VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian

Pengelolaan Lingkungan dan Budidaya Hortikultura Rumah Kaca

Pertanian · 農業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Jenis Bangunan Rumah Kaca, Bahan Penutup, dan Pencegahan Bencana

Bangunan hortikultura meliputi "pipe house" dari rangkaian pipa lengkung berlapis plastik film, serta "rumah kaca rangka baja (termasuk rumah kaca gelas)" yang lebih kokoh dan tahan lama. Bentuk atapnya meliputi atap lengkung dan atap pelana.

Bahan penutup meliputi "kaca" yang tahan lama dan meneruskan cahaya dengan baik, serta "plastik PO pertanian (poliolefin)" dan "plastik PVC pertanian" yang ringan dan mudah dipasang. Tirai dalam (uchibari) digunakan untuk menahan panas.

Sebelum topan atau angin kencang, tutup semua ventilasi atap, jendela samping, dan pintu, kencangkan kembali tali pengikat film, serta tambal film yang robek. Saat salju tebal, nyalakan pemanas untuk mencairkan salju agar bangunan tidak roboh.

Jenis Bangunan Rumah Kaca, Bahan Penutup, dan Pencegahan Bencana

Poin penting


  • Fasilitas hortikultura mencakup pipe house dan rumah rangka baja yang ditutup kaca, film PO, atau film PVC.

  • Sebelum topan datang, tutup rapat semua jendela dan pintu serta periksa tali pengikat dan robekan film.

  • Tutup tirai dalam pada malam musim dingin untuk menahan panas dan meningkatkan efisiensi pemanas.
KosakataArti
rumah kaca pipa / rumah kaca rangka baja
bahan penutup (film PO / film PVC)
tirai penahan panas dalam
ventilasi atap / ventilasi samping

Pengelolaan Suhu, Kelembapan, Cahaya, dan CO2 di Dalam Rumah Kaca

Pada siang hari yang cerah, suhu di dalam rumah kaca naik dengan cepat; cegah gangguan suhu tinggi dengan ventilasi alami (membuka ventilasi atap dan samping) atau ventilasi paksa (kipas exhaust). Di musim panas digunakan pula jaring peneduh dan pendingin kabut.

Kelembapan yang terlalu tinggi memicu penyakit seperti kapang kelabu, sehingga perlu ventilasi dan kipas sirkulasi (circulator) untuk menggerakkan udara, mencegah pengembunan pada daun, serta meratakan suhu.

Saat jendela tertutup rapat di pagi musim dingin, fotosintesis tanaman membuat kadar karbon dioksida (CO2) di dalam rumah kaca menurun. Pemberian CO2 mulai saat matahari terbit akan meningkatkan fotosintesis serta hasil dan mutu panen.

Poin penting


  • Atasi suhu tinggi siang hari dengan ventilasi (atap/samping, kipas exhaust) dan jaring peneduh.

  • Kipas sirkulasi meratakan suhu di dalam rumah kaca serta mencegah pengembunan dan penyakit akibat kelembapan tinggi.

  • Pemberian karbon dioksida (CO2) pada pagi hari memacu fotosintesis tanaman.
KosakataArti
ventilasi alami / ventilasi paksa
jaring peneduh (paranet)
kipas sirkulasi udara
fotosintesis / pemberian CO2

Sistem Irigasi, Hidroponik, dan Disinfeksi Tanah

Karena air hujan tidak masuk ke rumah kaca, irigasi buatan sangat penting. Terdapat "irigasi tetes (pipa drip)" yang meneteskan air dan pupuk cair langsung ke pangkal tanaman tanpa menaikkan kelembapan udara, serta "penyiraman atas (sprinkler)" untuk sayuran daun.

Metode menanam tanpa tanah menggunakan "larutan nutrisi" serta media seperti rockwool atau cocopeat disebut "hidroponik (youeki saibai)". Cara ini mencegah gangguan tanam berulang dan memerlukan pemantauan kepekatan pupuk (EC) serta pH setiap hari.

Untuk membasmi hama penyakit tular tanah di rumah kaca berlahan tanah, dilakukan "solarisasi tanah (taiyounetsu shoudoku)" di musim panas dengan menggenangi tanah, menutupnya dengan plastik bening, dan menutup rapat rumah kaca, atau dengan sterilisasi uap.

Sistem Irigasi, Hidroponik, dan Disinfeksi Tanah

Poin penting


  • Irigasi pipa tetes menyiram tepat di pangkal tanaman dan mencegah kelembapan berlebih di dalam rumah kaca.

  • Pada budidaya hidroponik, kelola nilai EC (kepekatan pupuk) dan pH (tingkat keasaman) larutan nutrisi dengan tepat.

  • Solarisasi tanah menutup rapat rumah kaca di musim panas untuk menaikkan suhu tanah dengan panas matahari guna membasmi patogen tanah.
KosakataArti
pipa irigasi tetes
budidaya hidroponik / larutan nutrisi
EC (daya hantar listrik / kepekatan nutrisi)
solarisasi tanah

Pengelolaan Tanaman Sayuran Buah Rumah Kaca (Tomat, Mentimun, dan Stroberi)

Pada budidaya tomat, umumnya diterapkan "pemeliharaan satu batang utama (ippon jitate)" dengan membuang "tunas samping (wakime)" selagi masih kecil. Untuk memastikan pembentukan buah di rumah kaca, dilepaskan "lebah bumblebee (maruhanabachi)" atau dilakukan penyerbukan getar/hormon.

Pada budidaya mentimun jangka panjang, dilakukan "penurunan sulur (tsuruoroshi)" agar tinggi tanaman tetap mudah dijangkau, disertai "pemangkasan daun (tekiyou)" untuk membuang daun bawah yang tua atau sakit.

Stroberi diperbanyak menggunakan anakan dari "sulur (runner / stolon)" tanaman induk. Saat pindah tanam, bagian pangkal tumbuh atau "mahkota (crown)" tidak boleh tertimbun tanah, dan saat berbunga digunakan "lebah madu (mitsubachi)" di dalam rumah kaca untuk mencegah buah cacat.

Poin penting


  • Lakukan pewiwilan tunas samping pada tomat dan bantu penyerbukan dengan lebah bumblebee, hormon, atau getaran.

  • Terapkan penurunan sulur (tsuruoroshi) dan pemangkasan daun tua (tekiyou) pada tanaman mentimun.

  • Perbanyak bibit stroberi dengan runner, tanam tanpa menimbun crown, dan gunakan lebah madu untuk penyerbukan.
KosakataArti
lebah bumblebee / lebah madu
pelatihan penurunan sulur
sulur rambat (runner / stolon)
mahkota pangkal batang (crown)

Hortikultura Rumah Kaca

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi