VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian

Pertanian Tanaman Umum (Pengolahan Tanah, Pupuk, dan Manajemen Budidaya)

Pertanian · 農業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Sifat Tanah, Persiapan Tanah, dan Gangguan Tanam Berulang

Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman memiliki "struktur remah (agregat)" yang berkembang baik sehingga memiliki aerasi, daya simpan air, drainase, dan daya ikat hara yang seimbang.

Karena curah hujan tinggi, tanah di Jepang cenderung asam; untuk menyesuaikannya ke tingkat agak asam hingga netral (sekitar pH 6.0–6.5), kapur pertanian seperti kapur dolomit serta kompos matang dicampurkan saat pengolahan tanah.

Menanam tanaman dari famili yang sama (misalnya famili Solanaceae: tomat, terung, paprika, kentang) secara terus-menerus di lahan yang sama menyebabkan "gangguan tanam berulang" akibat hama dan penyakit tular tanah. Hal ini dicegah dengan "rotasi tanaman" (giliran tanaman).

Poin penting


  • Tanah berstruktur remah unggul dalam aerasi, daya simpan air, drainase, dan daya ikat hara.

  • Gunakan kapur pertanian untuk menetralkan tanah asam dan berikan kompos matang untuk memperbaiki struktur tanah.

  • Rotasi tanaman dengan famili berbeda sangat efektif mencegah gangguan tanam berulang.
KosakataArti
struktur tanah remah (agregat)
kapur dolomit (magnesium)
kompos matang sempurna
gangguan tanam berulang / rotasi tanaman

Tiga Unsur Hara Utama Pupuk, Pupuk Dasar, dan Pupuk Susulan

"Tiga unsur utama pupuk" yang paling banyak dibutuhkan tanaman adalah Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Nitrogen memacu pertumbuhan daun dan batang ("pupuk daun"), Fosfor membantu pembentukan bunga dan buah ("pupuk buah/bunga"), sedangkan Kalium memperkuat akar ("pupuk akar").

Pupuk yang diberikan ke tanah sebelum penaburan benih atau pindah tanam disebut "pupuk dasar (motogoe)", sedangkan pupuk tambahan selama masa pertumbuhan disebut "pupuk susulan (tsuihi)".

Pemberian nitrogen berlebihan menyebabkan daun dan batang tumbuh terlalu rimbun namun lemah sehingga pembentukan buah buruk dan rentan hama penyakit; karena itu patuhi dosis yang tepat.

Tiga Unsur Hara Utama Pupuk, Pupuk Dasar, dan Pupuk Susulan

Poin penting


  • Tiga unsur hara utama adalah Nitrogen (daun/batang), Fosfor (bunga/buah), dan Kalium (akar).

  • Pupuk sebelum tanam disebut "pupuk dasar (motogoe)" dan pupuk selama pertumbuhan disebut "pupuk susulan (tsuihi)".

  • Kelebihan nitrogen memicu pertumbuhan vegetatif berlebih dan meningkatkan serangan hama penyakit.
KosakataArti
tiga unsur hara utama pupuk
Nitrogen, Fosfor, dan Kalium
pupuk dasar
pupuk susulan

Penaburan Benih, Pembibitan, dan Pindah Tanam

Tiga syarat utama perkecambahan benih adalah "air (kelembapan), suhu, dan oksigen (udara)". Benih fotoblastik positif yang butuh cahaya seperti selada dan wortel ditutup tanah tipis saja, sedangkan benih yang tidak menyukai cahaya seperti lobak dan bawang daun ditutup tanah dengan cukup.

Metode penaburan benih meliputi sebar baris di alur (sujimaki), tanam tugal beberapa benih dengan jarak tetap (tenmaki), dan sebar rata (baramaki). Setelah tumbuh, lakukan "penjarangan (mabiki)" pada bibit yang terlalu rapat.

Bibit yang sehat memiliki ruas batang pendek dan kekar, daun tebal berwarna segar, serta perakaran kuat. Saat pindah tanam (teishoku), hindari menanam terlalu dalam atau terlalu dangkal, lalu siram air secukupnya agar akar cepat menyatu dengan tanah.

Penaburan Benih, Pembibitan, dan Pindah Tanam

Poin penting


  • Tiga syarat perkecambahan adalah air, suhu, dan oksigen; benih yang butuh cahaya ditutup tanah tipis.

  • Metode tabur benih meliputi baris, tugal, dan sebar, diikuti penjarangan sesuai jarak tanam.

  • Bibit sehat memiliki ruas pendek dan akar kuat; siram air yang cukup setelah pindah tanam.
KosakataArti
tiga syarat perkecambahan
benih fotoblastik positif (butuh cahaya)
tanam baris / tanam tugal
penjarangan / pindah tanam

Pembuatan Bedengan, Pemasangan Mulsa, Ajir, dan Pemangkasan

Meninggikan tanah membentuk barisan yang disebut "pembuatan bedengan (unetate)" berfungsi memperbaiki drainase dan aerasi tanah sehingga akar mudah berkembang. Pada lahan yang drainasenya buruk, dibuat bedengan tinggi.

Menutup permukaan bedengan dengan plastik film atau jerami yang disebut "pemasangan mulsa (mulching)" bermanfaat mengatur suhu tanah, menekan gulma, menjaga kelembapan tanah, mencegah pencucian pupuk, dan menahan cipratan lumpur saat hujan.

Tanaman yang tumbuh tinggi atau merambat memerlukan "pemasangan ajir" dan "pengikatan rambatan (yuuin)" agar tidak roboh dan mendapat cukup sinar matahari. Pemangkasan pucuk ("tekishin") dan pewiwilan tunas samping ("wakimekaki") memusatkan nutrisi ke buah.

Poin penting


  • Pembuatan bedengan meningkatkan drainase dan aerasi; mulsa mengatur suhu tanah, menekan gulma, menjaga kelembapan, dan mencegah cipratan lumpur.

  • Mulsa hitam efektif menekan gulma, mulsa bening menaikkan suhu tanah paling tinggi, dan mulsa perak menangkal hama kutu daun.

  • Pemangkasan pucuk dan pewiwilan tunas samping melancarkan sirkulasi udara serta memusatkan nutrisi ke buah.
KosakataArti
pembuatan bedengan
pemasangan mulsa
pemangkasan pucuk / pewiwilan tunas samping
pengikatan dan pengarahan batang

Pengendalian Hama, Penyakit & Gulma, Panen, dan Pendinginan Awal

Hama utama meliputi kutu daun, thrips, dan kutu kebul yang mengisap cairan serta menularkan virus; tungau laba-laba yang berkembang saat panas dan kering; serta ulat grayak dan ulat kubis pemakan daun. Penyakit utama meliputi embun tepung, kapang kelabu, embun bulu, dan layu bakteri.

Tidak hanya bergantung pada pestisida kimia, terapkan Pengendalian Hama Terpadu (IPM) yang memadukan jaring serangga, perangkap likat kuning, dan solarisasi (pengendalian fisik), rotasi tanaman dan varietas tahan (pengendalian budidaya), serta musuh alami (pengendalian hayati).

Panen sayuran pada dasarnya dilakukan pagi hari saat suhu produk masih rendah dan segar. Setelah panen, lakukan "pendinginan awal (yorei)" untuk menekan laju respirasi dan menjaga kesegaran sebelum dikirim.

Poin penting


  • Kutu daun, thrips, dan kutu kebul tidak hanya mengisap cairan tanaman tetapi juga menularkan penyakit virus.

  • IPM menggabungkan pengendalian fisik, budidaya, dan hayati untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

  • Panen sayuran pada pagi hari saat suhu produk rendah dan lakukan pendinginan awal (pre-cooling) untuk menjaga kesegaran.
KosakataArti
kutu daun / tungau laba-laba
penyakit embun tepung / penyakit kapang kelabu
Pengendalian Hama Terpadu (IPM)
pendinginan awal (pre-cooling)

Budi Daya Tanaman Umum

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi