VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian (Tokutei 2)

Manajemen Pemeliharaan Harian per Jenis Ternak (Sapi Perah, Sapi Potong, Babi, Ayam)

Pertanian (Tokutei 2) · 農業(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Prosedur Pemerahan, Pencegahan Mastitis, Kering Kandang, dan Potong Kuku

Prosedur pemerahan higienis dilakukan berurutan: 'bersihkan puting & lakukan pemerahan awal (forestripping) ke strip cup untuk mengecek gumpalan susu sekaligus merangsang hormon oksitosin -> pasang teat cup -> lepaskan tanpa pemerahan berlebih -> celup puting dengan disinfektan (post-dipping)'.

Mastitis meningkatkan jumlah sel somatik (SCC) yang terdeteksi lewat uji PL/CMT. Karena lubang puting masih terbuka seusai diperah, berikan pakan segar agar sapi tetap berdiri minimal 30 menit, dan segera dinginkan susu segar hingga '4°C ke bawah' di dalam bulk cooler.

Hentikan pemerahan sejak 'sekitar 60 hari' sebelum tanggal melahirkan berikutnya ('periode kering kandang / dry period'). Waspadai 'milk fever (ambruk akibat hipokalsemia)' pascamelahirkan dan lakukan pemotongan kuku (sakutei) 1–2 kali setahun.

Prosedur Pemerahan, Pencegahan Mastitis, Kering Kandang, dan Potong Kuku

Poin penting


  • Lakukan forestripping pada strip cup, lalu cegah mastitis dengan post-dipping dan menjaga sapi tetap berdiri minimal 30 menit pascaperah.

  • Dinginkan susu segar dengan cepat hingga ≤4°C di dalam bulk cooler, dan gunakan uji PL (CMT) untuk mendeteksi mastitis.

  • Terapkan kering kandang ~60 hari sebelum partus, cegah milk fever pascapartus, dan lakukan perawatan kuku rutin.
KosakataArti
forestripping (pemerahan awal) dan strip cup
pencelupan puting pasca-pemerahan (post-dipping)
tangki pendingin susu (bulk cooler ≤ 4°C)
periode kering kandang (~60 hari) dan milk fever

Penanganan Kelahiran, Pemberian Kolostrum, Ear Tag, dan Sapi Potong

Pindahkan induk sapi menjelang partus ke kandang beranak yang bersih. Saat membantu kelahiran (distokia), pastikan posisi kedua kaki depan dan kepala pedet normal, lalu tarik ke arah belakang agak ke bawah mengikuti irama kontraksi induk.

Bersihkan lendir ketuban dari hidung dan mulut pedet baru lahir serta disinfeksi tali pusar dengan yodium. Karena pedet lahir tanpa antibodi, wajib berikan 'kolostrum' induk sesegera mungkin (maksimal dalam 6 jam pertama dan tercukupi dalam 24 jam).

Berdasarkan UU Identifikasi Sapi di Jepang, setiap sapi wajib dipasang 'ear tag' berisi 10 digit nomor identifikasi pada kedua telinganya. Pada sapi potong dilakukan pemotongan tanduk (dehorning), kastrasi pedet jantan, serta kontrol vitamin A pada penggemukan Wagyu (hindari defisiensi ekstrem yang memicu kebutaan dan edema).

Poin penting


  • Bantu kelahiran pedet dengan menarik searah kontraksi induk ke arah belakang agak ke bawah.

  • Berikan kolostrum pada pedet baru lahir dalam 6 jam pertama (maksimal 24 jam) untuk memasok antibodi kekebalan.

  • Pasang ear tag 10 digit pada kedua telinga sapi, dan cegah defisiensi vitamin A berlebihan (kebutaan/edema) pada sapi Wagyu.
KosakataArti
kolostrum dan antibodi kekebalan
nomor identifikasi individu 10 digit (ear tag)
pemotongan tanduk (dehorning) dan kastrasi
defisiensi vitamin A (kebutaan, edema)

Manajemen Harian Babi (Perawatan Anak Babi, Suhu, dan All-In All-Out)

Anak babi baru lahir sangat rentan dingin sedangkan induk babi rentan panas; jaga suhu ruangan kandang beranak tetap sejuk bagi induk (18–22°C) dan gunakan kotak penghangat (creep box) atau lampu pemanas lokal '30–35°C' khusus untuk anak babi guna mencegah diare dan mati tertindih induk.

Pada umur 1–3 hari, anak babi diberi perlakuan: 'potong gigi' agar tidak melukai puting induk, 'potong ekor (tail docking)' guna mencegah kanibalisme gigit ekor, 'suntik zat besi' untuk mencegah anemia, serta 'kastrasi' anak babi jantan untuk menghilangkan bau prengus (boar taint).

Dalam manajemen kandang, penerapan sistem 'All-in All-out'—memasukkan dan mengeluarkan babi secara serentak per ruangan agar kandang kosong dapat dicuci, didisinfeksi, dan dikeringkan tuntas—sangat penting untuk memutus rantai penyakit.

Poin penting


  • Jaga suhu ruangan 18–22°C untuk induk babi dan beri pemanas lokal 30–35°C pada kotak anak babi guna mencegah tertindih dan diare.

  • Perawatan anak babi meliputi suntik zat besi (cegah anemia), potong gigi, potong ekor, dan kastrasi babi jantan.

  • Terapkan sistem All-in All-out disertai pencucian, disinfeksi, dan pengeringan kandang di sela pergantian kelompok.
KosakataArti
pemanasan lokal (30–35°C) dan pencegahan tertindih induk
suntik zat besi pencegah anemia
potong gigi taring dan potong ekor
sistem All-in All-out

Manajemen Harian Unggas (Brooding, Pencahayaan, Debeaking, Molting, Mutu Telur)

Pada pemanasan awal anak ayam umur sehari (brooding DOC), jaga suhu '32–35°C' pada minggu pertama lalu turunkan 2–3°C setiap minggu. Jika DOC bergerombol rapat di bawah pemanas berarti kedinginan, jika menjauh sambil membuka paruh berarti kepanasan, dan jika menyebar merata berarti suhu sudah pas.

Dalam 'manajemen pencahayaan' ayam petelur, jangan menambah jam terang saat fase pertumbuhan (grower), dan jangan pernah mengurangi jam terang saat fase bertelur (pertahankan terang '14–16 jam/hari'). 'Potong paruh (debeaking)' mencegah kanibalisme, sedangkan 'induced molting (rontok bulu buatan)' memulihkan produksi dan kualitas cangkang telur.

Telur hasil panen dicuci, diperiksa (candling), lalu dikemas dengan posisi 'ujung lancip di bawah dan ujung tumpul (tempat kantong udara) di atas'. Kesegaran isi telur dinilai dengan 'Haugh Unit (HU)' berdasarkan tinggi putih telur kental dan bobot telur.

Poin penting


  • Suhu brooding minggu pertama 32–35°C; DOC bergerombol di bawah pemanas menandakan suhu kurang (dingin), menyebar merata menandakan suhu ideal.

  • Jangan menambah jam terang saat fase pullet dan jangan mengurangi jam terang saat fase bertelur (14–16 jam); debeaking mencegah kanibalisme.

  • Kemas telur dengan ujung tumpul (kantong udara) di atas dan ujung lancip di bawah; ukur kesegaran telur dengan Haugh Unit (HU).
KosakataArti
brooding (pemanasan DOC) dan anak ayam umur sehari
manajemen pencahayaan (14–16 jam terang saat bertelur)
potong paruh (debeaking) dan rontok bulu buatan
Haugh Unit (HU: indeks kesegaran telur)

Manajemen Harian dan Proses Produksi

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi