VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian

Pekerjaan Budidaya Pohon Buah (Pemangkasan, Penyerbukan, dan Penjarangan Buah)

Pertanian · 農業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Pohon Buah Gugur Daun vs. Hijau Sepanjang Tahun dan Sifat Pembuahan

Pohon buah dibagi menjadi "pohon buah gugur daun (rakuyou kaju)" yang menggugurkan daun di musim gugur/dingin untuk dormansi, dan "pohon buah hijau sepanjang tahun (jouryoku kaju)". Contoh gugur daun adalah apel, pir Jepang, persik, anggur, kesemek, dan kastanye; contoh hijau sepanjang tahun adalah jeruk satsuma (mikan), lemon, dan biwa.

Pohon buah umumnya diperbanyak dengan sambung pucuk/okulasi (tsugiki), dan sifat pembuahannya berbeda menurut jenis pohon. Ada yang berbuah pada tunas baru tahun ini yang tumbuh dari cabang induk tahun lalu (anggur, kesemek, jeruk), dan ada yang berbunga langsung pada cabang tahun sebelumnya (persik, pir, apel).

Agar pohon buah gugur daun dapat bangun dari dormansi musim dingin dan berbunga normal di musim semi, pohon harus terpapar suhu dingin (misalnya di bawah 7℃) selama durasi tertentu di musim dingin.

Poin penting


  • Pohon buah gugur daun meliputi apel, pir, persik, anggur, dan kesemek; pohon buah hijau sepanjang tahun meliputi jeruk mikan dan biwa.

  • Bibit pohon buah umumnya dibuat dengan metode "sambung/okulasi (tsugiki)" yang menyatukan batang atas dengan batang bawah.

  • Pohon buah gugur daun membutuhkan paparan suhu dingin selama periode tertentu di musim dingin untuk mematahkan dormansi.
KosakataArti
pohon buah gugur daun / pohon buah hijau sepanjang tahun
sambung pucuk (batang bawah / batang atas)
cabang induk pembuahan / cabang buah
dormansi (masa istirahat tanaman)

Pembentukan Tajuk, Pemangkasan, Sistem Para-para, dan Pengikatan

Pekerjaan memotong cabang untuk mengatur bentuk tajuk pohon buah disebut "pembentukan dan pemangkasan (seishi / sentei)". Tujuannya agar sinar matahari dan udara masuk ke bagian dalam tajuk sehingga mutu buah meningkat, hama penyakit berkurang, dan pekerjaan panen lebih mudah.

Pada "pemangkasan musim dingin" saat dormansi, cabang yang tumbuh tegak lurus terlalu subur ("tunas air / tochoushi"), cabang bersilangan, cabang mengarah ke dalam, serta cabang kering atau terserang penyakit dipotong.

Pir Jepang, anggur, dan buah kiwi umumnya dibudidayakan dengan "sistem para-para datar (tanajitate)" dengan merentangkan dan mengikat cabang pada kawat horizontal untuk mencegah kerusakan akibat angin topan.

Pembentukan Tajuk, Pemangkasan, Sistem Para-para, dan Pengikatan

Poin penting


  • Pemangkasan memperbaiki pencahayaan matahari dan sirkulasi udara sehingga meningkatkan mutu buah dan kemudahan kerja.

  • Utamakan memotong tunas air (tochoushi), cabang bersilangan, cabang mengarah ke dalam, dan cabang berpenyakit.

  • Pir Jepang, anggur, dan kiwi banyak dibudidayakan menggunakan sistem para-para (tanajitate).
KosakataArti
pembentukan tajuk / pemangkasan
tunas air (cabang tumbuh tegak berlebihan)
cabang bersilangan / cabang mengarah ke dalam
sistem para-para (trellis)

Penyerbukan Buatan serta Penjarangan Kuncup, Bunga, dan Buah

Banyak varietas apel, pir Jepang, dan ceri memiliki sifat "inkompatibilitas sendiri (jika fuwagousei)", yaitu tidak dapat dibuahi oleh serbuk sari dari varietas yang sama. Karena itu perlu ditanam pohon penyerbuk varietas lain atau dilakukan "penyerbukan buatan (jinkou jufun)".

Jika semua bunga dan buah muda dibiarkan, nutrisi akan terbagi sehingga buah menjadi kecil dan pohon kelelahan sehingga tahun berikutnya tidak berbuah ("pembuahan berselang tahun / kakunen kekka"). Untuk mencegahnya dilakukan "penjarangan kuncup (tekirai), bunga (tekika), dan buah (tekika)".

Pada penjarangan buah apel, satu "buah tengah (chuushinka)" yang paling besar dipertahankan dan "buah samping (sokka)" di sekelilingnya serta buah cacat dibuang. Untuk membuat anggur tanpa biji dilakukan pencelupan hormon "giberelin".

Penyerbukan Buatan serta Penjarangan Kuncup, Bunga, dan Buah

Poin penting


  • Apel dan pir Jepang bersifat inkompatibel sendiri sehingga memerlukan penyerbukan buatan dengan serbuk sari varietas lain.

  • Penjarangan kuncup, bunga, dan buah memperbesar ukuran buah serta mencegah pembuahan berselang tahun (kakunen kekka).

  • Saat menjarangkan apel, sisakan buah tengah (chuushinka) yang sehat dan buang buah samping (sokka).
KosakataArti
inkompatibilitas sendiri / penyerbukan buatan
penjarangan kuncup / bunga / buah
pembuahan berselang tahun (biennial bearing)
buah tengah (utama) / buah samping

Pembungkusan Buah, Pengelolaan Warna, Panen, dan Penyimpanan

Pada apel, persik, pir, dan anggur, buah muda yang telah dijarangkan dibungkus kantong kertas ("pembungkusan buah / fukurokake"). Pembungkusan ini melindungi buah dari hama penyakit, gesekan ranting, dan karat kulit sehingga tampilan buah menjadi mulus.

Agar buah apel atau persik berwarna merah merata (pengelolaan warna), menjelang panen dilakukan "pelepasan kantong (jotai)", "pemetikan daun penghalang cahaya (hatsumi)", "pemutaran buah (tamamawashi)" agar seluruh sisi terkena matahari, serta pemasangan "lembaran pemantul cahaya (reflective sheet)" di bawah pohon.

Pada jeruk mikan, tanah ditutup dengan lembaran mulsa putih berpori untuk menahan air hujan dan memantulkan cahaya guna meningkatkan kadar gula buah. Waktu panen ditentukan berdasarkan bagan warna kulit, kadar gula, keasaman, dan umur buah, lalu dipetik dengan hati-hati.

Poin penting


  • Pembungkusan buah melindungi dari hama penyakit, goresan, dan karat kulit serta memperindah tampilan buah.

  • Pengelolaan warna pada apel meliputi pelepasan kantong, pemetikan daun peneduh, pemutaran buah, dan pemasangan lembaran pemantul cahaya.

  • Tentukan waktu panen berdasarkan bagan warna kulit, kadar gula, tingkat keasaman, dan jumlah hari setelah mekar.
KosakataArti
pembungkusan buah / pelepasan kantong
pemetikan daun peneduh / pemutaran buah
lembaran pemantul cahaya
kadar gula (Brix) / bagan warna (color chart)

Referensi resmi