VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Perawatan Otomotif

Alat Uji, Alat Ukur, dan Perkakas Perawatan

Perawatan Otomotif · 自動車整備分野 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Struktur dan Cara Membaca Skala Jangka Sorong (Vernier Caliper)

Jangka sorong (vernier caliper) adalah alat ukur yang dapat mengukur 4 jenis dimensi komponen hanya dengan 1 alat: diameter luar (dimensi luar), diameter dalam (dimensi dalam), kedalaman (depth), dan tinggi tingkat (step). Diameter luar diukur menggunakan rahang luar (jaws), diameter dalam menggunakan rahang dalam (paruh/beaks), dan kedalaman menggunakan batang kedalaman (depth bar).

Nilai bacaan terkecil (skala terkecil) jangka sorong standar yang sering digunakan dalam perawatan mobil adalah 0.05 mm (1/20 mm). Skala utama (main scale) memiliki garis ukuran dalam satuan 1 mm, sedangkan skala nonius (vernier scale) pada penggeser membagi 19 mm (atau 39 mm) skala utama menjadi 20 bagian sama besar sehingga dapat membaca satuan 0.05 mm.

Prosedur membaca skala jangka sorong terdiri dari 2 langkah berikut. Langkah 1: Pertama, baca garis skala utama yang berada tepat di sebelah kiri posisi garis angka 0 skala nonius dalam satuan 1 mm (bilangan bulat mm).

Langkah 2: Selanjutnya, cari posisi di mana garis skala nonius dan garis skala utama bertemu lurus sejajar, lalu baca nilai skala nonius pada posisi tersebut dalam satuan 0.05 mm (desimal mm). Terakhir, jumlahkan nilai skala utama dari Langkah 1 dengan nilai skala nonius dari Langkah 2.

Struktur dan Cara Membaca Skala Jangka Sorong (Vernier Caliper)

Poin penting


  • Jangka sorong dapat mengukur 4 dimensi (diameter luar, diameter dalam, kedalaman, step) dengan 1 alat, dan nilai bacaan terkecil umumnya adalah 0.05 mm

  • Cara membaca: (1) Baca skala utama tepat di kiri garis 0 skala nonius (satuan 1 mm) -> (2) Baca skala nonius yang segaris lurus dengan skala utama (satuan 0.05 mm) lalu jumlahkan

  • Jepit benda kerja secara tegak lurus sedekat mungkin dengan pangkal rahang (sisi dalam dekat skala utama) bukan di ujungnya, dan baca skala tepat dari depan

  • Contoh: Ketika garis 0 skala nonius berada di antara 46 mm dan 47 mm pada skala utama, dan garis 4.5 (0.45 mm) skala nonius segaris dengan skala utama, nilai ukur = 46 + 0.45 = 46.45 mm

  • Contoh: Ketika garis 0 skala nonius sedikit melewati 12 mm pada skala utama, dan garis 3.0 (0.30 mm) skala nonius segaris dengan skala utama, nilai ukur = 12 + 0.30 = 12.30 mm
KosakataArti
Jangka sorong (vernier caliper) (Mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman, dan step dengan ketelitian 0.05 mm)
Skala utama dan skala nonius (vernier) (Skala utama membaca satuan 1 mm, skala nonius membaca satuan 0.05 mm)
Batang pengukur kedalaman (depth bar) (Batang di ujung jangka sorong untuk mengukur kedalaman lubang atau celah)
Nilai bacaan terkecil (0.05 mm) (Resolusi pengukuran terkecil pada jangka sorong standar)

Cara Menggunakan dan Membaca Skala Mikrometer (Micrometer)

Mikrometer luar (outside micrometer) adalah alat ukur presisi untuk mengukur diameter luar piston, diameter jurnal poros engkol, atau ketebalan piringan cakram rem dalam satuan 0.01 mm (1/100 mm). Mikrometer dibagi berdasarkan rentang ukur seperti untuk 0~25 mm, 25~50 mm, dan 50~75 mm.

Sebelum digunakan, bersihkan permukaan ukur landasan (anvil) dan poros ukur (spindle); untuk ukuran 0~25 mm rapatkan langsung kedua permukaan ukur, sedangkan untuk ukuran 25 mm ke atas jepitkan batang standar (test bar) di antaranya untuk melakukan pemeriksaan titik nol (penyetelan titik acuan).

Saat menempelkan spindle ke benda ukur, putar ratchet stop hingga berputar bebas (berbunyi klik 2~3 kali) lalu hentikan agar tekanan pengukuran tetap konstan.

Pada struktur skalanya, tabung tetap (sleeve) memiliki skala kelipatan 1 mm di bagian atas garis patokan dan skala setengah milimeter 0.5 mm di bagian bawahnya, sedangkan pada keliling tabung putar (thimble) terdapat skala yang membagi 0.5 mm menjadi 50 bagian sama besar (1 strip = 0.01 mm).

Prosedur membacanya terdiri dari 3 langkah. Langkah 1: Baca satuan 1 mm pada skala bagian atas sleeve.

Langkah 2: Periksa apakah garis skala bantu 0.5 mm di bagian bawah sleeve terlihat atau tidak (jika terlihat tambahkan +0.50 mm, jika tertutup 0.00 mm). Langkah 3: Baca skala thimble yang segaris dengan garis patokan mendatar sleeve dalam satuan 0.01 mm, lalu jumlahkan semuanya.

Poin penting


  • Skala terkecil mikrometer adalah 0.01 mm; wajib periksa titik 0 dengan batang standar sebelum digunakan, dan putar ratchet stop saat mengukur agar tekanan ukur konstan

  • Cara membaca: (1) Skala atas sleeve (1 mm) + (2) Skala bawah sleeve (0.50 mm jika garis 0.5 mm terlihat) + (3) Skala thimble (0.01 mm)

  • Melewatkan garis skala 0.5 mm di bagian bawah sleeve adalah kesalahan paling sering dalam ujian, jadi pastikan selalu memeriksanya

  • Contoh: Pada mikrometer 0~25 mm, jika skala atas sleeve 5 mm, garis 0.5 mm di bawah terlihat, dan thimble menunjuk 35 (0.35 mm), nilai ukur = 5 + 0.50 + 0.35 = 5.85 mm

  • Contoh: Pada mikrometer 50~75 mm, jika sleeve menunjuk 12.0 mm (garis 0.5 mm bawah tidak terlihat) dan thimble menunjuk 18 (0.18 mm), nilai ukur = 50 + 12.0 + 0.18 = 62.18 mm
KosakataArti
Mikrometer luar (outside micrometer) (Alat ukur dimensi luar presisi hingga ketelitian 0.01 mm)
Sleeve dan thimble (Tabung tetap (sleeve) dan tabung putar (thimble) tempat garis skala mikrometer)
Ratchet stop (Pemutar di ujung mikrometer untuk menjaga tekanan pengukuran tetap seragam)
Batang standar (test bar) (Batang acuan untuk kalibrasi titik nol pada mikrometer ukuran 25 mm ke atas)

Cara Membaca Dial Gauge dan Perhitungan Kebengkokan Poros

Dial gauge adalah alat ukur yang memperbesar gerakan naik-turun kecil dari ujung pengukur (spindle) melalui roda gigi menjadi putaran jarum penunjuk. Alat ini dipasang pada magnetic stand untuk mengukur kebengkokan (keolengan) poros, keolengan piringan cakram (disc rotor), celah roda gigi (backlash), serta gerak bebas arah aksial (thrust clearance).

Pada pelat angka dial gauge terdapat jarum pendek di bagian dalam (1 strip = 1 mm) dan jarum panjang di bagian luar (1 strip = 0.01 mm, 1 putaran = 1.00 mm). Ujung pengukur wajib ditempelkan tegak lurus (90 derajat) terhadap permukaan yang diukur, lalu putar cincin luar (bezel) untuk menepatkan jarum panjang ke angka 0 sebelum memulai pengukuran.

Ketika sebuah poros diletakkan di atas V-block, dial gauge ditempelkan pada bagian tengahnya lalu poros diputar perlahan 1 putaran penuh, selisih antara nilai maksimum dan nilai minimum pergerakan jarum panjang disebut keolengan (runout: keolengan total).

Di sini terdapat aturan super penting dalam ujian. Jika poros melenceng ke satu sisi dari sumbu tengah sebesar nilai kebengkokannya, maka saat diputar 1 putaran jarum gauge akan menyimpang ke atas dan ke bawah sehingga lebar keolengan menjadi 2 kali lipat kebengkokan. Oleh karena itu, wajib dibagi dua dengan rumus: Kebengkokan poros = Keolengan (selisih maksimum) / 2.

Cara Membaca Dial Gauge dan Perhitungan Kebengkokan Poros

Poin penting


  • Pada dial gauge, 1 strip jarum panjang adalah 0.01 mm (1 putaran = 1 mm), 1 strip jarum pendek adalah 1 mm, dan ujung pengukur ditempelkan tegak lurus (90 derajat) pada permukaan ukur

  • Saat poros diputar 1 kali di atas V-block, hitung dengan rumus: Kebengkokan poros = Keolengan dial gauge (Nilai maksimum - Nilai minimum) / 2

  • Keolengan disc rotor atau flywheel dibaca langsung sebagai keolengan (selisih maksimum), sedangkan jika ditanya kebengkokan poros maka dibagi 2

  • Contoh: Ketika poros di atas V-block diputar 1 kali dan jarum dial gauge bergerak dari 0 mm ke 0.06 mm, maka keolengan adalah 0.06 mm dan kebengkokan poros adalah 0.06 / 2 = 0.03 mm

  • Contoh: Ketika nilai minimum jarum adalah -0.02 mm dan nilai maksimum adalah +0.08 mm, keolengan = 0.08 - (-0.02) = 0.10 mm, dan kebengkokan poros = 0.10 / 2 = 0.05 mm
KosakataArti
Dial gauge (dial indicator) (Alat ukur keolengan, kebengkokan, dan backlash dengan ketelitian 0.01 mm)
V-block dan meja rata (surface plate) (Penyangga berbentuk V di atas meja datar presisi untuk memeriksa kebengkokan poros)
Keolengan (runout) dan kebengkokan (bend) (Kebengkokan poros sama dengan setengah dari nilai keolengan (runout))
Backlash (Celah di antara permukaan roda gigi yang saling berkaitan)

Cara Menggunakan Circuit Tester dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Circuit tester (multimeter) adalah alat uji untuk mengukur tegangan arus searah (DCV), tegangan arus bolak-balik (ACV), hambatan (Ω: ohm) / kontinuitas, serta arus searah (DCA) pada rangkaian listrik. Gunakan dengan mencolokkan kabel uji (test lead) merah ke terminal positif (+) dan kabel uji hitam ke terminal negatif (- / COM).

(1) Saat mengukur tegangan DC (DCV): Arahkan sakelar putar ke DCV pada rentang (range) satu tingkat lebih tinggi dari perkiraan tegangan (misalnya rentang 20 V atau 50 V untuk baterai 12 V). Kemudian hubungkan tester secara paralel pada bagian yang ingin diukur, tempelkan kabel merah ke sisi positif dan kabel hitam ke sisi negatif (massa bodi).

(2) Saat mengukur hambatan (Ω) atau kontinuitas: Karena tester mengalirkan arus lemah dari baterai internal untuk mengukur, wajib matikan sakelar rangkaian ke OFF atau lepaskan konektor sehingga pengukuran dilakukan dalam kondisi tanpa tegangan listrik. Jika rentang hambatan ditempelkan pada rangkaian bertegangan, sekring tester akan putus atau bagian dalamnya rusak.

Selain itu, saat mengukur hambatan (Ω) dengan circuit tester tipe analog, sebelum mengukur dan setiap kali mengubah rentang ukur, sentuhkan (hubung-singkatkan) ujung kabel uji merah dan hitam lalu lakukan penyetelan 0 Ω (penyetelan titik nol) agar jarum menunjuk tepat 0 Ω. Sebagai catatan, saat mengukur arus (DCA), hubungkan tester secara seri dengan rangkaian.

Poin penting


  • Pada pengukuran tegangan (DCV), pilih rentang lebih tinggi dari perkiraan tegangan dan hubungkan kabel merah (+) serta hitam (-) secara paralel ke rangkaian (pengukuran arus dihubungkan secara seri)

  • Pada pengukuran hambatan (Ω), wajib matikan sumber daya rangkaian (lepas konektor) dan ukur dalam kondisi tanpa tegangan untuk mencegah kerusakan tester

  • Saat mengukur hambatan (Ω) dengan tester analog, sentuhkan ujung kabel merah dan hitam untuk melakukan penyetelan 0 Ω sebelum mengukur dan setiap kali mengganti rentang
KosakataArti
Circuit tester (multimeter) (Alat ukur tegangan, arus, hambatan, dan pemeriksaan hubungan rangkaian)
Tegangan searah (DCV) dan hambatan (Ω) (DCV diukur paralel saat rangkaian aktif; Ω diukur setelah sumber listrik dimatikan)
Penyetelan 0 Ω (kalibrasi titik nol) (Menyentuhkan kedua ujung kabel tester analog untuk menepatkan jarum ke 0 Ω)
Pemeriksaan kontinuitas (hubungan kabel) (Memeriksa apakah penghantar listrik tersambung baik atau terputus)

Thickness Gauge, Plastigage, dan Berbagai Alat Uji Khusus

Thickness gauge (feeler gauge / pengukur celah) adalah alat ukur berupa kumpulan bilah baja tipis (leaf) dengan ketebalan presisi.

Alat ini digunakan untuk mengukur celah katup (valve clearance) mesin, celah ujung ring piston, celah busi, serta dikombinasikan dengan mistar lurus presisi (straight edge) untuk mengukur kerataan (melengkung/warpage) permukaan bawah kepala silinder.

Plastigage adalah pengukur berbentuk benang plastik lunak yang tipis. Dengan meletakkannya pada jurnal poros engkol atau pena engkol, mengencangkan tutup bantalan (bearing cap) sesuai torsi spesifikasi, lalu membukanya kembali dan membandingkan lebar plastik yang tergencet dengan skala khusus, kita dapat mengukur celah oli (oil clearance) bantalan.

Compression gauge adalah alat uji untuk mengukur tekanan kompresi mesin. Setelah mesin dipanaskan, lepaskan busi dari semua silinder, hentikan injeksi bahan bakar, pasang gauge pada lubang busi, injak penuh pedal akselerator (katup gas terbuka penuh), lalu putar mesin dengan starter pada kecepatan putaran spesifikasi untuk mengukur.

Selain itu, hidrometer baterai (pengukur berat jenis) menghisap cairan elektrolit ke dalam tabung kaca untuk membaca skala pada pelampung (float).

Saat membaca, jangan membaca bagian tepi cairan yang naik karena tegangan permukaan, melainkan baca permukaan cairan yang mendatar (bagian bawah meniskus) tepat sejajar mata dari samping. Timing light memancarkan cahaya strobo sinkron dengan sinyal pengapian silinder nomor 1, menyinari tanda penyesuaian pada puli poros engkol untuk memeriksa saat pengapian.

Poin penting


  • Thickness gauge mengukur celah katup dan celah ujung ring piston, serta digunakan bersama straight edge untuk mengukur kerataan (kebengkokan) kepala silinder

  • Plastigage mengukur celah oli (oil clearance) poros engkol dari lebar benang plastik yang tergencet saat tutup bantalan dikencangkan sesuai torsi spesifikasi

  • Saat mengukur tekanan kompresi dengan compression gauge, setelah pemanasan mesin lepaskan semua busi silinder, buka penuh katup throttle, lalu putar starter
KosakataArti
Thickness gauge (feeler gauge) (Bilah baja tipis presisi untuk mengukur celah katup dan kerataan kepala silinder)
Straight edge (mistar lurus presisi) (Mistar baja rata yang dipadukan dengan thickness gauge untuk memeriksa kemelengkongan)
Plastigage (Benang plastik lunak untuk mengukur celah oli (oil clearance) bantalan poros engkol)
Compression gauge (Alat pengukur tekanan kompresi ruang bakar yang dipasang di lubang busi)
Timing light (Lampu strobo untuk memeriksa waktu pengapian (ignition timing) pada puli engkol)

Kunci Momen (Torque Wrench) dan Perhitungan Torsi Pengencangan

Kunci momen (torque wrench) adalah perkakas ukur untuk mengencangkan baut dan mur penting—seperti baut kepala silinder atau mur roda—secara akurat sesuai torsi pengencangan (gaya putar) yang ditentukan.

Terdapat tipe pelat (beam type) yang membaca torsi melalui jarum penunjuk, dan tipe preset (klik) yang memberi tahu lewat bunyi klik serta getaran di tangan saat mencapai torsi yang diatur.

Torsi (T) adalah Jarak dari pusat baut (panjang lengan L) × Gaya yang diberikan secara tegak lurus (F), dan dalam satuan internasional (satuan SI) menggunakan N·m (Newton-meter).

Sebagai contoh, jika gaya 100 N diberikan secara tegak lurus pada kunci sepanjang 0.5 m, maka torsi pengencangannya adalah 100 × 0.5 = 50 N·m (satuan lama 1 kgf·m kira-kira sama dengan 9.8 N·m).

Saat menggunakan kunci momen, lakukan pengencangan awal (sementara) terlebih dahulu dengan kunci sok biasa, dan gunakan kunci momen hanya untuk pengencangan akhir. Dilarang keras menggunakan kunci momen untuk mengendurkan baut yang keras atau menyambungnya dengan pipa karena akan merusak kepresisian atau mematahkan alat.

Selain itu, jika kunci momen tipe preset dibiarkan begitu saja setelah digunakan, pegas di dalamnya akan melemah dan menimbulkan kesalahan ukur; karena itu setelah digunakan wajib kembalikan skala ke nilai torsi terendah sebelum disimpan (jangan dikendurkan melewati batas bawah skala).

Kunci Momen (Torque Wrench) dan Perhitungan Torsi Pengencangan

Poin penting


  • Torsi T(N·m) = Gaya F(N) × Jarak dari pusat L(m), dan 1 kgf·m kira-kira 9.8 N·m (sekitar 10 N·m untuk hitungan kasar)

  • Kunci momen digunakan hanya untuk pengencangan akhir dan tidak boleh dipakai mengendurkan baut (tipe preset wajib dikembalikan ke skala terendah setelah dipakai)

  • Contoh: Ketika gaya 250 N diberikan tegak lurus pada kunci momen dengan panjang efektif (sampai tengah gagang) 0.4 m, torsi pengencangan T = 250 × 0.4 = 100 N·m

  • Contoh: Ketika mengencangkan baut bertorsi spesifikasi 60 N·m menggunakan kunci momen dengan panjang efektif 0.3 m, gaya yang diperlukan F = 60 / 0.3 = 200 N
KosakataArti
Kunci momen (torque wrench) (Kunci khusus untuk mengencangkan baut/mur sesuai nilai torsi spesifikasi)
Tipe pelat (beam) dan tipe preset (Dua jenis utama kunci momen yang digunakan di bengkel otomotif)
N·m (Newton-meter) (Satuan SI untuk torsi (hasil kali gaya N dengan panjang lengan m))
Pengencangan sementara dan pengencangan akhir (Kencangkan awal dengan kunci biasa, lalu selesaikan dengan kunci momen)

Penanganan Perkakas Tangan Umum dan Perkakas Bertenaga (Grinder & Impact Wrench)

Di antara perkakas tangan untuk memutar baut dan mur, kunci ring (box-end wrench) dan kunci sok (socket wrench) mencengkeram seluruh keliling kepala segi enam sehingga paling tidak mudah selip dan cocok untuk pekerjaan bertorsi besar. Kunci pas (open-end wrench) dipakai di tempat sempit atau pemutaran cepat, tetapi mudah merusak sudut baut sehingga tidak cocok untuk tenaga besar.

Pada kunci inggris (adjustable wrench) yang lebar mulutnya dapat diubah, putar ulir cacingnya agar mulut kunci pas rapat pada baut tanpa kelonggaran, lalu putar ke arah yang membebani rahang tetap (arah menarik ke diri sendiri), bukan ke sisi rahang geser yang kekuatannya lebih lemah.

Selain itu, jika kunci didorong saat digunakan, kepalan tangan bisa membentur dan terluka apabila kunci terlepas; karena itu pada prinsipnya kunci digunakan dengan cara ditarik ke arah diri sendiri.

Air impact wrench yang digerakkan udara bertekanan wajib dipasang dengan mata sok khusus impact (soket berdinding tebal warna hitam) yang tahan hentakan. Menggunakan mata sok perkakas tangan berdinding tipis berlapis krom pada impact wrench sangat berbahaya karena dapat pecah dan terlontar.

Saat menggunakan gerinda duduk (bench grinder), wajib mengenakan kacamata pelindung dan dilarang mengenakan sarung tangan kain (karena berisiko terlilit benda berputar). Celah antara batu gerinda dan meja penahan (work rest) diatur dalam kisaran 1~3 mm, dan dilarang menggerinda menggunakan sisi samping batu gerinda karena dapat menyebabkan batu pecah.

Poin penting


  • Gunakan kunci ring atau kunci sok saat memberikan torsi besar, dan pada prinsipnya tarik kunci ke arah diri sendiri (kunci inggris ditarik ke arah rahang tetap)

  • Air impact wrench wajib menggunakan mata sok impact khusus, dan pengencangan akhir harus diperiksa dengan kunci momen

  • Pada pekerjaan bench grinder wajib memakai kacamata pelindung, dilarang memakai sarung tangan dan menggerinda dengan sisi samping batu, serta jaga celah work rest dalam 1~3 mm
KosakataArti
Kunci ring dan kunci sok (Memegang seluruh sudut segi enam baut sehingga aman untuk torsi besar)
Kunci inggris (adjustable wrench) (Sesuaikan celah rahang tanpa goyangan dan tarik ke arah rahang tetap)
Air impact wrench (Wajib dipasangkan dengan impact socket hitam berdinding tebal)
Bench grinder (mesin gerinda duduk) (Gunakan kacamata pelindung, dilarang pakai sarung tangan, celah penahan 1~3 mm)

Poin yang Sering Muncul dalam Ujian dan Cara Mengingatnya

Hal terpenting baik dalam ujian praktik maupun ujian tertulis adalah soal pembacaan skala jangka sorong, mikrometer, dan dial gauge.

Pastikan selalu menunjuk dan memeriksa urutannya: Jangka sorong = Skala utama di kiri garis 0 nonius (1 mm) + Skala nonius yang berimpit lurus dengan skala utama (0.05 mm); Mikrometer = Sleeve atas (1 mm) + Sleeve bawah (+0.50 mm jika garis 0.5 mm terlihat) + Thimble (0.01 mm).

Saat memutar poros 1 putaran di atas V-block dengan dial gauge: Kebengkokan = Keolengan / 2. Baca kalimat soal dengan teliti apakah menanyakan berapa keolengannya atau berapa kebengkokannya; jika ditanya kebengkokan, wajib dibagi 2.

Pada circuit tester, 3 prinsip yang sering keluar adalah: Tegangan (DCV) dihubungkan paralel ke rangkaian; Arus (DCA) dihubungkan seri ke rangkaian; Hambatan (Ω) diukur setelah daya dimatikan (konektor dilepas) dan dilakukan penyetelan 0 Ω.

Untuk aturan keselamatan perkakas, hafalkan satu paket ini: Torsi T(N·m) adalah hasil kali gaya F(N) dan panjang L(m); Kunci inggris ditarik ke arah rahang tetap; Gerinda wajib pakai kacamata pelindung, dilarang pakai sarung tangan, dilarang pakai sisi samping batu, dan celah penahan 1~3 mm.

Poin penting


  • Jangka sorong (min. 0.05 mm) mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman, dan step; dibaca dari posisi garis 0 nonius dan garis yang berimpit

  • Mikrometer (min. 0.01 mm) menggunakan pemeriksaan titik 0 dan ratchet stop; hati-hati jangan melewatkan garis 0.5 mm di sleeve bawah

  • Dial gauge (min. 0.01 mm) ditempelkan tegak lurus, dan kebengkokan poros dihitung dengan: Kebengkokan poros = Keolengan / 2

  • Pengukuran tegangan circuit tester dilakukan secara paralel, sedangkan pengukuran hambatan (Ω) dilakukan dengan daya OFF dan penyetelan 0 Ω

  • Compression gauge diukur dengan melepas semua busi dan membuka penuh throttle / Gerinda wajib kacamata pelindung, tanpa sarung tangan, dan dilarang pakai sisi batu
KosakataArti
Skala terkecil (nilai bacaan minimum) (Jangka sorong standar 0.05 mm; mikrometer dan dial gauge 0.01 mm)
Pemeriksaan titik 0 (Pemeriksaan kalibrasi wajib sebelum memakai alat ukur presisi)
Work rest (meja penahan gerinda) (Jarak antara batu gerinda dan meja penahan harus dijaga 1~3 mm)

Alat Uji, Alat Ukur & Perkakas

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo