VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Konstruksi (Bangunan)

Dasar Industri Konstruksi, Aturan Proyek & Peraturan Hukum

Konstruksi (Bangunan) · 建設分野(建築区分) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Karakteristik Konstruksi, Sistem Pelaksanaan, dan Alur Pekerjaan

Pekerjaan konstruksi memiliki ciri 'produksi satuan berdasarkan pesanan (Juchuu ippin seisan)', yaitu dirancang dan dibangun satu per satu di lokasi sesuai lahan dan permintaan pemilik proyek (Hacchuusha).

Perusahaan yang menerima kontrak langsung dari pemilik proyek disebut 'kontraktor utama (Motouke gyousha)', sedangkan insinyur yang memeriksa kesesuaian pelaksanaan dengan gambar desain mewakili pemilik disebut 'pengawas (Kanrisha)'.

Dalam 3 kategori SSW Konstruksi, 'Kategori Gedung (Kenchiku kubun)' mencakup bekisting, pembesian, dan finishing interior; struktur gedung meliputi struktur baja (S) dan struktur beton bertulang (RC yang memadukan besi tahan tarik dengan beton tahan tekan dan api).

Urutan standar pekerjaan gedung adalah: Pekerjaan persiapan sementara → Pekerjaan tanah & fondasi → Pekerjaan rangka utama (Kutai) → Finishing eksterior/interior & utilitas → Pembersihan (Bisou), perbaikan cacat akhir (Dame-kouji), pemeriksaan akhir, dan serah terima.

Karakteristik Konstruksi, Sistem Pelaksanaan, dan Alur Pekerjaan

Poin penting


  • Konstruksi adalah produksi satuan di lokasi sesuai pesanan, dan penerima kontrak langsung dari pemilik disebut kontraktor utama (Motouke).

  • Struktur RC menggabungkan tulangan besi tahan tarik dan beton tahan tekan/api; rangka baja H-beam atau pipa baja persegi disebut struktur S.

  • Pekerjaan melepas pelindung, membersihkan gedung (Bisou), dan memperbaiki goresan atau kekurangan sebelum serah terima disebut 'Dame-kouji'.
KosakataArti
Produksi satuan sesuai pesanan (Juchuu ippin seisan)
Kontraktor utama (Motouke gyousha)
Perbaikan cacat akhir sebelum serah terima (Dame-kouji)

Manajemen Konstruksi (QCDSE, 5M) dan Jabatan di Proyek

Lima sasaran manajemen konstruksi 'QCDSE' adalah Kualitas (Quality), Biaya (Cost), Jadwal/Waktu (Delivery), Keselamatan (Safety), dan Lingkungan (Environment).

Lima unsur perencanaan '5M' meliputi Tenaga kerja (Men), Material (Materials), Metode (Methods), Mesin (Machinery), dan Dana (Money); bangunan berinsulasi tinggi dan kedap udara juga diprioritaskan untuk hemat energi dan mencegah pengembunan.

Di lapangan digunakan 'gambar kerja (Sekouzu)' yang memuat detail sambungan dan ukuran pabrikasi serta 'jadwal kerja (Kouteihyou)', disertai pengambilan 'foto proyek' dengan papan tulis untuk membuktikan bagian yang tertutup.

Insinyur kepala (Shunin gijutsusha), mandor (Shokuchou), dan kepala operasi pekerjaan berbahaya (Sagyou shuninsha) bekerja sama menjalankan patroli keselamatan dan rapat singkat TBM (Tool Box Meeting).

Poin penting


  • QCDSE adalah Quality, Cost, Delivery, Safety, dan Environment; pengukuran akurat untuk mengurangi sisa bahan dan bongkar-ulang adalah bagian dari manajemen Biaya (Cost).

  • Gambar detail ukuran pelaksanaan di lapangan disebut 'Sekouzu', sedangkan tabel jadwal kemajuan kerja disebut 'Kouteihyou'.

  • Rapat kelompok kecil sebelum kerja yang dipimpin mandor untuk membahas prosedur dan KY disebut Tool Box Meeting (TBM).
KosakataArti
Lima sasaran manajemen (QCDSE)
Gambar kerja / Shop drawing (Sekouzu)
Kepala operasi pekerjaan berbahaya (Sagyou shuninsha)
Tool Box Meeting (TBM)

Hukum Konstruksi, Standar Ketenagakerjaan, dan Perlindungan Lingkungan

Standar ketahanan gempa dan koefisien bangunan diatur dalam 'UU Standar Bangunan', sedangkan 'UU Usaha Konstruksi' melarang 'subkontrak menyeluruh (Ikkatsu shitaukeoi / Marunage)' yaitu menyerahkan seluruh proyek ke pihak lain tanpa dikelola sendiri.

Menurut UU Standar Ketenagakerjaan, jam kerja resmi maksimal '8 jam sehari dan 40 jam seminggu' dengan istirahat minimal '60 menit' bila kerja lebih dari 8 jam, serta gaji wajib dibayar 'dengan mata uang, langsung ke pekerja, penuh, minimal sekali sebulan pada tanggal tetap'.

Premi asuransi kecelakaan kerja ditanggung penuh oleh pemberi kerja dan menyembunyikan kecelakaan kerja ('Rousai kakushi') adalah pidana. Perusahaan wajib mengadakan cek kesehatan saat masuk kerja dan setahun sekali, pelatihan saat ganti tugas, serta memastikan pekerja membawa sertifikat lisensi/pelatihan.

Pilah limbah industri dan awasi dengan lembar 'Manifest'; daur ulang material konstruksi tertentu (bongkahan beton, aspal, kayu bekas), cegah penyebaran asbes, gunakan alat berat rendah bising, dan netralkan air cucian beton yang bersifat basa.

Poin penting


  • Jam kerja resmi adalah 8 jam/hari dan 40 jam/minggu (istirahat minimal 60 menit bila lebih dari 8 jam); menyembunyikan kecelakaan kerja dan subkontrak penuh dilarang.

  • Pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan saat baru diterima kerja dan setahun sekali; pekerjaan crane, pengikatan beban, dan perancah wajib membawa bukti sertifikat.

  • Kelola limbah dengan Manifest agar tidak dibuang ilegal, dan tampung air cucian beton yang bersifat basa untuk dinetralkan, jangan dibuang ke selokan.
KosakataArti
Subkontrak penuh ilegal (Ikkatsu shitaukeoi / Marunage)
Lembar kendali limbah industri (Manifest)
Asbes (Ishiwata)
Material konstruksi wajib daur ulang

Etika Proyek, Kegiatan 5S, dan Sistem CCUS

Biasakan menyapa dengan 'Go-anzen ni' dan 'Otsukaresama desu', serta terapkan dasar komunikasi 'Hou-Ren-Sou (Lapor, Hubungi, Konsultasi)' dan 'Kegiatan 5S (Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, Shitsuke)'.

Kancingkan baju kerja dan ujung lengan, jangan berjalan sambil memasukkan tangan ke saku, dan dilarang keras bekerja dalam pengaruh alkohol; laporkan kurang tidur atau kurang sehat kepada mandor sebelum kerja.

Periksa, bersihkan, dan kembalikan alat pinjaman ke tempat semula; bersihkan lumpur sepatu sebelum masuk ruang istirahat. Merokoklah hanya di tempat khusus, bersihkan akses proyek, serta kunci alat berat dan gerbang saat selesai kerja.

Dalam 'Construction Career Up System (CCUS)' yang mencatat sertifikat dan riwayat kerja lewat kartu IC, warna kartu Level 1 (pekerja pemula saat pertama terdaftar) adalah 'Putih (White)'.

Poin penting


  • Dasar komunikasi kerja adalah 'Hou-Ren-Sou (Lapor, Hubungi, Konsultasi)', dan 5S adalah Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, Shitsuke.

  • Dilarang keras bekerja dalam pengaruh alkohol; segera lapor ke mandor bila kondisi tubuh kurang sehat atau ada alat yang rusak.

  • Warna kartu CCUS untuk Level 1 (pekerja pemula) adalah Putih (White).
KosakataArti
Lapor, Hubungi, Konsultasi (Hou-Ren-Sou)
Kegiatan 5S (Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, Shitsuke)
Construction Career Up System (CCUS)

Dasar Konstruksi, Aturan Proyek & Hukum

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi