VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pertanian

Manajemen Reproduksi, Kelahiran, Pakan, dan Pemberian Pakan Ternak

Pertanian · 農業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Siklus Birahi, Deteksi Birahi, dan Inseminasi Buatan

Sapi betina dan induk babi dewasa yang tidak bunting akan mengalami birahi berulang setiap sekitar 21 hari (sekitar 3 minggu) yang disebut "siklus birahi". Pengamatan teliti pada pagi dan sore hari agar tidak melewatkan tanda birahi merupakan kunci keberhasilan reproduksi.

Tanda birahi pada sapi meliputi "diam saat dinaiki sapi lain (standing heat / jouga kyoyou)", vulva membengkak dan mengeluarkan lendir bening, sering melenguh, serta gelisah.

Pada babi betina birahi, vulva membengkak merah dan bila punggung atau pinggangnya ditekan kuat akan diam mematung dengan telinga tegak ("refleks diam / back-pressure test"). Selanjutnya dilakukan "inseminasi buatan (IB)" pada waktu yang tepat.

Siklus Birahi, Deteksi Birahi, dan Inseminasi Buatan

Poin penting


  • Siklus birahi pada sapi dan babi berlangsung sekitar 21 hari (3 minggu).

  • Tanda pasti birahi pada sapi adalah diam saat dinaiki sapi lain (standing heat / jouga kyoyou).

  • Pemeriksaan birahi pada induk babi dilakukan dengan "back-pressure test" (menekan punggung hingga diam mematung).
KosakataArti
siklus birahi (estrus)
diam dinaiki (standing heat)
refleks diam (uji tekan punggung)
inseminasi buatan (IB)

Masa Kebuntingan, Manajemen Kelahiran, dan Pemberian Kolostrum

Masa kebuntingan sapi sekitar 280 hari (sekitar 9 bulan 10 hari) dan babi sekitar 114 hari ("3 bulan, 3 minggu, 3 hari"). Telur ayam fertile menetas setelah dierami sekitar 21 hari. Sapi perah diberi "masa kering kandang (kannyuu kikan)" sekitar 60 hari sebelum melahirkan.

Menjelang tanggal kelahiran, pindahkan induk ke "kandang beranak (atau kandang farrowing untuk babi)" yang telah dibersihkan, didisinfeksi, dan diberi alas kering. Sesaat setelah lahir, segera bersihkan lendir pada hidung dan mulut anak ternak agar lancar bernapas, lalu disinfeksi tali pusarnya.

"Kolostrum (susu jolong / shonyuu)" yang keluar beberapa hari setelah melahirkan kaya akan antibodi maternal (imunoglobulin) dan nutrisi. Berikan kolostrum yang cukup sesegera mungkin (dalam beberapa jam setelah lahir). Anak babi juga memerlukan pemanas dan pemberian zat besi untuk mencegah anemia.

Poin penting


  • Masa kebuntingan sapi sekitar 280 hari dan babi sekitar 114 hari, sedangkan masa tetas telur ayam sekitar 21 hari.

  • Sesaat setelah lahir, bersihkan lendir di hidung dan mulut untuk memastikan pernapasan lalu disinfeksi tali pusar.

  • Berikan "kolostrum (susu awal)" yang kaya antibodi sesegera mungkin setelah kelahiran.
KosakataArti
masa kebuntingan / masa kering kandang
kandang beranak / disinfeksi tali pusar
kolostrum / antibodi maternal
pemberian zat besi

Karakteristik Hijauan (Pakan Kasar), Konsentrat, dan TMR (Pakan Campuran)

Pakan ternak dibagi menjadi "pakan kasar / hijauan (soshiryou)" yang tinggi serat dan bervolume besar, serta "pakan konsentrat (noukou shiryou)" yang tinggi energi (TDN) dan protein (CP). Bagi ruminansia seperti sapi, kecukupan pakan kasar sangat mutlak untuk menjaga kesehatan rumen.

Pakan kasar meliputi "rumput famili Gramineae" (Timothy, Italian ryegrass, orchardgrass, Sudangrass), "hijauan leguminosa" yang kaya protein dan kalsium (alfalfa/lucerne, semanggi/clover), serta jerami padi. Hijauan diawetkan menjadi "rumput kering (hay / kansou)" atau difermentasi asam laktat secara kedap udara menjadi "silase (silage)".

Pakan konsentrat meliputi biji-bijian (jagung, sorgum/milo, jelai), bungkil (bungkil kedelai, bungkil kanola), dedak (dedak gandum/fusuma, bekatul), dan pakan komplit. Selain itu, "TMR (Total Mixed Ration)" yang mencampur merata pakan kasar, konsentrat, dan mineral banyak digunakan agar sapi tidak "memilih-milih pakan".

Karakteristik Hijauan (Pakan Kasar), Konsentrat, dan TMR (Pakan Campuran)

Poin penting


  • Pakan kasar meliputi rumput-rumputan (Timothy dll.), leguminosa (alfalfa dll.), hay, silase, dan jerami padi.

  • Konsentrat meliputi jagung, bungkil kedelai, dedak gandum, dan pakan campuran yang kaya energi serta protein.

  • TMR mencampur pakan kasar dan konsentrat sehingga mencegah sapi memilih pakan dan menstabilkan fermentasi rumen.
KosakataArti
pakan kasar (hijauan) / pakan konsentrat
rumput kering (hay) / silase
bungkil kedelai / dedak gandum (fusuma)
pakan campuran lengkap (TMR)

Penyimpanan Pakan serta Dasar Pemberian Pakan dan Air Minum

Pakan yang terkena hujan atau lembap akan ditumbuhi jamur penghasil racun "mikotoksin" dan mengalami pembusukan. Simpan karung pakan di atas palet di tempat sejuk dan berventilasi baik, terhindar dari sinar matahari langsung dan hujan, serta terapkan prinsip "masuk pertama, keluar pertama (FIFO)".

Silase difermentasi secara anaerob (tanpa udara) oleh bakteri asam laktat; silase berkualitas baik beraroma asam manis segar. Jika udara masuk setelah dibuka atau karena plastik robek, terjadi "fermentasi sekunder (pembusukan aerob)" yang memicu panas dan jamur; tutup rapat kembali dan buang bagian yang berjamur.

Saat mengganti jenis pakan, lakukan secara bertahap selama 1–2 minggu untuk mencegah gangguan pencernaan. Setiap hari sebelum memberi pakan, bersihkan sisa pakan di palung pakan dan periksa tempat minum agar air bersih selalu tersedia.

Poin penting


  • Simpan pakan di tempat kering berventilasi baik dengan sistem FIFO untuk mencegah racun jamur (mikotoksin).

  • Silase yang baik beraroma asam manis; tutup rapat kembali setelah diambil untuk mencegah fermentasi sekunder.

  • Bersihkan sisa pakan di palung setiap hari dan pastikan ternak selalu dapat meminum air bersih.
KosakataArti
mikotoksin (racun jamur)
fermentasi asam laktat / fermentasi sekunder
palung pakan / sisa pakan
mangkuk minum otomatis (water cup)

Pencegahan Gangguan Nutrisi, Penyakit Metabolik, dan Tertelannya Benda Asing

Memberikan konsentrat berlebihan dan kekurangan pakan kasar pada sapi dapat memicu "asidosis rumen", "kembung rumen (bloat / kochoushou)" yang membuat perut kiri menggembung karena gas, serta "pergeseran abomasum".

Pada sapi perah berproduksi tinggi sesaat setelah melahirkan, keluarnya susu secara mendadak dapat menyebabkan kekurangan kalsium darah sehingga sapi lumpuh tidak bisa berdiri yang disebut "milk fever (hipokalsemia)", serta "ketosis" akibat kekurangan energi.

Jika potongan logam seperti kawat atau paku tercampur dalam pakan dan tertelan sapi, logam dapat menusuk dinding perut kedua (retikulum) dan jantung ("hardware disease"). Cegah masuknya benda asing ke pakan dan berikan "magnet sapi (cow magnet)" ke dalam perut sapi.

Poin penting


  • Kelebihan konsentrat dan kekurangan pakan kasar menyebabkan asidosis rumen, bloat (kembung), dan pergeseran abomasum.

  • Penyakit lumpuh pascamelahirkan pada sapi perah akibat kekurangan kalsium darah disebut "milk fever (nyuunetsu)".

  • Cegah peritonitis retikulum traumatik akibat tertelannya logam dengan menjaga kebersihan pakan dan pemberian magnet.
KosakataArti
asidosis rumen / kembung rumen (bloat)
pergeseran abomasum
milk fever (hipokalsemia) / ketosis
retikuloperitonitis traumatik (hardware disease)

Reproduksi, Pakan dan Penyakit

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi