VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Konstruksi – Bangunan (Tokutei 2)

Metode Pelaksanaan Konstruksi Gedung (Struktur, Finishing & Utilitas)

Konstruksi – Bangunan (Tokutei 2) · 建設分野(2号・建築区分) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Karakteristik Konstruksi, Perancah, Pekerjaan Tanah, Lantai Kerja & Pembongkaran

Berbeda dari produksi pabrik, pekerjaan konstruksi bercirikan 'produksi tunggal berdasarkan pesanan dan dikerjakan di luar ruangan di lokasi proyek'. Saat 'penandaan garis (Sumidashi)', dibuat 'garis tinta acuan geser (Nigezumi)' yang berjarak tertentu dari as kolom/dinding agar garis acuan tidak hilang selama proyek berlangsung.

Pada penimbunan tanah (Morido), hamparkan tanah per lapis dengan ketebalan 'maksimal 30 cm' lalu padatkan tiap lapis dengan roller; pada pengeboran sumur dalam (Sakusei), pasang 'pipa saringan (Screen pipe / Strainer pipe)' tepat di lapisan akuifer untuk mencegah masuknya pasir sekaligus mengumpulkan air tanah.

'Beton lantai kerja (Sute concrete)' setebal '50–100 mm' dicor di atas batu pecah dasar fondasi untuk menciptakan permukaan kerja yang rata bagi penandaan garis (Sumidashi), pembesian, dan perakitan bekisting.

Lantai kerja perancah rangka (Wakugumi ashiba) harus memiliki 'lebar minimal 40 cm dan celah antar papan lantai maksimal 3 cm'; sebelum membongkar bangunan, wajib memastikan 'penghentian pasokan dan pencabutan jaringan listrik, gas, serta air bersih/limbah (Lifeline)'.

Karakteristik Konstruksi, Perancah, Pekerjaan Tanah, Lantai Kerja & Pembongkaran

Poin penting


  • Konstruksi bersifat 'produksi tunggal di lapangan luar ruang', dan penandaan garis memakai 'garis acuan geser (Nigezumi)'.

  • Timbunan tanah dipadatkan tiap lapis '≤ 30 cm', dan beton lantai kerja (50–100 mm) menjadi 'bidang acuan rata untuk garis tinta, bekisting, dan besi'.

  • Lantai kerja perancah 'lebar ≥ 40 cm dan celah ≤ 3 cm', serta wajib mematikan 'Lifeline (listrik, gas, air)' sebelum pembongkaran.
KosakataArti
Garis tinta acuan geser (Nigezumi) & Beton lantai kerja (Sute concrete)
Pipa saringan sumur bor akuifer (Screen pipe / Strainer pipe)
Lantai kerja perancah rangka (Lebar ≥ 40 cm, celah ≤ 3 cm)

Pembesian, Bekisting, Pengecoran & Perawatan Beton, serta Perbaikan Struktur

'Sengkang kolom (Obi-kin / Hoop)' dan 'sengkang balok (Abara-kin / Stirrup)' berfungsi menahan gaya geser serta mencegah tekuk tulangan utama; 'sambungan lewatan (Kasane-tsugite)' harus ditumpuk sepanjang ukuran standar, diikat bendrat, dan dipasang berselang-seling ('Chidori haichi'); sedangkan ujung besi untuk las tekan gas wajib dipotong rata dan siku dengan 'pemotong dingin pada hari pengelasan'.

Tekanan samping bekisting makin besar bila 'kecepatan cor naik makin cepat, suhu udara rendah, dan nilai slump besar (beton encer)'; papan bekisting samping kolom, dinding, dan balok boleh dilepas setelah kuat tekan beton mencapai 'minimal 5 N/mm²'. Mortar pelumas awal pompa ('Sakiokuri mortar') wajib dibuang dan dilarang dicor ke dalam bekisting.

Saat pengecoran, rendahkan tinggi jatuh bebas dan cor mendatar per lapis '40–50 cm ke bawah' agar tidak terjadi pemisahan material (segregasi); batas waktu tunggu pengecoran lapis berikutnya untuk mencegah cold joint adalah 'maksimal 150 menit bila suhu di bawah 25°C, dan maksimal 120 menit bila suhu 25°C ke atas'.

Pada sambungan cor lama, bersihkan lapisan laitance serta agregat lepas lalu basahi; perawatan lembap (moist curing) semen Portland biasa wajib dijaga 'minimal 5 hari (suhu rata-rata harian ≥ 15°C), 7 hari (≥ 10°C), dan 9 hari (≥ 5°C)'. Untuk angkur pasca-pasang, 'bersihkan serbuk bor di dalam lubang dengan sikat dan udara tiup', serta perbaiki retak besar dengan 'metode potong U isi sealant (U-cut seal)'.

Poin penting


  • Sambungan lewatan dipasang 'selang-seling (Chidori)', ujung besi las tekan dipotong dingin 'pada hari las', dan bekisting samping dibuka saat kuat tekan '≥ 5 N/mm²'.

  • Mortar awal pompa 'dibuang di luar bekisting', dan jeda antar lapis cor maksimal '150 menit (< 25°C) atau 120 menit (≥ 25°C)'.

  • Perawatan lembap semen Portland biasa: '≥ 15°C: 5 hari, ≥ 10°C: 7 hari, ≥ 5°C: 9 hari'; bersihkan lubang angkur dan tambal retak besar dengan 'U-cut seal'.
KosakataArti
Sengkang kolom (Obi-kin / Hoop) & Sengkang balok (Abara-kin / Stirrup)
Cold joint & Lapisan lemah permukaan beton (Laitance)
Sambungan lewatan selang-seling (Chidori) & Buang mortar awal pompa

Pekerjaan Rangka Baja (Erection, Baut Mutu Tinggi, Las) & Rangka Kayu

Baut angkur kaki kolom baja harus dipasang presisi sebelum pengecoran fondasi, dan seusai pendirian baja, celah di bawah base plate diisi penuh dengan 'mortar nir-susut (non-shrink mortar)'. Pekerjaan 'pelurusan kolom (Tateire-naoshi)' dilakukan setelah baut sementara dipasang dan sebelum pengencangan akhir.

Sambungan gesek baut mutu tinggi dikencangkan dengan urutan 'Pengencangan awal (Ichiji-jime) → Penandaan (Marking) → Pengencangan akhir (Hon-jime)'; pada las busur gas CO2 di luar ruangan, pasang 'terpal penahan angin' agar gas pelindung tidak tertiup angin yang memicu cacat rongga udara (blowhole).

Pada konstruksi kayu tradisional Jepang, kolom utuh yang menerus dari balok sloof kayu (Dodai) hingga balok atap lantai 2 disebut 'kolom menerus (Tooshibashira)', dan digunakan 'plat pengikat Hold-down kanamono' untuk mencegah kolom tercabut saat gempa.

Saat batang pengaku diagonal kayu ('Sujikai') bersilangan dengan tiang anak (Mabashira), 'jangan menakik Sujikai melainkan takiklah tiang anak' serta kencangkan ujungnya dengan plat logam; kayu dalam jarak '1 m dari permukaan tanah' wajib diberi perlakuan anti-lapuk dan anti-rayap disertai ventilasi bawah lantai.

Poin penting


  • Isi bawah base plate baja dengan 'mortar nir-susut', kencangkan baut mutu tinggi berurutan 'Awal → Marking → Akhir', dan pasang 'penahan angin' saat las CO2.

  • Kolom kayu menerus 2 lantai adalah 'Tooshibashira', dan logam penahan cabut kolom adalah 'Hold-down kanamono'.

  • 'Jangan menakik Sujikai (takik tiang anak)', serta beri obat anti-lapuk/rayap pada kayu '≤ 1 m dari tanah'.
KosakataArti
Pelurusan tegak kolom baja (Tateire-naoshi) & Urutan kencang baut mutu tinggi
Kolom kayu menerus (Tooshibashira) & Logam penahan cabut (Hold-down kanamono)
Mortar nir-susut baseplate & Terpal penahan angin las CO2

Pelaksanaan Waterproofing, Pengecatan, Keramik, Papan Gipsum LGS & Plambing

Waterproofing lembaran (Sheet) dikerjakan berurutan: 'keringkan dan bersihkan dasar → oleskan primer → tempel lembaran sesuai lebar tumpukan standar dan tekan dengan roller'; pada pekerjaan sealant pun wajib mengoleskan 'primer' di bidang rekat sebelum mengisi sealant.

Hentikan pengecatan bila kelembapan udara '85% atau lebih' atau saat hujan, serta patuhi 'waktu pengeringan antar tahap' di antara cat dasar, cat tengah, dan cat akhir.

Roskam bergerigi untuk membuat alur pada mortar perekat keramik disebut 'Kushime-gote', sedangkan metode menempelkan keramik pada mortar lalu digetarkan dengan alat getar (Vibrato) disebut 'metode tempel rapat (Micchakubari kouhou)'.

Jarak sekrup pemasangan papan gipsum pada rangka dinding baja ringan (LGS) adalah 'bagian tepi maksimal sekitar 150 mm dan bagian tengah maksimal sekitar 200 mm'. Pipa air bersih mengalir berkat 'tekanan air', sedangkan pipa air buangan gravitasi membutuhkan 'kemiringan turun ke arah hilir serta pipa ven'; seusai memasang saniter, periksa 'kebocoran pipa air bersih serta kelancaran dan kemiringan pipa buangan'.

Poin penting


  • Oleskan 'primer' sebelum memasang sheet waterproofing atau sealant; hentikan cat saat kelembapan '≥ 85%' dan jaga jeda pengeringan.

  • Buat alur mortar keramik dengan 'roskam bergerigi (Kushime-gote)' dan padatkan dengan alat getar pada 'metode Micchakubari'.

  • Jarak sekrup papan gipsum ke LGS: 'tepi ≤ 150 mm, tengah ≤ 200 mm'; pipa buangan gravitasi wajib memiliki 'kemiringan turun'.
KosakataArti
Roskam bergerigi keramik (Kushime-gote) & Metode tempel keramik getar (Micchakubari)
Jarak sekrup papan gipsum (Tepi ≤ 150 mm, Tengah ≤ 200 mm)
Pengolesan primer & Kemiringan pipa drainase gravitasi

Pengetahuan Pelaksanaan Bangunan

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi