VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Konstruksi

Konstruksi Teknik Sipil (Pekerjaan Tanah, Beton, Pondasi, Perkerasan Jalan, Sungai & Jalan)

Konstruksi · 建設分野 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Pekerjaan Tanah (Galian, Timbunan, Pemadatan, dan Perlindungan Lereng)

Pekerjaan memangkas tanah asli disebut 'galian (kirido)', mengangkut dan menumpuk tanah disebut 'timbunan (morido)', sedangkan lereng buatan hasil galian atau timbunan disebut 'permukaan lereng (norimen)'.

Pada pekerjaan timbunan, untuk mencegah penurunan tanah, tanah tidak ditimbun tinggi sekaligus melainkan dihamparkan per lapisan tipis sekitar 20-30 cm lalu dipadatkan dengan road roller.

Untuk pengurugan kembali parit sempit atau sekitar struktur digunakan 'rammer' atau 'vibratory plate compactor', sedangkan pencegahan erosi lereng dilakukan dengan 'pekerjaan vegetasi' atau 'penyemprotan mortar/beton'.

Pekerjaan Tanah (Galian, Timbunan, Pemadatan, dan Perlindungan Lereng)

Poin penting


  • Memangkas bukit tanah asli adalah 'galian (kirido)', menumpuk tanah adalah 'timbunan (morido)', dan lereng buatannya adalah 'norimen'.

  • Tanah timbunan dihamparkan berlapis sekitar 20-30 cm dan dipadatkan setiap lapis dengan roller atau rammer.

  • Untuk mencegah pelapukan dan erosi lereng, dilakukan 'pekerjaan vegetasi (shokuseikou)' atau 'pekerjaan semprot mortar (fukitsukekou)'.
KosakataArti
Galian & Timbunan (Kirido / Morido)
Permukaan lereng (Norimen)
Pemadatan gilas (Ten-atsu / Shimekatame)
Rammer & Vibratory plate compactor

Pekerjaan Beton, Pekerjaan Pembesian, dan Pekerjaan Bekisting

Kelecakan (fluiditas) beton segar diukur dengan 'uji slump (slump test)', dan saat tiba di lokasi dilakukan pemeriksaan penerimaan meliputi slump, kadar udara, suhu, dan kadar klorida.

Saat pengecoran, tinggi jatuh bebas dibatasi maksimal 1,5 m untuk mencegah segregasi, vibrator batang dimasukkan secara vertikal untuk pemadatan, lalu dilakukan perawatan lembap setelah pengecoran.

Untuk mencegah karat tulangan, dipasang 'spacer' guna menjaga tebal selimut beton, bagian dalam bekisting diolesi tipis minyak bekisting sebelum cor, dan dipasang separator untuk menahan tekanan samping.

Poin penting


  • Fluiditas beton segar diukur dengan 'uji slump', serta slump, kadar udara, suhu, dan klorida diperiksa saat beton tiba di proyek.

  • Tinggi jatuh bebas maksimal 1,5 m dan masukkan vibrator secara vertikal untuk mencegah keropos (janka) serta cold joint.

  • Pasang 'spacer' untuk memastikan tebal selimut beton dan bongkar bekisting hanya setelah kuat tekan beton terpenuhi.
KosakataArti
Uji slump (Slump test)
Segregasi material (Zairyou bunri)
Spacer & Tebal selimut beton (Kaburi atsusa)
Perawatan lembap beton (Shitsujun youjou)

Pekerjaan Pondasi, Penahan Tanah Galian, dan Penanganan Tanah Lunak

Berbeda dengan 'pondasi langsung (chokusetsu kiso)' yang menyalurkan beban langsung ke tanah keras dangkal, pada tanah lunak digunakan 'pondasi tiang (kuigiso)' yang menembus sampai lapisan tanah keras yang dalam.

Pada tiang pancang beton cor di tempat (metode all-casing atau earth drill), endapan lumpur 'slime' di dasar lubang bor wajib dibersihkan sebelum dan sesudah memasukkan kerangka besi.

Pada galian dalam, untuk mencegah longsor dan rembesan air tanah dipasang dinding penahan 'turap baja (steel sheet pile)' yang ditopang kuat oleh balok sabuk (haraokoshi) dan balok penyangga (kiribari).

Poin penting


  • Gunakan 'pondasi langsung' pada tanah keras dangkal dan 'pondasi tiang' untuk menyalurkan beban ke lapisan pendukung yang dalam.

  • Endapan lumpur 'slime' di dasar lubang bor tiang cor di tempat wajib dibersihkan agar daya dukung tiang tidak turun.

  • Penahan tanah galian menggunakan 'turap baja' serta 'haraokoshi dan kiribari'; segera evakuasi jika terlihat perubahan bentuk.
KosakataArti
Pondasi langsung & Pondasi tiang (Chokusetsu kiso / Kuigiso)
Tiang beton cor di tempat (Bashouchi concrete kui)
Pembersihan endapan lumpur dasar bor (Slime shori)
Turap baja & Balok penyangga (Kouyaita / Kiribari)

Perkerasan Jalan Aspal, Pekerjaan Sungai, Terowongan, dan Sipil Air Bersih/Limbah

Perkerasan aspal dari bawah ke atas terdiri atas 'tanah dasar (roshou) -> lapis pondasi bawah -> lapis pondasi atas (roban) -> lapis antara (kisou) -> lapis permukaan (hyousou)', dengan semprotan 'prime coat' di atas pondasi agregat dan 'tack coat' antar lapis aspal.

Setelah campuran aspal panas digelar dengan asphalt finisher, pemadatan dilakukan selagi panas dengan urutan: 'pemadatan awal (macadam roller) -> pemadatan sekunder (tire roller) -> pemadatan akhir (tandem roller)'.

Pada pekerjaan sungai, tanggul dilindungi dengan 'pekerjaan pelindung tebing (gogankou)'; terowongan gunung metode NATM menyangga batuan dengan 'beton semprot, rock bolt, dan penyangga baja'; serta pipa saluran limbah dipasang dari hilir ke hulu.

Perkerasan Jalan Aspal, Pekerjaan Sungai, Terowongan, dan Sipil Air Bersih/Limbah

Poin penting


  • Perkerasan aspal terdiri dari tanah dasar, lapis pondasi, lapis antara, dan lapis permukaan, dengan prime coat di atas pondasi dan tack coat antar lapisan aspal.

  • Setelah penghamparan aspal, padatkan berurutan: macadam roller (awal) -> tire roller (sekunder) -> tandem roller (akhir).

  • Metode NATM menggunakan beton semprot dan rock bolt sebagai penyangga utama, dan pipa limbah gravitasi dipasang dari hilir ke hulu.
KosakataArti
Lapis pondasi, Lapis antara & Lapis permukaan (Roban / Kisou / Hyousou)
Prime coat & Tack coat
Macadam roller & Tire roller
NATM (Rock bolt & Beton semprot)

Pekerjaan Teknik Sipil (Praktik)

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi