VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Restoran (jasa makanan)

Dasar-Dasar Pengolahan Makanan dan Minuman

Restoran (jasa makanan) · 外食業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Pengetahuan Bahan Makanan, Penimbangan, dan Perhitungan Persiapan

Bagian daging sapi dan babi memiliki ciri khas: 'Tenderloin (Hire)' adalah bagian paling rendah lemak, berserat halus, dan empuk, cocok untuk steak atau tonkatsu. 'Loin / Sirloin' memiliki lemak seimbang dan rasa gurih; 'Bahu (Kata) dan Betis (Sune)' kaya kolagen untuk rebusan lama seperti stew; sedangkan 'Perut (Bara)' berlapis daging merah dan lemak untuk babi kecap atau tumisan.

Dalam menakar bumbu, gunakan standar '1 gelas ukur (Cup) = 200 mL (1 gō beras = 180 mL)', '1 sendok makan (Ōsaji) = 15 mL', dan '1 sendok teh (Kosaji) = 5 mL (1 sdm = 3 sdt)'. Misalnya, 2 sendok makan ditambah 1 sendok teh adalah 35 mL. Pada timbangan digital, letakkan wadah lalu tekan tombol 'Tara (Fūtaibiki / angka 0)' untuk menimbang isi bahannya saja.

Persentase berat bahan yang dapat digunakan setelah penyiangan terhadap berat bahan mentah awal disebut 'rendemen (Budomari)' (misal: 1.000 g sayur dengan rendemen 80% menghasilkan 800 g bagian yang dapat dimakan). Hitung mundur waktu dari jam buka untuk memulai persiapan, dan hitung takaran resep (seperti dashi 10 : kecap asin 1 : mirin 1) sesuai jumlah porsi.

Poin penting


  • Bagian Hire rendah lemak dan empuk, sedangkan bagian bahu (Kata) dan betis (Sune) cocok untuk masakan rebusan waktu lama.

  • Takaran dasar adalah '1 cup = 200 mL, 1 sdm = 15 mL, 1 sdt = 5 mL', dan timbangan digital menggunakan fitur tara untuk mengurangi berat wadah.

  • Persentase bahan yang benar-benar bisa dipakai setelah penyiangan disebut 'rendemen (Budomari)'; hitung takaran secara akurat sesuai porsi dan rasio.
KosakataArti
daging dalam/tenderloin (Hire), daging punggung (Rōsu), perut/samcan (Bara)
sendok makan (Ōsaji) dan sendok teh (Kosaji)
timbangan digital (digital scale)
pengurangan berat wadah / fitur tara (Fūtaibiki)
persentase hasil bersih / rendemen (Budomari)

Jenis Pisau Dapur dan Cara Memotong Sayuran

Di antara pisau Jepang, 'pisau Yanagiba (pisau sashimi)' memiliki bilah panjang dan ramping untuk mengiris ikan mentah dengan rapi; 'pisau Deba' berbilah tebal dan berat untuk menyiang ikan serta memotong tulang ikan; sedangkan 'pisau Nakiri' berbilah tipis persegi untuk memotong sayuran.

Asah pisau secara berkala agar tetap tajam, dan tekuk ujung jari tangan kiri yang memegang bahan seperti 'tangan kucing'. Demi mencegah luka, jangan pernah membiarkan pisau terendam di dalam bak cuci yang berisi air.

Cara memotong sayuran meliputi: iris bundar (Wagiri), belah dua memanjang lalu iris setengah lingkaran (Hangetsugiri), belah empat memanjang lalu iris kipas daun ginkgo (Ichōgiri), iris korek api halus (Sengiri), iris persegi panjang tipis (Tanzakugiri), potong balok (Hyōshigigiri), potong dadu 1 cm (Sainomegiri / Kakugiri), dan iris persegi tipis (Shikishigiri).

Selain itu ada potong putar acak (Rangiri), iris bundar tipis dari ujung (Koguchigiri), potong baji/wedges tomat (Kushigatagiri), cincang halus (Mijingiri), kupas putar tipis lobak (Katsuramuki), serut tipis gobo (Sasagaki), serta 'memangkas sudut (Mentori)' agar tidak hancur saat direbus dan 'keratan silang (Kakushibōchō)' agar cepat matang.

Jenis Pisau Dapur dan Cara Memotong Sayuran

Poin penting


  • Gunakan pisau Yanagiba untuk sashimi, pisau Deba untuk menyiang ikan, serta pisau Nakiri atau Gyūtō untuk memotong sayuran.

  • Pilih potongan yang sesuai dengan hidangan seperti iris bundar, setengah lingkaran, daun ginkgo, iris halus, persegi panjang tipis, potong putar, atau potong baji.

  • Lakukan 'pemangkasan sudut (Mentori)' agar bahan tidak hancur saat direbus, dan 'keratan tersembunyi (Kakushibōchō)' agar bumbu serta panas meresap rata.
KosakataArti
pisau Yanagiba (sashimi) dan pisau Deba (ikan)
iris korek api halus (Sengiri) dan cincang halus (Mijingiri)
potong setengah lingkaran (Hangetsugiri) dan daun ginkgo (Ichōgiri)
iris persegi panjang tipis (Tanzakugiri) dan potong dadu (Sainomegiri)
potong putar (Rangiri) dan potong baji/wedges (Kushigatagiri)
pangkas sudut (Mentori) dan keratan silang (Kakushibōchō)

Penyiangan Sayuran, Hasil Laut, Daging, dan Memasak Nasi

Rendam akar gobo, terung, atau akar teratai segera setelah dipotong ke dalam air atau air cuka untuk menghilangkan 'getah sepat (aku)' dan mencegah perubahan warna. Saat menyiang ikan, buang sisik, insang, dan isi perut, cuci di bawah air mengalir, lalu lap hingga kering. Menabur garam pada ikan (Furijio) mengeluarkan air berlebih dan bau amis sekaligus mengencangkan daging ikan.

Dalam memfilet ikan, membagi ikan menjadi 2 bagian (1 sisi bertulang tengah dan 1 sisi tanpa tulang) disebut 'Nimai-oroshi', sedangkan membaginya menjadi 2 filet kiri-kanan tanpa tulang dan 1 tulang tengah disebut 'Sanmai-oroshi'. Buang kotoran punggung udang (sewata) dan kerat bagian perutnya (Sujikiri) agar udang tetap lurus saat digoreng.

Pada daging babi bagian loin, gunakan ujung pisau untuk 'memotong urat (Sujikiri)' di batas antara daging merah dan lemak agar daging tidak menyusut dan melengkung saat dipanggang atau digoreng.

Saat memasak nasi, cuci beras dengan cepat menggunakan air dingin pada bilasan pertama agar bau dedak tidak terserap, lalu rendam dalam takaran air (sekitar 1,2 kali berat beras) sebelum ditanak. Setelah matang dan 'diuapkan (murasu)', aduk nasi dari dasar panci dengan centong nasi (shamoji) untuk melepaskan uap air berlebih.

Poin penting


  • Rendam gobo dan terung di dalam air untuk menghilangkan getah sepat dan mencegah perubahan warna, serta taburi garam (Furijio) pada ikan untuk menghilangkan bau amis.

  • Cara membagi ikan menjadi 2 filet kiri-kanan dan 1 tulang tengah disebut 'Sanmai-oroshi'; potong urat (Sujikiri) pada daging dan udang agar tidak mengerut.

  • Cuci dan rendam beras sebelum ditanak, biarkan menguap (murasu) setelah matang, lalu aduk dari dasar panci dengan centong nasi.
KosakataArti
menghilangkan getah/rasa sepat (Akunuki)
menabur garam pada ikan (Furijio)
filet 2 bagian (Nimai-oroshi) dan filet 3 bagian (Sanmai-oroshi)
memotong urat daging/udang (Sujikiri)
menguapkan nasi setelah matang (Murasu)

Dasar Pengolahan dengan Pemanasan dan Tanpa Pemanasan

Dalam metode 'Merebus berbumbu (Niru)', masukkan bumbu sesuai urutan daya serapnya: 'Sa (Gula) → Shi (Garam) → Su (Cuka) → Se (Kecap asin) → So (Miso)'. Kaldu dashi dasar masakan Jepang dibuat dari kombu dan katsuobushi; gunakan 'tutup dalam kecil (Otoshibuta)' agar kuah bersirkulasi rata dan angkat 'buih kotoran (Aku)' yang mengapung.

Dalam metode 'Merebus air (Yuderu)', rebus sayuran hijau seperti bayam atau brokoli tanpa tutup dalam air mendidih bergaram, lalu segera rendam di air dingin agar tetap hijau cerah. Sebaliknya, rebus umbi-umbian (Konsairui) seperti lobak dan kentang 'mulai dari air dingin' agar matang merata hingga ke bagian tengah.

Dalam 'Memanggang (Yaku)', panggang ikan di atas kawat dengan prinsip 'api besar dari jarak jauh (Tsuyobi no Tōbi)', dan lakukan 'pemanasan awal (Yonetsu)' pada oven. Dalam 'Menggoreng (Ageru)', aduk ringan adonan tempura dengan air dingin lalu goreng pada suhu 170–180°C, serta baluri gorengan tepung (Furai) dengan urutan 'Tepung terigu → Telur kocok → Tepung roti (Panko)'.

Jaga kualitas minyak goreng dengan rutin menyerok remah gorengan dan menyaringnya setelah dipakai (minyak yang busanya tidak hilang, menghitam, kental, berbau tengik, atau berasap sudah rusak dan harus diganti). Pengolahan tanpa panas 'Mengaduk saus/urap (Aeru)' dilakukan sesaat sebelum disajikan agar tidak berair.

Poin penting


  • Masukkan bumbu masakan rebus sesuai urutan 'Sa-Shi-Su-Se-So (Gula → Garam → Cuka → Kecap asin → Miso)', gunakan Otoshibuta, dan buang buih kotoran.

  • Rebus sayuran hijau dalam air mendidih lalu dinginkan di air es, sedangkan umbi-umbian direbus 'mulai dari air dingin' agar empuk merata.

  • Baluri gorengan Furai dengan urutan 'Terigu → Telur → Tepung roti', dan ganti minyak goreng yang rusak bila berbusa terus, berasap, atau berbau.
KosakataArti
urutan bumbu Sa-Shi-Su-Se-So
tutup kayu kecil langsung di atas masakan (Otoshibuta)
buih kotoran rebusan (Aku)
pemanasan awal oven (Yonetsu)
mengaduk dengan saus/bumbu (Aeru)

Penanganan Peralatan Masak dan Keselamatan Kerja di Dapur

Dalam peralatan dapur, sendok sayur cekung disebut 'ladle', pengocok telur disebut 'whipper', sutil/spatula datar disebut 'turner', dan saringan kerucut halus disebut 'chinois'. Aduk panci silinder dalam (Zundōnabe) dari bagian dasar dengan spatula kayu agar tidak gosong, serta hindari memanaskan wajan antilengket (fluoropolymer) dalam keadaan kosong (karadaki) atau menggosoknya dengan sabut logam.

'Steam convection oven' memanfaatkan uap dan udara panas untuk memanggang, mengukus, dan merebus; buka pintunya sedikit terlebih dahulu agar uap keluar sehingga tidak menimbulkan luka bakar. 'Blast chiller' mendinginkan makanan matang dengan cepat, sedangkan 'mesin pengemas vakum' mengeluarkan udara untuk mencegah oksidasi dan pengeringan.

Saat membongkar, mencuci pisau, atau membersihkan sumbatan pada slicer dan mixer, wajib mematikan daya dan mencabut steker listrik terlebih dahulu. Angkat panci panas menggunakan 'kain lap kering atau sarung tangan oven kering' (kain basah berbahaya karena uap panas) sambil memberi tahu rekan di sekitar.

Jika tercium bau gas, jangan menyalakan api atau menyentuh sakelar kipas ventilasi; segera tutup keran induk gas dan buka jendela. Jika minyak penggorengan terbakar, dilarang keras menyiramkan air karena minyak akan menyembur hebat—matikan api kompor dan padamkan dengan alat pemadam api atau tutup panci.

Poin penting


  • Buka pintu steam convection oven secara perlahan untuk menghindari luka bakar uap panas, dan pegang panci panas dengan sarung tangan kering.

  • Wajib mematikan tombol daya dan mencabut steker listrik sebelum membongkar atau membersihkan mesin pengiris (slicer) dan pengaduk (mixer).

  • Dilarang keras menyiram air ke minyak goreng yang terbakar; saat terjadi kebocoran gas, tutup keran induk gas dan buka jendela tanpa menyentuh sakelar ventilasi.
KosakataArti
sendok sup (Ladle), pengocok (Whipper), dan sutil (Turner)
panci kaldu silinder dalam (Zundōnabe)
oven konveksi uap (Steam convection oven)
pendingin cepat (Blast chiller)
memanaskan panci/wajan kosong (Karadaki)

Referensi resmi