VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian (Tokutei 2)

Manajemen Budidaya Padi, Tanaman Lahan Kering, dan Sayuran Lahan Terbuka

Pertanian (Tokutei 2) · 農業(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Persiapan Benih Padi, Pembibitan, dan Pelumpuran Sawah

Untuk memilih benih padi bernas, lakukan seleksi air garam pada berat jenis 1,13 (untuk beras non-ketan) guna membuang benih terapung, disinfeksi benih, lalu rendam hingga total suhu air kumulatif mencapai 100°C·hari.

Pada tahap pemeraman (saiga), gunakan air hangat 30–32°C hingga tunas muncul ~1 mm ('kondisi dada merpati / hatomune') sebelum disemai di kotak bibit. Jaga suhu dan kelembapan agar bibit tidak terserang penyakit rebah kecambah.

Sebelum tanam pindah, setelah pembajakan kering (kouki), sawah digenangi air lalu dilumpurkan dan diratakan ('shirokaki / puddling') agar tanah menahan air dengan baik dan menekan pertumbuhan gulma.

Poin penting


  • Seleksi air garam padi non-ketan dilakukan pada BJ 1,13; perendaman 100°C·hari dan pemeraman pada suhu 30–32°C hingga stadium dada merpati.

  • Suhu dingin dan kelembapan berlebih saat pembibitan memicu penyakit rebah kecambah sehingga ventilasi harus dijaga.

  • Shirokaki (puddling) menghancurkan bongkahan tanah dalam air dan meratakan permukaan sawah guna mencegah kebocoran air.
KosakataArti
seleksi benih dengan air garam (berat jenis 1,13)
perendaman dan pemeraman benih
kondisi kecambah dada merpati (~1 mm)
pelumpuran dan perataan sawah (puddling)

Pengelolaan Air Sawah, Pupuk Malai, dan Panen Padi Tepat Waktu

Pada akhir fase anakan produktif, keringkan sawah sementara hingga tanah retak halus ('pengeringan tengah musim / nakaboshi') guna menekan anakan tidak produktif, membuang gas beracun, memberi oksigen ke akar, dan mencegah kerebahan.

Saat fase pembentukan malai muda (pembelahan meiosis) sebelum keluar malai, jika suhu diprediksi turun di bawah 17°C, genangi sawah dengan 'air dalam 15–20 cm' untuk melindungi malai muda dari kehampaan akibat suhu dingin. Pupuk susulan pada fase ini disebut 'pupuk malai (hogoe)'.

Panen saat suhu kumulatif pasca-keluar malai mencapai 950–1.050°C (85–90% gabah menguning) dan segera keringkan hingga kadar air beras pecah kulit 14,5–15,0%. Serangan walang sangit/kepik saat pengisian bulir menyebabkan beras bercak hitam (hantenmai).

Pengelolaan Air Sawah, Pupuk Malai, dan Panen Padi Tepat Waktu

Poin penting


  • Pengeringan tengah musim (nakaboshi) menekan anakan non-produktif, menyuplai oksigen ke akar, dan mencegah padi rebah.

  • Terapkan genangan air dalam (15–20 cm) saat suhu dingin di fase pembentukan malai, dan berikan pupuk malai 15–25 hari sebelum keluar malai.

  • Keringkan gabah hingga kadar air beras pecah kulit 14,5–15,0% dan kendalikan hama kepik guna mencegah beras bercak hitam.
KosakataArti
pengeringan tengah musim (nakaboshi)
pengelolaan air dalam (15–20 cm)
pupuk susulan malai (hogoe)
beras bercak hitam (akibat walang sangit)

Manajemen Utama Tanaman Lahan Kering (Kedelai, Gandum, dan Umbi)

Penyiangan dan pembumbunan (hilling) pada kedelai dan kentang berfungsi membasmi gulma, memperbaiki aerasi tanah, memacu akar adventif penahan rebah, serta mencegah umbi kentang terkena cahaya dan berubah hijau (membentuk racun solanin).

Penginjakan bibit gandum (mugifumi) di musim dingin mencegah akar terangkat oleh embun beku (frost heaving), menekan pertumbuhan meninggi yang lemah, dan memperbanyak anakan.

Umbi bibit kentang dipotong beberapa hari sebelum tanam agar bekas potongan mengering/menggabus. Ubi jalar pascapanen diberi perlakuan 'curing' pada suhu 30–33°C dan kelembapan 90–95% untuk menyembuhkan luka sebelum disimpan pada suhu 13–15°C.

Poin penting


  • Pembumbunan mengendalikan gulma, mencegah rebah, dan menutup umbi kentang agar tidak menghijau (mengandung racun solanin).

  • Penginjakan gandum (mugifumi) mencegah akar terangkat es, menekan tumbuh memanjang, dan memperkuat batang.

  • Lakukan curing ubi jalar pada suhu 30–33°C dan kelembapan 90–95% guna menutup luka sebelum disimpan pada suhu 13–15°C.
KosakataArti
penyiangan gembur dan pembumbunan
penginjakan / pemadatan bibit gandum (mugifumi)
penghijauan umbi dan racun solanin
perlakuan curing (penyembuhan luka umbi)

Penanggulangan Gangguan Tanam Beruntun, Mulsa, Grafting, dan Bolting

Menanam sayuran dari famili yang sama secara berurutan (Solanaceae: tomat, terung, paprika, kentang; Cucurbitaceae: mentimun, semangka; Brassicaceae: kubis, lobak, sawi putih) memicu 'gangguan tanam beruntun' akibat ledakan patogen tanah dan nematoda.

Atasi dengan 'rotasi tanaman' lintas famili atau memakai 'bibit sambung pucuk (grafting)' pada batang bawah tahan penyakit. Saat menanam bibit sambung, tanamlah secara dangkal agar titik sambungan tidak tertimbun tanah.

Paparan suhu dingin pada tanaman muda lobak, kubis, sawi, atau bawang bombai memicu vernalisasi sehingga tumbuh tangkai bunga dini ('bolting / chuudai') yang merusak kualitas panen; cegah dengan mulsa penghangat atau varietas tahan bolting.

Poin penting


  • Tomat, terung, paprika, dan kentang semuanya satu famili (Solanaceae) sehingga tidak boleh ditanam berurutan.

  • Jangan menimbun titik sambungan bibit grafting dengan tanah agar batang atas tidak mengeluarkan akar sendiri yang rentan penyakit tanah.

  • Vernalisasi akibat suhu rendah memicu bolting (tumbuh tangkai bunga) yang menurunkan mutu jual sayuran daun dan umbi.
KosakataArti
gangguan tanam beruntun dan rotasi tanaman
sambung pucuk / grafting (batang bawah & batang atas)
vernalisasi
bolting (munculnya tangkai bunga dini)

Pengelolaan Padi, Palawija dan Sayuran

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi