VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Konstruksi (Bangunan)

Pelaksanaan Konstruksi Gedung (Struktur Rangka & Finishing Interior/Eksterior)

Konstruksi (Bangunan) · 建設分野(建築区分) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Perancah Sementara, Pekerjaan Tanah, Fondasi, dan Pembongkaran

Saat merakit perancah luar: padatkan tanah, pasang papan alas (Shiki-ita) dan base plate, hubungkan tiang dengan pipa pengikat bawah (Negarami), lalu pasang silangan (Sujikai), pengikat dinding (Kabe-tsunagi), papan kaki, dan pagar pengaman. Saat membongkar: larang orang luar masuk, bongkar dari tingkat paling atas ke bawah dengan urutan kebalikan perakitan, dan lepas pengikat dinding secara bertahap.

Sebelum memulai pembongkaran gedung, pastikan aliran listrik, gas, dan air sudah dimatikan, serta pasang perancah dan lembaran kedap suara sebelum membongkar sesuai prosedur.

Pada pekerjaan tanah, pasang 'dinding penahan tanah (Yamadome / Dodome)' agar tebing galian (Negiri) tidak longsor, lalu cor 'lantai kerja (Sute-kon)' secara rata di atas dasar galian untuk penandaan garis (Sumidashi) dan dudukan bekisting/besi.

Pada tanah lunak gunakan 'fondasi tiang pancang (Kuigiso)' hingga lapisan tanah keras; pasang baut angkur secara akurat sebelum pengecoran fondasi; dan lakukan urugan kembali dengan tanah bersih berlapis 20–30 cm sambil dipadatkan memakai rammer setiap lapis.

Perancah Sementara, Pekerjaan Tanah, Fondasi, dan Pembongkaran

Poin penting


  • Perancah wajib memakai papan alas, base plate, negarami, pengikat dinding, dan pagar; pembongkaran dilakukan dari atas ke bawah berlawanan urutan pasang.

  • Penahan longsor galian disebut 'Yamadome', dan beton rata di dasar galian untuk garis ukur disebut 'lantai kerja (Sute-kon)'.

  • Pasang baut angkur sebelum cor fondasi, dan urug tanah kembali per lapis 20–30 cm sambil dipadatkan dengan rammer.
KosakataArti
Dinding penahan tanah galian (Yamadome)
Beton lantai kerja (Sute-kon)
Fondasi tiang pancang (Kuigiso)

Pekerjaan Pembesian, Bekisting, dan Pengecoran Beton

Jarak terpendek dari permukaan besi ke permukaan luar beton disebut 'tebal selimut beton (Kaburi atsusa)'; sengkang pengikat kolom disebut 'Hoop-kin (Obikin)' dan sengkang penahan geser balok disebut 'Abarakin (Stirrup)'. Sambungan besi meliputi 'sambungan lewatan (Kasane-tsugite)' yang diikat bendrat dan 'sambungan las tekan gas' yang dipanaskan burner sambil ditekan aksial.

Perkuat bekisting dinding dengan separator, form tie, dan pipa baja agar tidak jebol (punk) akibat tekanan samping beton segar, serta sangga bawah pelat/balok dengan 'perancah penyangga (pipe support)'. Buka bekisting samping kolom dan dinding lebih dulu, sedangkan bawah balok dan pelat dibuka setelah kuat tekan beton mencukupi.

Pompakan 'mortar pelumas awal (Sakiokuri mortar)' sebelum memompa beton agar pipa tidak mampet, dan buat sambungan pengecoran (construction joint) di 'dekat tengah bentang' yang gaya gesernya kecil. Sambungan tak sempurna akibat terlambat mengecor lapis berikutnya disebut 'Cold joint', sedangkan beton keropos berkumpul kerikil akibat kurang pemadatan disebut 'Janka'.

Setelah pengecoran, lakukan 'perawatan lembap (Youjou)' dengan siraman air atau lembaran penutup. Metode mencetak komponen RC di pabrik lalu merakitnya dengan crane di proyek untuk mempercepat jadwal disebut 'metode Precast Concrete (PCa)'.

Poin penting


  • Sengkang kolom disebut 'Hoop-kin' dan sengkang balok disebut 'Abarakin (Stirrup)'; buka bekisting samping kolom/dinding dulu, dan bawah balok/pelat setelah cukup kuat tekan.

  • Pompakan 'mortar awal' sebelum beton, letakkan sambungan cor di 'dekat tengah bentang', dan lakukan 'perawatan lembap' setelah cor.

  • Sambungan lemah akibat jeda pengecoran disebut 'Cold joint', dan cacat keropos kerikil akibat kurang padat disebut 'Janka'.
KosakataArti
Tebal selimut beton (Kaburi atsusa)
Sengkang kolom & Sengkang balok (Hoop-kin / Abarakin)
Sambungan dingin (Cold joint)
Beton keropos / Sarang lebah (Janka)

Konstruksi Baja, Kayu, Atap, dan Waterproofing

Pada pekerjaan rangka baja, pin baja tirus yang dipukul untuk meluruskan lubang baut disebut 'Borushin (Drift pin)', dan kolom/balok baja dilapisi 'pelindung tahan api (Taika hifuku)' seperti semprotan rock wool agar kekuatan baja tidak turun drastis saat kebakaran (di atas sekitar 500°C).

Pada 'konstruksi rangka kayu tradisional (Jikugumi kouhou)', balok kayu paling bawah di atas fondasi disebut 'balok sloof kayu (Dodai)', batang diagonal penahan gempa/angin disebut 'Sujikai', kasau miring dari bubungan ke tritisan penyangga papan atap disebut 'Taruki', dan sambungan kayu bersudut disebut 'Shikuchi'.

Penanganan aliran air hujan pada atap agar tidak bocor disebut 'Amajimai'; lembaran pelapis kedap air asphalt roofing dipasang berurutan dari 'sisi rendah (tritisan / Nokisaki) ke sisi tinggi (bubungan / Mune)' agar lembar atas menumpuk di atas lembar bawah.

Pada waterproofing lembaran (sheet), bersihkan dasar dan gilas kuat area sekitar saluran pembuangan (drain), sudut dalam, dan sambungan; pada waterproofing cair uretan, keringkan genangan air hujan dan pastikan kadar air dasar memenuhi syarat sebelum aplikasi agar lapisan tidak menggelembung.

Poin penting


  • Penepat lubang baut baja adalah 'Borushin (Drift pin)', dan baja diberi 'pelindung tahan api' agar tidak runtuh pada suhu kebakaran di atas 500°C.

  • Balok kayu di atas fondasi adalah 'Dodai', pengaku diagonal dinding adalah 'Sujikai', kasau atap adalah 'Taruki', dan sambungan sudut kayu adalah 'Shikuchi'.

  • Pasang asphalt roofing dari 'bawah (Nokisaki) ke atas (Mune)', dan aplikasikan waterproofing uretan hanya setelah permukaan dasar kering.
KosakataArti
Pin penepat lubang baut baja (Borushin / Drift pin)
Lapisan pelindung tahan api baja (Taika hifuku)
Balok dasar, Pengaku diagonal & Kasau kayu (Dodai / Sujikai / Taruki)
Sistem penangkal bocor air hujan atap (Amajimai)

Plesteran, Keramik/Batu, Kaca, Pengecatan, dan Finishing Interior

Sudut dinding yang menonjol keluar disebut 'sudut luar (Dezumi)' dan sudut yang masuk ke dalam disebut 'sudut dalam (Irizumi)'. Plesteran mortar dilakukan bertahap (dasar, tengah, akhir) agar tidak melorot atau retak susut, dan wajib dirawat lembap bila terkena terik matahari atau angin kering.

Buat alur mortar dengan roskam bergerigi, pasang keramik dalam batas waktu tempel, dan getarkan agar mortar mengisi penuh bagian belakang keramik. Perbaikan keramik dinding luar yang kopong dilakukan dengan mengebor dari nat, menyuntikkan resin epoksi, dan memasang pin baja nirkarat; pemasangan batu alam dengan angkur logam tanpa mortar disebut 'metode kering (Kanshiki kouhou)'.

Hentikan pengecatan bila kelembapan udara '85% atau lebih'. Urutan pekerjaan sealant: Bersihkan celah → Masking tape → Primer → bahan backup (busa penahan) → Isi sealant → Ratakan dengan spatula → Segera lepas masking tape. Pada pemasangan kaca, letakkan 2 buah karet keras 'setting block' di alur bawah kusen untuk menahan berat kaca.

Pasang insulasi glass wool berkantong tanpa celah dengan sisi film penahan lembap menghadap 'sisi dalam ruangan', dan ratakan ketinggian rangka plafon (Nobuchi) sebelum memasang papan. Sekrup papan gipsum harus tenggelam sedikit 0,5–1 mm tanpa merobek kertas, lubangi kotak stopkontak dengan gergaji lancip (Hikimawashi-noko), dempul dan amplas rata sebelum memasang wallpaper, gilas sambungan dengan joint roller, serta beri waktu tunggu 'open time' setelah oles lem sebelum memasang lembaran lantai vinil.

Poin penting


  • Sudut cekung ke dalam adalah 'Irizumi', pasang batu dengan angkur logam adalah 'metode kering', dan pengecatan dihentikan pada 'kelembapan 85% ke atas'.

  • Letakkan 2 'setting block' di bawah kaca kusen, dan arahkan sisi film penahan lembap insulasi glass wool ke 'sisi dalam ruangan'.

  • Kepala sekrup papan gipsum tenggelam 0,5–1 mm, amplas rata dempul sebelum pasang wallpaper, gilas sambungan dengan joint roller, dan gunakan 'open time' saat memasang lantai vinil.
KosakataArti
Sudut luar & Sudut dalam dinding (Dezumi / Irizumi)
Metode pasang batu kering dengan angkur (Kanshiki kouhou)
Bantalan karet penahan kaca (Setting block)
Waktu tunggu penguapan lem (Open time)

Pelaksanaan Konstruksi Gedung (Struktur & Finishing)

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi