VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian

Pekerjaan Budidaya Padi Sawah dan Tanaman Lahan Kering

Pertanian · 農業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Seleksi Benih Padi (Seleksi Air Garam) dan Pembibitan

Dalam budidaya padi sawah, pertama-tama dilakukan "seleksi air garam (ensuisen)" dengan berat jenis sekitar 1.13 untuk memilih benih bernas yang tenggelam di dasar, kemudian dilakukan disinfeksi benih.

Benih yang telah didisinfeksi direndam dalam air hingga menyerap cukup air ("perendaman / shinshu"), lalu dihangatkan pada suhu sekitar 30–32℃ hingga muncul tunas sekitar 1mm ("pemeraman / saiga") sebelum disemai di kotak semai.

Kelola suhu dan kelembapan dengan cermat selama pembibitan, lalu biasakan bibit terhadap suhu luar dan sinar matahari sebelum pindah tanam ("pengerasan bibit / kouka").

Poin penting


  • Pada seleksi air garam, pilih benih padi yang berat dan bernas yang tenggelam ke dasar.

  • Urutan persiapan benih adalah: disinfeksi benih -> perendaman (shinshu) -> pemeraman (saiga) -> penaburan.

  • Proses membiasakan bibit dengan udara luar dan sinar matahari sebelum tanam disebut "pengerasan (kouka)".
KosakataArti
seleksi benih dengan air garam
perendaman benih / pemeraman kecambah
kotak semai (baki bibit)
pengerasan bibit (aklimatisasi)

Persiapan Sawah (Pembajakan dan Pelumpuran) serta Tanam Padi

Dalam persiapan sawah, pertama-tama sebarkan pupuk dasar dan kompos lalu lakukan "pembajakan (kouki)" untuk menghancurkan bongkahan tanah dan memasukkan udara. Lakukan juga "pemlesteran pematang (azenuri)" agar air tidak bocor.

Selanjutnya, masukkan air ke sawah lalu hancurkan dan ratakan lumpur yang disebut "pelumpuran (shirokaki)". Pelumpuran bertujuan menahan rembesan air, menekan tumbuhnya gulma, dan memudahkan penanaman bibit.

Setelah bibit ditanam dengan mesin penanam padi, bagian yang kosong ("kekkabu") ditanami kembali secara manual yang disebut "penyulaman (hoshoku)".

Persiapan Sawah (Pembajakan dan Pelumpuran) serta Tanam Padi

Poin penting


  • Pembajakan menghancurkan tanah dan memasukkan udara, sedangkan pemlesteran pematang mencegah kebocoran air.

  • Pelumpuran (shirokaki) meratakan tanah sawah berair, mencegah rembesan air, dan menekan gulma.

  • Barisan yang kosong setelah tanam mesin diisi secara manual melalui penyulaman (hoshoku).
KosakataArti
pembajakan tanah / pelapisan pematang
pelumpuran sawah (shirokaki)
mesin penanam padi
rumpun kosong / penyulaman

Pengelolaan Air Padi, Pengeringan Tengah Musim, dan Pupuk Malai

Sesaat setelah pindah tanam, pertahankan air agak dalam untuk melindungi bibit dari angin dan suhu dingin; setelah berakar, atur air dangkal guna menaikkan suhu tanah dan memacu "pembentukan anakan (bungetsu)".

Ketika jumlah batang mencapai target, keringkan air sawah sementara waktu yang disebut "pengeringan tengah musim (nakaboshi)". Praktik ini menekan anakan tidak produktif, membuang gas beracun dari tanah, memasok oksigen agar akar kuat, dan mencegah padi rebah.

Saat pembentukan malai muda, berikan pupuk susulan "pupuk malai (hogoe)" untuk meningkatkan jumlah dan pengisian bulir. Pada fase bunting, keluar malai, dan pembungaan, padi membutuhkan banyak air sehingga sawah tidak boleh kekeringan.

Pengelolaan Air Padi, Pengeringan Tengah Musim, dan Pupuk Malai

Poin penting


  • Gunakan air dangkal setelah bibit berakar untuk memacu anakan, lalu lakukan pengeringan tengah musim (nakaboshi).

  • Pengeringan tengah musim menekan anakan tidak produktif, membuang gas tanah, memperkuat akar, dan mencegah rebah.

  • Berikan pupuk malai (hogoe) saat pembentukan malai muda dan jaga kecukupan air saat fase bunting serta keluar malai.
KosakataArti
pembentukan anakan / anakan tidak produktif
pengeringan tengah musim (nakaboshi)
malai muda / pupuk malai
keluar malai (heading)

Hama & Penyakit Padi, Panen, Pengeringan, dan Pengupasan Sekam

Penyakit utama padi sawah meliputi "penyakit blas (imochibyou)" yang menyerang daun serta leher malai, dan "hawar pelepah (mongarebyou)". Hama utama meliputi "wereng (unka)" yang mengisap cairan batang, serta "walang sangit / kepik (kamemushi)" yang mengisap bulir sehingga menimbulkan beras bercak hitam ("hantenmai").

Waktu panen yang tepat ditentukan dari akumulasi suhu setelah keluar malai (sekitar 950–1.100℃) dan saat sekitar 80–90% bulir pada malai telah menguning. Sebelum panen, lakukan "pengeringan akhir (rakusui)" agar tanah mengeras dan mesin combine mudah masuk.

Gabah basah hasil panen harus segera dikeringkan dengan mesin pengering hingga kadar air sekitar 14.5–15.0%. Setelah itu, kulit gabah (sekam) dikupas dengan mesin huller (momisuriki) menjadi "beras pecah kulit (genmai)" lalu disortir.

Poin penting


  • Kendalikan penyakit blas, wereng, dan kepik/walang sangit penyebab beras bercak hitam (hantenmai).

  • Panen dilakukan saat sekitar 80–90% bulir menguning setelah air sawah dikeringkan (rakusui).

  • Keringkan gabah hingga kadar air sekitar 14.5–15% lalu kupas sekamnya menjadi beras pecah kulit (genmai).
KosakataArti
penyakit blas / beras bercak hitam
pengeringan air sebelum panen
mesin panen kombinasi (combine harvester)
pengupasan sekam / beras pecah kulit

Budidaya Tanaman Lahan Kering Utama (Gandum/Jelai, Kedelai, dan Umbi-umbian)

Tanaman gandum dan jelai peka terhadap genangan air sehingga memerlukan drainase yang baik. Di musim dingin dilakukan "penginjakan gandum (mugifumi)" untuk mencegah akar terangkat akibat embun beku, mencegah tumbuh memanjang, mencegah rebah, dan memperkuat akar.

Kedelai (famili kacang-kacangan) bersimbiosis dengan "bakteri bintil akar (rhizobium)" yang mengikat nitrogen udara, sehingga pupuk dasar nitrogen diberikan sedikit saja. Selama pertumbuhan dilakukan penyiangan dan pembumbunan ("chuukou / baido") serta dijaga agar tidak kekeringan saat berbunga.

Kentang ditanam dari potongan umbi bibit yang memiliki mata tunas, lalu dibumbun tanah agar umbi tidak terkena cahaya dan menghijau (membentuk racun solanin). Ubi jalar ditanam menggunakan stek batang rambat dan dilakukan "pembalikan sulur (tsurugaeshi)" agar sulur tidak berakar liar.

Poin penting


  • Penginjakan gandum (mugifumi) mencegah akar terangkat embun beku, pertumbuhan memanjang, dan rebah.

  • Akar kedelai bersimbiosis dengan bakteri bintil akar (rhizobium) yang mengikat nitrogen dari udara.

  • Kentang ditanam dari umbi bibit dan dibumbun agar tidak menghijau, sedangkan ubi jalar ditanam dari stek sulur.
KosakataArti
penginjakan bibit gandum (mugifumi)
bakteri bintil akar (rhizobium)
penyiangan antarbaris / pembumbunan tanah
pembalikan sulur ubi jalar

Padi, Palawija dan Sayuran

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi