VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian (Tokutei 2)

Pertanian Tanaman Umum, Fisiologi Tanaman, Tanah, serta Hama & Penyakit

Pertanian (Tokutei 2) · 農業(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Fotosintesis, Respirasi, Transpirasi, dan Rasio C/N

Tanaman menggunakan energi cahaya untuk membentuk karbohidrat (gula) dan oksigen dari CO2 serta air melalui fotosintesis. Saat intensitas cahaya mencapai titik jenuh cahaya, laju fotosintesis mendatar namun dapat ditingkatkan lagi dengan penambahan CO2.

Transpirasi uap air melalui stomata (banyak di bagian bawah daun) menurunkan suhu daun dan membantu penyerapan air serta unsur hara dari akar. Diferensiasi bunga berlangsung baik bila rasio karbohidrat (C) terhadap nitrogen (N) seimbang.

Sebaliknya, kelebihan pupuk nitrogen menurunkan rasio C/N secara drastis sehingga tanaman hanya rimbun daun dan batang (pertumbuhan vegetatif berlebih / tsuruboke) serta sulit berbuah.

Poin penting


  • Fotosintesis menghasilkan gula dan oksigen dari CO2 serta air; pemberian CO2 efektif meningkatkan fotosintesis pada titik jenuh cahaya.

  • Transpirasi melalui stomata mendinginkan suhu daun serta mendorong penyerapan air dan hara oleh akar.

  • Kelebihan nitrogen menurunkan rasio C/N yang memicu rimbun daun berlebih (tsuruboke) dan gagal berbuah.
KosakataArti
fotosintesis dan titik jenuh cahaya
transpirasi dan stomata
diferensiasi kuncup bunga
pertumbuhan vegetatif berlebihan

Syarat Perkecambahan, Fotoperiodisme, dan Gejala Defisiensi Unsur Hara

Tiga syarat mutlak perkecambahan benih adalah air, suhu, dan oksigen. Selada, wortel, dan wijen adalah benih butuh cahaya sehingga ditutup tanah tipis, sedangkan lobak, bawang daun, dan semangka adalah benih butuh gelap.

Tanaman hari pendek meliputi padi, kedelai, stroberi, dan krisan; sedangkan tanaman hari panjang meliputi bayam Jepang (horenso), lobak, dan gandum (tomat dan mentimun adalah tanaman netral).

Kekurangan kalsium (Ca) yang sulit berpindah menyebabkan busuk ujung buah pada tomat dan busuk hati pada sawi putih. Kekurangan magnesium (Mg) menyebabkan klorosis di antara tulang daun tua bagian bawah, dan kekurangan boron (B) menghambat titik tumbuh.

Poin penting


  • Tiga syarat perkecambahan adalah air, suhu, dan oksigen; benih butuh cahaya seperti selada dan wortel ditutup tanah tipis.

  • Padi, kedelai, stroberi, dan krisan adalah tanaman hari pendek; bayam Jepang, lobak, dan gandum adalah tanaman hari panjang.

  • Defisiensi kalsium memicu busuk ujung buah tomat dan busuk pucuk sawi; defisiensi magnesium memicu menguningnya sela tulang daun tua.
KosakataArti
benih fotoblastik positif (butuh cahaya)
tanaman hari pendek
tanaman hari panjang
busuk ujung buah (blossom-end rot)

Struktur Remah Tanah, pH, EC, dan Solarisasi Tanah

Tanah terdiri atas fase padat, cair, dan gas; pemberian kompos matang membentuk 'struktur remah (agregat)' di mana pori-pori besar melancarkan drainase/aerasi dan pori-pori kecil menahan air serta unsur hara (KTK/CEC).

Curah hujan tinggi membuat tanah di Jepang mudah masam, sehingga kapur dolomit diberikan untuk menyesuaikan pH ke asam lemah 6,0–6,5 (khusus kentang dijaga pada pH 5,0–5,5 guna mencegah kudis/scab; blueberry dan teh juga menyukai tanah asam).

Penumpukan garam pupuk meningkatkan daya hantar listrik (EC) yang menarik air dari akar dan merusak perakaran. Pada musim panas, solarisasi tanah dengan penggenangan air dan penutupan mulsa plastik bening meningkatkan suhu tanah untuk membasmi patogen tular tanah.

Struktur Remah Tanah, pH, EC, dan Solarisasi Tanah

Poin penting


  • Tanah berstruktur remah memiliki drainase/aerasi yang baik sekaligus daya simpan air dan pupuk yang tinggi.

  • pH tanah optimal bagi kebanyakan tanaman adalah 6,0–6,5, namun kentang dikelola pada pH 5,0–5,5 untuk mencegah penyakit kudis.

  • Nilai EC yang terlalu tinggi menandakan akumulasi garam pupuk yang memicu kerusakan konsentrasi pada akar.
KosakataArti
struktur tanah remah (agregat)
daya hantar listrik tanah (EC)
kerusakan akar akibat konsentrasi garam tinggi
solarisasi tanah (disinfeksi panas matahari)

Hama & Penyakit Utama serta Pengendalian Hama Terpadu (IPM/PHT)

Penyakit tanaman terutama disebabkan oleh jamur/cendawan (embun tepung, embun bulu, kapang kelabu, blas), bakteri (layu bakteri, busuk lunak), serta virus (mosaik, keriting kuning).

Serangga pengisap seperti kutu daun (aphid), kutu kebul (whitefly), dan thrips menularkan virus serta memicu penyakit embun jelaga. Karena penyakit virus tidak dapat disembuhkan dengan pestisida, pengendalian utamanya adalah membasmi vektor dan mencabut tanaman sakit.

Metode yang memadukan pengendalian kultur teknis (rotasi tanaman, varietas tahan, sambung pucuk), fisik (jaring serangga, perangkap likat, mulsa perak), biologis (musuh alami, perangkap feromon), dan kimiawi secara bijak disebut 'IPM (PHT)'.

Poin penting


  • Layu bakteri dan busuk lunak disebabkan oleh bakteri, sedangkan embun tepung dan kapang kelabu disebabkan oleh jamur.

  • Kutu daun, kutu kebul, dan thrips adalah vektor virus; mulsa perak efektif memantulkan sinar UV untuk mengusir kutu daun.

  • IPM (Pengendalian Hama Terpadu) mengintegrasikan cara budidaya, fisik, hayati, dan kimiawi untuk menekan populasi hama.
KosakataArti
jamur benang (cendawan patogen)
vektor penular penyakit
musuh alami
Pengendalian Hama Terpadu (PHT / IPM)

Fisiologi Tanaman, Tanah dan Proteksi

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi