VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Konstruksi (Tokutei 2)

Metode Konstruksi, Manajemen Jadwal & Kontrol Kualitas Teknik Sipil (Praktik Tipe 2)

Konstruksi (Tokutei 2) · 建設分野(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Prosedur Pekerjaan Tanah, Lereng, Perbaikan Tanah Lunak & Penahan Tanah

Galian lereng dilakukan bertahap dari atas ke bawah disertai pelindung lereng, sedangkan timbunan dihamparkan dan dipadatkan selapis demi selapis dengan kemiringan drainase melintang.

Pada tanah lunak, vertical drain dipasang lalu diberi timbunan beban awal (preload) untuk mengeluarkan air pori dan mempercepat penurunan konsolidasi.

Pada galian dalam, turap baja dipasang lalu balok sabuk (waraokoshi) dan penyangga (kiribari) dipasang berurutan dari atas ke bawah seiring penggalian, serta dibongkar dari bawah ke atas saat penimbunan kembali.

Prosedur Pekerjaan Tanah, Lereng, Perbaikan Tanah Lunak & Penahan Tanah

Poin penting


  • Pembuatan tangga/trap (Dangiri): Saat menimbun di atas lereng miring atau timbunan lama, potong tanah berbentuk tangga untuk mencegah gelincir pada bidang batas.

  • Pencegahan boiling & heaving: Pastikan kedalaman pancang turap cukup dan turunkan muka air tanah dengan metode wellpoint atau deep well.

  • Urugan belakang struktur menggunakan batu pecah berdrainase baik, dihamparkan tipis dan dipadatkan merata di kedua sisi agar tidak terjadi tekanan tanah timpang.
KosakataArti
Pembuatan trap tangga & Timbunan pelebaran lereng
Drainase vertikal & Timbunan beban awal (preload)
Metode wellpoint & Metode deep well
Fenomena boiling (pasir) & Heaving (tanah lempung)

Pembesian, Bekisting, Pengecoran & Perawatan Beton, serta Beton Khusus

Sambungan tulangan harus dipasang berselang-seling (staggered) agar tidak terkonsentrasi pada satu penampang, serta memastikan panjang lewatan dan tebal selimut beton dengan tahu beton (spacer).

Beton harus selesai dicor dalam 120 menit sejak pencampuran bila suhu udara <= 25°C (atau 90 menit bila > 25°C), tinggi jatuh <= 1,5 m, dan vibrator ditusukkan vertikal masuk ~10 cm ke lapis bawah.

Beton cuaca panas harus dicor pada suhu <= 35°C dan dijaga kelembapannya, sedangkan beton cuaca dingin dicor pada suhu 5-20°C dengan perawatan insulasi untuk mencegah pembekuan dini.

Poin penting


  • Pencegahan cold joint: Cor lapisan atas sebelum lapisan bawah mengeras, dan tusukkan vibrator ~10 cm ke lapisan bawah agar menyatu.

  • Pembongkaran bekisting & perancah: Bekisting samping vertikal (kolom/dinding) dapat dilepas lebih awal, tetapi bekisting bawah pelat dan balok baru boleh dibongkar setelah beton mencapai kuat tekan rencana.

  • Saat pengecoran beton bawah air pada tiang bor menggunakan pipa tremie, ujung bawah pipa tremie harus selalu terbenam minimal 2 m di dalam beton segar.
KosakataArti
Sambungan lewatan & Sambungan las tekan gas
Cold joint & Cacat keropos sarang lebah
Beton cuaca panas & Beton cuaca dingin
Pipa tremie & Pembersihan lumpur dasar (slime)

Konstruksi Khusus Perkerasan Jalan, Jembatan & Terowongan (NATM & Shield)

Pada perkerasan aspal, 'prime coat' disemprotkan di atas lapis fondasi agregat untuk kedap air dan ikatan, sedangkan 'tack coat' disemprotkan di antara lapisan aspal sebagai perekat.

Pada terowongan gunung metode NATM, batu lepas di muka galian dibersihkan (scaling) setelah penggalian, lalu batuan disangga dengan beton semprot (shotcrete), rock bolt, dan penyangga baja.

Pada metode shield di perkotaan, mesin bor shield menjaga kestabilan muka galian sambil maju, merakit cincin segmen di bagian belakang, serta melakukan injeksi grouting punggung.

Poin penting


  • Prime coat disemprotkan di antara lapis fondasi agregat dan lapis aspal, sedangkan tack coat disemprotkan di antara lapis aspal bawah (binder) dan lapis permukaan (atau aspal lama).

  • Pada jembatan beton prategang (PC), tendon baja PC ditarik untuk memberi gaya tekan awal, lalu selongsong (sheath) diisi PC grout agar tahan karat.

  • Di dalam terowongan, ventilasi menggunakan blower dan pipa udara serta pengukuran konsentrasi gas wajib dilakukan untuk mencegah bahaya gas mudah terbakar, kurang oksigen, dan debu.
KosakataArti
Prime coat (lapis resap pengikat) & Tack coat (lapis perekat)
Metode terowongan NATM (Beton semprot & Rock bolt)
Metode terowongan Shield & Segmen dinding terowongan
Penarikan tendon prategang PC & Injeksi PC grout

Manajemen Jadwal (Diagram Jaringan) dan Grafik Kontrol Kualitas & Dimensi

Tabel jadwal mencakup 'bar chart' (sumbu tegak berisi item pekerjaan, sumbu mendatar berisi hari) dan 'diagram jaringan (network diagram)' yang memperlihatkan hubungan antarpekerjaan serta waktu tenggang.

Pada diagram jaringan, jalur terpanjang dengan waktu tenggang nol—di mana keterlambatan pada jalur tersebut langsung menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan—disebut 'jalur kritis (critical path)'.

Kontrol kualitas menggunakan 'histogram' untuk melihat sebaran data pengukuran, serta 'peta kendali (control chart X-bar R)' dengan garis batas kendali untuk mendeteksi penyimpangan proses.

Manajemen Jadwal (Diagram Jaringan) dan Grafik Kontrol Kualitas & Dimensi

Poin penting


  • Diagram jadwal garis miring menunjukkan kecepatan progres melalui kemiringan garis dan cocok untuk proyek memanjang seperti jalan raya atau terowongan.

  • Siklus manajemen PDCA: Plan (Rencana) -> Do (Lakukan) -> Check (Periksa) -> Act (Tindak lanjut) dijalankan secara berkelanjutan.

  • Manajemen dimensi (dekigata) dan foto proyek: Bagian yang akan tertutup seperti tulangan, tebal selimut beton, dan tebal batu pecah wajib difoto bersama papan tulis dan mistar ukur sebelum ditimbun atau dicor.
KosakataArti
Diagram jaringan jadwal & Jalur kritis (Critical path)
Histogram & Peta kendali mutu (Control chart)
Kontrol dimensi hasil kerja & Foto bagian tertutup
Siklus PDCA (Rencana - Pelaksanaan - Pemeriksaan - Tindakan)

Pengetahuan Pelaksanaan Teknik Sipil

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi