayuh sendiri disebut Handrim, pijakan kaki disebut Foot support, dan aturan dasar keselamatan adalah selalu mengunci rem (Brake wo kakeru) saat berhenti maupun saat naik-turun kursi roda.

Alat bantu jalan meliputi Tsue (tongkat 1 titik), Tatendzue (tongkat bercabang 3 atau 4 kaki agar lebih stabil), serta Hakujou (tongkat putih yang digunakan penyandang tunanetra untuk memastikan keamanan sekitar saat berjalan).

Hokouki (walker/alat bantu jalan rangka) adalah alat dengan rangka kiri-kanan yang dipegang kedua tangan untuk menopang berat badan saat berjalan. Sebaliknya, Silver car (kereta dorong lansia) digunakan lansia yang mampu berjalan mandiri untuk membawa barang belanjaan atau duduk beristirahat.

Alat untuk mencegah sakit pinggang staf dan membantu transfer aman meliputi Idouyou lift (alat angkat pemindah), Sliding sheet dan Sliding board (lembaran dan papan geser pengurang gesekan), serta Stretcher (brankar). Di koridor terdapat Tesuri (pegangan tangan), dan ruang olahraga/rehabilitasi disebut Kinou kunrenshitsu.

Kosakata Alat Bantu Mobilitas, Transfer, dan Fasilitas Ruangan

Poin penting


  • Kursi roda wajib dikunci remnya (Brake wo kakeru) saat berhenti atau berpindah, dan bagian pijakan kakinya disebut Foot support.

  • Bedakan dengan tepat: Hokouki adalah alat bantu jalan penopang tubuh, Silver car adalah kereta dorong lansia pembawa barang, dan Hakujou adalah tongkat putih tunanetra.

  • Idouyou lift dan Sliding sheet mengurangi beban transfer (Ijou), sedangkan Kinou kunrenshitsu adalah ruangan tempat berolahraga dan rehabilitasi.
KosakataArti
Kursi roda (Kurumaisu), Mengunci rem (Brake wo kakeru), Lingkar kayuh tangan (Handrim), Pijakan kaki (Foot support)
Tongkat jalan (Tsue), Tongkat banyak kaki (Tatendzue), Tongkat putih tunanetra (Hakujou)
Walker / Alat bantu jalan rangka (Hokouki)
Kereta dorong lansia (Silver car / Koureishayou teoshiguruma)
Alat angkat pemindah (Idouyou lift), Brankar / Tempat tidur dorong (Stretcher)
Papan geser (Sliding board), Lembaran geser (Sliding sheet)
Pegangan tangan (Tesuri), Lantai (Yuka), Undakan/Beda tinggi lantai (Dansa), Lutut menekuk lemas (Hizaore), Melepas tekanan punggung (Senuki)
Ruang latihan fungsi / Ruang rehabilitasi (Kinou kunrenshitsu)

Kosakata Perlengkapan, Fasilitas, dan Tindakan Bantuan Ekskresi (Buang Air)

Dalam kosakata dasar ekskresi (Haisetsu), buang air kecil disebut Hainyou dan buang air besar disebut Haiben. Keinginan untuk buang air kecil atau besar disebut Nyoui dan Beni, sedangkan keluarnya urin atau tinja tanpa tertahan disebut Shikkin (inkontinensia).

Kloset duduk portabel yang diletakkan di samping tempat tidur bagi pengguna yang sulit berjalan ke toilet disebut Portable toilet. Sementara itu, alat yang digunakan sambil berbaring di atas tempat tidur meliputi Nyouki (botol penampung urin/urinal) dan Sashikomi benki (pispot pipih yang diselipkan di bawah bokong).

Dalam perawatan popok, bantalan penyerap urin (Nyoutori pad) dipasang di bagian dalam popok kertas luar (Kami omutsu). Staf memakai sarung tangan sekali pakai (Tsukaisute tebukuro) demi pencegahan infeksi, membasuh area kemaluan (Inbu) dan anus (Koumon) dengan air hangat dari Shower bottle lalu menyekanya (Fukitoru), dan membuang popok bekas ke tempat sampah khusus (Obutsuire).

Buang air adalah situasi yang menimbulkan rasa malu (Shuuchishin) yang kuat. Setelah pengguna duduk stabil di dudukan kloset (Benza), jaga privasi dan minta mereka menekan tombol panggil (Yobidashi button / Nurse call) bila sudah selesai. Kosakata seperti menurunkan celana (Zubon wo sageru), menaikkan celana (Zubon wo ageru), menyiram air (Nagasu), disinfeksi tangan (Shoudoku / Shoudokueki), dan klisma/enema (Kanchou) juga sering digunakan.

Kosakata Perlengkapan, Fasilitas, dan Tindakan Bantuan Ekskresi (Buang Air)

Poin penting


  • Nyoui dan Beni adalah rasa ingin buang air kecil/besar, Shikkin adalah inkontinensia (mengompol), dan Shuuchishin adalah perasaan malu.

  • Bedakan Portable toilet (kloset duduk portabel di samping kasur), Nyouki (botol penampung urin), dan Sashikomi benki (pispot yang diselipkan di bawah bokong di atas kasur).

  • Kenakan sarung tangan sekali pakai (Tsukaisute tebukuro) untuk mencegah infeksi, dan minta pengguna menekan tombol panggil (Yobidashi button / Nurse call) saat selesai.
KosakataArti
Ekskresi (Haisetsu), Buang air kecil (Hainyou), Buang air besar (Haiben), Urin (Nyou), Tinja (Ben)
Rasa ingin berkemih (Nyoui), Rasa ingin BAB (Beni), Inkontinensia (Shikkin), Rasa malu (Shuuchishin)
Toilet duduk portabel (Portable toilet), Dudukan kloset (Benza)
Botol urin / Urinal (Nyouki), Pispot selip di atas kasur (Sashikomi benki)
Popok kertas (Kami omutsu), Bantalan penyerap urin (Nyoutori pad), Tempat sampah kotoran (Obutsuire)
Area kemaluan (Inbu), Anus (Koumon), Botol bilas (Shower bottle), Klisma / Enema (Kanchou)
Sarung tangan sekali pakai (Tsukaisute tebukuro), Disinfeksi (Shoudoku), Cairan disinfektan (Shoudokueki)
Tombol panggil (Yobidashi button / Nurse call), Menaikkan celana / Menurunkan celana

Kosakata Bantuan Makan, Bentuk Makanan, Memasak, dan Peralatan Makan

Dalam daftar menu makanan (Kondatehyou), hidangan dibagi menjadi Shushoku (makanan pokok seperti nasi, roti, udon), Fukushoku (lauk-pauk berupa lauk utama Shusai dan lauk pendamping Fukusai dari daging, ikan, sayur), Shirumono (hidangan berkuah seperti sup miso), dan Dessert (pencuci mulut seperti buah atau puding).

Bentuk makanan yang disesuaikan dengan kemampuan mengunyah (Soshaku) dan menelan (Enge) meliputi Kayu / Okayu (bubur nasi lembut), Hitokuchidai (potongan ukuran satu suapan), Kizamishoku (makanan cincang halus), serta Pasteshoku (makanan lumat/pasta) dan Softshoku (makanan lunak).

Bagi pengguna yang mudah tersedak cairan seperti teh atau sup miso, ditambahkan pengental (Toromi wo tsukeru / Toromishoku) untuk mencegah aspirasi (Goen). Selain itu, demi mencegah dehidrasi dan heatstroke, lakukan pemberian cairan (Suibun hokyuu) secara rutin di luar jam makan dengan teh jelai (Mugicha) atau air putih matang hangat/dingin (Sayu).

Kosakata memasak dan bantuan makan meliputi Atatameru (menghangatkan), Samasu (mendinginkan makanan panas), Kizamu (mencincang), Nimono / Nitsuke (masakan rebus/ungkep), Yakizakana (ikan bakar), Itameru (menumis), Agemono (gorengan), dan Tsukemono (acar). Menyajikan makanan disebut Haizen, membereskan peralatan makan setelah selesai disebut Shokki wo sageru (Atokatadzuke), serta memakai alat seperti Apron (celemek makan), Suinomi (gelas bercorong), Chawan (mangkuk nasi), Shiruwan (mangkuk sup), dan Suberidome mat (alas antiselip).

Poin penting


  • Makanan dibagi menjadi Shushoku (makanan pokok), Fukushoku (lauk-pauk), dan Shirumono (kuah/sup); gerakan mengunyah disebut Soshaku.

  • Bentuk makanan khusus meliputi Kayu (bubur), Hitokuchidai (ukuran satu suap), Kizamishoku (cincang), Pasteshoku (pasta/lumat), dan memberi pengental (Toromi wo tsukeru).

  • Menghidangkan makanan disebut Haizen, mengangkat piring selesai makan disebut Shokki wo sageru, dan hidrasi rutin disebut Suibun hokyuu.
KosakataArti
Daftar menu (Kondatehyou), Makanan pokok (Shushoku), Lauk-pauk (Fukushoku: Shusai / Fukusai), Hidangan kuah (Shirumono)
Mengunyah (Soshaku), Bubur nasi (Kayu / Okayu), Ukuran satu suapan (Hitokuchidai)
Makanan cincang (Kizamishoku), Makanan pasta/lumat (Pasteshoku), Makanan lunak (Softshoku), Memberi pengental (Toromi wo tsukeru)
Asupan cairan / Hidrasi (Suibun hokyuu), Teh jelai (Mugicha), Air matang yang didinginkan (Sayu)
Menghangatkan (Atatameru), Mendinginkan (Samasu), Mencincang (Kizamu), Menumpahkan (Kobosu)
Masakan rebus (Nimono), Ikan/masakan ungkep (Nitsuke), Ikan bakar (Yakizakana), Menumis (Itameru), Gorengan (Agemono), Acar (Tsukemono)
Menyajikan makanan (Haizen), Mengangkat piring (Shokki wo sageru), Membereskan seusai makan (Atokatadzuke)
Celemek makan (Apron), Gelas corong (Suinomi), Mangkuk nasi (Chawan), Mangkuk sup (Shiruwan), Sumpit (Hashi), Alas antiselip (Suberidome mat)

Kosakata Mandi, Menjaga Kebersihan Tubuh, Perawatan Mulut, dan Berganti Pakaian

Dalam menjaga kebersihan tubuh (Seiketsu hoji), selain mandi (Nyuuyoku), menyeka tubuh dengan handuk hangat saat pengguna tidak dapat mandi disebut Seishiki (seka seluruh tubuh Zenshin seishiki); merendam dan mencuci tangan atau kaki saja di air hangat disebut Bubunyoku (rendam tangan Shuyoku, rendam kaki Sokuyoku); dan mencuci rambut disebut Senpatsu.

Mengenai ruang dan alat mandi: ruang melepas dan memakai pakaian adalah Datsuishitsu, ruang mandi tempat membasuh tubuh adalah Yokushitsu, bak berisi air hangat adalah Yokusou, kursi mandi adalah Shower chair, dan gayung/baskom adalah Senmenki. Menyiramkan air hangat ke kaki sebelum masuk bak (Kakeyu / Oyu wo kakeru), memeriksa apakah air kurang hangat (Nurui), serta melembapkan kulit (Hoshitsu) setelah mandi juga sangat penting.

Dalam perawatan mulut (Koukuu care), gigi dan mukosa mulut dibersihkan memakai sikat gigi (Haburashi) atau sikat spons (Sponge brush), lalu berkumur dengan air (Kuchi wo yusugu / Ugai). Gigi palsu lepas-pasang disebut Gishi (atau Ireba). Mencuci muka, merapikan rambut (Seihatsu: menyisir dengan sisir Kushi dan mengeringkan dengan Dryer), memotong kuku (Tsumekiri), serta mencukur janggut (Higesori) disebut Mijitaku (merapikan diri).

Mengganti pakaian (Irui) disebut Koui atau Kigae, meliputi Uwagi (baju atasan/luaran), Shitagi / Hadagi (pakaian dalam), Pajama / Nemaki (baju tidur), Zubon (celana), Kutsushita (kaus kaki), dan Uwabaki (sepatu dalam ruangan). Lengan baju adalah Sode, kerah adalah Eri, dan ujung bawah pakaian adalah Suso; bagi pengguna lumpuh separuh badan berlaku prinsip Dakken chakkan (lepas dari sisi sehat, pakai dari sisi sakit) lalu periksa kenyamanan pakaian (Kigokochi).

Poin penting


  • Menyeka tubuh dengan handuk hangat saat tidak bisa mandi disebut Seishiki; merendam tangan atau kaki saja di air hangat disebut Shuyoku dan Sokuyoku (mandi sebagian Bubunyoku).

  • Ruang ganti pakaian adalah Datsuishitsu, bak mandi adalah Yokusou, gigi palsu adalah Gishi (Ireba), dan berkumur membersihkan mulut adalah Kuchi wo yusugu (Ugai).

  • Berganti pakaian disebut Koui; pada pengguna hemiplegia terapkan prinsip Dakken chakkan (lepas sisi sehat dahulu, pakai sisi lumpuh dahulu) dan pastikan kenyamanan pakaian (Kigokochi).
KosakataArti
Mandi (Nyuuyoku), Menjaga kebersihan (Seiketsu hoji), Menyeka badan di tempat tidur (Seishiki / Zenshin seishiki)
Mandi sebagian (Bubunyoku: Rendam tangan Shuyoku / Rendam kaki Sokuyoku), Keramas (Senpatsu), Cuci muka (Senmen)
Ruang ganti (Datsuishitsu), Kamar mandi (Yokushitsu), Bak mandi (Yokusou), Kursi mandi (Shower chair), Baskom (Senmenki)
Menyiram air hangat (Oyu wo kakeru / Kakeyu), Kurang panas / Hangat kuku (Nurui), Suhu (Ondo), Melembapkan kulit (Hoshitsu)
Perawatan mulut (Koukuu care), Gigi palsu (Gishi / Ireba), Sikat spons (Sponge brush), Berkumur (Kuchi wo yusugu / Ugai)
Merapikan diri (Mijitaku), Menata rambut (Seihatsu: menyisir rambut, sisir Kushi, pengering Dryer), Potong kuku (Tsumekiri), Cukur janggut (Higesori)
Ganti pakaian (Koui / Kigae), Pakaian (Irui), Baju atasan (Uwagi), Pakaian dalam (Shitagi / Hadagi), Baju tidur (Nemaki), Sepatu dalam ruangan (Uwabaki)
Lengan baju (Sode), Kerah (Eri), Ujung bawah baju/celana (Suso), Kenyamanan pakaian (Kigokochi), Lepas sisi sehat pakai sisi sakit (Dakken chakkan)

Kosakata Pekerjaan Rumah, Lingkungan Hidup, Jadwal Shift, dan Profesi

Dalam pekerjaan rumah (Kaji) dan penataan lingkungan: menyapu sampah dengan penyedot debu (Soujiki) atau sapu (Houki) adalah Haku, mengelap dengan pel (Mop) atau kain lap (Zoukin) adalah Fuku, dan membuka jendela untuk menukar udara adalah Kanki (ventilasi). Dalam mencuci pakaian (Sentaku), cucian (Sentakumono) yang dicuci dengan detergen (Senzai) dijemur (Hosu), dikeringkan dengan mesin pengering (Kansouki / Kawakasu), dilipat rapi (Tatamu), lalu disimpan (Katadzukeru).

Perlengkapan tidur dan kamar meliputi Futon (kasur lipat), Makura (bantal), Moufu (selimut tebal), Sheets (seprai), Curtain (tirai), Amido (kawat nyamuk), lemari kecil samping tempat tidur (Shoutoudai), serta handuk basah kecil penyeka tangan (Oshibori). Untuk fasilitas darurat, hafalkan Hijouguchi (pintu darurat), Hijou bell (bel darurat), dan nomor telepon pemadam/ambulans 119-ban.

Mengenai jadwal kerja (Shift): dinas siang adalah Nikkin, dinas malam adalah Yakin, shift pagi adalah Hayaban, dan shift sore/malam adalah Osoban. Berangkat masuk kerja adalah Shukkin, pulang selesai kerja adalah Taikin, waktu istirahat adalah Kyuukei, libur jadwal adalah Koukyuu, cuti berbayar adalah Yuukyuu kyuuka; datang terlambat adalah Chikoku, pulang lebih awal adalah Soutai, dan tidak masuk kerja adalah Kekkin.

Mengenai tugas dan profesi: operan/serah terima tugas antar-shift adalah Moushiokuri, pencatatan adalah Kiroku, Lapor-Hubungi-Konsultasi adalah Houkoku-Renraku-Soudan, patroli keliling kamar malam hari adalah Junshi, mengawasi pengguna adalah Mimamori, layanan menginap singkat adalah Short stay, dan mobil antar-jemput adalah Sougeisha. Profesi yang berkolaborasi meliputi Kaigo fukushishi (Pekerja Perawatan Bersertifikat), Kangoshi (Perawat), Ishi (Dokter), PT (Fisioterapis), OT (Terapis Okupasi), ST (Terapis Wicara), Care Manager, Kanri eiyoushi (Ahli Gizi), dan Chouriin (Juru Masak).

Poin penting


  • Haku berarti menyapu dengan sapu; Hosu (menjemur), Kawakasu (mengeringkan), Tatamu (melipat), dan Katadzukeru (menyimpan) adalah rangkaian pekerjaan cucian; Kanki adalah ventilasi udara.

  • Bedakan dengan tepat istilah jadwal kerja: Nikkin (shift siang), Yakin (shift malam), Hayaban (shift pagi), Osoban (shift sore), Shukkin (masuk kerja), Taikin (pulang kerja), Chikoku (terlambat), Soutai (pulang cepat), dan Kekkin (absen).

  • Kuasai Moushiokuri (operan shift), Junshi (patroli kamar), Short stay (rawat inap singkat), serta nama-nama profesi di fasilitas perawatan.
KosakataArti
Penyedot debu (Soujiki), Sapu (Houki), Menyapu (Haku), Kain lap (Zoukin), Ventilasi udara (Kanki)
Cucian (Sentakumono), Detergen (Senzai), Menjemur (Hosu), Mengeringkan (Kawakasu), Melipat (Tatamu), Merapikan/Menyimpan (Katadzukeru)
Kasur Futon, Bantal (Makura), Selimut (Moufu), Seprai (Sheets), Lemari samping kasur (Shoutoudai), Handuk basah kecil (Oshibori)
Shift siang (Nikkin), Shift malam (Yakin), Shift pagi (Hayaban), Shift sore/malam (Osoban), Jadwal shift (Shift)
Masuk kerja (Shukkin), Pulang kerja (Taikin), Istirahat (Kyuukei), Cuti berbayar (Yuukyuu kyuuka), Libur rutin (Koukyuu)
Terlambat kerja (Chikoku), Pulang lebih awal (Soutai), Absen / Tidak masuk kerja (Kekkin)
Serah terima shift (Moushiokuri), Catatan (Kiroku), Patroli malam (Junshi), Pengawasan (Mimamori), Short stay, Mobil antar-jemput (Sougeisha)
Kaigo fukushishi, Perawat (Kangoshi), PT, OT, ST, Care Manager (Kaigo shien senmonin), Ahli gizi (Kanri eiyoushi), Juru masak (Chouriin)

Poin yang Sering Keluar di Ujian & Tips Menghafal

Dalam Bahasa Jepang Keperawatan (Kosakata), ujian selalu menanyakan cara baca dan pasangan makna dari bagian tubuh, gejala, alat bantu, serta perlengkapan sehari-hari.

Hafalkan dengan lantang bacaan Kanji yang sering tertukar: 'Okan (meriang/menggigil)', 'Jokusou (luka tekan/dekubitus)', 'Enge (menelan)', 'Shuuchishin (rasa malu)', 'Mahi (kelumpuhan)', dan 'Koushuku (kontraktur sendi)'.

Mengelompokkan pasangan kata berlawanan ('Kensoku = sisi sehat' vs 'Kansoku = sisi lumpuh'; 'Benpi = sembelit' vs 'Geri = diare'; 'Kishou = bangun tidur' vs 'Shuushin = pergi tidur') akan membuat nilai Anda stabil.

Poin penting


  • Kosakata gejala yang sering keluar: 'Okan = menggigil, Hosshin = ruam kulit, Fushu = bengkak/edema, Hinketsu = anemia, Memai = pusing, Hakike = mual'.

  • Pasangan sisi tubuh & posisi: 'Kensoku (sisi sehat) <-> Kansoku (sisi lumpuh)'; 'Gyogai (telentang) <-> Sokugai (miring) <-> Tanzai (duduk menjuntai di tepi tempat tidur)'.

  • Kosakata makan & ekskresi: 'Soshaku = mengunyah, Enge = menelan, Goen = tersedak ke saluran napas'; 'Nyoushikkin (inkontinensia urin), Benshikkin (inkontinensia tinja), Omutsu (popok), Portable toilet'.

  • Kosakata mandi & kebersihan: 'Seishiki = menyeka badan, Senpatsu = keramas, Shuyoku/Sokuyoku = rendam tangan/kaki, Inbu senjou = basuh area genital, Seiyou = merapikan penampilan'.

  • Kosakata kamar & alat bantu: 'Tesuri (pegangan tangan), Suroopu (jalur landai/ramp), Naasu kooru (bel panggil), Hokouki (alat bantu jalan/walker), Kurumaisu (kursi roda)'.
KosakataArti
Okan (menggigil), Fushu (edema), Hosshin (ruam)
Kensoku (sisi sehat) dan Kansoku (sisi lumpuh)
Soshaku (mengunyah), Enge (menelan), Goen (aspirasi/tersedak)
Seishiki (seka badan), Seiyou (merapikan diri), Inbu senjou (basuh genital)

Kosakata Perawatan Lansia

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo