VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Manufaktur industri - Mesin & Elektronik

Pengemasan Industri (工業包装)

Manufaktur industri - Mesin & Elektronik · 製造分野 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

1. Posisi dalam SSW (i) dan Dasar-dasar Pengemasan Industri

Dalam bidang Manufaktur Produk Industri Pekerja Berketerampilan Spesifik (SSW) No. 1, tidak ada kategori ujian tersendiri bernama "Pengemasan Industri"; pekerja mengikuti ujian pada salah satu dari 3 kategori: "Pemrosesan Mesin dan Logam", "Perakitan Peralatan Listrik dan Elektronik", atau "Manufaktur Furnitur". Bab ini merupakan jalur khusus pelengkap yang mencakup materi pengemasan dan kualitas logistik di ketiga buku teks tersebut, sekaligus mempersiapkan ujian Evaluasi Keterampilan Pengemasan Industri (Tingkat 3 & 2) serta transisi ke SSW No. 2.

Menurut JIS Z 0108, "pengemasan industri" (工業包装) didefinisikan sebagai pengemasan yang tujuan utamanya adalah melindungi kualitas produk atau komponen serta meningkatkan efisiensi penanganan muatan (bongkar muat) selama pengangkutan dan penyimpanan. Hal ini berbeda dengan "pengemasan komersial" (商業包装) yang mengutamakan desain indah untuk menarik minat beli konsumen di toko ritel.

Struktur pengemasan dari dalam ke luar dibagi menjadi 3 tingkat: "Pengemasan satuan" (個装) yang membungkus tiap produk; "Pengemasan dalam" (内装) yang melindungi dari uap air, karat, dan benturan; serta "Pengemasan luar" (外装) yang menempatkan barang ke wadah terluar (peti kayu atau kardus) dan memberi tanda pengiriman. Untuk komponen logam, prosedur dimulai dengan "pra-perlakuan" (前処理: pencucian, pengeringan, antikarat) lalu berlanjut ke "個装 → 内装 → 外装".

Dalam penandaan massa kargo: massa produk saja disebut "Massa Bersih" (純質量 - Net Weight: N/W); massa bahan pengemas seperti peti kayu dan bantalan disebut "Massa Tara" (風袋質量 - Tare Weight); dan massa total seluruh muatan disebut "Massa Kotor" (総質量 - Gross Weight: G/W = N/W + Massa Tara). Menumpuk beberapa muatan di atas palet agar dapat diangkut sekaligus dengan forklift disebut "paletisasi" (パレタイズ) atau "pembentukan unit load" (ユニットロード化).

Kualitas logistik diklasifikasikan menjadi 3 pilar yaitu "kualitas ketepatan waktu pengiriman, kualitas produk, dan kualitas distribusi/pengantaran", serta dikelola menggunakan indeks "PPM" (jumlah kasus cacat per 1 juta pengiriman). Pekerja wajib mematuhi ukuran dan bahan yang ditetapkan dalam lembar spesifikasi pengemasan (包装仕様書).

Poin penting


  • Pada SSW No. 1, peserta mengikuti ujian di salah satu dari 3 kategori: Pemrosesan Mesin & Logam, Perakitan Peralatan Listrik & Elektronik, atau Manufaktur Furnitur

  • Pengemasan industri (JIS Z 0108) bertujuan melindungi mutu barang dan efisiensi bongkar muat dengan urutan: Pra-perlakuan → Satuan → Dalam → Luar

  • Massa Kotor (G/W) = Massa Bersih (N/W) + Massa Tara; kualitas logistik dikelola dengan indeks PPM (cacat per 1 juta kasus)
KosakataArti
Pengemasan industri dan Pengemasan komersial
Pra-perlakuan / Pengemasan satuan / Dalam / Luar
Massa bersih (N/W) / Massa kotor (G/W) / Massa tara
Paletisasi (Pembentukan unit load)
Kualitas logistik (Manajemen indeks PPM)

2. Sifat Kayu & Kayu Lapis serta Standar Karantina Tumbuhan (ISPM No.15)

Peti kayu pengemasan industri banyak menggunakan kayu pohon jarum (cedar, pinus, spruce) atau kayu lauan. Kayu dengan kadar air (含水率) tinggi akan menyusut saat mengering sehingga memicu retak, melengkung, menurunkan daya cengkeram paku, dan menimbulkan karat pada mesin di dalamnya; oleh karena itu harus digunakan kayu kering (kadar air sekitar 15~20%, standar JIS maksimal 20~25%).

Penyusutan kayu saat mengering bersifat anisotropik: paling besar pada arah tangensial terhadap lingkaran tahun (接線方向 / serat 板目), diikuti arah radial (半径方向 / serat 柾目), dan paling kecil pada arah memanjang serat (繊維方向). Mengenai cacat kayu, "mata kayu mati" (死に節 / 抜け節) tidak menyatu dengan jaringan sekitarnya dan mudah lepas sehingga menurunkan kekuatan lentur kayu jauh lebih parah dibandingkan "mata kayu hidup" (生き節).

Kayu lapis (合板 / plywood) dibuat dengan merekatkan lembaran kayu tipis (単板 / veneer) dalam jumlah ganjil (3, 5, 7...) dengan arah serat saling tegak lurus (90°), sehingga tahan melengkung/retak dan kekuatannya merata di segala arah. Selain itu, untuk kayu balok penguat dengan luas penampang yang sama, penampang mendekati persegi lebih tahan patah terhadap beban lentur dari berbagai arah dibandingkan papan pipih tipis.

Kayu solid untuk peti kayu dan palet ekspor wajib menjalani perlakuan disinfeksi dan dicap stempel IPPC sesuai Standar Internasional untuk Tindakan Fitosanitari (ISPM No.15) guna mencegah penyebaran hama. Dalam perlakuan panas (simbol: HT), kayu dipanaskan hingga "suhu bagian inti kayu mencapai 56°C atau lebih selama minimal 30 menit". Sebaliknya, kemasan yang hanya terbuat dari kayu olahan bersuhu dan bertekanan tinggi seperti kayu lapis (合板), papan partikel, atau OSB dibebaskan dari karantina.

2. Sifat Kayu & Kayu Lapis serta Standar Karantina Tumbuhan (ISPM No.15)

Poin penting


  • Kayu untuk peti wajib dikeringkan hingga kadar air sekitar 15–20% (standar JIS ≤ 20–25%) guna mencegah retak susut, paku kendor, dan karat di dalam peti

  • Urutan penyusutan kayu adalah Arah tangensial (板目) > Arah radial (柾目) > Arah memanjang serat; mata kayu mati sangat menurunkan kekuatan lentur

  • Perlakuan panas ISPM No.15 (HT) untuk kayu solid ekspor mensyaratkan suhu inti kayu ≥ 56°C selama ≥ 30 menit; kemasan murni kayu lapis (合板) bebas karantina
KosakataArti
Kadar air kayu dan Penyusutan pengeringan
Mata kayu hidup dan Mata kayu mati (mata kayu lepas)
Kayu lapis (plywood dari lembaran veneer ganjil bersilangan)
Standar karantina tumbuhan internasional (ISPM No.15)
Perlakuan panas (HT: suhu inti kayu ≥ 56°C selama ≥ 30 menit)

3. Struktur Peti Kayu Biasa (JIS Z 1402) dan Peti Rangka Kayu (JIS Z 1403)

"Peti kayu biasa" (普通木箱 - JIS Z 1402) digunakan terutama untuk muatan dengan massa isi 1.500 kg ke bawah dan panjang bagian dalam 4 m ke bawah. Terdapat "peti kayu tertutup" (密閉木箱 - papan rapat tanpa celah) dan "peti kayu renggang" (すかし木箱 - papan bercelah). Bidang ujung pendek terdiri dari "papan ujung" (つま板) dan "lis penguat ujung" (つま桟); bidang samping memanjang terdiri dari "papan samping" (側板) dan "lis penguat badan" (胴桟); bagian bawah adalah "papan alas" (底板); dan bagian atas adalah "papan tutup atas" (天井板).

"Peti rangka kayu" (枠組箱 - JIS Z 1403) merakit panel samping, ujung, dan tutup atas berstruktur rangka di atas bagian "alas" (腰下) yang kokoh, digunakan untuk mesin berat dan kargo besar. Pada bagian alas, balok paling bawah yang bersentuhan dengan lantai adalah "balok luncur" (滑材 / skid), balok melintang di kedua ujung balok luncur adalah "header" (ヘッダー), dan balok melintang di atas balok luncur yang langsung menopang beban produk adalah "balok lantai penahan beban" (負荷床材).

Panel samping peti rangka kayu tersusun dari "balok rangka atas" (上かまち), "balok rangka bawah" (下かまち), tiang vertikal "tiang samping" (側支柱), serta balok miring "penguat diagonal" (すじかい) untuk mencegah deformasi akibat gaya mendatar. Sudut penguat diagonal dipasang dengan "standar 45° (dalam rentang 35°~55°)" terhadap bidang horizontal balok rangka bawah.

Selain itu, panjang "tiang penopang tambahan" (そえ柱) yang dipasang menempel di sisi dalam tiang samping untuk menopang "penyangga balok tutup" (はり受け) harus minimal 2/3 dari panjang tiang samping (側支柱).

3. Struktur Peti Kayu Biasa (JIS Z 1402) dan Peti Rangka Kayu (JIS Z 1403)

Poin penting


  • Peti kayu biasa (JIS Z 1402) digunakan untuk muatan ≤ 1.500 kg dan panjang dalam ≤ 4 m, terdiri atas papan ujung, papan samping, papan alas, dan papan tutup

  • Alas peti rangka kayu (JIS Z 1403) disusun dari bawah ke atas yaitu Balok luncur (滑材) → Balok lantai penahan beban (負荷床材), dengan ujung skid dihubungkan oleh header

  • Penguat diagonal samping (すじかい) dipasang standar 45° (35°–55°), dan tiang tambahan (そえ柱) penopang penyangga balok tutup wajib berukuran ≥ 2/3 panjang tiang samping
KosakataArti
Peti kayu biasa (≤ 1.500 kg, panjang dalam ≤ 4 m)
Papan ujung / Lis ujung / Papan samping / Lis badan
Alas peti rangka kayu (Balok luncur / Header / Balok beban)
Rangka atas & bawah / Tiang samping / Penguat diagonal (45°)
Penyangga balok tutup & Tiang tambahan (≥ 2/3 tiang samping)

4. Aturan Pemakuan, Pengikatan Baut, dan Praktik Pembuatan Peti Kayu

Dalam "pemakuan datar/tembus" (平打ち) yang menumpuk papan/kayu lapis dengan kayu lis lalu memakunya hingga tembus, papan alas kayu (木製敷板) diletakkan di atas meja kerja saat memaku, dan ujung paku yang menembus keluar di bagian belakang dibengkokkan (打ち曲げ) searah "arah serat kayu" (繊維方向) lalu dibenamkan. Teknik ini memperkuat daya cengkeram paku dan mencegah cedera akibat ujung paku.

Sebaliknya, dalam "pemakuan perakitan" (組立て打ち) untuk merakit papan ke kayu lis atau kayu rangka, panjang paku standar adalah 2,5 hingga 3 kali ketebalan papan yang ditembus. Saat memakukan beberapa paku di dekat ujung potong kayu (木口), untuk mencegah kayu pecah/retak (木割れ), beri jarak yang cukup dari tepi ujung kayu dan susun paku secara "zig-zag / berselang-seling" (千鳥状) menghindari satu garis serat kayu yang sama.

Saat merakit peti kayu biasa, untuk mencegah alas jebol (底抜け) saat diangkat, dilarang memaku dari bawah papan alas ke arah papan samping. Papan samping harus dipanjangkan ke bawah menutup sisi papan alas dan dipaku dari arah samping ke papan alas atau lis penguat ujung.

Saat mengikat balok luncur (滑材) dengan header atau balok lantai penahan beban menggunakan baut pada alas peti rangka kayu, bagian bawah balok luncur harus diberi "lubang benam bertingkat" (座ぐり / counterbore) agar kepala baut terbenam dan tidak menonjol keluar dari permukaan bawah balok luncur.

Poin penting


  • Pada pemakuan datar/tembus (平打ち), ujung paku yang menembus keluar di sisi belakang wajib dibengkokkan searah serat kayu (繊維方向) dan dibenamkan

  • Panjang paku perakitan (組立て打ち) adalah 2,5–3 kali tebal papan yang ditembus dan dipaku secara zig-zag (千鳥状) di dekat ujung kayu guna mencegah retak

  • Dilarang memaku dari bawah papan alas ke papan samping agar alas tidak jebol; kepala baut di dasar balok luncur harus dibenamkan dengan lubang counterbore (座ぐり)
KosakataArti
Pemakuan datar dan Membengkokkan ujung paku (searah serat)
Panjang paku perakitan (2,5~3 kali tebal papan)
Pemakuan pola zig-zag untuk mencegah kayu retak
Pencegahan alas jebol (dilarang memaku dari alas ke papan samping)
Pelubangan benam (counterbore) pada dasar balok luncur

5. Pengemasan Karton Gelombang, Palet, dan Film Plastik

Lembaran karton gelombang (段ボールシート - JIS Z 1516) terdiri dari kertas bergelombang di tengah yang disebut "medium bergelombang" (中しん) dan kertas karton datar yang disebut "liner" (ライナ). Terdapat "karton gelombang satu muka" (片面段ボール: 1 medium + 1 liner untuk pembungkus bantalan), "karton gelombang dua muka" (両面段ボール: 1 medium + 2 liner), dan "karton gelombang dinding ganda" (複両面段ボール: 2 medium + 3 liner untuk barang berat).

Menurut jenis gelombang (フルート): "A-flute" (tinggi ~4,5–4,8 mm, ~34 gelombang/30 cm) paling unggul dalam daya bantalan dan kekuatan tekan vertikal, sedangkan "B-flute" (tinggi ~2,5–2,8 mm, ~50 gelombang/30 cm) tahan terhadap tekanan bidang datar. Pada kotak karton luar (tipe 0201), jalur gelombang wajib mengarah "vertikal/tegak lurus" (垂直方向) untuk menahan beban tumpukan (上積み荷重). Karton gelombang sangat peka terhadap kelembapan; jika kelembapan relatif naik, kekuatan tekannya turun drastis.

Saat merakit kotak karton 0201, lipat "flap dalam" (内フラップ) yang pendek terlebih dahulu, lalu tutup "flap luar" (外フラップ) yang panjang dan segel dengan lakban yang dilipat turun sekitar 50~70 mm ke sisi samping kotak. Saat memasang tali strapping PP atau pita baja, kencangkan secukupnya dan gunakan "pelindung sudut" (当て板) agar sudut kotak tidak penyok dan robek.

Palet rata standar untuk transportasi terpadu di Jepang menurut JIS Z 0161 adalah "palet tipe T11" dengan ukuran bidang "1.100 mm × 1.100 mm". Saat menumpuk kotak di atas palet, jangan sampai kotak melewati tepi palet (hindari overhang), lalu ikat menyatu menggunakan "stretch film" elastis atau "shrink film" yang menyusut rapat saat dipanaskan guna mencegah muatan roboh (荷崩れ).

Poin penting


  • Karton gelombang terdiri dari liner dan medium bergelombang; A-flute unggul dalam redaman dan tekan vertikal, sedangkan B-flute tahan tekan bidang datar

  • Arah gelombang kotak 0201 wajib vertikal (垂直方向), melipat flap dalam terlebih dahulu lalu flap luar; kelembapan tinggi menurunkan kekuatan tekan kotak

  • Palet rata standar JIS tipe T11 berukuran 1.100 mm × 1.100 mm; tumpuk kotak tanpa melewati tepi palet dan ikat dengan stretch film atau shrink film
KosakataArti
Liner dan Medium bergelombang (Single-wall / Double-wall)
A-flute dan B-flute / Arah gelombang vertikal
Flap dalam / Flap luar dan Penyegelan kotak
Palet rata standar tipe T11 (1.100 mm × 1.100 mm)
Stretch film dan Shrink film

6. Pengemasan Antikarat (JIS Z 0303) dan Pengemasan Kedap Lembap (JIS Z 0301)

Ketika uap air (kelembapan) dan oksigen bekerja bersamaan pada permukaan komponen besi baja, reaksi oksidasi akan menimbulkan karat (korosi). Kontainer laut tertutup mengalami fluktuasi suhu siang-malam yang ekstrem selama pelayaran sehingga mudah terjadi pengembunan (結露), membuat pengemasan antikarat dan kedap lembap sangat penting.

Dalam pengemasan antikarat, komponen logam dicuci bersih dari geram/kotoran dan dikeringkan sepenuhnya sebelum diberi zat antikarat. Dilarang menyentuh komponen dengan tangan telanjang karena garam dan air pada keringat tangan akan memicu karat berbentuk sidik jari. Saat menggunakan kertas antikarat menguap (kertas VCI), arahkan sisi berlapis bahan kimia ke arah produk sedekat mungkin dan segel rapat dari udara luar agar gas VCI membentuk lapisan pelindung hingga ke celah rumit.

Dalam pengemasan kedap lembap, produk bersama "zat pengering / desikan" (乾燥剤: silika gel) dimasukkan ke dalam "kantong barrier kedap lembap berlapis aluminium foil" (アルミ防湿バリヤ袋) yang laju transmisi uap airnya sangat rendah, lalu mulut kantong disegel rapat dengan "heat seal" (pengelasan panas) tanpa kerutan atau celah.

Karena silika gel langsung menyerap uap air saat terkena udara luar, wadah penyimpanannya harus segera ditutup rapat dan kantong barrier cepat disegel. Apabila silika gel berindikator biru (青ゲル) telah menyerap uap air dan berubah warna menjadi "merah muda (pink)", daya serapnya telah menurun sehingga wajib diganti dengan desikan baru lalu disegel kembali.

6. Pengemasan Antikarat (JIS Z 0303) dan Pengemasan Kedap Lembap (JIS Z 0301)

Poin penting


  • Dalam pengemasan antikarat, dilarang menyentuh logam bersih dengan tangan telanjang; arahkan sisi berlapis kimia kertas VCI menghadap produk lalu segel

  • Dalam pengemasan kedap lembap, masukkan produk dan desikan silika gel ke kantong barrier berlapis aluminium foil lalu segel rapat dengan heat seal

  • Apabila silika gel biru telah berubah warna menjadi merah muda (pink), artinya sudah jenuh uap air dan wajib diganti dengan desikan baru
KosakataArti
Pencucian - Pengeringan dan Larangan menyentuh dengan tangan telanjang
Zat antikarat menguap (VCI) / Kertas VCI
Kantong barrier kedap lembap aluminium (transmisi uap air rendah)
Heat seal (penyegelan las panas)
Desikan Silika gel (Biru saat kering → Pink setelah jenuh uap air)

7. Pengemasan Bantalan Kejut, Penguncian Produk, dan Kedap Air

Pengemasan bantalan peredam kejut (緩衝包装) menyerap benturan jatuh dan getaran transportasi melalui perubahan bentuk bahan bantalan agar percepatan (G) yang diteruskan ke produk tetap di bawah batas izinnya. Tiga metode utamanya adalah "Bantalan seluruh permukaan" (全面緩衝包装), "Bantalan sebagian" (部分緩衝包装: bantalan sudut/tepi), dan "Pengemasan suspensi" (サスペンション包装: digantung dengan pegas atau sabuk).

Lembaran bubble wrap (エアキャップ) dan busa polietilena (EPE) memiliki kelenturan dan daya pulih yang tinggi terhadap benturan berulang. Sebaliknya, polistirena busa (EPS / Styrofoam) bersifat kaku; jika terkena benturan besar berulang kali, sel busanya akan kempes permanen dan tidak pulih 100%. Selain itu, bidang tumpuan yang terlalu sempit akan memicu "bottoming out" (底づき: bantalan tergencet habis) sehingga benturan langsung menghantam produk.

Untuk mengunci produk di dalam peti kayu, mesin berat dibaut kencang ke alas peti dengan pengunci anti-kendur, ditambah "balok penahan kaki" (根止め材) penahan geser samping dan "balok penekan atas" (押さえ材) penahan angkat. Balok penekan harus menekan bagian rangka mesin yang kuat (bukan pelat penutup tipis) dengan diselipi "bantalan pelindung" (当て材 seperti kain felt atau karet) agar cat tidak tergores.

Untuk kedap air di dalam peti kayu luar, kertas atau lembaran kedap air diselubungkan seperti atap/tudung payung dari bagian atas ke samping mesin guna menahan tetesan air hujan dan embun—metode ini disebut "pemasangan Shed" (シェッド張り / 傘掛け防水法). Bagian alas peti tidak ditutup kedap air agar air dapat mengalir keluar.

Poin penting


  • Busa polietilena (EPE) memiliki daya pulih elastis tinggi, sedangkan polistirena busa (EPS) yang kaku akan kempes permanen jika terkena benturan keras

  • Kunci mesin di dalam peti kayu dengan baut angkur, balok penahan kaki, dan balok penekan atas yang menekan rangka kuat mesin melalui bantalan pelindung

  • Metode menyelubungkan lembaran kedap air seperti atap di atas mesin dalam peti kayu disebut pemasangan Shed (シェッド張り), dengan bagian alas dibiarkan berdrainase
KosakataArti
Bantalan seluruh permukaan / Sebagian / Pengemasan suspensi
Polietilena busa (EPE) dan Polistirena busa (EPS)
Luas bidang penerima beban dan Bottoming out (底づき)
Balok penahan kaki / Balok penekan atas / Bantalan pelindung
Pemasangan Shed (metode kedap air tudung atap)

8. Tanda Perhatian Penanganan Muatan (JIS Z 0150) dan Shipping Mark

Pada bagian luar barang kemas dicantumkan simbol gambar menurut standar JIS Z 0150 (selaras ISO 780) yang disebut "Tanda perhatian penanganan muatan / Care mark" (取扱注意マーク) agar cara penanganan dipahami secara intuitif di lokasi bongkar muat seluruh dunia.

Contoh utamanya: dua panah ke atas adalah "Jangan dibalik / Sisi atas" (天地無用); payung adalah "Jaga tetap kering" (水ぬれ防止); gelas anggur adalah "Awas barang pecah belah" (壊れもの注意); lingkaran bersilang adalah "Posisi titik berat" (重心位置); rantai adalah "Posisi sling angkat" (つり位置); dan gancu dicoret adalah "Dilarang menggunakan gancu" (手鉤使用禁止). Untuk mesin dengan titik berat condong, tandai pada posisi titik berat aktualnya; jangan pernah menancapkan gancu pada kargo bertanda larangan gancu.

Selain itu, "Shipping Mark" (tanda pengiriman / 荷印) yang dicapkan (stencil) pada sisi peti ekspor memuat singkatan penerima (Main mark), pelabuhan tujuan (Port mark / 仕向地), nomor peti (misal C/NO. 3/10 = peti ke-3 dari 10 peti), Massa Kotor (G/W), Massa Bersih (N/W), dimensi (L×W×H), dan Negara Asal (MADE IN JAPAN dll.).

8. Tanda Perhatian Penanganan Muatan (JIS Z 0150) dan Shipping Mark

Poin penting


  • Simbol JIS Z 0150: Dua panah atas = Jangan dibalik; Payung = Jaga tetap kering; Gelas = Barang pecah belah; Gancu dicoret = Dilarang pakai gancu

  • Lingkaran garis silang = Posisi titik berat (ditandai di titik berat aktual); Simbol rantai = Posisi sling angkat (tempat mengaitkan kawat crane)

  • Shipping Mark ekspor memuat Main mark, Pelabuhan tujuan, Nomor peti (C/NO. 3/10 = peti ke-3 dari 10 peti), G/W, N/W, Dimensi, dan Negara Asal
KosakataArti
Tanda perhatian penanganan muatan (JIS Z 0150)
Jangan dibalik / Jaga tetap kering / Barang pecah belah
Posisi titik berat / Posisi sling angkat / Dilarang pakai gancu
Shipping Mark (Main mark, Pelabuhan tujuan, Nomor peti)

9. Penanganan Alat, Keselamatan & Kesehatan Kerja, serta Uji Barang Kemas

Saat mengoperasikan mesin potong berputar seperti gergaji bundar meja (丸のこ盤) atau mesin bor duduk (ボール盤), "dilarang keras mengenakan sarung tangan benang rajut (軍手)" agar tangan tidak terlilit pisau, serta tutup pengaman pisau (接触予防装置) dan pisau pembelah anti-kickback (割刃 / 反発予防装置) tidak boleh dilepas. Alat ukur seperti siku ukur (曲尺) dan meteran gulung baja tidak boleh dijatuhkan atau dipakai memukul.

Saat menggunakan pistol paku pneumatik (エアネイラ), kenakan kacamata pelindung, jangan letakkan jari di pelatuk selain saat memaku, jangan mengikat pengaman contact arm, jauhkan tangan penahan kayu dari titik pemakuan, dan wajib melepas selang udara (エアホース) saat mengisi paku atau mengatasi paku macet. Saat memotong pita baja (帯鉄), pakai kacamata dan sarung tangan pelindung sambil menahan ujung pita agar tidak membalik; paku bekas yang dicabut harus segera dibuang ke wadah khusus agar tidak terinjak menembus sepatu (踏み抜き).

Saat mengangkat barang berat secara manual, dekatkan tubuh ke barang, tekuk lutut, turunkan pinggul, dan angkat dengan kekuatan kaki untuk mencegah sakit pinggang. Mengemudikan forklift (kapasitas ≥ 1 ton) atau pengikatan sling crane (玉掛け: kapasitas ≥ 1 ton) wajib memiliki sertifikat Pelatihan Keterampilan (技能講習); saat mengangkat dengan crane, pasang tali kawat pada tanda つり位置 dan angkat sedikit dari lantai (地切り) terlebih dahulu untuk memeriksa keseimbangan.

Kemasan yang selesai dibuat harus diperiksa akhir meliputi dimensi, pemakuan, kekencangan strapping, dan ketepatan tanda pengiriman. Untuk mengevaluasi desain pengemasan menurut JIS Z 0200 / JIS Z 0202, dilakukan uji getaran dan uji jatuh dengan 3 posisi: "Jatuh bidang datar" (面落下), "Jatuh rusuk/tepi" (稜落下), dan "Jatuh sudut/pojok" (角落下).

Poin penting


  • Dilarang keras memakai sarung tangan benang (軍手) pada mesin berputar seperti gergaji bundar atau bor duduk, serta jangan melepas tutup pengaman atau pisau belah

  • Jangan menonaktifkan pengaman contact arm pada air nailer, dan wajib melepas selang udara sebelum mengisi paku atau mengeluarkan paku macet

  • Operasi forklift dan pengikatan sling crane ≥ 1 ton wajib bersertifikat Pelatihan Keterampilan; uji jatuh (JIS Z 0202) meliputi jatuh bidang, rusuk, dan sudut
KosakataArti
Larangan sarung tangan benang di mesin putar / Tutup pengaman & Pisau belah
Keselamatan air nailer (Contact arm & Lepas selang udara)
Sertifikat Forklift & Sling crane (≥ 1 ton) serta Uji angkat (地切り)
Posisi uji jatuh (Jatuh bidang datar / Jatuh rusuk / Jatuh sudut)

10. Poin Penting Persiapan Ujian (Rangkuman Angka & Jebakan Soal)

【Angka Penting JIS】 ① Peti kayu biasa (JIS Z 1402): massa isi ≤ 1.500 kg, panjang dalam ≤ 4 m. ② Peti rangka kayu (JIS Z 1403): sudut penguat diagonal (すじかい) standar 45° (35°~55°); panjang tiang tambahan (そえ柱) ≥ 2/3 tiang samping; urutan alas dari bawah = "Balok luncur (滑材) → Balok lantai penahan beban (負荷床材)". ③ Panjang paku perakitan: 2,5~3× tebal papan (pemakuan tembus 平打ち membengkokkan ujung paku searah serat kayu).

【Karantina, Palet & Karton】 ① Karantina ISPM No.15 (HT): suhu inti kayu ≥ 56°C selama ≥ 30 menit (kayu lapis 合板 bebas karantina). ② Palet rata standar T11: 1.100 mm × 1.100 mm. ③ Karton gelombang: A-flute paling empuk & kuat menahan tekan vertikal; arah gelombang dinding kotak 0201 wajib vertikal (垂直); lipat "flap dalam dulu → flap luar kemudian".

【Antikarat/Lembap, Kedap Air & Keselamatan】 ① Antikarat: Dilarang menyentuh logam bersih dengan tangan telanjang; sisi berlapis obat pada kertas VCI menghadap produk. ② Kedap lembap: silika gel biru yang berubah menjadi merah muda (pink) sudah jenuh dan wajib diganti. ③ Kedap air bentuk atap di atas mesin disebut "シェッド張り". ④ Keselamatan: Gergaji bundar dilarang pakai sarung tangan benang (軍手); lepas selang udara saat memeriksa air nailer macet.

Poin penting


  • Angka peti kayu: Peti biasa ≤ 1.500 kg & ≤ 4 m / Penguat diagonal peti rangka = 45° (35°–55°), tiang tambahan ≥ 2/3 tiang samping / Paku perakitan = 2,5–3× tebal papan

  • Karantina, Karton & Palet: ISPM No.15 HT = inti kayu ≥ 56°C selama ≥ 30 menit / Palet T11 = 1.100×1.100 mm / Kotak 0201 = gelombang vertikal, lipat flap dalam dulu

  • Antikarat/Lembap & K3: Tanpa tangan telanjang, sisi kimia VCI menghadap produk / Silika gel biru jadi pink wajib ganti / Pemasangan Shed = kedap air atap / Gergaji bundar tanpa sarung tangan benang, lepas selang air nailer
KosakataArti
Peti kayu biasa (1.500 kg / 4 m) & Peti rangka kayu (diagonal 45°)
ISPM No.15 (HT: 56°C / 30 menit) & Palet T11 (1.100×1.100 mm)
Silika gel biru (kering) → Merah muda/pink (jenuh, ganti baru)

Pengemasan industri (peti kayu, karton, antikarat, antilembap, peredam, tanda)

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo