VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Manufaktur Industri (Tokutei 2)

Pengendalian Mutu (QC), Manajemen Produksi, dan Pemeliharaan Peralatan

Manufaktur Industri (Tokutei 2) · 製造分野(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Tujuh Alat QC (Diagram Pareto, Diagram Tulang Ikan, Histogram, Diagram Pencar, Peta Kendali)

'Diagram Pareto' menggabungkan grafik batang jumlah cacat dari yang terbesar dengan garis persentase kumulatif untuk menentukan masalah prioritas utama.

'Diagram Sebab-Akibat' (tulang ikan) mengelompokkan faktor penyebab (seperti 4M: Manusia, Mesin, Material, Metode), sedangkan 'Analisis Mengapa-Mengapa' mencari akar penyebab.

'Histogram' menampilkan sebaran data pengukuran, dan 'Diagram Pencar' (scatter plot) melihat korelasi antara dua variabel berpasangan.

'Peta Kendali' (control chart) memiliki garis tengah (CL) serta batas kendali atas/bawah (UCL/LCL, umumnya ±3σ) untuk mendeteksi ketidaknormalan proses.

Tujuh Alat QC (Diagram Pareto, Diagram Tulang Ikan, Histogram, Diagram Pencar, Peta Kendali)

Poin penting


  • (○ Benar) Gunakan Diagram Pareto untuk prioritas masalah, Diagram Tulang Ikan untuk faktor penyebab, dan Diagram Pencar untuk korelasi dua variabel.

  • (○ Benar) Pada peta kendali, pola tidak acak (misalnya titik berturut-turut di satu sisi garis tengah) menandakan proses tidak normal meskipun masih di dalam UCL/LCL.

  • (× Salah) Menyatakan batas kendali (UCL/LCL) sama persis dengan batas spesifikasi toleransi gambar produk adalah SALAH.
KosakataArti
diagram Pareto
diagram sebab-akibat (tulang ikan)
histogram
diagram pencar (scatter plot)
peta kendali (control chart)

Siklus PDCA, Indeks Kapabilitas Proses (Cp), dan Metode Inspeksi

Siklus perbaikan berkelanjutan 'PDCA' dijalankan secara berurutan: Plan (Rencanakan) -> Do (Lakukan) -> Check (Periksa) -> Act (Tindak lanjuti).

Indeks kapabilitas proses $C_p = \frac{\text{USL} - \text{LSL}}{6\sigma}$ membandingkan lebar spesifikasi dengan sebaran proses ($6\sigma$); umumnya $C_p \ge 1,33$ dinilai memadai.

'Inspeksi produk pertama' memeriksa benda pertama setelah setup, sedangkan 'inspeksi sampel' mengambil sampel secara acak dari lot (wajib untuk pengujian destruktif).

Mutu tidak cukup hanya dipilih di akhir, melainkan 'mutu dibangun di dalam proses' dengan prinsip 'proses berikutnya adalah pelanggan' (jangan menerima, membuat, atau meneruskan barang cacat).

Poin penting


  • (○ Benar) PDCA berputar sesuai 'Plan -> Do -> Check -> Act', dan indeks kapabilitas proses dihitung dengan $C_p = (\text{Lebar spesifikasi}) \div (6\sigma)$.

  • (○ Benar) Pengujian destruktif wajib memakai 'inspeksi sampel' acak, dan 'inspeksi produk pertama' dilakukan segera setelah pergantian setup.

  • (× Salah) Menyatakan 'asal ada inspeksi akhir pengiriman, proses tengah boleh meneruskan barang cacat ke proses berikutnya' adalah SALAH.
KosakataArti
siklus PDCA
indeks kapabilitas proses (Cp)
inspeksi produk pertama
inspeksi sampel
prosedur operasi standar (SOP)

Manajemen Produksi (JIT, Kanban, Bottleneck, Ketersediaan, Lead Time, FIFO)

Produksi Just-In-Time (JIT) memproduksi 'apa yang diperlukan, saat diperlukan, dalam jumlah yang diperlukan' dengan sistem tarik 'Kanban' dari proses hilir untuk mencegah pemborosan produksi berlebih.

Kapasitas seluruh lini ditentukan oleh tahap paling lambat yaitu 'proses bottleneck' (waktu siklus terpanjang), sehingga peningkatan output lini harus memperbaiki bottleneck.

Waktu dari pemesanan/input bahan hingga selesai disebut 'lead time', dan penggunaan stok yang masuk lebih dulu disebut 'First-In, First-Out' (FIFO).

Tingkat cacat dihitung dengan 'jumlah cacat ÷ total diperiksa × 100 (%)', sedangkan tingkat operasi mesin dihitung dengan 'waktu operasi aktual ÷ waktu beban rencana × 100 (%)'.

Poin penting


  • (○ Benar) Produksi JIT memakai sistem tarik hilir (Kanban) untuk menghilangkan pemborosan produksi berlebih dan stok barang setengah jadi.

  • (○ Benar) Kapasitas lini ditentukan oleh 'proses bottleneck' terlambat, dan stok dikelola dengan prinsip 'First-In, First-Out' (FIFO).

  • (× Salah) Mempercepat proses hulu tanpa memperbaiki bottleneck hanya menumpuk barang setengah jadi tanpa menambah produk akhir.
KosakataArti
Just-In-Time (JIT)
sistem Kanban
proses bottleneck
lead time
First-In, First-Out (FIFO)

Pemeliharaan Peralatan (Preventif, Prediktif, Korektif, Mandiri) dan Ketertelusuran

Melakukan pemeriksaan terjadwal dan penggantian suku cadang sebelum rusak disebut 'Pemeliharaan Preventif', sedangkan memperbaiki setelah rusak disebut 'Pemeliharaan Korektif (Breakdown)'.

Memantau getaran, suhu, atau suara untuk memprediksi kerusakan disebut 'Pemeliharaan Prediktif', dan pembersihan, pelumasan, serta pengecekan harian oleh operator disebut 'Pemeliharaan Mandiri'.

'Henti sesaat' (Chokotei) adalah berhentinya mesin sebentar akibat benda kerja macet atau sensor aktif yang menurunkan efisiensi bila dibiarkan.

Sistem pelacakan bahan baku, waktu proses, mesin, dan riwayat inspeksi melalui nomor lot disebut 'Ketertelusuran' (Traceability) untuk mengisolasi lot bermasalah dengan cepat.

Poin penting


  • (○ Benar) Pemeriksaan dan penggantian berkala sebelum rusak adalah 'pemeliharaan preventif', sedangkan mendiagnosis gejala keausan adalah 'pemeliharaan prediktif'.

  • (○ Benar) Pelacakan riwayat produksi dan lot material disebut 'traceability', yang membantu menentukan cakupan dampak saat terjadi cacat.

  • (× Salah) Menyatakan 'mesin cukup diperbaiki setelah rusak sehingga pemeriksaan harian dan pelumasan tidak diperlukan' adalah SALAH.
KosakataArti
pemeliharaan preventif
pemeliharaan prediktif
pemeliharaan mandiri
henti sesaat (Chokotei)
ketertelusuran (traceability)

Pengendalian Mutu dan Alat QC

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi