VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Manufaktur Industri (Tokutei 2)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Perlindungan Lingkungan, dan 5S

Manufaktur Industri (Tokutei 2) · 製造分野(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Kegiatan 5S, Hukum Heinrich, dan Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Kegiatan '5S' di tempat kerja meliputi Seiri (Ringkas: buang barang tak perlu), Seiton (Rapi: tata dan beri label agar mudah diambil), Seisou (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin).

Hukum Heinrich menyatakan bahwa di balik 1 kecelakaan berat terdapat 29 kecelakaan ringan dan 300 kejadian nyaris celaka (Hiyari-Hatto).

Kegiatan Prediksi Bahaya (KY) mengidentifikasi bahaya sebelum kerja, sedangkan Tunjuk-Sebut (Shisa Koshou) mencegah kesalahan manusia.

Dalam Penilaian Risiko, urutan prioritas penurunan risiko adalah: Desain aman secara inheren -> Pengendalian teknis (pelindung/interlock) -> Pengendalian administratif -> Alat Pelindung Diri (APD).

Kegiatan 5S, Hukum Heinrich, dan Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Poin penting


  • (○ Benar) Rasio Hukum Heinrich adalah '1 : 29 : 300'; menangani kejadian Hiyari-Hatto mencegah kecelakaan berat.

  • (○ Benar) Penurunan risiko memprioritaskan desain aman dan pelindung mesin terlebih dahulu, sedangkan APD adalah langkah pelengkap terakhir.

  • (× Salah) Mendefinisikan Seiri sebagai 'menyimpan rapi barang tak terpakai' atau menjadikan APD prioritas pertama penurunan risiko adalah SALAH.
KosakataArti
Seiri dan Seiton
Hukum Heinrich
kejadian nyaris celaka (Hiyari-Hatto)
penilaian risiko
tunjuk dan sebut

Keselamatan Mesin (Fail-Safe, Fool-Proof, Interlock, dan LOTO)

Prinsip desain agar mesin selalu berhenti pada kondisi aman saat terjadi kerusakan komponen atau mati listrik disebut 'Fail-safe'.

Mekanisme agar salah thao tác tidak menimbulkan bahaya disebut 'Fool-proof', dan mekanisme agar mesin tidak bisa menyala saat penutup pengaman terbuka disebut 'Interlock'.

Saat pemeriksaan, perbaikan, atau pembersihan mesin, lakukan 'Lockout/Tagout' (LOTO) dengan mematikan daya, mengunci sakelar, dan memasang label peringatan.

Saat mengoperasikan mesin berputar seperti mesin bor duduk, dilarang memakai sarung tangan kain (gunte) karena mudah terlilit putaran mata bor.

Poin penting


  • (○ Benar) Desain yang bekerja ke arah aman (berhenti) saat rusak adalah 'Fail-safe', sedangkan pencegah salah operasi adalah 'Fool-proof'.

  • (○ Benar) Lakukan Lockout/Tagout (matikan daya, kunci, pasang label) saat perawatan, dan jangan memakai sarung tangan di mesin bor duduk.

  • (× Salah) Menonaktifkan interlock pintu pengaman atau sensor pengaman demi mempercepat pekerjaan sangat dilarang.
KosakataArti
fail-safe
fool-proof
interlock
lockout/tagout (LOTO)

Manajemen Bahan Kimia (SDS, GHS, Ventilasi Lokal) dan Pencegahan Kekurangan Oksigen

Sebelum menangani pelarut organik atau bahan kimia, selalu periksa 'SDS (Safety Data Sheet)' dan piktogram GHS untuk mengetahui bahaya, APD, dan tindakan pertolongan pertama.

Saat bekerja dengan pelarut organik, nyalakan ventilasi pembuangan lokal dan gunakan masker respirator gas organik (masker debu atau tabung filter yang sudah jenuh tidak efektif).

Sebelum masuk ke ruang terbatas seperti tangki atau pit, ukur dan pastikan kadar oksigen minimal '18%' (dan hidrogen sulfida maksimal 10 ppm).

Pekerjaan terbatas seperti mengemudikan forklift atau pengikatan beban derek 1 ton ke atas (Tamagake) hanya boleh dilakukan oleh personel bersertifikat resmi.

Poin penting


  • (○ Benar) Periksa SDS sebelum memakai bahan kimia, serta gunakan ventilasi lokal dan respirator gas organik untuk pekerjaan pelarut organik.

  • (○ Benar) Pastikan kadar oksigen '18% atau lebih' sebelum masuk ruang terbatas, dan pastikan hanya operator bersertifikat yang menjalankan forklift atau tamagake.

  • (× Salah) Memakai masker debu untuk uap pelarut organik atau terus memakai canister respirator yang sudah lewat waktu jenuh adalah SALAH.
KosakataArti
Safety Data Sheet (SDS)
masker respirator gas organik
ventilasi pembuangan lokal
kekurangan oksigen
pengikatan beban derek (Tamagake)

Pencegahan Sengatan Listrik, Heatstroke, Nyeri Punggung, dan Lingkungan (3R)

Pasang pemutus arus bocor (ELCB) dan grounding pada alat listrik, jangan menyentuh sakelar dengan tangan basah, dan jangan mengalirkan arus besar pada kabel yang tergulung.

Pantau indeks panas WBGT serta cukupi air dan garam; saat mengangkat beban berat, dekati beban, tekuk lutut, dan angkat dengan otot kaki untuk mencegah cedera punggung.

Gunakan pelindung telinga di area bising (85 dB ke atas); untuk kebakaran minyak atau listrik, jangan disiram air melainkan gunakan APAR serbuk kimia kering atau CO2.

Prinsip '3R' memprioritaskan Reduce -> Reuse -> Recycle; limbah industri seperti oli bekas harus dipisahkan dan diserahkan ke pengolah resmi menggunakan dokumen manifes.

Poin penting


  • (○ Benar) Tekuk lutut dan pegang beban berat dekat tubuh; pantau WBGT serta konsumsi air bersama garam di lingkungan kerja panas.

  • (○ Benar) Prioritas tertinggi 3R adalah 'Reduce (pengurangan timbulan limbah)', dan limbah industri wajib dilacak dengan sistem manifes.

  • (× Salah) Menyiramkan air ke kebakaran oli atau kebakaran listrik yang masih bertegangan adalah SALAH karena memperbesar api dan menyebabkan sengatan listrik.
KosakataArti
pemutus arus bocor (ELCB)
indeks panas (WBGT)
Reduce (pencegahan limbah)
manifes limbah industri

K3, Pencegahan Pencemaran dan KYT

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi