VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Konstruksi (Tokutei 2)

Keselamatan, Kesehatan Kerja, Pencegahan Bencana & Lingkungan Teknik Sipil (Praktik Tipe 2)

Konstruksi (Tokutei 2) · 建設分野(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Pencegahan Jatuh & Longsor pada Penggalian, Turap, Lereng & Pekerjaan Ketinggian

Kepala kerja wajib ditunjuk untuk penggalian tanah dan pemasangan/pembongkaran penahan tanah, serta retakan tanah, rembesan air, dan kekendoran strut wajib diperiksa pascahujan lebat atau gempa.

Tepi lantai kerja dan bukaan setinggi >= 2 m wajib diberi pagar pengaman (>= 85 cm), palang tengah, dan papan kaki; pekerjaan di lereng >= 5 m wajib menggunakan full body harness pada tali induk.

Untuk naik-turun galian dengan kedalaman lebih dari 1,5 m, pekerja dilarang memanjat turap atau balok penyangga dan wajib disediakan tangga akses yang aman.

Pencegahan Jatuh & Longsor pada Penggalian, Turap, Lereng & Pekerjaan Ketinggian

Poin penting


  • Kaitkan hook full body harness di posisi lebih tinggi dari pinggang untuk memperpendek jarak jatuh, serta pastikan ruang bebas di bawah cukup untuk bukaan shock absorber.

  • Sebelum bekerja di bawah lereng atau muka galian, bersihkan batu lepas dari atas ke bawah dan larang pekerjaan atas-bawah secara bersamaan.

  • Jangan menempatkan alat berat atau menumpuk tanah galian tepat di tepi bibir galian karena beban berlebih dapat meruntuhkan bibir galian.
KosakataArti
Kepala kerja penggalian tanah dan penahan tanah
Alat penahan jatuh tipe full body harness
Tali induk keselamatan & Alat penahan luncur (Rorip)
Pembersihan batu lepas & Larangan kerja atas-bawah bersamaan

Pencegahan Tabrakan & Terguling pada Alat Berat, Crane & Pengikatan Beban (Rigging)

Pasang pembatas larangan masuk di area putar alat berat, dan tempatkan petugas aba-aba di posisi yang terlihat jelas oleh operator untuk memberikan sinyal.

Mobile crane wajib membentangkan outrigger secara maksimal di atas pelat baja pada tanah keras yang rata, serta mematuhi beban pengenal sesuai radius kerja dan pembatas beban lebih.

Dalam pengikatan beban (tamagake), jaga sudut sling maksimal 60 derajat, periksa pengunci kait (safety latch), dan lakukan 'angkat uji sesaat di atas tanah (chigiri)' untuk memeriksa keseimbangan.

Poin penting


  • Saat meninggalkan kursi operator, selalu turunkan bucket/perlengkapan kerja ke tanah, pasang rem parkir, dan matikan mesin.

  • Penggunaan ekskavator di luar peruntukannya (mengaitkan sling pada gigi bucket untuk mengangkat barang) dilarang; gunakan kait khusus pada ekskavator spesifikasi crane.

  • Hentikan pekerjaan crane saat angin kencang (kecepatan angin rata-rata 10 menit >= 10 m/s), dan dilarang keras berada di bawah beban tergantung.
KosakataArti
Bentangan maksimum outrigger & Pelat baja alas
Kapasitas beban pengenal & Radius kerja crane
Sudut sling maks 60 derajat & Angkat uji keseimbangan (Chigiri)
Larangan penggunaan alat di luar fungsi & Petugas aba-aba

Perlindungan Utilitas Bawah Tanah & Kabel Udara serta Pencegahan Kurang Oksigen / Gas Beracun

Sebelum menggali jalan, periksa peta utilitas lalu lakukan 'penggalian uji manual (test pit)' untuk memastikan posisi pipa gas, air, dan kabel listrik, serta pasang pelindung gantung/sanggaan.

Saat mengoperasikan crane atau ekskavator di dekat kabel listrik udara, pasang selubung pelindung isolasi pada kabel, jaga jarak aman, dan tugaskan pengawas khusus.

Sebelum masuk ruang terbatas seperti manhole, pit, atau terowongan, ukur kadar oksigen >= 18% dan hidrogen sulfida <= 10 ppm dengan detektor multigas, serta lakukan ventilasi terus-menerus.

Poin penting


  • Di dekat utilitas bawah tanah (misal dalam jarak 50 cm) atau saat terlihat pita peringatan/pelat pelindung, hentikan ekskavator dan gali secara hati-hati menggunakan sekop tangan.

  • Jika pipa gas rusak dan bocor, segera matikan mesin dan sumber api, evakuasi ke arah datangnya angin, lalu hubungi perusahaan gas dan pemadam kebakaran.

  • Jika pekerja pingsan di area kurang oksigen, dilarang keras masuk menolong tanpa memakai alat bantu pernapasan SCBA atau masker suplai udara karena akan memicu korban kedua.
KosakataArti
Penggalian uji manual (test pit) & Pelindung gantung pipa
Selubung isolasi kabel udara & Jarak aman (clearance)
Kekurangan oksigen (< 18%) & Hidrogen sulfida (> 10 ppm)
Alat pernapasan SCBA & Masker suplai udara

Penilaian Risiko, Kegiatan KY, Kesehatan Kerja & Perlindungan Lingkungan

Setiap hari sebelum bekerja, lakukan kegiatan KY (prediksi bahaya) dan penilaian risiko untuk mengidentifikasi kondisi serta tindakan tidak aman dan menyepakati langkah pencegahannya.

Untuk mencegah heatstroke di musim panas, ukur indeks panas WBGT serta cukupi air dan garam; batasi penggunaan alat getar maksimal 2 jam/hari dan 30 menit berturut-turut.

Air limbah pemotongan beton yang bersifat basa kuat wajib dinetralkan dan diendapkan sebelum dibuang, serta limbah konstruksi wajib dipilah dan dikelola dengan dokumen manifes.

Penilaian Risiko, Kegiatan KY, Kesehatan Kerja & Perlindungan Lingkungan

Poin penting


  • Hukum Heinrich: Di balik 1 kecelakaan berat terdapat 29 kecelakaan ringan dan 300 kejadian nyaris celaka (Hiyari-Hatto), sehingga pencegahan harus dilakukan sejak tahap Hiyari-Hatto.

  • Saat membobok/memotong beton atau bekerja di terowongan, gunakan masker debu bersertifikat negara dan lakukan penyiraman air untuk mencegah penyakit paru-paru berdebu (silikosis).

  • Gunakan alat berat rendah bising dan rendah getaran, pasang lembaran kedap suara, serta patuhi batasan jam kerja malam dan hari libur.
KosakataArti
Penilaian risiko & Kegiatan KY (prediksi bahaya)
Indeks panas WBGT & Pencegahan gangguan getaran
Pengolahan netralisasi air limbah basa
Manifes pengelolaan limbah industri

Keselamatan Pekerjaan Teknik Sipil

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi