VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Perawatan Otomotif

Material, Bahan Bakar & Pelumas, serta Bodi Kendaraan

Perawatan Otomotif · 自動車整備分野 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Material Logam (Material Besi-Baja, Perlakuan Panas, dan Logam Non-Besi)

Material besi-baja yang paling banyak digunakan pada mobil adalah paduan besi (Fe) yang mengandung karbon (C).

Paduan dengan kandungan karbon sekitar 0.02~2.14% disebut baja karbon (steel), sedangkan yang sekitar 2.14~6.67% disebut besi cor (cast iron). Pada baja karbon, semakin banyak kandungan karbonnya maka kekerasan dan kekuatan tariknya semakin besar, tetapi daya regang dan keuletannya (ketangguhan/toughness) berkurang serta menjadi lebih sulit dilas.

Besi cor memiliki titik lebur rendah, mudah dicor menjadi bentuk yang rumit, serta unggul dalam ketahanan aus dan penyerapan getaran, sehingga digunakan pada blok silinder, tromol rem, dan piringan cakram (disc rotor).

Selain itu, baja paduan (baja khusus) yang ditambahkan kromium, molibdenum, atau nikel ke dalam baja karbon digunakan untuk poros engkol, batang torak (conrod), roda gigi, baja pegas suspensi, serta baja tahan karat (stainless steel) pada pipa knalpot.

Perlakuan panas (heat treatment) untuk mengubah sifat baja meliputi: Quenching / sepuh keras (memanaskan hingga suhu tinggi lalu mendinginkan cepat dengan air atau oli agar keras), Tempering / temper (memanaskan kembali setelah quenching untuk menghilangkan sifat getas dan memberikan keuletan), Annealing / pelunakan (menghilangkan tegangan dalam dan melunakkan), serta pengerasan induksi dan karburising yang hanya mengeraskan permukaan roda gigi atau poros.

Paduan aluminium yang merupakan logam non-besi memiliki berat jenis sekitar 2.7—ringan sekitar 1/3 dari besi (sekitar 7.8)—serta memiliki daya hantar panas tinggi dan pelepasan panas yang sangat baik, sehingga banyak digunakan untuk piston, kepala silinder, radiator, dan pelek aluminium.

Poin penting


  • Pada baja karbon, semakin tinggi kandungan karbon maka kekerasan dan kekuatan tarik meningkat, tetapi daya regang dan keuletan (toughness) menurun

  • Quenching adalah perlakuan pendinginan cepat untuk mengeraskan baja, sedangkan tempering mengurangi sifat getas pasca-quenching untuk memberikan keuletan

  • Paduan aluminium memiliki berat jenis ringan sekitar 1/3 besi dan daya hantar panas (pelepasan panas) unggul, sehingga dipakai pada piston, kepala silinder, dan radiator
KosakataArti
Baja karbon dan besi cor (Paduan besi dan karbon yang dibedakan menurut persentase karbonnya)
Quenching (sepuh keras) dan tempering (Quenching mengeraskan baja; tempering mengembalikan keuletan agar tidak getas)
Keuletan / ketangguhan (toughness) (Sifat ketahanan logam agar tidak mudah patah getas saat menerima beban kejut)
Paduan aluminium (aluminum alloy) (Logam ringan (~1/3 berat besi) dengan konduktivitas panas tinggi)

Material Non-Logam (Kaca, Resin, Karet) dan Bahan Bakar (Bensin, Solar)

Kaca jendela mobil menggunakan kaca pengaman (safety glass). Untuk kaca depan (front windshield), diwajibkan menggunakan kaca laminasi (laminated glass) yang menyisipkan lapisan film plastik transparan kuat di antara 2 lembar kaca, sehingga meskipun retak terkena benturan tetap mencegah tembusnya benda, tidak berhamburan, dan menjaga pandangan pengemudi.

Sebaliknya, untuk kaca pintu dan kaca belakang banyak digunakan kaca tempered (tempered glass), yang jika pecah akan berubah menjadi butiran-butiran kecil tumpul guna mencegah luka parah.

Resin sintetis (plastik) terdiri dari resin termoplastik (seperti polipropilena untuk bemper dan komponen interior) yang melunak saat dipanaskan dan mengeras saat didinginkan, serta resin termoset yang mengeras permanen karena reaksi kimia saat dipanaskan. Selain itu, karet sintetis tahan oli dan tahan panas (seperti karet nitril) digunakan untuk sil oli (oil seal) dan selang-selang.

Bahan bakar bensin memiliki sifat mudah menguap tinggi dan titik nyala (flash point) sangat rendah yaitu -40 derajat C atau lebih rendah, sehingga pada suhu di bawah titik beku saat musim dingin pun akan langsung menyala jika ada api. Selain itu, uap bensin 3~4 kali lebih berat daripada udara sehingga mudah mengendap di permukaan lantai bengkel atau dasar kolong (pit), sehingga wajib waspada terhadap ledakan dan kebakaran akibat listrik statis atau percikan bunga api.

Bahan bakar mesin diesel yaitu minyak solar (light oil) memiliki titik nyala lebih tinggi daripada bensin (+45 derajat C ke atas), namun suhu penyalaan sendiri (titik bakar) lebih rendah daripada bensin, dan kemudahan penyalaannya dinyatakan dengan angka setana. Karena kandungan parafin (lilin) dalam solar membeku putih pada suhu rendah dan menyumbat saringan bahan bakar, di daerah dingin digunakan solar khusus daerah dingin yang tidak mudah membeku.

Poin penting


  • Kaca depan menggunakan kaca laminasi (laminated glass) yang tidak berhamburan dan tetap menjaga pandangan saat pecah, sedangkan kaca pintu menggunakan kaca tempered yang pecah menjadi butiran halus

  • Bensin memiliki titik nyala sangat rendah (-40 derajat C ke bawah) dan uapnya lebih berat dari udara sehingga mudah mengendap di cekungan lantai (pit)

  • Pada suhu rendah kandungan lilin (wax) pada solar mudah menggumpal dan menyumbat filter bahan bakar, sehingga di musim dingin/daerah dingin digunakan solar daerah dingin bertitik tuang rendah
KosakataArti
Kaca laminasi dan kaca tempered (Kaca depan wajib kaca laminasi; kaca samping dan belakang memakai kaca tempered)
Resin termoplastik dan resin termoset (Termoplastik melunak bila dipanaskan; termoset mengeras permanen)
Titik nyala (flash point) dan titik bakar (Titik nyala bensin sangat rendah (di bawah -40 derajat C))
Karet tahan oli (Karet sintetis khusus untuk oil seal dan selang bahan bakar/oli)

Fungsi & Standar Oli Mesin, Oli Roda Gigi, dan Gemuk (Grease)

Oli mesin memiliki 5 fungsi utama yang penting: (1) Fungsi pelumasan (pengurang gesekan): mencegah kontak langsung antarlogam untuk mengurangi gesekan dan keausan; (2) Fungsi pendinginan: menyerap dan membawa pergi panas pembakaran serta panas gesekan; (3) Fungsi perapatan (sealing): menutup celah antara ring piston dan dinding silinder untuk mencegah kebocoran gas.

Selanjutnya: (4) Fungsi pembersihan dan dispersi: membilas endapan kotoran (sludge) serta karbon di dalam mesin dan menyebarkannya di dalam oli; serta (5) Fungsi pencegah karat (korosi): melapisi permukaan logam dengan selaput oli guna mencegah karat akibat asam dan uap air (beserta fungsi penyebar tegangan untuk meredam benturan).

Kekentalan (viskositas) oli mesin dinyatakan dengan klasifikasi viskositas SAE. Pada oli multigrade seperti 5W-30 atau 0W-20, semakin kecil angka di depan huruf W (Winter: musim dingin) berarti oli semakin encer pada suhu rendah sehingga kemampuan start dinginnya unggul, sedangkan semakin besar angka di belakangnya (30 atau 20) berarti viskositas pada suhu tinggi semakin tinggi sehingga lebih kuat mempertahankan lapisan film oli.

Selain itu, klasifikasi mutu API diawali huruf S (seperti SP) untuk mobil bensin dan huruf C (seperti CK-4) untuk mobil diesel.

Oli roda gigi (gear oil) yang dipakai pada transmisi dan diferensial mengandung aditif tekanan ekstrem (EP) karena permukaan roda gigi menerima tekanan tinggi, dan memiliki angka viskositas lebih besar daripada oli mesin (seperti 75W-90).

Selain itu, gemuk (grease: pelumas semi-padat) digunakan sesuai bagiannya, yaitu chassis grease, wheel bearing grease, dan rubber grease (untuk rem) yang tidak merusak karet.

Fungsi & Standar Oli Mesin, Oli Roda Gigi, dan Gemuk (Grease)

Poin penting


  • 5 fungsi utama oli mesin adalah Pelumasan, Pendinginan, Perapatan (sealing), Pembersihan/dispersi, dan Pencegah karat (ditambah penyebar tegangan)

  • Pada kode viskositas SAE 5W-30, huruf W berarti Winter (musim dingin); semakin kecil angka di depan W semakin baik start suhu rendah, dan semakin besar angka di belakang semakin tinggi viskositas suhu tinggi

  • Untuk komponen karet rem (cup dan boot), gunakan rubber grease khusus rem yang tidak membuat karet mengembang, bukan gemuk berbahan dasar minyak mineral
KosakataArti
5 fungsi utama oli mesin (Pelumasan, pendinginan, perapatan, pembersihan-dispersi, dan pencegah karat)
Klasifikasi viskositas SAE (oli multigrade) (Standar kekentalan oli seperti 5W-30 atau 0W-20)
Aditif tekanan ekstrem (EP additive) (Zat tambahan pada oli transmisi/gardan untuk menahan beban tekan gigi yang tinggi)
Rubber grease (gemuk karet) (Gemuk khusus komponen karet rem agar karet tidak melar/mengembang)

Minyak Rem (Brake Fluid) dan LLC (Long Life Coolant)

Minyak rem (brake fluid: DOT3, DOT4, dll.) yang digunakan pada rem hidrolik adalah cairan non-mineral berbahan dasar glikol eter. Cairan ini memiliki titik didih tinggi dan tidak merusak karet maupun logam, tetapi memiliki ciri khas mudah menyerap uap air dari udara (sifat higroskopis tinggi).

Jika minyak rem menyerap uap air, titik didihnya akan turun drastis sehingga mudah mendidih dan menimbulkan gelembung udara saat pengereman di jalan menurun—menyebabkan fenomena vapor lock.

Oleh karena itu, tutup rapat wadah minyak rem saat disimpan dan ganti secara berkala setiap pemeriksaan kendaraan (setiap 2 tahun). Selain itu, karena merusak lapisan cat, segera bilas dengan air jika mengenai bodi kendaraan, dan jangan pernah mencampurnya dengan minyak mineral (seperti oli mesin) karena akan membuat karet silinder rem mengembang.

LLC (Long Life Coolant: cairan antibeku umur panjang) yang ditambahkan ke air pendingin berbahan utama etilen glikol yang dicampur zat antikarat dan zat antibusa. LLC memiliki fungsi antibeku untuk mencegah air pendingin membeku di musim dingin yang dapat memecahkan blok mesin atau radiator, serta fungsi antikarat untuk mencegah karat pada saluran pendingin.

LLC dicampur dengan air lunak (air keran atau air murni) untuk mengatur konsentrasi (biasanya dalam rentang 30~60%) sesuai suhu terendah di wilayah tersebut. Semakin tinggi konsentrasinya maka titik beku semakin turun, tetapi jika melebihi 60% justru menjadi mudah membeku sehingga digunakan pada konsentrasi tepat 30~60%. Jumlah cairan murni LLC yang diperlukan dihitung dengan: Kapasitas total sistem pendingin × Konsentrasi LLC (%).

Poin penting


  • Minyak rem (tipe glikol) bersifat higroskopis; jika menyerap air titik didihnya turun dan mudah menyebabkan vapor lock sehingga wajib diganti berkala

  • Jika minyak mineral (oli mesin dll.) tercampur ke minyak rem maka karet cup akan mengembang dan bocor, dan jika mengenai cat bodi akan mengelupaskan cat sehingga harus segera dicuci air

  • LLC (komponen utama etilen glikol) mencegah pembekuan air pendingin serta mencegah karat dan busa pada sistem pendingin, digunakan pada konsentrasi 30~60%

  • Contoh: Pada mesin dengan kapasitas total air pendingin 6.0 L, jika ingin membuat konsentrasi LLC 40%, maka jumlah LLC murni yang diperlukan = 6.0 × 0.40 = 2.4 L (air = 6.0 - 2.4 = 3.6 L)

  • Contoh: Ketika sistem pendingin berkapasitas total 8.0 L berisi 2.4 L cairan murni LLC, maka konsentrasi LLC = (2.4 / 8.0) × 100 = 30%
KosakataArti
Minyak rem (brake fluid) (Cairan hidrolik rem berbasis glikol (DOT3, DOT4))
Sifat higroskopis (mudah menyerap uap air) (Sifat minyak rem menyerap kelembapan udara yang menurunkan titik didihnya)
LLC (Long Life Coolant) (Cairan pendingin antibeku dan antikarat umur panjang)
Etilen glikol (ethylene glycol) (Bahan kimia utama penyusun cairan LLC)

Struktur Bodi & Rangka (Monokok, Keselamatan Benturan) dan Pengecatan

Struktur bodi kendaraan secara garis besar dibagi menjadi struktur dengan rangka (frame type) dan bodi monokok (struktur tanpa rangka terpisah). Struktur dengan rangka (seperti ladder frame) yang dipakai pada truk dan mobil 4WD meletakkan bodi di atas rangka berbentuk tangga yang kokoh, sehingga kuat menahan muatan berat dan puntiran jalan buruk.

Sebaliknya, arus utama mobil penumpang adalah bodi monokok (struktur cangkang), yang menyatukan rangka dan bodi sehingga atap, pilar, lantai, dan panel luar secara keseluruhan memikul beban bersama seperti cangkang. Struktur ini ringan, memiliki kekakuan puntir dan tekuk yang tinggi, serta menghasilkan ruang kabin yang luas.

Pada bodi keselamatan benturan modern, pelat baja tegangan tinggi (high-tensile steel) ditempatkan pada posisi yang tepat. Saat terjadi tabrakan, bagian depan dan belakang bodi seperti ruang mesin sengaja dibuat mudah ringsek untuk menyerap energi benturan sebagai crushable zone, sedangkan ruang penumpang dijadikan safety zone (kabin berkekakuan tinggi) yang kokoh untuk mencegah perubahan bentuk.

Selain itu, pengecatan (painting) bodi dilakukan untuk mencegah karat (korosi) logam serta menjaga keindahan tampilan dan perlindungan permukaan.

Pada dasarnya pengecatan terdiri dari struktur 3 lapis: (1) Lapisan dasar / undercoat (primer / cat elektrodeposisi) yang memiliki daya lekat ke pelat baja dan daya antikarat -> (2) Lapisan tengah / intermediate coat (surfacer) untuk menutup ketidakrataan halus dan mempererat daya lekat cat atas -> (3) Lapisan akhir / top coat untuk menghasilkan warna, kilap, dan ketahanan cuaca.

Struktur Bodi & Rangka (Monokok, Keselamatan Benturan) dan Pengecatan

Poin penting


  • Bodi monokok menyatukan rangka dan bodi untuk menahan gaya luar dengan seluruh bodi, sehingga ringan, berkekakuan tinggi, dan banyak dipakai pada mobil penumpang

  • Bodi keselamatan benturan menyerap energi tabrakan melalui crushable zone di depan dan belakang yang ringsek, serta melindungi ruang selamat penumpang dengan kabin berkekakuan tinggi

  • Pengecatan bodi dilakukan secara berurutan: Lapisan dasar (primer: antikarat & daya lekat) -> Lapisan tengah (surfacer: perataan dasar) -> Lapisan atas (top coat: warna, kilap, tahan cuaca)
KosakataArti
Bodi monokok (monocoque body) (Konstruksi bodi dan rangka menyatu sebagai cangkang pemikul beban)
Crushable zone (zona serap benturan) (Bagian depan/belakang bodi yang dirancang terdeformasi guna meredam energi tabrakan)
Pelat baja tegangan tinggi (high-tensile steel) (Baja ringan berkekuatan tarik tinggi untuk struktur bodi modern)
Primer, surfacer, dan top coat (Urutan 3 lapisan cat bodi mobil dari dasar hingga lapisan akhir)

Keselamatan & Kesehatan Kerja Bengkel serta Pekerjaan Dongkrak dan Lift

Dasar keselamatan dan mutu di bengkel perawatan adalah kegiatan 5S: Seiri (Ringkas: membuang barang yang tidak diperlukan), Seiton (Rapi: meletakkan barang yang diperlukan di tempat tetap agar mudah diambil), Seiso (Resik: membersihkan sampah dan noda oli di lantai), Seiketsu (Rawat: mempertahankan Seiri, Seiton, dan Seiso), serta Shitsuke (Rajin: kebiasaan mematuhi aturan keselamatan yang ditetapkan).

Kenakan pakaian kerja berukuran pas dengan ujung lengan dan kaki yang rapat, serta lepaskan kepala sabuk, jam tangan, dan cincin agar tidak menggores bodi mobil atau terlilit bagian berputar. Selain itu, saat menghidupkan mesin di dalam ruangan, wajib pasang saluran buang (exhaust hose) dan lakukan ventilasi guna mencegah keracunan gas karbon monoksida (CO) dalam gas buang yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat beracun.

Saat mengangkat kendaraan dengan dongkrak garasi (jacking up), lakukan di lantai yang rata dan keras, wajib pasang ganjal roda (wheel chock/stopper) pada ban yang masih menyentuh tanah, lalu posisikan dongkrak tepat pada titik pendongkrakan (jack-up point) yang ditentukan pabrikan.

Apabila masuk ke kolong kendaraan untuk bekerja, dilarang keras bekerja hanya dengan ditopang dongkrak hidrolik saja karena berbahaya kendaraan bisa jatuh.

Wajib pasang rigid rack (jack stand / penyangga bodi) pada titik penopang yang ditentukan untuk menahan bodi sebelum bekerja di bawahnya. Saat menggunakan lift 2 tiang (two-post lift) pun, hentikan sementara ketika ban sedikit terangkat dari lantai dan goyangkan bodi untuk memastikan kestabilannya sebelum dinaikkan ke ketinggian kerja.

Keselamatan & Kesehatan Kerja Bengkel serta Pekerjaan Dongkrak dan Lift

Poin penting


  • Saat bekerja dengan mesin menyala di dalam ruangan, wajib lakukan ventilasi yang cukup untuk mencegah keracunan gas karbon monoksida (CO)

  • Saat bekerja di bawah kendaraan yang didongkrak, jangan hanya ditopang dongkrak melainkan wajib tahan bodi dengan rigid rack (jack stand) dan pasang ganjal pada roda yang menyentuh lantai

  • Saat mengangkat mobil dengan lift, hentikan sementara ketika ban sedikit terangkat dari lantai untuk memeriksa apakah ada pergeseran titik tumpu atau ketidakstabilan sebelum dinaikkan lagi
KosakataArti
5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) (Lima prinsip manajemen kebersihan dan keselamatan kerja di bengkel)
Keracunan karbon monoksida (CO) (Gas beracun tak berwarna dan tak berbau di dalam gas buang kendaraan)
Rigid rack (jack stand) (Penyangga mekanis wajib untuk menopang bodi mobil setelah didongkrak)
Ganjal roda (wheel chock) (Pengganjal ban agar kendaraan tidak bergerak saat didongkrak)

Oli Bekas, Cairan Bekas, Freon, dan Aturan Pelestarian Lingkungan

Oli mesin bekas, minyak rem bekas, LLC bekas, baterai bekas (asam sulfat encer dan timbal), serta ban bekas yang dihasilkan dari perawatan mobil dilarang keras oleh hukum untuk dibuang langsung ke saluran air atau tanah maupun dibuang secara ilegal. Pisahkan dan simpan di tangki atau wadah khusus menurut jenisnya, lalu serahkan kepada perusahaan pengolah limbah industri (atau pendaur ulang) berizin.

Zat pendingin golongan freon (seperti HFC-134a atau HFO-1234yf) yang digunakan sebagai refrigeran AC mobil akan berdampak besar pada pemanasan global jika dilepaskan ke atmosfer. Oleh karena itu, saat melepas pipa untuk perbaikan AC, jangan biarkan terlepas ke udara melainkan wajib dikumpulkan menggunakan alat recovery freon khusus.

Selain itu, inflator (pembangkit gas) pada airbag (SRS) dan pretensioner sabuk pengaman menggunakan bahan peledak. Karena kesalahan penanganan dapat memicu pengembangan (ledakan) tiba-tiba dan kecelakaan fatal, ikuti buku pedoman servis dengan melepas terminal negatif baterai dan menunggu waktu yang ditentukan sebelum bekerja, serta saat menyimpan unit airbag secara terpisah wajib letakkan permukaan pad (sisi mengembang) menghadap ke atas.

Mobil hibrida (HV) dan mobil listrik (EV) dilengkapi rangkaian tegangan tinggi ratusan volt (diidentifikasi dengan kabel harness berwarna oranye). Untuk mencegah kecelakaan sengatan listrik, saat menyervis bagian tegangan tinggi kenakan sarung tangan isolasi, cabut service plug (steker pengaman), tunggu waktu yang ditentukan setelah pemutusan daya, dan pastikan tegangan sudah 0 V sebelum bekerja.

Poin penting


  • Oli bekas, LLC bekas, dan minyak rem bekas tidak boleh dibuang ke saluran air melainkan disimpan terpisah, dan freon AC mobil wajib diambil kembali dengan alat recovery tanpa dilepas ke udara

  • Saat meletakkan modul airbag yang telah dilepas, wajib posisikan permukaan pad (sisi depan) menghadap ke atas agar unit tidak terpental terbang jika tidak sengaja meledak

  • Kabel tegangan tinggi HV/EV ditandai dengan warna oranye, dan saat perawatan wajib mengenakan sarung tangan isolasi lalu mencabut service plug
KosakataArti
Limbah industri (Oli, cairan kimia, dan aki bekas yang wajib diserahkan ke pengolah limbah resmi)
Alat recovery freon (Mesin pengumpul refrigeran AC agar gas tidak terlepas ke atmosfer)
Airbag SRS (penyimpanan permukaan pad menghadap atas) (Unit airbag yang dilepas wajib diletakkan dengan sisi pad menghadap ke atas)
Kabel tegangan tinggi (warna oranye) & service plug (Kabel oranye menandakan rangkaian tegangan tinggi pada mobil HV/EV)

Poin yang Sering Muncul dalam Ujian dan Cara Mengingatnya

Pada bidang material, soal langganan ujian adalah: Baja karbon semakin banyak karbonnya semakin keras dan kuat tetapi daya regang dan keuletannya berkurang; Quenching = pendinginan cepat agar keras, Tempering = memberi keuletan; Paduan aluminium = berat sekitar 1/3 besi dengan daya hantar panas baik; Kaca depan = kaca laminasi (kaca tempered adalah Salah).

Untuk bahan bakar dan pelumas, hafalkan dengan sempurna: Uap bensin lebih berat dari udara dan mengumpul di tempat rendah; Huruf W pada oli mesin 5W-30 = Winter/musim dingin (angka depan semakin kecil semakin baik start suhu rendah); Minyak rem = tipe glikol, bersifat higroskopis (titik didih turun saat menyerap air), merusak cat; LLC = bahan utama etilen glikol, antibeku dan antikarat.

Untuk bodi dan pengecatan, kuasai: Arus utama mobil penumpang = bodi monokok yang menyatukan rangka dan bodi; Keselamatan benturan = depan dan belakang ringsek menyerap benturan (crushable zone), kabin merupakan ruang berkekakuan tinggi; Urutan cat = Lapisan dasar (primer) -> Lapisan tengah (surfacer) -> Lapisan atas (top coat).

Untuk keselamatan kerja, poin yang sering keluar adalah: Dilarang mutlak masuk ke bawah mobil hanya dengan dongkrak (wajib gunakan rigid rack); Menghidupkan mesin di dalam ruangan wajib ventilasi untuk mencegah keracunan CO; Airbag yang dilepas diletakkan dengan permukaan pad menghadap ke atas; Kabel tegangan tinggi HV/EV berwarna oranye.

Poin penting


  • Baja karbon = karbon bertambah makin keras tapi keuletan turun / Quenching = mengeraskan, Tempering = memberi keuletan / Kaca depan = kaca laminasi

  • Uap bensin lebih berat dari udara dan mengendap di lantai / Huruf W pada 5W-30 = Winter (angka makin kecil start suhu rendah makin baik)

  • Minyak rem menyerap air sehingga titik didih turun dan memicu vapor lock / Jumlah LLC = Total kapasitas pendingin × Konsentrasi (%)

  • Bodi monokok menyatukan rangka dan bodi / Urutan pengecatan adalah Lapisan dasar (primer) -> Lapisan tengah (surfacer) -> Lapisan atas

  • Pekerjaan di kolong mobil wajib ditopang rigid rack / Airbag yang dilepas menghadap ke atas / Kabel tegangan tinggi HV berwarna oranye
KosakataArti
Monokok (struktur cangkang) (Struktur bodi mobil penumpang di mana rangka dan bodi menyatu)
Mengembang / melar (swelling pada karet) (Kerusakan karet rem akibat terkena minyak mineral)
Fungsi antibeku dan antikarat (Dua fungsi utama cairan pendingin LLC)

Material, Bahan Bakar, Pelumas & Bodi

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo