VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Perawatan Otomotif

Pemeriksaan, Pembongkaran, Perakitan, Penyetelan, dan Perbaikan

Perawatan Otomotif · 自動車整備分野 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Pemeriksaan Harian (15 Item) dan Dasar Pemeriksaan Berkala

Demi keselamatan berkendara dan pencegahan polusi, Undang-Undang Kendaraan Angkutan Jalan mewajibkan Pemeriksaan Harian dan Pemeriksaan Berkala. Pemeriksaan harian untuk mobil penumpang pribadi terdiri dari 15 item, dilakukan pada waktu yang tepat berdasarkan jarak tempuh atau kondisi pengoperasian seperti sebelum perjalanan jauh (untuk kendaraan niaga dan mobil sewaan wajib dilakukan 1 kali setiap hari sebelum beroperasi).

(1) 5 item yang diperiksa dengan melihat ke dalam ruang mesin (engine room) adalah: Jumlah cairan pembersih kaca (window washer), Jumlah minyak rem, Jumlah cairan baterai (air aki), Jumlah air pendingin (pada tangki cadangan / reservoir), dan Jumlah oli mesin.

Tarik keluar stik pengukur oli (oil level gauge) satu kali lalu bersihkan dengan kain lap, masukkan kembali sampai mentok lalu tarik keluar lagi, dan pastikan permukaan oli berada di antara batas atas (F/MAX) dan batas bawah (L/MIN).

(2) 4 item yang diperiksa dengan mengelilingi mobil adalah: Tekanan udara ban, Ada tidaknya retakan atau kerusakan pada ban, Kedalaman alur ban (keausan tidak normal), serta Nyala / kedipan, kotoran, atau kerusakan pada lampu-lampu.

(3) 6 item yang diperiksa sambil duduk di kursi pengemudi adalah: Jarak main injakan pedal rem dan kepakeman rem, Jarak tarik tuas (atau injakan pedal) rem parkir, Kondisi semprotan pembersih kaca (washer), Kondisi sapuan wiper, Kondisi kemudahan hidup mesin dan bunyi asing, serta Kondisi putaran rendah (idling) dan akselerasi mesin.

Selain itu, pemeriksaan berkala untuk mobil penumpang pribadi meliputi pemeriksaan setiap 1 tahun (pemeriksaan 12 bulan) dan setiap 2 tahun (pemeriksaan 24 bulan).

Pemeriksaan Harian (15 Item) dan Dasar Pemeriksaan Berkala

Poin penting


  • 15 item pemeriksaan harian terdiri dari 5 item ruang mesin (jumlah cairan), 4 item keliling mobil (3 item ban + lampu), dan 6 item kursi pengemudi (rem, pandangan, kondisi mesin)

  • Jumlah oli mesin diperiksa saat mesin mati dengan mengelap stik oli 1 kali, memasukkannya sampai mentok, lalu memeriksa apakah berada di antara batas atas dan batas bawah

  • Pemeriksaan berkala untuk mobil penumpang pribadi dilaksanakan setiap 1 tahun (12 bulan) dan setiap 2 tahun (24 bulan)
KosakataArti
Pemeriksaan harian (15 item) (Pemeriksaan mandiri yang mencakup 5 item ruang mesin, 4 item luar, dan 6 item kabin)
Pemeriksaan berkala (pemeriksaan 12 bulan & 24 bulan) (Pemeriksaan wajib tiap 1 tahun dan 2 tahun pada mobil penumpang pribadi)
Oil level gauge (dipstick oli) (Tongkat pengukur untuk memastikan level oli mesin di antara L/MIN dan F/MAX)
Reservoir tank (tangki cadangan) (Tangki transparan untuk memeriksa level air pendingin (LLC) atau minyak rem)

Aturan Dasar Pembongkaran / Perakitan dan Komponen Sekali Pakai (Non-Reusable)

Saat membongkar komponen mesin atau sasis, periksa tanda penyesuaian (mating mark) yang ada atau buat tanda baru sebelum membongkar agar posisi awal, arah hadap, dan keseimbangan putaran tidak berubah saat dirakit kembali. Selain itu, susun piston, katup, dan bantalan yang dilepas sesuai urutan nomor silinder agar tidak tertukar.

Komponen yang begitu dibongkar dan dilepas tidak boleh dipakai kembali melainkan wajib diganti baru meskipun tampak luar tidak cacat disebut komponen tidak dapat digunakan kembali (non-reusable parts). Contoh utamanya adalah komponen perapat seperti gasket, paking, O-ring, dan oil seal, serta komponen pengunci seperti pin belah (cotter pin) dan lock washer bercakar.

Saat memasang O-ring atau oil seal baru, oleskan tipis oli mesin atau gemuk yang ditentukan pada bagian bibir perapat (lip) lalu tekan masuk secara lurus agar bagian lip tidak terpuntir atau tergores.

Selain itu, saat memasukkan pin belah (cotter pin) baru ke mur mahkota (castle nut / mur beralur), setelah dikencangkan sesuai torsi spesifikasi, apabila lubang pin belum pas maka putar lebih lanjut ke arah mengencangkan hingga lubangnya tepat (dilarang memutar balik ke arah mengendurkan).

Sebelum perakitan, cuci bersih seluruh komponen, semprot saluran oli dengan udara bertekanan (air blow) untuk mengusir kotoran, dan wajib oleskan oli mesin baru pada bagian yang bergesekan (sliding parts) seperti piston, silinder, dan bantalan sebelum dipasang guna mencegah kemacetan (seizure) awal.

Poin penting


  • Sebelum membongkar, beri tanda penyesuaian (mating mark) agar posisi pasang dan keseimbangan tidak berubah, serta susun komponen yang dilepas sesuai urutan silinder

  • Gasket, paking, O-ring, oil seal, dan pin belah (cotter pin) adalah komponen sekali pakai (non-reusable) dan wajib diganti baru saat pembongkaran

  • Pada bagian bergesekan serta bibir O-ring dan oil seal, oleskan oli atau gemuk sebelum dipasang untuk mencegah luka gores dan macet awal
KosakataArti
Tanda penyesuaian (mating mark) (Tanda sejajar yang dibuat sebelum pembongkaran agar posisi perakitan kembali tepat)
Komponen sekali pakai (gasket, O-ring, cotter pin) (Komponen yang tidak boleh dipakai ulang dan wajib diganti baru setiap dibongkar)
Oil seal (sil oli) (Perapat pencegah bocor oli pada poros berputar; bibirnya wajib dilumasi saat dipasang)
Castle nut (mur mahkota / mur beralur) (Mur beralur yang dikunci dengan pin belah (cotter pin) agar tidak kendur)

Urutan Pengencangan Baut dan Mur Penting (Kepala Silinder / Roda)

Pada komponen dengan permukaan luas yang diikat banyak baut seperti kepala silinder (cylinder head), kesalahan urutan saat mengendurkan atau mengencangkan baut akan menyebabkan kepala silinder melengkung (distorsi/warpage) sehingga memicu kebocoran gas atau air.

Saat mengencangkan baut kepala silinder (waktu perakitan), wajib kencangkan secara berurutan dari bagian tengah (dalam) menuju ke arah luar secara menyilang (diagonal), dibagi menjadi 2~3 tahap sedikit demi sedikit secara merata, lalu terakhir kencangkan ke torsi spesifikasi dengan kunci momen (atau pengencangan sudut).

Sebaliknya, saat mengendurkan baut kepala silinder (waktu pembongkaran), lakukan kebalikan dari saat mengencangkan yaitu dari arah luar menuju ke bagian dalam (tengah), dibagi menjadi beberapa tahap sedikit demi sedikit. Jangan mengendurkan satu per satu sekaligus atau mengendurkan dari bagian dalam.

Selain itu, untuk mur roda (wheel nut) saat memasang ban (pelek cakram), bagian tirus (permukaan miring berbentuk kerucut / taper) wajib diarahkan ke sisi dalam (sisi pelek).

Kemudian jangan dikencangkan berurutan melingkar, melainkan kencangkan sementara 2~3 tahap dengan urutan menyilang (bentuk bintang), turunkan ban hingga menyentuh tanah, lalu kencangkan akhir sesuai torsi spesifikasi menggunakan kunci momen (pada prinsipnya jangan mengoleskan oli atau gemuk pada ulir karena akan menyebabkan pengencangan berlebih).

Urutan Pengencangan Baut dan Mur Penting (Kepala Silinder / Roda)

Poin penting


  • Saat mengencangkan baut kepala silinder, kencangkan merata dalam 2~3 tahap dengan urutan dari tengah (dalam) menuju ke luar

  • Saat mengendurkan baut kepala silinder (pembongkaran), lakukan sebaliknya dengan urutan dari luar menuju ke dalam (tengah) dalam beberapa tahap

  • Arahkan bagian tirus (taper) mur roda ke sisi dalam (sisi pelek), kencangkan dengan urutan menyilang (bintang), dan terakhir kencangkan ke torsi spesifikasi dengan kunci momen
KosakataArti
Baut kepala silinder (cylinder head bolt) (Dikencangkan dari tengah ke luar; dikendurkan dari luar ke tengah)
Pencegahan melengkung (distorsi / warpage) (Tujuan utama pengencangan dan pengenduran baut secara bertahap dan simetris)
Mur roda (bagian tirus / taper) (Bagian miring kerucut pada mur roda yang wajib menghadap ke arah pelek)
Urutan menyilang (bentuk bintang) (Pola pengencangan diagonal agar beban jepit merata)

Pekerjaan Penyetelan, Pembuangan Udara (Bleeding) Rem, dan Prosedur Ganti Oli

Saat menyetel celah katup (valve clearance) mesin, pertama-tama putar puli poros engkol untuk menepatkan piston silinder nomor 1 pada titik mati atas (TMA) langkah kompresi, lalu gunakan thickness gauge untuk mengukur dan menyetel celah katup yang rocker arm-nya bebas pada posisi tersebut.

Selanjutnya putar poros engkol 1 putaran penuh (360 derajat) untuk menepatkan silinder nomor 4 (pada mobil 4 silinder) ke TMA langkah kompresi, lalu setel katup-katup yang tersisa.

Saat mengganti oli mesin dan filter oli, setelah mengeluarkan oli lama dari baut kuras (drain plug), ganti gasket baut kuras (drain gasket) dengan yang baru lalu kencangkan drain plug.

Saat memasang filter oli baru, oleskan tipis oli mesin baru pada O-ring filter, putar masuk dengan tangan sampai menyentuh permukaan dudukan, lalu kencangkan sesuai jumlah putaran (atau torsi spesifikasi) yang ditentukan.

Setelah membongkar pipa atau silinder rem hidrolik, wajib dilakukan pekerjaan pembuangan udara (air bleeding) untuk mengeluarkan udara yang masuk ke dalam pipa. Isi minyak rem ke tangki cadangan (reservoir tank), dan pada prinsipnya lakukan berurutan mulai dari bleeder plug pada roda yang paling jauh dari master silinder.

Pembuangan udara dilakukan berpasangan 2 orang. Satu orang mengocok pedal rem beberapa kali lalu menahannya tetap terinjak kuat, sementara orang lainnya mengendurkan bleeder plug untuk mengeluarkan minyak rem bercampur gelembung udara melalui selang vinil, lalu dalam kondisi pedal masih terinjak penuh kencangkan kembali bleeder plug sebelum pedal dilepas. Ulangi langkah ini sampai gelembung udara hilang.

Pekerjaan Penyetelan, Pembuangan Udara (Bleeding) Rem, dan Prosedur Ganti Oli

Poin penting


  • Penyetelan celah katup mesin 4 silinder dilakukan dengan menepatkan silinder #1 ke TMA kompresi untuk menyetel separuh katup, lalu memutar poros engkol 1 putaran (360 derajat) untuk menyetel sisanya

  • Saat mengganti filter oli, oleskan oli mesin pada O-ring filter baru sebelum dipasang, dan periksa kebocoran oli setelah mesin dihidupkan

  • Pada pekerjaan air bleeding rem, sambil menjaga agar minyak di reservoir tidak habis, kendurkan bleeder plug saat pedal ditahan terinjak, lalu kencangkan plug sebelum melepas pedal secara berulang hingga gelembung hilang
KosakataArti
Titik Mati Atas (TMA) langkah kompresi (Posisi piston di mana katup hisap dan buang tertutup rapat untuk penyetelan celah katup)
Drain gasket (paking baut pembuangan oli) (Ring perapat pada baut kuras karter oli yang wajib diganti baru saat ganti oli)
Air bleeding (pembuangan udara palsu) (Proses membuang gelembung udara dari dalam saluran rem hidrolik)
Bleeder plug (baut pembuang udara) (Katup kecil pada silinder roda atau kaliper untuk mengeluarkan udara dari minyak rem)

Penilaian Lulus / Tidak Lulus serta Perhitungan Nilai Standar dan Batas Pakai

Dalam ujian praktik (ujian penilaian dan perencanaan), selalu muncul soal yang membandingkan nilai hasil pengukuran alat ukur (nilai ukur) terhadap Nilai Standar (standard value) dan Batas Pakai (service limit) pada buku pedoman servis untuk menentukan apakah komponen tersebut Baik (Lulus: masih bisa dipakai) atau Rusak (Tidak Lulus: perlu perbaikan atau penggantian).

Pola pertama adalah komponen yang apabila aus maka ketebalan atau kedalamannya berkurang (mengecil).

Ketebalan kampas rem cakram (brake pad), ketebalan kampas rem tromol (shoe lining), ketebalan piringan cakram (disc rotor), kedalaman alur ban, tekanan kompresi mesin, serta berat jenis baterai memiliki batas pakai yang ditetapkan sebagai batas bawah (nilai minimum yang harus dipenuhi). Oleh karena itu, jika Nilai ukur < Batas pakai maka dinilai Rusak (ganti).

Pola kedua adalah komponen yang akibat keausan atau perubahan bentuk maka celah atau keolengannya bertambah (membesar).

Diameter dalam silinder, celah ujung ring piston, celah oli (oil clearance), kebengkokan poros, keolengan disc rotor, kerataan (melengkung) kepala silinder, serta diameter dalam tromol rem memiliki batas pakai yang ditetapkan sebagai batas atas (nilai maksimum yang diizinkan). Oleh karena itu, jika Nilai ukur > Batas pakai maka dinilai Rusak (ganti).

Selain itu, untuk item yang ditetapkan dalam rentang nilai standar (misalnya: 0.15~0.25 mm) seperti celah katup, defleksi tali kipas, gerak bebas pedal, toe-in, dan putaran idling, apabila nilai ukur berada di luar rentang tersebut maka dinilai Perlu Penyetelan.

Poin penting


  • Ketebalan kampas rem, ketebalan cakram, dan kedalaman alur ban akan mengecil saat aus, sehingga dinilai Ganti (Rusak) ketika Nilai ukur < Batas pakai (batas bawah)

  • Diameter dalam tromol rem, kebengkokan poros, keolengan cakram, kemelengkongan kepala silinder, dan celah oli dinilai Ganti (Rusak) ketika Nilai ukur > Batas pakai (batas atas)

  • Contoh: Ketika nilai standar ketebalan brake pad adalah 10.0 mm dan batas pakainya 2.0 mm, jika hasil ukur jangka sorong 1.5 mm maka berada di bawah batas pakai (2.0 mm) sehingga dinilai Rusak (ganti pad)

  • Contoh: Ketika batas pakai kebengkokan poros adalah 0.03 mm dan keolengan dial gauge saat diputar 1 kali di atas V-block adalah 0.08 mm, maka kebengkokan = 0.08 / 2 = 0.04 mm, melebihi batas pakai (0.03 mm) sehingga dinilai Rusak (ganti)
KosakataArti
Nilai standar (standard value) (Ukuran atau nilai spesifikasi normal untuk komponen baru atau hasil penyetelan)
Batas pakai / batas servis (service limit) (Batas ambang keausan/kerusakan di mana komponen wajib diperbaiki atau diganti)
Jumlah keausan (Selisih antara dimensi standar awal dan dimensi hasil pengukuran)
Penilaian kelayakan (baik / buruk) (Menentukan apakah komponen masih layak pakai dengan membandingkan terhadap batas servis)

Dasar Pencarian Penyebab Kerusakan (Troubleshooting)

Dalam ujian praktik maupun diagnosis kerusakan di bengkel, kemungkinan penyebab dipersempit secara sistematis berdasarkan gejala. Misalnya, jika motor starter sama sekali tidak berputar, periksa terlebih dahulu baterai tekor (penurunan tegangan terminal atau berat jenis), kendor atau korosi pada terminal baterai, inhibitor switch mobil AT (tuas berada di luar posisi P atau N), atau kerusakan pada unit starter itu sendiri.

Jika motor starter berputar kuat tetapi mesin tidak mau hidup, periksa secara berurutan 3 unsur utama mesin yaitu: Campuran bahan bakar-udara yang baik (bahan bakar), Kompresi yang baik, dan Bunga api yang baik (pengapian). Periksa apakah kehabisan bahan bakar, pompa bahan bakar tidak bekerja, percikan api busi, atau hilangnya kompresi akibat putusnya timing belt.

Jika mesin mengalami panas berlebih (overheat), periksa kebocoran atau kekurangan air pendingin (LLC), tali kipas (fan belt) kendor atau putus, termostat macet dalam keadaan tertutup, kipas pendingin elektrik tidak bekerja, inti radiator tersumbat, atau kerusakan katup tekan tutup radiator.

Jika rem kurang pakem atau injakan pedal rem terlalu dalam, curigai adanya kebocoran minyak rem, masuknya udara ke pipa rem, keausan brake pad atau lining, maupun fenomena fade / vapor lock saat jalan menurun.

Selain itu, dengan menghubungkan alat diagnosis eksternal (scan tool) ke sistem diagnosis kendaraan (OBD), kita dapat membaca kode kerusakan diagnosis (DTC: Diagnostic Trouble Code) yang tersimpan di dalam ECU.

Poin penting


  • Saat starter tidak berputar periksa tegangan baterai, terminal kendor, dan inhibitor switch; saat starter berputar tapi mesin tidak hidup periksa 3 unsur: Bahan bakar, Pengapian, dan Kompresi

  • Penyebab utama overheat adalah kekurangan air pendingin, fan belt kendor atau putus, termostat macet tertutup, serta kerusakan kipas elektrik

  • Jika scan tool (alat diagnosis eksternal) dihubungkan ke DLC kendaraan, kode kerusakan (DTC) yang dideteksi ECU dapat dibaca dan dihapus
KosakataArti
Inhibitor switch (Sakelar pengaman transmisi otomatis yang hanya mengizinkan starter berputar di P atau N)
Overheat (panas berlebih) (Kondisi suhu mesin naik melampaui batas normal akibat gangguan sistem pendingin)
Scan tool (alat diagnosis eksternal) (Alat uji yang dihubungkan ke soket OBD/DLC untuk membaca kode kerusakan ECU)
Diagnostic Trouble Code (DTC / kode kerusakan) (Kode kesalahan yang disimpan memori ECU ketika terdeteksi gangguan)

Sistem dan Standar Kelulusan Ujian Evaluasi SSW (Tokutei Ginou) 1 Bidang Perawatan Mobil

Ujian Evaluasi Pekerja Berketerampilan Spesifik (Specified Skilled Worker / Tokutei Ginou) No. 1 Bidang Perawatan Mobil adalah ujian untuk memastikan apakah peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar (setara tingkat Mekanik Mobil Kelas 3 di Jepang) untuk melakukan pemeriksaan harian, pemeriksaan berkala, serta pekerjaan bantuan perawatan bongkar-pasang secara mandiri dan tepat di bengkel mobil Jepang.

Ujian terdiri dari 2 bagian yaitu Ujian Tertulis dan Ujian Praktik, yang dilaksanakan berurutan pada hari yang sama selama total 80 menit (dengan metode komputer CBT atau metode kertas). Bahasa ujian pada prinsipnya menggunakan bahasa Jepang (dilengkapi furigana pada seluruh huruf kanji).

(1) Ujian Tertulis: Jumlah soal adalah 30 soal, semuanya berbentuk Benar / Salah. Waktu ujian adalah 60 menit, dengan standar kelulusan 65% ke atas (minimal 20 jawaban benar dari 30 soal). Soal-soal diambil secara merata dari seluruh cakupan materi: struktur, fungsi, perkakas, material, hingga pemeriksaan dan perawatan.

(2) Ujian Praktik (ujian penilaian dan ujian perencanaan): Merupakan ujian praktik berbasis kertas (atau CBT) pilihan ganda dua opsi dengan melihat ilustrasi atau foto.

Terdiri dari 3 soal besar × masing-masing 3 anak soal = total 9 soal, waktu ujian 20 menit, dan standar kelulusan 60% ke atas (patokan minimal 6 jawaban benar). Sebagai catatan, orang yang telah lulus Uji Keterampilan Mekanik Mobil Kelas 3 ke atas atau telah menyelesaikan dengan baik Pelatihan Pemagangan Teknis (Ginou Jisshuu) No. 2 bidang perawatan mobil dibebaskan dari ujian evaluasi ini.

Poin penting


  • Ujian Evaluasi SSW No. 1 dilaksanakan selama total 80 menit yang terdiri dari Ujian Tertulis (60 menit) dan Ujian Praktik (20 menit), dengan naskah soal berbahasa Jepang ber-furigana

  • Ujian Tertulis terdiri dari 30 soal Benar/Salah (standar lulus 65% ke atas = minimal 20 soal benar), sedangkan Ujian Praktik terdiri dari 9 soal dua pilihan bergambar/tabel (standar lulus 60% ke atas)

  • Pemegang sertifikat lulus Mekanik Mobil Kelas 3 atau lulusan Pemagangan Teknis No. 2 perawatan mobil dibebaskan dari ujian evaluasi ini

  • Contoh: Karena standar kelulusan 30 soal ujian tertulis adalah 65% ke atas, maka 30 × 0.65 = 19.5 soal -> lulus jika menjawab benar 20 soal atau lebih
KosakataArti
Ujian Evaluasi Tokutei Ginou (SSW) No. 1 (Ujian kualifikasi untuk memperoleh visa kerja Specified Skilled Worker (i) Otomotif)
Ujian tertulis dan ujian praktik (Ujian tertulis 30 soal (60 menit) dan ujian praktik 9 soal (20 menit))
Mekanik Mobil Kelas 3 (Sertifikasi Nasional Jepang) (Standar kompetensi acuan untuk ujian Tokutei Ginou 1 bidang perawatan mobil)

Poin yang Sering Muncul dalam Ujian dan Cara Mengingatnya

Pada bagian pemeriksaan dan bongkar-pasang, komponen sekali pakai (komponen yang wajib diganti baru begitu dilepas) = gasket, paking, O-ring, oil seal, dan pin belah (cotter pin) hampir selalu ditanyakan di setiap ujian. Pastikan menjawab Salah pada soal jebakan yang menyatakan O-ring atau pin belah boleh dipakai lagi jika tampilan luarnya tidak rusak.

Untuk urutan baut dan mur, hafalkan paket 3 aturan ini: Mengencangkan baut kepala silinder = dari tengah (dalam) ke luar; Mengendurkan = dari luar ke dalam (tengah); Mur roda = arahkan bagian tirus (taper) ke sisi dalam dan kencangkan dengan urutan menyilang (bintang).

Pada pembuangan udara (air bleeding) rem, jika pedal rem dilepas saat bleeder plug masih kendor maka udara justru akan terhisap masuk kembali; oleh karena itu urutan wajib yang selalu ditanyakan adalah kencangkan bleeder plug saat pedal masih diinjak penuh, baru kemudian lepaskan pedal.

Dalam ujian praktik (9 soal, 20 menit), tiga pola soal utamanya adalah: (1) Nama dan pembacaan skala perkakas / alat ukur, (2) Penilaian Baik / Buruk dengan membandingkan terhadap batas pakai, serta (3) Memilih prosedur kerja dan aturan keselamatan yang benar. Perhatikan pembagian waktu dan kerjakan dengan tenang.

Poin penting


  • Gasket, paking, O-ring, oil seal, dan cotter pin adalah komponen sekali pakai (non-reusable); wajib diganti baru meskipun tampak luar masih bagus

  • Baut kepala silinder: Mengencangkan = dalam ke luar, Mengendurkan = luar ke dalam / Mur roda: Sisi tirus menghadap ke dalam, urutan menyilang

  • Air bleeding rem: Kendurkan bleeder plug untuk mengeluarkan minyak sambil menahan pedal terinjak, lalu kencangkan plug sebelum melepas pedal

  • Komponen yang mengecil karena aus (tebal pad, dll.) diganti bila Nilai ukur < Batas; item yang membesar (kebengkokan, diameter dalam, dll.) diganti bila Nilai ukur > Batas

  • Ujian SSW 1: Tertulis 30 soal Benar/Salah (60 menit, lulus 65% = 20 soal), Praktik 9 soal dua pilihan (20 menit, lulus 60%)
KosakataArti
Tidak dapat digunakan kembali (non-reusable) (Wajib diganti baru setiap kali dibongkar (gasket, O-ring, oil seal, cotter pin))
Penilaian Baik / Buruk (Lulus / Gagal) (Menentukan kelayakan komponen dengan membandingkan hasil ukur terhadap batas pakai)
Ujian penilaian dan ujian perencanaan (Dua jenis soal bergambar yang diujikan dalam ujian praktik 9 soal)

Pemeriksaan, Bongkar Pasang, Penyetelan & Perbaikan

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo