VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Transportasi Otomotif

Karakteristik Jenis Truk, Metode Pemuatan, Pengikatan (Lashing), dan Pencegahan Muatan Roboh

Transportasi Otomotif · 自動車運送業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Karakteristik Jenis Karoseri Truk (Box, Wingbox, Bak Terbuka, Pendingin) dan Misi Pelat Hijau

Usaha angkutan barang kendaraan bermotor (truk) menerima ongkos angkut dari pemilik barang dan menggunakan truk komersial (pelat hijau; pelat hitam untuk kendaraan barang ringan) guna mengantarkan muatan dengan aman sebagai tulang punggung logistik Jepang.

Karoseri bak truk memiliki berbagai struktur sesuai kegunaan: 'bak terbuka (hira-body)' cocok untuk pemuatan crane dari atas atau barang panjang, sedangkan 'karoseri boks (van-body)' melindungi muatan dari hujan, angin, dan pencurian.

Truk 'wing-body (wingbox)' yang dinding sampingnya dapat membuka ke atas seperti sayap burung sangat populer karena memudahkan bongkar muat palet dengan forklift; namun sebelum membuka sayap wajib memastikan bagian atas dan sekitar bebas dari papan nama, kabel listrik, atau atap rendah.

Sebelum berjalan, wajib memeriksa apakah sayap wing, pintu belakang, atau dinding bak (aori) sudah tertutup rapat dan terkunci. Melaju dengan sayap atau pintu belum terkunci dapat menjatuhkan muatan atau menghantam pejalan kaki dan bangunan.

Selain itu, karena bodi truk jauh lebih besar dan tinggi daripada mobil penumpang, pengemudi harus selalu menyadari perbedaan besar pada jarak pengereman dan titik berat antara kondisi kosong (kūsha) dan bermuatan (jissha).

Karakteristik Jenis Karoseri Truk (Box, Wingbox, Bak Terbuka, Pendingin) dan Misi Pelat Hijau

Poin penting


  • Sebelum membuka/menutup sayap wingbox, periksa bagian atas dan sekitar dari kabel listrik, atap, atau papan reklame

  • Pastikan kunci sayap wing, pintu belakang, dan dinding bak (aori) telah terkunci rapat sebelum kendaraan berangkat

  • Sadari perbedaan besar jarak pengereman dan titik pusat gravitasi antara saat truk kosong (kūsha) dan bermuatan (jissha)
KosakataArti
truk bak terbuka (hira-body)
truk wingbox (wing-body)
dinding samping/belakang bak truk (aori)
kendaraan bermuatan (jissha)

Batas Muatan (Berat, Panjang, Lebar, dan Tinggi) serta Larangan Mutlak Muatan Berlebih

Berat muatan yang diangkut ke atas kendaraan tidak boleh melebihi 'kapasitas daya angkut maksimum (saidai sekisairyō)' yang tertera pada STNK/sertifikat uji kendaraan (shakenshō) dan tertulis di bagian belakang truk.

Berdasarkan Peraturan Pelaksana UU Lalu Lintas Jalan, batas ukuran muatan pada prinsipnya adalah: 'tinggi maksimal 3,8 meter dari permukaan tanah (4,1 meter di jalan yang ditentukan)', 'panjang maksimal 1,2 kali panjang kendaraan (tonjolan maksimal 1/10 panjang kendaraan)', dan 'lebar maksimal 1,2 kali lebar kendaraan (tonjolan tiap sisi maksimal 1/10 lebar kendaraan)'.

Memuat barang melebihi batas maksimum atau 'muatan berlebih (kasekisai / overloading)' akan memperpanjang jarak pengereman secara drastis, meninggikan titik berat hingga rawan terguling di tikungan, merusak rem/ban/poros roda, serta merusak jalan dan jembatan.

Pelanggaran muatan berlebih dikenai sanksi berat tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi perusahaan angkutan dan pemilik barang (ninushi) yang memerintahkan atau membiarkannya.

Apabila di lokasi muat pemilik barang meminta pemuatan melebihi kapasitas angkut maksimum, pengemudi dilarang memuat dan berangkat sendiri; segera hubungi Manajer Operasi untuk meminta instruksi seperti penambahan armada.

Poin penting


  • 'Muatan berlebih (kasekisai)' melebihi daya angkut maksimum adalah pelanggaran berat yang memicu rem blong dan truk terguling

  • Batas tinggi muatan pada prinsipnya 3,8 m dari tanah (4,1 m di jalan khusus), dan batas tonjolan depan/belakang/samping wajib dipatuhi

  • Jika pemilik barang meminta muatan berlebih, jangan berangkat dan segera hubungi Manajer Operasi untuk instruksi
KosakataArti
kapasitas daya angkut maksimum
muatan berlebih (overloading)
sertifikat uji berkala kendaraan (shakenshō)
pemilik barang / pengirim (shipper)

Prinsip Dasar Penyusunan Muatan untuk Mencegah Muatan Roboh & Terguling (Titik Berat Rendah & Merata)

Penyusunan muatan yang tidak tepat di atas truk akan menyebabkan 'muatan roboh/bergeser (nikuzure)' akibat getaran, pengereman, atau gaya sentrifugal di tikungan, yang tidak hanya merusak barang tetapi juga membuat truk terguling.

Prinsip pertama penyusunan muatan adalah 'meletakkan barang berat di bawah dan barang ringan di atas'. Hal ini menjaga 'titik pusat gravitasi (jūshin)' kendaraan tetap rendah serta mencegah barang di bawah penyok tertindih.

Prinsip kedua adalah 'menyebarkan beban secara merata di seluruh lantai bak dan menyusun rapat mulai dari dinding depan (torii) tanpa celah'. Jika ada celah di bagian depan, muatan akan meluncur menghantam ke depan saat pengereman mendadak.

Beban yang berat sebelah ke sisi kiri atau kanan ('muatan timpang / katani') akan membuat kendaraan miring tajam ke sisi yang berat saat terkena gaya sentrifugal di tikungan hingga mudah terguling.

Selain itu, menumpuk muatan berat di bagian belakang bak ('ushironi') akan mengurangi beban tekan pada roda depan, sehingga kemudi terasa melayang dan kendali arah memburuk secara berbahaya.

Poin penting


  • Susun 'barang berat di bawah, barang ringan di atas' agar titik berat rendah, dan rapatkan dari dinding depan tanpa celah

  • Beban berat sebelah kiri/kanan ('katani') menjadi penyebab langsung kecelakaan terguling di tikungan

  • Menumpuk barang berat di bagian belakang ('ushironi') dilarang keras karena mengurangi beban roda depan dan membuat kemudi kehilangan kendali
KosakataArti
muatan roboh / bergeser (nikuzure)
titik pusat gravitasi (titik berat)
muatan berat sebelah (katani)
bahan bantalan / pengganjal celah muatan

Pengikatan Muatan (Sabuk Lashing, Tali, Pelindung Sudut) dan Pemasangan Terpal

Pekerjaan mengikat muatan dengan kuat ke bak truk menggunakan tali, 'sabuk pengikat ratchet (lashing belt)', palang penahan (lashing bar), atau kawat baja agar tidak bergeser atau jatuh saat melaju disebut 'pengikatan muatan (kobaku)'.

Sebelum memakai sabuk lashing atau tali, periksa apakah ada bagian yang koyak/putus atau gesper besi yang bengkok; pada sudut muatan yang bersentuhan dengan sabuk, pasang 'pelindung sudut (corner protector / kado-ate)' agar kardus tidak rusak dan sabuk tidak terpotong.

Jika terdapat celah di antara muatan atau dinding bak, isilah dengan 'bahan pengganjal (kanshōzai / spacer / dunnage)', dan untuk muatan berbentuk silinder atau drum wajib dipasang 'baji penahan (hadome / kusabi)'.

Saat memasang terpal ('shīto-gake') pada truk bak terbuka untuk mencegah kehujanan atau barang beterbangan, bentangkan terpal dengan rapat dari arah depan (arah angin) dan ikat kuat ke pengait menggunakan karet pengikat atau tali.

Setelah perjalanan dimulai, getaran jalan dapat membuat tali atau sabuk lashing mengendur, sehingga periksa kembali kondisi ikatan saat beristirahat dan lakukan 'pengencangan ulang (mashi-jime)' bila perlu.

Pengikatan Muatan (Sabuk Lashing, Tali, Pelindung Sudut) dan Pemasangan Terpal

Poin penting


  • Pasang 'pelindung sudut (corner protector)' di antara sabuk/tali dan sudut muatan untuk mencegah kerusakan barang dan putusnya sabuk

  • Isi celah kosong dengan bantalan (spacer) dan pasang baji penahan (hadome) pada muatan berbentuk silinder

  • Periksa ulang ikatan muatan saat istirahat dan kencangkan kembali (mashi-jime) untuk mencegah kendur akibat getaran
KosakataArti
pengikatan muatan (lashing / kobaku)
sabuk pengikat muatan (ratchet lashing belt)
pelindung sudut muatan (corner protector)
baji / pengganjal anti-gelinding (hadome)

Metode Penyusunan Palet dan Penanganan Aman Roll Box Pallet (Troli Keranjang / Kago-sha)

Metode menyusun kardus di atas palet meliputi 'susunan blok (block-zumi)' dengan arah sejajar, serta susunan saling mengunci yang mengubah arah kardus tiap lapisan seperti 'susunan baris selang-seling (kōgoretsu-zumi)', 'susunan baling-baling (pinwheel-zumi)', dan 'susunan bata (renga-zumi)'.

Susunan blok kuat menahan beban vertikal namun mudah roboh saat bergoyang ke samping, sehingga perlu dikombinasikan dengan susunan silang di lapisan atas atau dibungkus plastik stretch film.

Hindari 'susunan overhang' di mana kardus menonjol keluar dari tepi palet karena akan berbenturan dengan palet di sebelahnya dan menyebabkan kardus penyok atau roboh.

Karena 'roll box pallet (troli keranjang / kago-sha)' beroda memiliki bobot berat dan titik berat tinggi, gerakkan dengan cara 'mendorong' (bukan menarik) agar arah depan terlihat, serta pegang batang vertikal bagian dalam agar jari tidak terjepit dinding.

Setelah kago-sha dinaikkan ke bak truk, kunci seluruh rem roda (caster stopper) dengan pasti, lalu ikat kuat ke dinding bak menggunakan sabuk lashing dan palang penahan.

Poin penting


  • Gunakan pola susunan silang dan stretch film pada palet, serta jangan biarkan kardus melewati tepi palet

  • Gerakkan roll box pallet (kago-sha) dengan cara mendorong agar pandangan ke depan jelas dan hindari jari terjepit

  • Di atas bak truk, kunci seluruh rem roda kago-sha dan ikat kuat menggunakan sabuk lashing serta palang penahan
KosakataArti
susunan palet baris selang-seling
susunan pola batu bata
troli keranjang beroda (roll box pallet / kago-sha)
plastik pembungkus palet (stretch film)

Kontrol Suhu Truk Pendingin (Pre-Cooling & Sirkulasi Udara Dingin) dan Muatan Khusus

Pada truk pendingin/pembeku (refrigerated/freezer truck) pengangkut makanan, sebelum memuat barang wajib melakukan 'pendinginan awal (yorei / pre-cooling)' dengan menyalakan mesin pendingin terlebih dahulu hingga ruang muatan mencapai suhu yang ditentukan.

Karena mesin pendingin truk berfungsi untuk mempertahankan suhu ruang muatan dan bukan mendinginkan barang bersuhu ruang secara cepat, pastikan suhu barang itu sendiri sudah dingin sebelum dimuat.

Saat menyusun barang di dalam boks pendingin, sisakan ruang di bawah plafon agar lubang hembusan udara dingin tidak tertutup, serta pastikan ada celah pada dinding dan lantai (rel-T) agar udara dingin bersirkulasi merata.

Selain itu, saat mengangkut muatan cair (truk tangki atau wadah cairan), guncangan cairan di dalam tangki saat mengerem atau menikung ('fenomena sloshing') dapat memperpanjang jarak pengereman dan memicu terguling, sehingga perlu pengendalian kecepatan ekstra hati-hati.

Saat mengangkut barang berbahaya (B3) atau barang berukuran panjang, patuhi aturan pemasangan tanda peringatan (tanda 'Bahaya (Ki)' atau kain merah), membawa APAR dan Yellow Card darurat, serta kepemilikan sertifikat resmi.

Poin penting


  • Pada truk pendingin, lakukan 'pendinginan awal (yorei)' sebelum muat dan beri celah sirkulasi udara dingin

  • Saat mengangkut cairan, waspadai guncangan cairan ('fenomena sloshing') yang memicu terguling dan memperpanjang jarak rem

  • Saat mengangkut barang berbahaya, patuhi kewajiban tanda bahaya, APAR, dan dokumen darurat Yellow Card
KosakataArti
pendinginan awal (pre-cooling / yorei)
sirkulasi udara dingin
fenomena guncangan cairan (sloshing)
barang berbahaya (B3)

Pemeriksaan Barang (Kenpin) Saat Serah Terima dan Pencegahan Kesalahan Ceroboh

Saat menerima barang di tempat pengambilan (juryō) maupun saat menyerahkan barang di tujuan (nōhin), pengemudi wajib melakukan 'pemeriksaan barang (kenpin)' dengan mencocokkan fisik barang terhadap surat jalan (okurijō).

Dalam pemeriksaan, pastikan satu per satu dengan tunjuk-sebut: (1) nama/kode barang, (2) jumlah koli, (3) alamat tujuan, (4) ada tidaknya kerusakan kemasan luar (penyok, robek, basah, kotor), dan (5) simbol penanganan (Care mark: Jangan Dibalik - Tenchi Muyō, Barang Mudah Pecah, Jangan Basah).

Khususnya, tanda 'Tenchi Muyō' berarti 'Jangan dibalik atas-bawah (sisi atas harus tetap di atas)'; meletakkan miring atau terbalik akan merusak atau menumpahkan isi di dalamnya.

Apabila saat pemeriksaan muat ditemukan kardus penyok, basah, atau jumlah kurang, jangan langsung dinaikkan ke truk; konfirmasikan langsung di tempat bersama petugas pengirim, lapor ke Manajer Operasi, dan catat pada surat jalan.

Jika hal ini diabaikan, kerusakan atau kekurangan tersebut dapat dianggap sebagai kesalahan pengemudi selama perjalanan; karena itu pemeriksaan cermat dan tanda tangan bukti terima adalah dasar kerja profesional.

Poin penting


  • Saat terima dan serah barang, cocokkan surat jalan dengan fisik barang terkait nama, jumlah, tujuan, dan kondisi kemasan

  • 'Tenchi Muyō' adalah tanda penanganan yang berarti 'Jangan dibalik atas-bawah atau direbahkan'

  • Jika ditemukan kerusakan atau kekurangan jumlah saat pengambilan, konfirmasikan dengan pihak pengirim sebelum muat dan lapor ke Manajer Operasi
KosakataArti
pemeriksaan fisik dan jumlah barang (kenpin)
surat jalan / dokumen pengiriman (okurijō)
jangan dibalik atas-bawah (This Side Up)
kecelakaan kerusakan/kehilangan muatan

Truk: Pemuatan dan Pengikatan

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi