VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Konstruksi (Bangunan)

Penandaan Garis (Sumidashi), Survei, Dimensi & Istilah Arsitektur

Konstruksi (Bangunan) · 建設分野(建築区分) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Penandaan Garis (Sumidashi), Alat Ukur Survei, dan Istilah Lapangan

Titik acuan ketinggian di lahan yang dipertahankan sampai gedung selesai disebut 'Benchmark (BM)', sedangkan patok dan papan kayu sementara di sekeliling posisi bangunan sebelum galian disebut 'bouwplank (Yarikata / Chouhari)'.

Dalam Sumidashi, garis acuan utama seperti as kolom/dinding disebut 'Oyazumi (Motozumi)', garis sejajar yang digeser dengan jarak tertentu untuk menghindari penghalang disebut 'Nigezumi (Kaerizumi)', dan garis acuan ketinggian horizontal pada dinding/kolom disebut 'Rokuzumi (Mizuzumi)'.

Pengukuran beda tinggi menggunakan 'Auto-level', pengukuran jarak dan sudut sekaligus menggunakan 'Total station', sedangkan pemancaran garis horizontal (Roku) dan vertikal (Tachi) sekaligus menggunakan 'Laser line level'.

Waterpass (Suiheiki) memeriksa kedataran dengan tabung gelembung, unting-unting (Sagefuri) memeriksa ketegakan kolom/bekisting, dan siku segitiga besar 'Oogane' memakai perbandingan sisi '3 : 4 : 5 (Sashigo)' untuk membuat sudut siku-siku.

Penandaan Garis (Sumidashi), Alat Ukur Survei, dan Istilah Lapangan

Poin penting


  • Titik acuan tinggi adalah Benchmark (BM), garis acuan tinggi horizontal adalah Rokuzumi, dan garis geser sejajar adalah Nigezumi.

  • Gunakan Auto-level untuk beda tinggi, Total station untuk jarak dan sudut sekaligus, serta unting-unting (Sagefuri) untuk ketegakan.

  • Perbandingan sisi siku Oogane adalah 3:4:5; pada pengukuran level, jika bacaan belakang di BM 1.500 mm dan bacaan depan di titik A 1.800 mm, maka titik A lebih rendah 300 mm dari BM (-300 mm).
KosakataArti
Garis tinta acuan horizontal (Rokuzumi / Mizuzumi)
Garis tinta pinjaman / geser (Nigezumi / Kaerizumi)
Papan bouwplank (Yarikata / Chouhari)
Total station (alat ukur jarak dan sudut elektronik)

Satuan Tradisional, Bagian Bangunan, dan Istilah Dimensi

Dalam satuan bangunan Jepang, '1 ken' (6 kali 1 shaku ≈ 303 mm) adalah sekitar 1.818 mm, dan '1 tsubo' (luas 2 lembar tatami) adalah sekitar 3,3 m². Kemiringan atap '4 sun koubai' berarti naik vertikal 4 sun untuk setiap jarak datar 10 sun (kemiringan 4/10).

Struktur rangka baja yang dikelilingi besi tulangan dan dicor beton disebut 'struktur SRC', sedangkan selesainya pemasangan balok bubungan tertinggi (Munagi) pada bangunan kayu atau baja disebut 'Joutou (Muneage)'.

Permukaan atas komponen disebut 'Uwaba (Tenba)', permukaan bawah disebut 'Shitaba', dua permukaan yang rata sejajar tanpa beda tinggi disebut 'Tsura-ichi', dan pertemuan dua komponen/material berbeda disebut 'Toriai'.

Jarak bersih bagian dalam antar dinding atau kolom yang berhadapan disebut 'Uchinori'; jarak bersih antar permukaan besi tulangan disebut 'Aki', sedangkan jarak antar titik tengah besi tulangan disebut 'Kankaku (Pitch)'.

Poin penting


  • 1 ken ≈ 1.818 mm, 1 tsubo ≈ 3,3 m², dan kemiringan 4 sun berarti naik 4 sun setiap jarak datar 10 sun.

  • Sisi bawah komponen adalah 'Shitaba', permukaan rata sejajar adalah 'Tsura-ichi', dan pertemuan material berbeda adalah 'Toriai'.

  • Ukuran bersih dalam adalah 'Uchinori', celah antar permukaan besi adalah 'Aki', dan jarak as ke as besi adalah 'Kankaku (Pitch)'.
KosakataArti
Rata sejajar tanpa tonjolan (Tsura-ichi)
Pertemuan antar bagian berbeda (Toriai)
Ukuran bersih bagian dalam (Uchinori)
Jarak as ke as / Pitch (Kankaku)

Jenis Gambar Arsitektur dan Simbol Gambar

Gambar dasar meliputi 'gambar situasi/site plan (Haichizu)', 'gambar denah (Heimenzu)' yang dipotong mendatar dilihat dari atas, 'gambar tampak (Ritsumenzu)' dari 4 arah mata angin, dan 'gambar potongan (Danmenzu)' yang dipotong vertikal.

Selain itu ada 'gambar detail potongan vertikal (Kanabakarizu)' dari fondasi hingga ujung atap, 'gambar bukaan dinding dalam ruang (Tenkaizu)', 'gambar rencana plafon (Tenjou-fusezu)', dan 'gambar rencana fondasi (Kiso-fusezu)'.

Angka ukuran tanpa satuan pada gambar arsitektur Jepang pada prinsipnya berarti 'milimeter (mm)'; garis strip-titik menyatakan 'garis sumbu (as)', dan garis putus-putus menyatakan 'bagian tersembunyi'.

Simbol 'FL' menyatakan tinggi permukaan lantai jadi, 'FIX' menyatakan jendela kaca mati, dan simbol struktur adalah 'C = Kolom, G = Balok induk (Girder), B = Balok anak (Beam), S = Pelat lantai (Slab)'.

Poin penting


  • Heimenzu adalah denah, Ritsumenzu adalah tampak luar, Kanabakarizu adalah potongan detail dari fondasi ke atap, dan Tenkaizu adalah tampak dinding dalam ruangan.

  • Satuan standar gambar adalah mm; garis strip-titik adalah garis as, dan garis putus-putus adalah bagian tak terlihat.

  • FL adalah muka lantai jadi, FIX adalah jendela mati, serta C = Kolom, G = Balok induk, B = Balok anak, S = Pelat lantai.
KosakataArti
Gambar detail potongan dinding (Kanabakarizu)
Gambar bukaan dinding interior (Tenkaizu)
Gambar rencana plafon (Tenjou-fusezu)
Permukaan lantai jadi (FL - Floor Level)

Perhitungan Kebutuhan Material (Hiroidashi) dan Hitungan Praktis

Menghitung jenis dan jumlah material serta tenaga kerja dari gambar disebut 'Hiroidashi'. Dinding sepanjang 80 mm (8 cm) pada gambar skala 1/50 memiliki panjang asli 80 × 50 = 4.000 mm (4,0 m).

Hitungan kemiringan & jarak: kemiringan air 1/100 sepanjang 4 m menghasilkan beda tinggi 40 mm; tinggi lantai 2.800 mm dibagi 14 anak tangga menghasilkan tinggi injakan 200 mm; 5 tiang dipasang merata sepanjang 6.000 mm (4 celah) memiliki jarak as 1.500 mm; besi jarak 200 mm pada lebar 2.000 mm (termasuk kedua tepi) butuh (2.000 ÷ 200) + 1 = 11 batang.

Hitungan luas & jumlah lembar: dinding 3 m × 6 m dikurangi pintu 2 m × 1,5 m menyisakan luas cat 15,0 m² (100 m² × 0,25 kg/m² × 2 lapis = 50 kg cat); ruangan 6 m × 4,5 m (keliling 21 m) dikurangi pintu 1 m butuh 20,0 m plint lantai (Habaki); dinding 3.640 × 1.820 mm butuh 4 lembar papan gipsum 910 × 1.820 mm; pagar 4.000 × 1.200 mm butuh 60 buah batako 400 × 200 mm.

Hitungan volume & berat: lantai beton 5 m × 4 m × tebal 0,15 m bervolume 3,0 m³; tanah galian 12,0 m³ diangkut dump truck kapasitas 3,0 m³ butuh 4 rit; mortar 1:3 dengan 50 L semen butuh 150 L pasir; 20 batang besi panjang 4 m (1,5 kg/m) memiliki berat total 120 kg.

Poin penting


  • Besi pitch 200 mm pada lebar 2.000 mm butuh (2.000÷200)+1 = 11 batang; 5 tiang berjarak sama pada panjang 6.000 mm memiliki pitch 6.000÷4 = 1.500 mm.

  • Kurangi luas atau lebar bukaan pintu saat menghitung luas pengecatan atau panjang plint lantai (Habaki).

  • Volume beton = Panjang × Lebar × Tebal (dalam meter); mortar rasio 1:3 dengan 50 L semen membutuhkan 150 L pasir.
KosakataArti
Perhitungan volume material (Hiroidashi)
Kemiringan pembuangan air (Mizukoubai)
Tinggi tanjakan anak tangga (Keage)

Penandaan, Pengukuran, Dimensi & Istilah

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi