VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian (Tokutei 2)

Perhitungan Pestisida, Disinfektan, Pupuk, dan Pengelolaan Limbah (Umum)

Pertanian (Tokutei 2) · 農業(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Standar Penggunaan Aman Pestisida, Penyimpanan, dan APD

Saat menggunakan pestisida, periksa label resmi dan patuhi tanaman sasaran, kelipatan pengenceran, waktu aplikasi (masa tunggu sebelum panen), serta batas total frekuensi penyemprotan.

Kenakan kacamata pelindung, masker respirator, sarung tangan kedap air, dan pakaian pelindung; semprotkan saat angin tenang dari arah datangnya angin guna mencegah drift ke lahan sekitar.

Catat tanggal penggunaan, lokasi, nama tanaman, nama pestisida, dan dosisnya, lalu simpan pestisida di lemari khusus yang terkunci (dilarang keras memindahkan ke botol minuman).

Poin penting


  • Wajib mematuhi tanaman sasaran, kelipatan pengenceran, masa tunggu panen, dan batas jumlah aplikasi pada label.

  • Gunakan APD lengkap, cegah drift semprotan, dan catat riwayat penggunaan pestisida secara akurat.

  • Simpan pestisida di lemari khusus terkunci dan jangan pernah memindahkannya ke dalam botol bekas minuman.
KosakataArti
kelipatan pengenceran
masa tunggu sebelum panen
drift (penyimpangan kabut semprot)
gudang/lemari penyimpanan khusus terkunci

Perhitungan Pengenceran Pestisida dan Disinfektan

Dalam perhitungan pengenceran pestisida atau disinfektan kandang, samakan satuan menggunakan '1 L = 1.000 mL' lalu gunakan rumus: Volume Cairan Murni = Total Volume Larutan ÷ Kelipatan Pengenceran.

Contohnya, membuat 100 L (100.000 mL) larutan pengenceran 1.000 kali membutuhkan 100.000 mL ÷ 1.000 = 100 mL; membuat 200 L dengan pengenceran 500 kali membutuhkan 200.000 mL ÷ 500 = 400 mL.

Sebaliknya, mengencerkan 50 mL cairan murni sebanyak 2.000 kali menghasilkan 50 mL × 2.000 = 100.000 mL = 100 L. Untuk membuat 40 L disinfektan bak celup 200 kali diperlukan 40.000 mL ÷ 200 = 200 mL cairan murni.

Perhitungan Pengenceran Pestisida dan Disinfektan

Poin penting


  • Rumus dasar pengenceran: Jumlah Cairan Murni (mL atau g) = Total Volume Larutan (mL) ÷ Kelipatan Pengenceran.

  • 100 L dengan pengenceran 1.000x memerlukan 100 mL cairan murni; 200 L dengan pengenceran 500x memerlukan 400 mL.

  • Untuk menyiapkan 40 L larutan disinfektan 200x pada bak celup sepatu bot, takarlah 200 mL disinfektan murni.
KosakataArti
jumlah cairan murni (konsentrat)
total volume larutan semprot
bak celup disinfeksi sepatu bot
penakaran / pengukuran

Tiga Unsur Utama Pupuk dan Perhitungan Dosis Pemupukan

Tiga unsur hara utama pupuk adalah Nitrogen (N: menyuburkan daun/batang), Fosfor/Fosfat (P: memacu bunga dan buah), serta Kalium (K: memperkuat perakaran dan umbi).

Pupuk dasar (motogoe) diberikan sebelum tanam, sedangkan pupuk susulan (tsuihi) diberikan saat tanaman tumbuh. Rumus berat pupuk aktual adalah: Kebutuhan Unsur Hara ÷ (Persentase Kandungan % ÷ 100).

Contohnya, untuk memberikan 12 kg nitrogen per 10a menggunakan pupuk majemuk berkandungan N 15% diperlukan 12 kg ÷ 0,15 = 80 kg pupuk. Jika menggunakan pupuk berkandungan 20% untuk 10 kg unsur hara, diperlukan 10 kg ÷ 0,20 = 50 kg.

Poin penting


  • Tiga unsur utama pupuk adalah Nitrogen (N: pupuk daun), Fosfor (P: pupuk buah), dan Kalium (K: pupuk akar).

  • Rumus: Berat Pupuk Aktual (kg) = Berat Unsur Hara yang Dibutuhkan (kg) ÷ (Persentase Kandungan % ÷ 100).

  • Untuk memberikan 12 kg unsur N dengan pupuk berkandungan 15% N, dibutuhkan 12 ÷ 0,15 = 80 kg pupuk.
KosakataArti
tiga unsur hara utama pupuk (N-P-K)
pupuk dasar dan pupuk susulan
pupuk majemuk kimia
persentase kandungan unsur hara

Karakteristik Disinfektan serta Pengelolaan Limbah Pertanian dan Peternakan

Sebelum mendisinfeksi kandang, cuci bersih kotoran dan lumpur (bahan organik) terlebih dahulu. Efektivitas sabun kationik (PAC) dan disinfektan klorin menurun drastis jika terkena bahan organik.

Kapur mati (basa kuat) menghasilkan panas saat terkena air sehingga wajib memakai kacamata pelindung; untuk membasmi ookista koksidia, gunakan disinfektan Ortho serta uap/air panas.

Plastik mulsa bekas, wadah pestisida kosong, dan jarum suntik bekas dilarang dibakar terbuka dan wajib dikelola sebagai limbah industri/medis. Sesuai UU Pengelolaan Kotoran Ternak, simpan kotoran di fasilitas berlantai kedap air dengan atap dan dinding, serta olah limbah cair dengan metode lumpur aktif.

Poin penting


  • Cuci bersih bahan organik sebelum penyemprotan disinfektan; gunakan pelindung mata saat menabur kapur mati yang bersifat basa kuat.

  • Pembakaran terbuka (noyaki) atau pembuangan liar plastik pertanian, botol pestisida, dan jarum suntik dilarang keras oleh hukum.

  • Patuhi UU Pengelolaan Kotoran Ternak dengan memakai lantai/bak kedap air beratap serta melakukan pengomposan aerob hingga matang.
KosakataArti
kapur padam / kapur mati (basa kuat)
limbah industri
UU Pengelolaan Kotoran Ternak
metode lumpur aktif

Pestisida, Perhitungan Pupuk dan Limbah

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi