VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Teknisi Listrik Kelas 1 第一種電気工事士 (ujian tertulis)

Generator, Transformator, Motor Listrik, Aplikasi Listrik, dan Kontrol Sekuensial

Teknisi Listrik Kelas 1 第一種電気工事士 (ujian tertulis) · 第一種電気工事士(学科試験) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Kecepatan Putar dan Metode Starting Motor Induksi Tiga Fasa Sangkar Tupai

Pada motor induksi tiga fasa sangkar tupai (三相かご形誘導電動機) yang paling luas digunakan pada peralatan tenaga di pabrik dan gedung, mengalirkan arus bolak-balik tiga fasa ke belitan stator (固定子) akan menghasilkan medan magnet putar (回転磁界). Kecepatan medan magnet putar ini disebut kecepatan sinkron Ns (min⁻¹), yang dihitung dari frekuensi sumber daya f (Hz) dan jumlah kutub magnet p dengan rumus Ns = 120 × f ÷ p.

Kecepatan putar aktual N (min⁻¹) dari rotor (回転子) sedikit lebih lambat daripada kecepatan sinkron Ns, dan rasio selisih kecepatan tersebut didefinisikan sebagai slip (滑り) s = (Ns − N) ÷ Ns. Oleh karena itu, kecepatan putar adalah N = Ns × (1 − s) = (120 × f ÷ p) × (1 − s), yang berubah hampir berbanding lurus dengan frekuensi f.

Dengan menggunakan inverter (インバータ — VVVF: Variable Voltage Variable Frequency controller) untuk mengubah frekuensi secara kontinu sambil menjaga rasio tegangan V terhadap frekuensi f (V ÷ f) tetap konstan, kecepatan putar dapat dikendalikan secara efisien tanpa membuat fluks magnet jenuh. Dalam ujian, soal perhitungan kecepatan putar N ketika frekuensi diubah dari 60Hz ke 50Hz atau 45Hz sangat sering muncul.

Pada pengasutan tegangan penuh (全電圧始動 — starting langsung じか入れ始動) yang menghubungkan motor sangkar tupai langsung ke sumber listrik, mengalir arus starting (始動電流) yang besar yaitu 5 hingga 8 kali arus pengenal. Untuk motor berkapasitas besar, guna menekan arus starting, digunakan metode starting bintang-delta (Y-Δ始動法): belitan stator dihubungkan secara bintang (Y) saat mulai berputar dan diubah ke hubungan delta (Δ) setelah mengalami percepatan.

Pada metode starting Y-Δ, tegangan yang diberikan ke setiap belitan fasa menjadi 1 ÷ √3 kali dibandingkan starting tegangan penuh (hubungan Δ), sehingga baik arus saluran di sisi sumber (arus starting) maupun torsi starting (始動トルク) sama-sama turun menjadi 1 ÷ 3 (sekitar 33%) dari nilai starting tegangan penuh. Perhatikan bahwa metode starting tahanan sekunder (二次抵抗始動法) khusus untuk motor induksi rotor lilit (巻線形誘導電動機) dan tidak dapat digunakan pada motor sangkar tupai.

Kecepatan Putar dan Metode Starting Motor Induksi Tiga Fasa Sangkar Tupai

Poin penting


  • Kecepatan sinkron Ns = 120 × f ÷ p (min⁻¹), kecepatan putar aktual N = Ns × (1 − s). Untuk 4 kutub: Ns = 1.500 min⁻¹ pada 50Hz, dan Ns = 1.800 min⁻¹ pada 60Hz

  • Pada starting Y-Δ, dibandingkan starting tegangan penuh, tegangan fasa menjadi 1 ÷ √3 kali, sedangkan arus starting (arus saluran) dan torsi starting keduanya menjadi 1 ÷ 3 kali

  • Metode starting motor sangkar tupai meliputi starting langsung, Y-Δ, reaktor, dan kompensator starting; starting tahanan sekunder khusus untuk motor rotor lilit

  • Saat memperbarui ke motor efisiensi tinggi Top Runner (IE3), efisiensi pengenal dan kecepatan putar meningkat, tetapi perhatikan bahwa arus starting menjadi lebih besar daripada motor konvensional
KosakataArti
同期速度 (どうきそくど): Kecepatan sinkron (Ns = 120f ÷ p)
滑り (すべり): Slip (s = (Ns − N) ÷ Ns)
かご形誘導電動機 (かごがたゆうどうでんどうき): Motor induksi sangkar tupai
スター・デルタ始動 (しどう): Starting bintang-delta (Y-Δ)
インバータ制御 (せいぎょ): Kontrol inverter (VVVF)
巻線形誘導電動機 (まきせんがたゆうどうでんどうき): Motor induksi rotor lilit

Rugi-Rugi Transformator, Syarat Efisiensi Maksimum, dan Kelas Ketahanan Panas

Rugi-rugi transformator (変圧器) dibagi menjadi 2 jenis: rugi tanpa beban (無負荷損 — rugi besi 鉄損 Pi) yang terjadi secara konstan tanpa bergantung pada besarnya beban, dan rugi beban (負荷損 — rugi tembaga 銅損 Pc) yang meningkat sebanding dengan kuadrat arus beban (atau kuadrat faktor beban m). Rugi besi terdiri atas rugi histeresis (ヒステリシス損) dan rugi arus eddy (渦電流損), serta dikurangi dengan menggunakan pelat baja silikon (ケイ素鋼板) atau paduan amorf (アモルファス合金) pada inti besi.

Ketika transformator berkapasitas pengenal Pn (W) dioperasikan pada faktor beban m (0 ≤ m ≤ 1) dan faktor daya cosθ, daya keluarannya adalah Pout = m × Pn × cosθ, sedangkan rugi tembaga saat itu dinyatakan menggunakan rugi tembaga beban penuh Pc0 sebagai m² × Pc0. Dengan demikian, efisiensi η dihitung dengan rumus Pout ÷ (Pout + Pi + m² × Pc0) × 100 (%).

Efisiensi η transformator mencapai maksimum ketika rugi tanpa beban (rugi besi Pi) sama dengan rugi beban saat beroperasi (rugi tembaga m² × Pc0), yaitu saat Pi = m² × Pc0. Dari hubungan ini, faktor beban m saat efisiensi maksimum diperoleh melalui rumus m = √(Pi ÷ Pc0), yang hampir setiap tahun muncul sebagai soal hitungan.

Di ruang penerima daya gedung dan rumah sakit, banyak digunakan transformator cetak resin (モールド変圧器) tahan api yang belitan tegangan tingginya dicor dengan resin epoksi (エポキシ樹脂) tanpa menggunakan minyak isolasi. Dalam soal identifikasi foto, bedakan bahwa busbar tebal di bagian atas adalah terminal sekunder tegangan rendah (低圧二次端子), terminal isolator tipis adalah terminal primer tegangan tinggi (高圧一次端子), dan pelat penghubung di dekat bagian tengah adalah terminal tap (タップ端子) untuk penyesuaian tegangan.

Selain itu, bahan isolasi transformator dan motor listrik ditetapkan ke dalam kelas ketahanan panas (耐熱クラス — JIS C 4003) berdasarkan suhu izin maksimumnya. Urutan dari suhu izin terendah adalah Y (90℃) < A (105℃) < E (120℃) < B (130℃) < F (155℃) < H (180℃) < C (di atas 180℃); urutan serta suhu untuk kelas E, B, F, dan H sangat sering keluar dalam ujian.

Rugi-Rugi Transformator, Syarat Efisiensi Maksimum, dan Kelas Ketahanan Panas

Poin penting


  • Rugi tanpa beban (rugi besi Pi = rugi histeresis + rugi arus eddy) konstan tidak bergantung beban; rugi beban (rugi tembaga) sebanding dengan kuadrat arus beban (faktor beban m)

  • Syarat efisiensi maksimum adalah Rugi besi Pi = Rugi tembaga saat operasi m² × Pc0, dan faktor beban pada efisiensi maksimum adalah m = √(Pi ÷ Pc0)

  • Transformator cetak resin (mold transformer) berisolasi resin epoksi bersifat tahan api dan mudah dirawat, tetapi harganya lebih mahal daripada transformator minyak

  • Kelas ketahanan panas bahan isolasi: Y (90℃) < A (105℃) < E (120℃) < B (130℃) < F (155℃) < H (180℃) < C (di atas 180℃)
KosakataArti
無負荷損・鉄損 (むふかそん・てつそん): Rugi tanpa beban / Rugi besi (Pi)
負荷損・銅損 (ふかそん・どうそん): Rugi beban / Rugi tembaga (Pc)
ヒステリシス損 (そん): Rugi histeresis
渦電流損 (うずでんりゅうそん): Rugi arus pusar (arus eddy)
モールド変圧器 (へんあつき): Transformator cetak resin (kering)
耐熱クラス (たいねつくらす): Kelas ketahanan panas isolasi (Y, A, E, B, F, H, C)

Pencahayaan, Perhitungan Pemanas Listrik, dan Peralatan Area Khusus

Hafalkan empat besaran dasar teknik pencahayaan beserta satuannya. Jumlah total cahaya yang keluar dari sumber cahaya adalah fluks cahaya F (光束, satuan: lm lumen), kekuatan cahaya ke arah tertentu adalah intensitas cahaya I (光度, cd candela), tingkat terang permukaan yang disinari adalah iluminansi E (照度, lx lux), dan kilauan (silau) dari sumber cahaya atau permukaan pantul adalah luminansi L (輝度, cd/m²).

Lampu LED menerapkan elektroluminesensi (エレクトロルミネセンス — EL) yang mengalirkan arus melalui sambungan p-n semikonduktor untuk memancarkan cahaya secara langsung, berbeda prinsipnya dengan lampu fluoresen (fotoluminesensi ホトルミネセンス) yang menyinari fosfor dengan sinar ultraviolet. Selain itu, untuk plafon dengan konstruksi bahan isolasi termal, pilihlah lampu downlight khusus konstruksi isolasi termal tipe S (S形: SB形, SG形).

Saat memanaskan massa air m (kg) sebesar selisih suhu Δt (℃ atau K) dengan pemanas listrik, jika kalor jenis air adalah 4,2 kJ/(kg·K), efisiensi termal adalah η (desimal), dan energi listrik 1kWh = 3.600kJ, maka energi listrik yang dibutuhkan W (kWh) dihitung dengan W = (4,2 × m × Δt) ÷ (3.600 × η). Pada pemanas air pompa kalor refrigeran alami (エコキュート — EcoCute), digunakan karbon dioksida (CO₂) sebagai refrigeran.

Dalam pemanasan listrik industri, penting untuk membedakan antara pemanasan induksi (誘導加熱) yang melebur logam menggunakan arus eddy akibat fluks magnet bolak-balik; pemanasan dielektrik (誘電加熱 — prinsip oven microwave) yang memanaskan benda isolator seperti kayu dan plastik secara merata dari bagian dalam menggunakan medan listrik frekuensi tinggi; serta pemanasan inframerah (赤外線加熱) yang mengeringkan permukaan dengan gelombang elektromagnetik dari pemanas yang berjarak sedikit dari benda kerja.

Dalam identifikasi foto peralatan pabrik, luminer tahan ledakan (防爆形照明器具) yang dilengkapi bola kaca kokoh dan jaring pelindung untuk digunakan di area berbahaya yang mengandung gas atau uap mudah terbakar, serta bus duct (バスダクト) yang menopang konduktor arus besar (tembaga atau aluminium) secara terisolasi di dalam saluran baja untuk jalur utama pabrik, sering muncul dalam ujian.

Poin penting


  • Fluks cahaya = lumen (lm), Intensitas cahaya = candela (cd), Iluminansi = lux (lx), Luminansi = cd/m². LED bekerja dengan elektroluminesensi (umur pengenal sekitar 40.000 jam)

  • Energi listrik pemanasan air W (kWh) = 4,2 × m (kg) × Δt (K) ÷ (3.600 × η). Jangan lupa konversi 1 kWh = 3.600 kJ

  • Peleburan logam (konduktor) dengan arus eddy adalah pemanasan induksi (誘導加熱); pemanasan bagian dalam kayu dan plastik (isolator) adalah pemanasan dielektrik (誘電加熱)

  • Refrigeran EcoCute adalah CO₂ (karbon dioksida). Gunakan downlight tipe S (SB, SG) untuk plafon berisolasi termal, dan luminer tahan ledakan (防爆形照明器具) untuk lokasi berbahaya
KosakataArti
光束・光度・照度・輝度: Fluks cahaya (lm), intensitas (cd), iluminansi (lx), luminansi (cd/m²)
エレクトロルミネセンス: Elektroluminesensi (prinsip kerja LED)
誘導加熱 (ゆうどうかねつ): Pemanasan induksi (memanaskan logam dengan arus eddy)
誘電加熱 (ゆうでんかねつ): Pemanasan dielektrik (memanaskan isolator dengan frekuensi tinggi)
防爆形照明器具 (ぼうばくがたしょうめいきぐ): Luminer (lampu) tipe tahan ledakan
バスダクト: Bus duct (saluran penghantar daya berpelindung baja)

Peralatan Baterai Penyimpan dan Elektronika Daya

Baterai sekunder (二次電池 / 蓄電池) digunakan untuk catu daya darurat dan catu daya DC kontrol pada gardu penerima. Baterai timbal-asam (鉛蓄電池) menggunakan timbal dioksida (PbO₂) pada kutub positif, timbal berpori (Pb) pada kutub negatif, dan asam sulfat encer (希硫酸 H₂SO₄) sebagai cairan elektrolit, dengan tegangan nominal sekitar 2,0V/sel. Saat pengosongan berlangsung, kedua elektroda berubah menjadi timbal sulfat (PbSO₄) dan berat jenis cairan elektrolit menurun.

Sebaliknya, baterai penyimpan alkali (アルカリ蓄電池, seperti baterai nikel-kadmium) menggunakan nikel hidroksida pada kutub positif, kadmium pada kutub negatif, dan larutan kalium hidroksida (水酸化カリウム水溶液 KOH) sebagai cairan elektrolit, dengan tegangan nominal sekitar 1,2V/sel. Dibandingkan baterai timbal-asam, baterai alkali memiliki keunggulan lebih tahan terhadap pengosongan berlebih serta suhu rendah dan berumur lebih panjang.

Sistem pengisian mengambang (浮動充電方式 — floating charge) pada unit catu daya DC adalah metode yang menghubungkan pengisi daya (penyearah), baterai penyimpan, dan beban secara paralel seluruhnya. Pada keadaan normal, pengisi daya menyuplai daya ke beban sambil mengganti pengosongan diri baterai; saat terjadi pemadaman listrik, suplai daya ke beban beralih dari baterai tanpa terputus sedikit pun (無瞬断).

Dalam elektronika daya, pahami nama-nama konverter: pengubah AC ke DC adalah konverter (コンバータ / penyearah), pengubah DC ke AC adalah inverter (インバータ / pembalik), dan pengubah tegangan DC ke tegangan DC lain adalah konverter DC-DC (チョッパ — chopper). Pada kontrol fasa (位相制御) yang memberikan pulsa ke gerbang (ゲート) thyristor untuk menunda sudut mulai konduksi (sudut kontrol α), bentuk gelombang keluaran akan terpotong sebagian pada tiap setengah siklusnya.

Selain itu, ketika kecepatan putar pompa atau kipas (送風機) dikendalikan dengan inverter, laju aliran (volume udara Q) sebanding dengan pangkat 1 dari kecepatan putar N, tekanan (head H) sebanding dengan pangkat 2 dari N, dan daya poros (konsumsi daya P) sebanding dengan pangkat 3 dari N. Oleh karena itu, menurunkan sedikit saja kecepatan putar sudah memberikan efek penghematan energi yang sangat besar.

Poin penting


  • Baterai timbal-asam = asam sulfat encer, sekitar 2,0V/sel (berat jenis turun saat pengosongan); Baterai alkali = larutan KOH, sekitar 1,2V/sel

  • Sistem pengisian mengambang (floating charge) menghubungkan Pengisi daya, Baterai, dan Beban secara paralel seluruhnya, menyuplai beban sambil mengisi baterai secara kontinu

  • Konverter = AC → DC, Inverter = DC → AC, Chopper = DC → DC. Thyristor mengatur sudut penyalaan menggunakan sinyal gerbang (gate)

  • Kontrol inverter pada pompa dan kipas: Laju aliran Q ∝ N, Head H ∝ N², Konsumsi daya (daya poros) P ∝ N³ (sebanding dengan pangkat tiga kecepatan)
KosakataArti
鉛蓄電池 (なまりちくでんち): Baterai timbal-asam (2,0V/sel, H₂SO₄ encer)
アルカリ蓄電池 (ちくでんち): Baterai alkali (1,2V/sel, larutan KOH)
浮動充電方式 (ふどうじゅうでんほうしき): Sistem pengisian mengambang (floating charge)
コンバータ・インバータ: Konverter (AC→DC) dan Inverter (DC→AC)
サイリスタ位相制御 (いそうせいぎょ): Kontrol fasa thyristor

Kontrol Sekuensial 1: Simbol Kontak dan Rangkaian Pengunci Diri (Self-Holding)

Rangkaian kontrol sekuensial (シーケンス制御回路) yang menjalankan starting, penghentian, dan operasi otomatis motor listrik merupakan bidang penting yang wajib muncul setiap tahun pada ujian tertulis Teknisi Listrik Kelas 1. Pertama, sebagai simbol kontak JIS C 0617, bedakan dengan pasti antara kontak-a (a接点 / メーク接点 / 常開接点 — Normally Open) yang terbuka saat tidak dioperasikan dan menutup saat dioperasikan, dengan kontak-b (b接点 / ブレーク接点 / 常閉接点 — Normally Closed) yang tertutup saat tidak dioperasikan dan membuka saat dioperasikan.

Pada diagram sekuensial vertikal, bagian bergerak yang digambar terpisah di sebelah kanan garis vertikal adalah kontak-a, sedangkan yang bersentuhan di sebelah kiri garis vertikal adalah kontak-b. Pada tombol tekan (押しボタン) terdapat kepala berbentuk huruf T di ujung batangnya, pada kontak bantu kontaktor elektromagnetik (電磁接触器 MC) terdapat simbol tautan setengah lingkaran, dan pada relai termal (サーマルリレー THR) digambar elemen pelepas berbentuk kotak persegi.

Karena tombol tekan akan kembali ke posisi semula saat jari dilepas, kontak bantu pengunci diri tipe-a dari kontaktor (MC-a) dihubungkan secara paralel (並列) dengan tombol tekan start BS (kontak-a). Dengan demikian, cukup menekan BS sesaat saja maka koil kontaktor MC akan terus tereksitasi, membentuk rangkaian pengunci diri (自己保持回路 — self-holding) yang mempertahankan status operasi meskipun jari sudah dilepas.

Tombol tekan stop (kontak-b) untuk melepas penguncian diri dan menghentikan motor, serta kontak relai termal THR (kontak-b) untuk memutus rangkaian saat beban lebih, wajib dipasang secara seri (直列) terhadap rangkaian pengunci diri dan koil MC. Ketika salah satunya membuka, arus ke koil MC terputus sehingga kontak utama dan kontak pengunci diri membuka secara bersamaan untuk berhenti dengan aman.

Pada rangkaian operasi banyak tempat (複数箇所操作回路) yang melakukan start dan stop dari 2 lokasi atau lebih, aturan mutlaknya adalah: hubungkan sesama kontak-a untuk start (tombol ON) secara paralel (rangkaian OR), dan hubungkan sesama kontak-b untuk stop (tombol OFF) secara seri (rangkaian AND).

Kontrol Sekuensial 1: Simbol Kontak dan Rangkaian Pengunci Diri (Self-Holding)

Poin penting


  • Kontak-a (kontak make) normalnya terbuka (buka di kanan); kontak-b (kontak break) normalnya tertutup (tutup di kiri)

  • Rangkaian pengunci diri (self-holding): hubungkan tombol start (kontak-a) dan kontak bantu-a kontaktor (MC-a) secara paralel, lalu hubungkan tombol stop (kontak-b) dan THR (kontak-b) secara seri

  • Saat mengoperasikan dari beberapa lokasi: semua tombol start (kontak-a) dihubungkan paralel, semua tombol stop (kontak-b) dihubungkan seri

  • Saat relai termal (THR) bekerja, kontak-b THR membuka untuk menghentikan motor, dan kontak-a THR menutup untuk menyalakan lampu indikator gangguan (seperti OL)
KosakataArti
a接点・メーク接点 (せってん): Kontak-a / Kontak make (Normally Open - NO)
b接点・ブレーク接点 (せってん): Kontak-b / Kontak break (Normally Closed - NC)
自己保持回路 (じこほじかいろ): Rangkaian pengunci diri (self-holding)
電磁接触器 (でんじせっしょくき - MC): Kontaktor elektromagnetik (MC)
熱動継電器 (ねつどうけいでんき - THR): Relai termal beban lebih (THR)

Kontrol Sekuensial 2: Interlock Putar Maju-Mundur dan Rangkaian Timer

Untuk membalik arah putaran motor induksi tiga fasa, tukar sambungan salah satu pasang dari 2 di antara 3 kawat fasa (R, S, T atau U, V, W) pada rangkaian utama guna membalik arah medan magnet putar. Perhatikan bahwa jika ketiga kawat digeser berurutan semuanya, urutan fasanya tetap sama sehingga motor tidak akan berbalik arah.

Jika kontaktor putar maju (MCF atau MC1) dan kontaktor putar mundur (MCR atau MC2) sampai masuk secara bersamaan, akan terjadi hubung singkat antar-fasa yang sangat berbahaya pada rangkaian utama. Untuk mencegahnya, dipasang rangkaian interlock (インターロック回路 / 相互鎖錠回路) dengan memasukkan kontak bantu-b pihak lawan (MCR-b) secara seri terhadap koil maju MCF, dan memasukkan kontak bantu-b maju (MCF-b) secara seri terhadap koil mundur MCR.

Pada relai tunda waktu (限時継電器 / タイマ TLR) yang kontaknya bekerja setelah waktu yang ditentukan, digunakan kontak-a tunda hidup - kembali seketika (限時動作・瞬時復帰 a接点 — On-delay) yang menutup setelah selang waktu tertentu sejak koil tereksitasi, serta kontak-b tunda buka - kembali seketika yang membuka setelah selang waktu tertentu. Pada simbol gambar, tanda payung melengkung (busur setengah lingkaran) digambar menghadap ke arah bergeraknya kontak yang mengalami penundaan.

Pada rangkaian starting Y-Δ, saat tombol start ditekan, kontaktor utama (MCM), kontaktor bintang (MCS), dan timer (TLR) tereksitasi bersamaan untuk memulai putaran dengan hubungan Y. Setelah waktu yang diatur tercapai, kontak-b tunda waktu timer membuka untuk memutus MCS, dan kontak-a tunda waktu menutup untuk memasukkan kontaktor delta (MCD), beralih ke operasi normal hubungan Δ. Di antara MCS dan MCD juga selalu dipasang rangkaian interlock.

Untuk lampu indikator pada panel kontrol, umumnya lampu merah (RL) dihubungkan sebagai indikator operasi (menyala lewat kontak-a MC), lampu hijau (GL) sebagai indikator berhenti (menyala lewat kontak-b MC), dan lampu oranye atau putih (OL, WL) sebagai indikator gangguan beban lebih (menyala lewat kontak-a THR). Dalam ujian sering muncul soal yang meminta pelacakan diagram waktu (タイムチャート) dan kondisi nyala lampu.

Poin penting


  • Pembalikan arah putar motor induksi tiga fasa dilakukan dengan menukar 2 dari 3 kawat pada rangkaian utama tiga fasa

  • Rangkaian interlock: untuk mencegah hubung singkat akibat masuk bersamaan, pasang kontak-b pihak lawan secara seri dengan koil masing-masing

  • Timer on-delay (TLR): bekerja setelah tunda waktu yang diatur sejak tereksitasi, dan kembali ke posisi semula seketika saat eksitasi hilang (perhatikan arah tanda payung)

  • Rangkaian starting Y-Δ menggunakan timer untuk beralih otomatis dari kontaktor bintang (MCS) ke kontaktor delta (MCD), serta mencegah MCS dan MCD masuk bersamaan dengan interlock
KosakataArti
正逆転運転 (せいぎゃくてんうんてん): Operasi putar maju-mundur (forward-reverse)
インターロック回路 (かいろ): Rangkaian interlock (saling kunci)
限時継電器・タイマ (げんじけいでんき): Relai tunda waktu / Timer (TLR)
限時動作瞬時復帰接点: Kontak tunda operasi - kembali seketika (On-delay)
タイムチャート: Diagram waktu (Time chart)

Poin yang Sering Keluar di Ujian dan Cara Mengingatnya

Soal hitungan motor dan transformator dapat dijawab tuntas dengan 3 rumus: (1) Kecepatan putar N = (120 × f ÷ p) × (1 − s); (2) Pada starting Y-Δ, baik arus starting maupun torsi starting menjadi 1 ÷ 3 dari starting tegangan penuh; (3) Efisiensi maksimum transformator tercapai saat Rugi besi Pi = Rugi tembaga operasi m² × Pc0, yaitu m = √(Pi ÷ Pc0).

Hafalkan urutan kelas ketahanan panas: Y (90℃) → A (105℃) → E (120℃) → B (130℃) → F (155℃) → H (180℃) → C (di atas 180℃). Waspadai jebakan ujian yang sering menukar suhu antara kelas E (120℃) → B (130℃) → F (155℃) → H (180℃).

Satuan pencahayaan adalah: Fluks cahaya = lumen (lm), Intensitas cahaya = candela (cd), Iluminansi = lux (lx), dan Luminansi = cd/m². Untuk pemanas listrik, bedakan secara tepat perbedaan 1 huruf kanji: Logam = Pemanasan induksi (誘導加熱) oleh arus eddy, sedangkan Isolator = Pemanasan dielektrik (誘電加熱) oleh medan listrik frekuensi tinggi.

Soal mengisi bagian kosong pada kontrol sekuensial dapat diselesaikan dengan 3 prinsip: (1) Yang dipasang paralel dengan tombol start adalah kontak bantu-a miliknya sendiri (self-holding); (2) Yang dipasang seri dengan koil yang tidak boleh hidup bersamaan dengan pihak lawan adalah kontak bantu-b pihak lawan (interlock); (3) Start dari banyak tempat menggunakan kontak-a paralel, sedangkan stop dari banyak tempat menggunakan kontak-b seri.

Poin penting


  • Starting Y-Δ = arus starting 1 ÷ 3 dan torsi starting 1 ÷ 3; Faktor beban efisiensi maksimum m = √(Rugi besi ÷ Rugi tembaga beban penuh)

  • Kelas ketahanan panas Y(90), A(105), E(120), B(130), F(155), H(180), C(di atas 180) dan satuan cahaya: fluks lm, intensitas cd, iluminansi lx, luminansi cd/m²

  • Baterai timbal-asam = H₂SO₄ encer 2,0V; Baterai alkali = KOH 1,2V; Konsumsi daya pompa P ∝ kecepatan putar N³

  • 3 Prinsip Sekuensial: Self-holding = kontak-a sendiri secara paralel; Interlock = kontak-b lawan secara seri; Stop banyak tempat = kontak-b secara seri
KosakataArti
最大効率条件 (さいだいこうりつじょうけん): Syarat efisiensi maksimum (Pi = m² × Pc0)
耐熱クラス (Y・A・E・B・F・H・C): Kelas ketahanan panas isolasi
自己保持とインターロック: Pengunci diri (Self-holding) dan Interlock

Mesin Listrik, Aplikasi & Kontrol Sekuensial

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

Zalo