VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian (Tokutei 2)

Manajemen Pakan, Pemberian Pakan, Kesehatan Ternak, dan Biosekuriti

Pertanian (Tokutei 2) · 農業(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Pakan Kasar, Konsentrat, Indikator Nutrisi (TDN, CP), dan TMR

Pakan ternak terbagi menjadi 'pakan kasar (hijauan)' yang tinggi serat dan mutlak diperlukan bagi fungsi memamah biak sapi (rumput segar, hay, silase, jerami padi) serta 'pakan konsentrat' yang padat energi dan protein (jagung, bungkil kedelai, dedak gandum, pakan jadi).

Biji jagung atau jelai yang diberi uap panas lalu digiling pipih ('pakan pipihan uap / steam-flaked') mengalami gelatinisasi pati sehingga daya cernanya meningkat. Nilai gizi pakan dinilai menggunakan 'Total Digestible Nutrients (TDN)' dan 'Protein Kasar (CP)'.

Pemberian 'Total Mixed Ration (TMR)'—mencampur rata pakan kasar, konsentrat, dan mineral—mencegah sapi memilih-milih pakan (hanya memakan konsentrat) serta menjaga kestabilan pH rumen.

Pakan Kasar, Konsentrat, Indikator Nutrisi (TDN, CP), dan TMR

Poin penting


  • Rumput, hay, dan silase adalah pakan kasar; jagung, bungkil kedelai, dan pakan pabrik adalah konsentrat.

  • Indikator utama nutrisi adalah TDN (energi tercerna) dan CP (protein kasar); pengolahan pipihan uap meningkatkan daya cerna.

  • TMR mencampur pakan kasar dan konsentrat secara merata untuk mencegah sifat pilih-pilih pakan dan asidosis rumen.
KosakataArti
pakan kasar (hijauan) dan pakan konsentrat
Total Digestible Nutrients (TDN)
ransum komplit campuran (TMR)
memilih-milih pakan (sorting)

Pembuatan Hay & Silase serta Pencegahan Keracunan Pakan

'Rumput kering (hay)' untuk penyimpanan jangka panjang harus dikeringkan hingga kadar air '15% ke bawah' guna mencegah jamur dan kebakaran spontan. Sebaliknya, 'silase (termasuk wrap silage)' dibuat dengan membungkus rapat hijauan berkadar air 50–70% dalam kondisi anaerob (kedap udara) agar bakteri asam laktat berfermentasi.

Silase berkualitas baik memiliki pH rendah (≤4,2), berwarna hijau kekuningan hingga cokelat kekuningan, dan beraroma asam manis segar. Kebocoran plastik memicu 'fermentasi sekunder' yang menghasilkan panas, jamur, dan pembusukan hitam berbau amonia; buang bagian yang rusak dan segera tambal plastik yang sobek.

Pakan berjamur mengandung 'mikotoksin (racun jamur seperti aflatoksin)' yang meracuni ternak dan mencemari susu. Waspadai pula 'keracunan nitrat' (gejala mati lemas) pada sapi akibat memakan hijauan yang dipupuk nitrogen berlebih saat kurang sinar matahari.

Poin penting


  • Hay dikeringkan hingga kadar air ≤15%, sedangkan silase ditutup rapat kedap udara untuk fermentasi asam laktat anaerob.

  • Silase yang baik beraroma asam manis; jangan pernah memberikan silase yang berjamur atau busuk berlendir hitam.

  • Cegah bahaya mikotoksin dari pakan berjamur serta keracunan nitrat dari hijauan yang kelebihan pupuk nitrogen.
KosakataArti
fermentasi asam laktat dan kondisi anaerob
fermentasi sekunder (kerusakan akibat udara)
mikotoksin (racun jamur)
keracunan nitrat

Standar Manajemen Kesehatan Pemeliharaan dan Biosekuriti Peternakan

Untuk mencegah penyakit menular berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Demam Babi Klasik/Afrika (CSF/ASF), dan Flu Burung (HPAI), peternakan wajib mematuhi 'Standar Manajemen Kesehatan Pemeliharaan' sesuai UU Pencegahan Penyakit Menular Ternak.

Tetapkan 'area manajemen kebersihan (biosekuriti)', disinfeksi kendaraan di gerbang, dan batasi tamu. Pekerja wajib berganti pakaian kerja khusus dan sepatu bot khusus untuk tiap kandang, mendisinfeksi tangan, serta melewati bak celup disinfektan.

Pasang pagar pelindung dan jaring penangkal burung liar (ukuran lubang ≤2 cm) guna mencegah masuknya babi hutan, burung liar, dan tikus, serta larang membawa produk daging ke peternakan. Segera laporkan kepada penanggung jawab dan balai veteriner jika ditemukan lepuh atau kematian mendadak.

Poin penting


  • Tetapkan zona biosekuriti dengan disinfeksi kendaraan, pakaian khusus, penggantian sepatu bot tiap kandang, dan bak celup kaki.

  • Pasang jaring burung (lubang ≤2 cm) dan pagar satwa liar, serta dilarang keras membawa daging/olahan daging ke dalam peternakan.

  • Jika terlihat gejala mencurigakan (lepuh mulut/kuku, demam tinggi, kematian massal), hentikan pengiriman ternak dan segera lapor.
KosakataArti
Standar Manajemen Kesehatan Pemeliharaan Ternak
area manajemen biosekuriti
penyakit mulut dan kuku (PMK) serta demam babi
jaring penangkal burung liar (lubang ≤ 2 cm)

Prinsip Higienis Penyuntikan Vaksin dan Masa Henti Obat Hewan

Saat menyuntikkan vaksin atau obat pada ternak, menggunakan satu jarum suntik secara bergantian akan menularkan penyakit melalui darah seperti BLV pada sapi atau PRRS pada babi; oleh karena itu wajib menerapkan prinsip 'satu ekor satu jarum (ittou-isshin)'.

Apabila jarum suntik patah dan tertinggal di dalam tubuh ternak, segera beri tanda pada ternak tersebut, catat nomor individu serta lokasi patahan, dan laporkan kepada penanggung jawab serta dokter hewan agar tidak mencemari produk daging.

Selain itu, ternak yang diberikan obat hewan seperti antibiotik sama sekali tidak boleh dijual susu, daging, atau telurnya sebelum melewati 'masa henti obat (withdrawal period)' yang ditetapkan guna mencegah residu obat pada pangan.

Poin penting


  • Dilarang memakai jarum suntik secara bergantian; ganti jarum baru untuk setiap ekor (ittou-isshin) guna mencegah penularan lewat darah.

  • Jika jarum patah di dalam tubuh ternak, segera tandai ternak, catat datanya, dan laporkan kepada atasan serta dokter hewan.

  • Jangan pernah mengirim/menjual susu, daging, atau telur dari ternak yang diobati sebelum masa henti obat berakhir.
KosakataArti
satu ekor satu jarum suntik
jarum suntik patah yang tertinggal di tubuh ternak
obat hewan (veteriner)
masa henti obat (withdrawal time)

Nutrisi Pakan dan Biosekuriti

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi