VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian

Karakteristik, Ras, Fisiologi, dan Perilaku Ternak

Pertanian · 農業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Ras Sapi (Sapi Perah dan Sapi Potong) serta Mekanisme Memamah Biak

Ras sapi perah yang paling banyak dipelihara di Jepang adalah "Holstein" bercorak hitam putih dengan produksi susu tinggi. Selain itu, ras "Jersey" yang bertubuh kecil dan berwarna cokelat muda menghasilkan susu dengan kadar lemak tinggi.

Sapi potong khusus Jepang (Wagyu) terdiri atas 4 ras: "Sapi Hitam Jepang (Kuroge Washu)" yang paling banyak dan terkenal dengan daging bermarbling, "Sapi Cokelat Jepang", "Sapi Tanduk Pendek Jepang", dan "Sapi Tanpa Tanduk Jepang". Sapi persilangan ("F1" dari induk Holstein dan pejantan Hitam Jepang) juga banyak digemukkan.

Sapi, kambing, dan domba adalah "hewan memamah biak (ruminansia)" dengan 4 lambung (rumen, retikulum, omasum, dan abomasum). Rumput yang ditelan dikeluarkan kembali ke mulut untuk dikunyah ulang ("ruminasi"), serat diurai oleh mikroba di perut pertama terbesar (rumen), lalu dicerna dengan getah lambung di perut keempat (abomasum).

Ras Sapi (Sapi Perah dan Sapi Potong) serta Mekanisme Memamah Biak

Poin penting


  • Ras sapi perah utama adalah Holstein (produksi susu tinggi) dan Jersey (kadar lemak susu tinggi).

  • Wagyu terdiri atas 4 ras: Sapi Hitam Jepang, Sapi Cokelat Jepang, Sapi Tanduk Pendek Jepang, dan Sapi Tanpa Tanduk Jepang.

  • Sapi adalah ruminansia berlambung empat; mikroba di perut pertama (rumen) memfermentasi dan mengurai serat.
KosakataArti
ras Holstein / ras Jersey
ras Sapi Hitam Jepang / sapi persilangan (F1)
hewan memamah biak (ruminansia)
perut pertama (rumen) / perut keempat (abomasum)

Ras Babi, Persilangan Tiga Galur (LWD), dan Ciri Fisiologis

Ras babi utama meliputi "Landrace (L)" dan "Large White / Yorkshire Besar (W)" yang berwarna putih dan unggul dalam sifat keindukan (jumlah anak dan produksi susu); "Duroc (D)" berwarna cokelat kemerahan yang cepat tumbuh dan berkualitas daging baik; serta "Berkshire (babi hitam)" yang terkenal akan mutu dagingnya.

Babi potong komersial umumnya dihasilkan melalui "persilangan tiga galur (LWD)" untuk memanfaatkan heterosis: induk betina silangan LW (Landrace × Large White) dikawinkan dengan pejantan Duroc (D).

Babi adalah "hewan berlambung tunggal (monogastrik)" pemakan segala. Babi menyukai kebersihan dan memisahkan tempat tidur dari tempat membuang kotoran. Karena kelenjar keringatnya tidak berkembang, babi dewasa sangat rentan terhadap panas, sedangkan anak babi yang baru lahir sangat rentan terhadap dingin.

Ras Babi, Persilangan Tiga Galur (LWD), dan Ciri Fisiologis

Poin penting


  • Galur induk menggunakan Landrace (L) dan Large White (W) yang subur, sedangkan galur pejantan menggunakan Duroc (D) yang berdaging baik.

  • Babi potong umumnya merupakan "babi silangan tiga galur (LWD)" dari induk LW dan pejantan D.

  • Babi berlambung tunggal dan tidak dapat berkeringat; babi dewasa rentan terhadap panas, sedangkan anak babi rentan terhadap dingin.
KosakataArti
ras Landrace / ras Large White (Yorkshire)
ras Duroc / ras Berkshire
persilangan tiga galur (LWD)
hewan monogastrik (berlambung tunggal)

Ras Ayam (Ayam Petelur dan Ayam Pedaging) serta Ciri Pencernaan

Ayam dibagi menjadi "ayam petelur (layer)" dan "ayam pedaging (broiler)". Ayam petelur utama meliputi "White Leghorn" penghasil telur bercangkang putih dan ayam hibrida keturunan "Rhode Island Red" penghasil telur bercangkang cokelat.

Ayam pedaging (broiler) merupakan hasil persilangan "White Cornish" dengan "White Plymouth Rock" yang tumbuh sangat cepat dan siap dipanen pada umur sekitar 7–8 minggu (sekitar 50 hari).

Ayam tidak memiliki gigi; pakan yang ditelan disimpan sementara di "tembolok (sonou)", diberi getah pencernaan di "lambung kelenjar (proventrikulus)", lalu digiling halus bersama kerikil di "ampela / empedal (ventrikulus)". Karena tertutup bulu dan tidak memiliki kelenjar keringat, ayam sangat rentan terhadap panas.

Poin penting


  • Ayam petelur menggunakan ras White Leghorn (telur putih) dan Rhode Island Red (telur cokelat).

  • Ayam broiler dihasilkan dari persilangan White Cornish dan White Plymouth Rock.

  • Ayam tidak bergigi dan menggiling pakannya di dalam ampela (lambung otot / sanou).
KosakataArti
ayam petelur (layer) / ayam pedaging (broiler)
ras White Leghorn
tembolok / proventrikulus (lambung kelenjar)
ampela / ventrikulus (lambung otot)

Suhu Tubuh Normal Ternak dan Pengamatan Kesehatan Harian

Suhu tubuh normal ternak lebih tinggi daripada manusia: sapi dewasa sekitar 38.0–39.5℃ (sekitar 38.5℃), babi sekitar 38.5–39.5℃ (sekitar 39.0℃), dan ayam lebih tinggi lagi yaitu sekitar 40.5–42.0℃ (sekitar 41℃). Anak sapi dan anak babi memiliki suhu sedikit lebih tinggi daripada induknya.

Dalam pemeriksaan harian, amati apakah ternak aktif dan bernafsu makan baik, apakah sapi melakukan ruminasi dengan normal, apakah cermin hidung sapi tampak lembap berembun, serta apakah warna jengger ayam dan produksi telur normal.

Periksa pula kondisi kotoran dan urine (diare, kotoran berdarah, sembelit), frekuensi napas, batuk atau ingus, cara berjalan pincang, serta ternak yang memisahkan diri dari kelompok. Segera laporkan kejanggalan kepada penanggung jawab.

Poin penting


  • Patokan suhu tubuh normal adalah sekitar 38.5℃ pada sapi dewasa, 39.0℃ pada babi, dan 41.0℃ pada ayam.

  • Sapi yang sehat melakukan ruminasi secara teratur dan bagian ujung hidungnya (cermin hidung) tampak lembap.

  • Segera laporkan jika ditemukan penurunan nafsu makan, diare, batuk, atau pincang (hakou).
KosakataArti
suhu tubuh normal
cermin hidung (bagian ujung hidung sapi)
jengger ayam
pincang (gangguan berjalan)

Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) dan Penanganan Ternak yang Aman

Konsep memelihara ternak di lingkungan yang nyaman guna mengurangi stres dan penderitaan disebut "Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare)". Prinsip dasarnya adalah "Lima Kebebasan": bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari rasa sakit/cedera/penyakit, bebas mengekspresikan perilaku alami, serta bebas dari rasa takut dan tertekan.

Sapi dan babi memiliki pandangan luas tetapi terdapat "titik buta (shikaku)" tepat di belakang tubuhnya; mendekati atau menyentuh secara tiba-tiba dari belakang dapat mengejutkan ternak sehingga menendang. Dekatilah dari arah depan samping sambil mengajak bicara dengan tenang.

Jangan meneriaki atau memukul ternak dengan kasar saat menggiringnya. Hilangkan hal-hal yang membuat ternak takut berhenti seperti cahaya menyilaukan, suara gaduh mendadak, undakan, genangan air, atau lorong gelap.

Poin penting


  • Animal welfare mengutamakan pemeliharaan yang mengurangi stres sesuai prinsip "Lima Kebebasan".

  • Tepat di belakang sapi adalah titik buta yang rawan tendangan; dekatilah dari arah depan samping sambil bersuara tenang.

  • Giring ternak dengan tenang tanpa berteriak atau memukul, serta bersihkan jalur dari rintangan.
KosakataArti
kesejahteraan hewan (animal welfare)
Lima Kebebasan
titik buta (blind spot)
penggiringan / pengarahan ternak

Peternakan dan Jenis Ternak

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi