VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Restoran (jasa makanan)

Pelayanan Pelanggan Umum dan Manajemen Restoran

Restoran (jasa makanan) · 外食業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Semangat Omotenashi, Kepuasan Pelanggan, Kerapian Diri, dan Gerakan Dasar

Dasar pelayanan restoran di Jepang adalah 'semangat keramahtamahan (Omotenashi / Hospitality)', dan gerakan dasar baku untuk menyampaikannya kepada pelanggan disebut 'bentuk (Kata / Form)'. Kondisi ketika pelanggan merasa senang disebut 'Kepuasan Pelanggan (CS)', dan pelanggan penting yang datang berulang kali karena puas disebut 'pelanggan tetap (Repeater)'.

Kepuasan pelanggan ditentukan oleh selisih antara 'Harapan' sebelumnya dan 'Pengalaman' nyata saat menerima layanan. Jika pengalaman melampaui harapan maka lahirlah 'Kepuasan (atau Kekaguman bila besar)', jika sama terasa 'Biasa', dan jika di bawah harapan akan menimbulkan 'Ketidakpuasan (atau Keluhan/Komplain bila besar)'.

Kerapian diri (Midashinami) bertujuan memberi kesan bersih dan rasa aman kepada pelanggan: kenakan seragam bersih, ikat rambut dengan rapi, potong pendek kuku, serta jangan memakai parfum, cat kuku, atau jam tangan. Kenakan sepatu antiselip dengan benar tanpa menginjak bagian tumit sepatu.

Sikap berdiri yang benar adalah menegakkan punggung dengan tangan disilangkan rapi di depan tubuh, dan saat menunjuk arah gunakan seluruh telapak tangan terbuka dengan jari-jari rapat. Gunakan 3 jenis membungkuk (Ojigi) sesuai situasi: 'Eshaku (sekitar 15°)' saat berpapasan, 'Keirei (sekitar 30°)' saat menyambut dan memandu, serta 'Saikeirei (sekitar 45°)' untuk ucapan terima kasih atau permintaan maaf mendalam.

Poin penting


  • Ketika pengalaman layanan nyata melampaui harapan pelanggan, akan tercipta 'kepuasan dan kesan mendalam' yang menghasilkan pelanggan tetap (Repeater).

  • Dalam kerapian diri, jaga kebersihan seragam, rambut terikat, dan kuku pendek, serta lepas parfum, jam tangan, dan cincin yang mengganggu hidangan.

  • Gunakan 3 jenis membungkuk hormat secara tepat: 'Eshaku (sekitar 15°)', 'Keirei (sekitar 30°)', dan 'Saikeirei (sekitar 45°)'.
KosakataArti
keramahtamahan tulus (Omotenashi / Hospitality)
Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction - CS)
pelanggan berulang (Repeater)
penampilan dan kerapian diri (Midashinami)
membungkuk 15° (Eshaku), 30° (Keirei), dan 45° (Saikeirei)

Ungkapan Dasar Pelayanan dan Bahasa Hormat (Keigo) yang Benar

'8 ungkapan dasar pelayanan' di restoran meliputi: 'Irasshaimase (Selamat datang)', 'Kashikomarimashita (Baik, saya mengerti - saat menerima pesanan/permintaan)', 'Shōshō omachi kudasai (Mohon tunggu sebentar)', 'Omatase itashimashita (Terima kasih telah menunggu)', 'Osoreirimasu (Mohon maaf sebelumnya - kata pengantar sopan)', 'Mōshiwake gozaimasen (Mohon maaf sebesar-besarnya)', 'Arigatō gozaimasu (Terima kasih)', dan 'Shitsurei itashimasu (Permisi)'.

Keigo terbagi menjadi 'bahasa hormat (Sonkeigo)' untuk meninggikan tindakan pelanggan dan 'bahasa merendah (Kenjōgo)' untuk merendahkan tindakan diri sendiri (pihak restoran). Untuk 'makan/minum', bentuk Sonkeigo adalah 'Meshiagaru' dan Kenjōgo adalah 'Itadaku'. Untuk 'berkata', Sonkeigo adalah 'Ossharu' dan Kenjōgo adalah 'Mōshiageru / Mōsu'.

Untuk 'pergi/datang', Sonkeigo adalah 'Irassharu / Okoshi ni naru' dan Kenjōgo adalah 'Mairu / Ukagau'. Untuk 'ada/berada', gunakan Sonkeigo 'Irassharu' dan Kenjōgo 'Oru (Orimasu)', sedangkan Kenjōgo untuk 'bertanya/mendengar/mengunjungi' adalah 'Ukagau'.

Selain itu, 'melihat' memiliki Sonkeigo 'Goran ni naru' dan Kenjōgo 'Haiken suru'; 'mengetahui' memiliki Sonkeigo 'Gozonji' dan Kenjōgo 'Zonjite orimasu'; Kenjōgo dari 'menerima' adalah 'Chōdai suru / Itadaku', dan saat menanyakan siapa nama pelanggan secara sopan gunakan 'Donata-sama deshōka'.

Poin penting


  • Jawab 'Kashikomarimashita' saat menerima pesanan, dan tambahkan kata pengantar 'Osoreirimasu ga' sebelum bertanya atau meminta sesuatu kepada pelanggan.

  • Gunakan bahasa hormat Sonkeigo (Meshiagaru, Ossharu, Irassharu, Goran ni naru, Gozonji) untuk tindakan pelanggan.

  • Gunakan bahasa merendah Kenjōgo (Itadaku, Mōshiageru, Mairu, Ukagau, Oru, Haiken suru, Zonjite orimasu, Chōdai suru) untuk tindakan staf.
KosakataArti
Baik, saya mengerti (Kashikomarimashita)
Mohon maaf sebelumnya, ... (Osoreirimasu ga)
bahasa hormat (Sonkeigo) dan bahasa merendah (Kenjōgo)
makan/minum: Meshiagaru (hormat) dan Itadaku (merendah)
berkata: Ossharu (hormat) dan Mōshiageru (merendah)
bertanya/menghampiri: Ukagau dan pergi/datang: Mairu (merendah)

Reservasi, Memandu Tamu, dan Pelayanan Pelanggan yang Membutuhkan Perhatian

Saat mengangkat telepon toko, sebutkan nama restoran terlebih dahulu: 'Odenwa arigatō gozaimasu. ○○ de gozaimasu'. Saat menerima atau mengubah reservasi, periksa ketersediaan kursi di buku reservasi (Yoyaku daichō), lalu pastikan dan ulangi (Fukushō) 4 hal: 'tanggal/waktu, jumlah orang, nama, dan nomor kontak'.

Saat tamu datang, pastikan jumlah orang (misal: rombongan 10 orang pada meja kapasitas 4 orang membutuhkan minimal 3 meja) dan berjalanlah 1–2 langkah di depan tamu sesuai kecepatan langkah mereka. Kursi paling dalam yang jauh dari pintu masuk untuk tamu kehormatan disebut 'Kamiza', sedangkan kursi paling dekat pintu keluar-masuk untuk panitia/tuan rumah disebut 'Shimoza'.

Demi mencegah perokok pasif, restoran di Jepang pada prinsipnya dilarang merokok di dalam ruangan, dan orang berusia di bawah 20 tahun (baik tamu maupun karyawan) dilarang masuk ke ruang merokok. Selain itu, tamu yang membawa anjing pendamping disabilitas (seperti anjing penuntun tunanetra) wajib dipersilakan masuk ke kursi biasa sesuai undang-undang.

Untuk pengguna kursi roda, pastikan lorong cukup lebar dan pindahkan kursi meja; untuk tamu tunanetra, jelaskan nama hidangan dan posisi piring secara lisan. Untuk keluarga dengan anak kecil, siapkan kursi serta alat makan anak dan jauhkan hidangan panas; untuk tamu asing, pandu dengan 'bahasa Jepang mudah (Yasashii Nihongo)' dan foto.

Poin penting


  • Pada reservasi telepon, periksa ketersediaan kursi lalu pastikan dan ulangi 'tanggal/waktu, jumlah orang, nama, dan nomor kontak'.

  • Kursi bagian dalam yang jauh dari pintu adalah 'Kamiza' dan kursi terdekat pintu adalah 'Shimoza'; orang di bawah 20 tahun dilarang masuk ke ruang merokok.

  • Terima anjing pendamping disabilitas (anjing penuntun) bersama tamu, serta berikan perhatian kepada pengguna kursi roda, lansia, anak kecil, dan wisatawan asing.
KosakataArti
buku reservasi (Yoyaku daichō) dan mengulangi untuk konfirmasi (Fukushō)
kursi kehormatan (Kamiza) dan kursi dekat pintu (Shimoza)
pencegahan perokok pasif
anjing pendamping disabilitas / anjing penuntun (Mōdōken)

Pemesanan, Penataan Hidangan (Haizen), Etika Meja, dan Bussing

Pastikan menu rekomendasi hari itu dan bahan musiman saat briefing pagi (Chōrei). Serahkan handuk basah (oshibori) di atas wadahnya atau dengan kedua tangan, dan selalu ulangi pesanan untuk konfirmasi. Pada nampan (tray), letakkan benda berat dan gelas tinggi di bagian dekat tubuh atau tengah nampan, serta bawa piring dan gelas tanpa menyentuh bagian dalam piring atau bibir gelas.

Tuangkan bir segar (draft beer) ke dalam gelas mug bersih yang telah didinginkan dengan rasio '7 bir : 3 busa', dan tunjukkan label botol wine kepada tamu sebelum membuka gabusnya. Beri peringatan saat menyajikan hidangan panas ('Hati-hati karena panas'), dan bersihkan cipratan saus di tepi piring dengan tisu bersih sebelum disajikan.

Dalam penataan makanan Jepang (Ichijū-sansai: 1 sup 3 lauk), letakkan 'nasi' di depan kiri, 'sup' di depan kanan, 'lauk utama (Shusai)' di belakang kanan, dan 'lauk pendamping (Fukusai)' di belakang kiri, dengan sumpit diletakkan melintang di paling depan menghadap ke kiri. Ikan bakar utuh disajikan dengan posisi 'kepala di kiri dan perut menghadap tamu'.

Dalam hidangan Barat (Yōshoku), susun garpu di kiri piring serta pisau (mata pisau menghadap dalam) dan sendok di kanan piring sesuai urutan pakai dari luar ke dalam; pisau dan garpu yang diletakkan sejajar di sisi kanan piring adalah tanda selesai makan. Jika tamu menjatuhkan sumpit/garpu, segera bawakan yang baru sebelum memungut yang jatuh, dan bersihkan meja dengan lap meja bersih (duster) serta alkohol.

Pemesanan, Penataan Hidangan (Haizen), Etika Meja, dan Bussing

Poin penting


  • Letakkan barang berat atau tinggi di bagian dekat tubuh atau tengah nampan, dan tuang bir segar ke mug dingin dengan rasio '7 cairan : 3 busa'.

  • Pada makanan Jepang, letakkan 'nasi di depan kiri, sup di depan kanan, lauk utama di belakang kanan', ujung sumpit ke kiri, dan ikan utuh 'kepala di kiri, perut di depan'.

  • Pada makanan Barat, susun garpu di kiri dan pisau di kanan; meletakkan pisau dan garpu sejajar di atas piring adalah tanda selesai makan.
KosakataArti
penataan hidangan (Haizen) dan susunan 1 sup 3 lauk (Ichijū-sansai)
ikan utuh dengan kepala dan ekor (Okashiratsuki)
membuka sumbat botol (Bassen) dan merek/label minuman (Meigara)
membereskan peralatan makan kotor (Bussing)
kain lap meja bersih (Daifuki / Duster)

Pengetahuan Pangan, Pembayaran, Komplain, dan Tanggap Darurat

Lima rasa dasar (Gomi) adalah 'manis, asin, asam, pahit, dan umami', sedangkan lima zat gizi utama adalah 'protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral'. Jika ditanya mengenai alergi atau pantangan agama (seperti Halal yang melarang babi dan alkohol), jangan memutuskan sendiri melainkan pastikan ke dapur termasuk kaldu dan bumbu, serta jangan menyajikan alkohol kepada orang di bawah 20 tahun atau pengemudi.

Dalam sistem tarif pajak konsumsi yang dikurangi di Jepang, makanan dan minuman non-alkohol dikenakan pajak '8% untuk bungkus bawa pulang (takeout)' dan '10% untuk makan di tempat (dine-in)' (misal: 2 bento seharga 500 yen belum pajak untuk dibawa pulang menjadi 1.080 yen termasuk pajak; 2 paket makan siang 1.000 yen belum pajak untuk makan di tempat menjadi 2.200 yen termasuk pajak).

Letakkan nota pesanan (denpyō) menghadap ke bawah agar nominalnya tidak terlihat, dan pastikan 'nama penerima, keterangan pembayaran, serta nominal' sebelum menerbitkan kuitansi (ryōshūsho). Saat pembayaran kartu kredit, alihkan pandangan mata ketika pelanggan memasukkan nomor PIN; untuk pembayaran kode QR, pindai tanpa menyentuh layar ponsel pelanggan dan pastikan bunyi selesai transaksi.

Jika air tumpah di meja, utamakan memeriksa pakaian dan keselamatan tamu lalu berikan handuk basah; jika ada benda asing di makanan atau keluhan, segera minta maaf dan lapor kepada penanggung jawab. Jika ada barang tertinggal sesaat setelah tamu keluar, segera kejar untuk menyerahkannya, atau lapor kepada manajer untuk dicatat dan disimpan. Saat gempa bumi, pandu evakuasi melalui tangga menuju pintu darurat tanpa menggunakan lift.

Poin penting


  • Tarif pajak konsumsi adalah '8% untuk bawa pulang (takeout) dan 10% untuk makan di tempat', serta dilarang menyajikan alkohol kepada orang di bawah 20 tahun atau pengemudi.

  • Alihkan pandangan saat pelanggan menekan PIN kartu kredit, dan pindai kode QR tanpa menyentuh layar sambil memastikan bunyi selesai serta nominalnya.

  • Saat terjadi keluhan atau benda asing, minta maaf terlebih dahulu lalu lapor kepada penanggung jawab; saat evakuasi gempa, gunakan tangga dan jangan gunakan lift.
KosakataArti
lima rasa dasar (Gomi) dan lima zat gizi utama
aturan pangan Halal dan Vegetarian
tarif pajak yang dikurangi (8% takeout dan 10% makan di tempat)
nota tagihan (Denpyō) dan kuitansi resmi (Ryōshūsho)
nomor PIN / kode sandi (Anshō bangō)

Referensi resmi