VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pengolahan makanan

Pengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Pengolahan makanan · 飲食料品製造業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Kegiatan Keselamatan Dasar

Cedera atau penyakit yang terjadi saat bekerja disebut kecelakaan kerja. Menurut Hukum Heinrich, di balik 1 kecelakaan berat terdapat 29 kecelakaan ringan dan 300 kejadian nyaris celaka (Hiyari-Hatto); oleh karena itu, melaporkan dan membagikan pengalaman Hiyari-Hatto untuk mengambil tindakan pencegahan sangatlah penting.

Cegah kesalahan dan kecelakaan melalui kegiatan KY (Prediksi Bahaya) sebelum bekerja, Tunjuk dan Sebut (Shisa Kosho—menunjuk objek dan menyebutkan statusnya dengan suara jelas), serta penerapan 4S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu) di tempat kerja.

Selalu bekerja sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP), dan jangan mengoperasikan mesin yang belum dipahami tanpa bertanya kepada penanggung jawab. Terapkan pula Horenso (Lapor, Komunikasi, Konsultasi) serta serah terima sif kerja secara cermat.

Poin penting


  • Berdasarkan Hukum Heinrich (1:29:300), jangan abaikan kejadian Hiyari-Hatto; laporkan dan bagikan guna mencegah kecelakaan fatal.

  • Cegah kesalahan akibat kelalaian dengan melakukan kegiatan Prediksi Bahaya (KY) sebelum kerja serta Tunjuk dan Sebut (Shisa Kosho).

  • Patuhi buku prosedur kerja (SOP) dan lakukan Horenso (Lapor, Komunikasi, Konsultasi) apabila ada hal yang tidak dimengerti.
KosakataArti
kecelakaan kerja
Hukum Heinrich (rasio 1:29:300)
kejadian nyaris celaka (Hiyari-Hatto)
kegiatan prediksi bahaya (kegiatan KY)
tunjuk dan sebut (Shisa Kosho)
buku panduan prosedur kerja (SOP)

Pakaian Kerja yang Aman dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

Agar tidak terlilit mesin, kenakan pakaian kerja yang pas dengan ujung lengan dan kaki tertutup rapat, masukkan rambut ke dalam topi, serta jangan menggantungkan handuk di leher atau pinggang. Saat mengoperasikan mesin berputar atau bor, dilarang memakai sarung tangan rajut katun (Gunte) karena seratnya mudah tertarik mesin.

Kenakan sarung tangan tahan potong saat mencuci pisau pengiris (slicer) atau cutter, dan gunakan sarung tangan tahan panas saat menangani ketel panas atau oven. Di area bising, gunakan penyumbat telinga (earplug) atau penutup telinga (earmuff) untuk mencegah tuli akibat kebisingan.

Kenakan kacamata pelindung saat menangani bahan kimia atau saat menyemprotkan air/debu dengan pistol udara bertekanan (air gun)—dilarang keras mengarahkan air gun ke tubuh manusia. Gunakan sepatu keselamatan atau sepatu bot kerja antiselip, dan ganti bila solnya sudah aus.

Poin penting


  • Dilarang memakai sarung tangan katun (Gunte) saat mengoperasikan mesin berputar guna mencegah kecelakaan terlilit.

  • Gunakan sarung tangan tahan potong saat mencuci pisau, sarung tangan tahan panas untuk suhu tinggi, dan kacamata pelindung saat memakai bahan kimia atau air gun.

  • Gunakan earplug atau earmuff di tempat kerja yang bising, dan jangan pernah mengarahkan air gun ke arah orang.
KosakataArti
alat pelindung diri (APD)
sarung tangan tahan potong
sarung tangan tahan panas
kacamata pelindung (safety glasses)
gangguan pendengaran akibat kebisingan

Keselamatan Kerja Mesin (Pencegahan Terjepit, Terlilit, dan Terpotong)

Di pabrik makanan, sering terjadi kecelakaan terjepit atau terlilit pada baling-baling mixer, rol, maupun konveyor. Lakukan pemeriksaan awal kerja pada penutup pengaman, interlock (alat yang menghentikan mesin saat pintu dibuka), tombol dua tangan, serta sensor pengaman optik; jangan pernah melepas atau mematikan fungsi pengaman tersebut.

Saat membersihkan, mengeluarkan bahan yang macet, memeriksa, atau memperbaiki mesin, wajib hentikan mesin, matikan daya listrik, dan lakukan Lockout/Tagout (mengunci sakelar dan memasang label Dilarang Mengoperasikan). Pastikan pula tidak ada sisa putaran, sisa tekanan, atau sisa panas.

Jika mesin mengeluarkan suara, getaran, atau bau tidak normal, segera hentikan mesin dan lapor kepada penanggung jawab. Saat memasukkan bahan ke mesin penggiling daging (chopper), jangan mendorong dengan tangan melainkan wajib menggunakan tongkat pendorong khusus.

Jangan melangkahi atau merangkak di bawah konveyor yang sedang bergerak; gunakan jembatan penyeberangan atau jalan memutar. Selain itu, periksa jumlah serta ada tidaknya bagian yanggompal pada pisau dan mata pisau slicer sebelum dan sesudah bekerja.

Keselamatan Kerja Mesin (Pencegahan Terjepit, Terlilit, dan Terpotong)

Poin penting


  • Saat membersihkan, mengatasi kemacetan, atau memeriksa mesin, wajib hentikan mesin, putuskan aliran listrik, dan lakukan Lockout/Tagout.

  • Dilarang melepas penutup pengaman atau interlock, dan segera hentikan mesin serta lapor jika muncul suara atau bau tidak normal.

  • Gunakan tongkat pendorong khusus (bukan tangan) pada corong masuk mesin, serta jangan melangkahi atau lewat di bawah konveyor.
KosakataArti
kecelakaan terjepit atau terlilit mesin
interlock (pengunci pengaman otomatis)
Lockout / Tagout (penguncian dan pelabelan sakelar)
tongkat pendorong bahan
pemeriksaan sebelum mulai kerja

Pencegahan Terpeleset, Jatuh, Sakit Pinggang, dan Pekerjaan Angkut

Lantai yang basah oleh air atau minyak mudah menyebabkan terpeleset, sehingga harus segera dilap kering atau diberi tanda peringatan. Jangan menaruh barang di lorong jalan atau pintu darurat, dan peganglah pegangan tangan saat di tangga. Saat memakai tangga lipat (Kyatatsu), kunci pengait penahannya dan jangan berdiri di pijakan paling atas (Tenban).

Untuk mencegah sakit pinggang saat mengangkat barang berat, dekatkan tubuh ke barang, tekuk lutut dan turunkan pinggul, jaga punggung tetap lurus, lalu angkat menggunakan kekuatan kaki. Jangan memaksakan diri—gunakan troli atau angkat bersama dua orang atau lebih dengan aba-aba.

Susun barang di atas troli (hand cart) atau hand lift lebih rendah dari pandangan mata agar tidak roboh dan dorong secara perlahan (berdiri di depan troli pada jalan menurun sangat berbahaya). Berjalanlah di jalur khusus pejalan kaki di area beroperasinya forklift.

Poin penting


  • Segera bersihkan air atau minyak di lantai, dan jangan meletakkan barang di lorong maupun di sekitar pintu darurat.

  • Kunci penahan tangga lipat saat digunakan, dan dilarang berdiri bekerja di atas pelat puncak (Tenban) tangga lipat.

  • Cegah sakit pinggang saat mengangkat beban berat dengan menekuk lutut, menurunkan pinggul, dan mendekatkan barang ke tubuh.
KosakataArti
jatuh terpeleset / tersandung
tangga lipat (stepladder)
pelat puncak tangga lipat (Tenban)
sakit pinggang (nyeri punggung bawah)
troli dorong (hand cart)

Luka Bakar, Sengatan Listrik, Bahan Kimia, Kekurangan Oksigen, dan Darurat

Buka tutup ketel uap perlahan sambil mengarahkan uap menjauhi tubuh, jaga agar air tidak masuk ke minyak panas penggorengan (fryer), dan bersihkan hanya setelah minyak dingin. Jika terkena luka bakar, segera dinginkan di bawah air bersih mengalir selama 15–20 menit atau lebih (jika tertutup pakaian, siram dari atas pakaian tanpa melepasnya, dan jangan pecahkan lepuhan).

Untuk mencegah sengatan dan kebocoran listrik, jangan menyentuh sakelar atau steker dengan tangan basah dan jangan menyiramkan air ke panel listrik. Periksa piktogram GHS dan Lembar Data Keselamatan (SDS) saat menangani bahan kimia, serta dilarang keras memindahkannya ke botol plastik minuman. Jangan pernah mencampur pembersih berbasis klorin dengan pembersih asam karena menghasilkan gas klorin beracun; jika masuk ke mata, basuh dengan air mengalir minimal 15 menit lalu periksakan ke dokter mata.

Di dalam gudang pembeku (freezer), kenakan pakaian tahan dingin dan periksa alat pembuka kunci darurat dari dalam guna mencegah terkurung. Pastikan ventilasi peralatan gas agar terhindar dari keracunan karbon monoksida (CO); di ruangan yang memakai es kering (CO2) atau nitrogen, lakukan ventilasi dan ukur kadar oksigen minimal 18% untuk mencegah kekurangan oksigen (masker racun tidak dapat mengatasi kekurangan oksigen).

Bila rekan kerja terlilit mesin, hentikan mesin terlebih dahulu untuk mencegah kecelakaan sekunder sebelum menolongnya. Warna rambu keselamatan JIS berarti: Hijau = Aman/Evakuasi (pintu darurat), Kuning = Hati-hati/Peringatan, Merah = Larangan/Berhenti/Pemadam Api, dan Biru = Instruksi Wajib (kenakan APD).

Poin penting


  • Dinginkan luka bakar segera dengan air mengalir selama 15–20 menit lebih; jika bahan kimia mengenai mata, bilas dengan air mengalir 15 menit lebih dan periksakan ke dokter.

  • Dilarang keras mencampur detergen/disinfektan berbasis klorin dengan yang bersifat asam karena akan menghasilkan gas beracun.

  • Ruangan yang menggunakan es kering atau nitrogen berisiko kekurangan oksigen; lakukan ventilasi dan pastikan kadar oksigen 18% ke atas.

  • Saat terjadi kecelakaan mesin, prioritas utama adalah menghentikan mesin guna mencegah kecelakaan sekunder sebelum melakukan penyelamatan dan pelaporan.
KosakataArti
sengatan listrik dan kebocoran arus listrik
Lembar Data Keselamatan bahan kimia (SDS)
keracunan karbon monoksida (CO)
kekurangan oksigen (di bawah 18% oksigen)
kecelakaan sekunder (bencana susulan)
rambu keselamatan kerja

Referensi resmi