VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Ujian Nasional 介護福祉士 (Care Worker Bersertifikat)

Pemahaman tentang Demensia

Ujian Nasional 介護福祉士 (Care Worker Bersertifikat) · 介護福祉士国家試験(筆記) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Konsep Dasar Demensia, Undang-Undang Dasar Demensia, dan Pandangan Baru tentang Demensia

Demensia (dementia) mengacu pada kondisi di mana fungsi kognitif yang sebelumnya berkembang normal mengalami penurunan berkelanjutan akibat gangguan otak organik yang didapat, sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari dan kehidupan sosial.

Sebagai tahap perantara antara kondisi normal dan demensia, kondisi di mana terdapat penurunan kognitif seperti mudah lupa namun Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (ADL) dasar masih mandiri disebut Gangguan Kognitif Ringan (MCI).

Pada Januari 2024 (Reiwa 6), Undang-Undang Dasar Demensia untuk Mempromosikan Terwujudnya Masyarakat Inklusif mulai berlaku, yang secara tegas menyatakan terwujudnya masyarakat di mana penyandang demensia dapat hidup dengan harapan sambil menjaga martabatnya.

Undang-undang ini menekankan Pandangan Baru tentang Demensia: mengalami demensia bukan berarti tidak bisa melakukan apa-apa lagi, melainkan dengan pemahaman lingkungan sekitar dan penyesuaian lingkungan, seseorang dapat terus hidup menjadi dirinya sendiri di komunitas yang akrab.

Inisiatif komunitas juga terus dikembangkan, seperti Pertemuan Penyandang (tempat penyandang demensia berkumpul berbagi pengalaman dan harapan) serta Team Orange (di mana Dementia Supporter membentuk tim untuk memberikan pemantauan dan bantuan keluar rumah).

Poin penting


  • Demensia adalah penurunan berkelanjutan fungsi kognitif yang telah berkembang akibat gangguan otak didapat hingga mengganggu kehidupan

  • Gangguan Kognitif Ringan (MCI) adalah kondisi batas dengan penurunan sebagian fungsi kognitif namun kehidupan sehari-hari masih mandiri

  • UU Dasar Demensia (berlaku Jan 2024) mengusung Pandangan Baru tentang Demensia: hidup dengan martabat dan harapan
KosakataArti
Demensia (dementia)
Gangguan Kognitif Ringan (MCI)
Undang-Undang Dasar Demensia
Team Orange dan Pertemuan Penyandang

Membedakan dengan Lupa karena Penuaan, Delirium, Depresi Lansia, serta Skala Evaluasi

Pada lupa fisiologis akibat penuaan, seseorang melupakan sebagian pengalaman (seperti menu makan) dan sadar bahwa dirinya lupa; sebaliknya pada gangguan memori demensia, seseorang melupakan seluruh pengalaman (lupa bahwa sudah makan) dan kurang menyadarinya.

Delirium muncul secara mendadak (dalam hitungan jam hingga hari) dipicu oleh dehidrasi, infeksi, operasi, obat-obatan, atau perubahan lingkungan, ditandai dengan penurunan kesadaran dan perhatian, halusinasi, serta agitasi yang berfluktuasi tajam dalam sehari (memburuk di malam hari).

Depresi lansia sering dipicu oleh pengalaman kehilangan, menampilkan suasana hati tertekan, penurunan motivasi, hilang nafsu makan, insomnia, rasa menyalahkan diri yang kuat, serta variasi harian yang umumnya lebih buruk di pagi hari.

Selain itu, demensia yang dapat diobati dan pulih melalui bedah saraf atau pengobatan penyakit dalam meliputi Hematoma Subdural Kronis (pasca benturan kepala), Hidrosefalus Tekanan Normal (trias: gangguan jalan, inkontinensia urin, demensia), dan Hipotiroidisme.

Pemeriksaan skrining fungsi kognitif yang luas digunakan meliputi Skala Evaluasi Demensia Hasegawa Revisi (HDS-R, skor 20/30 ke bawah dicurigai demensia) dan MMSE (nilai batas 23/30 ke bawah, termasuk menyalin gambar).

Poin penting


  • Demensia melupakan seluruh pengalaman dan bersifat progresif, sedangkan delirium beronset mendadak, kesadaran kabur, dan fluktuasi harian

  • Ingat penyebab yang dapat diobati: Hematoma Subdural Kronis, Hidrosefalus Tekanan Normal, dan Hipotiroidisme

  • Nilai batas skrining: HDS-R adalah 20/30 poin ke bawah, sedangkan MMSE adalah 23/30 poin ke bawah
KosakataArti
Delirium (gangguan kesadaran, fluktuasi harian)
Hematoma subdural kronis dan Hidrosefalus tekanan normal
Skala Demensia Hasegawa Revisi (HDS-R)
MMSE (Mini-Mental State Examination)

Pemahaman Gejala Inti serta Gejala Perilaku dan Psikologis Demensia (BPSD)

Gejala demensia dibagi menjadi Gejala Inti (muncul langsung akibat kerusakan sel saraf otak) dan Gejala Perilaku dan Psikologis (BPSD, muncul secara sekunder dari interaksi gejala inti dengan kepribadian, kondisi fisik, lingkungan, dan hubungan antarmanusia).

Gejala inti utama adalah Gangguan Memori (terutama gangguan memori jangka pendek/baru, melupakan kejadian beberapa menit hingga hari lalu) dan Disorientasi (hilang orientasi secara berurutan: Waktu/Musim -> Tempat -> Orang).

Gejala inti juga mencakup Gangguan Fungsi Eksekutif (tidak mampu merencanakan dan menjalankan urutan tindakan), penurunan daya penilaian, serta Afasia, Apraksia, dan Agnosia akibat gangguan korteks serebri.

Di sisi lain, BPSD meliputi gejala perilaku (keluyuran/wandering, keinginan pulang, agitasi, kekerasan verbal/fisik, penolakan asuhan, perilaku tidak higienis, pica) dan gejala psikologis (cemas, gelisah, depresi, apatis, halusinasi, waham/delusi).

Misalnya, Waham Dicuri (lupa tempat menyimpan dompet lalu menuduh keluarga atau staf perawatan mencurinya) adalah salah satu BPSD; respons yang tepat adalah tidak menyangkal atau berdebat, melainkan menerima kecemasannya dan mencarinya bersama-sama.

Pemahaman Gejala Inti serta Gejala Perilaku dan Psikologis Demensia (BPSD)

Poin penting


  • Gejala inti meliputi gangguan memori, disorientasi (waktu -> tempat -> orang), gangguan fungsi eksekutif, serta afasia/apraksia/agnosia

  • BPSD muncul ketika ketidaknyamanan fisik (sembelit, dehidrasi) atau lingkungan/asuhan yang kurang tepat berinteraksi dengan gejala inti

  • Menghadapi waham dicuri atau keinginan pulang, jangan menyangkal melainkan berempati pada perasaan penyandang
KosakataArti
Gejala inti (Core symptoms)
Disorientasi
Gangguan fungsi eksekutif
BPSD (Gejala Perilaku dan Psikologis Demensia)

Penyebab dan Karakteristik Klinis Demensia Tipe Alzheimer dan Demensia Vaskular

Demensia tipe Alzheimer, penyebab demensia paling banyak, adalah penyakit neurodegeneratif di mana protein abnormal (beta-amiloid dan protein tau) menumpuk di otak, menyebabkan atrofi otak bertahap mulai dari Hipokampus (pusat memori), lobus temporal, dan lobus parietal hingga seluruh otak.

Tipe Alzheimer lebih banyak pada wanita, berkembang perlahan tanpa waktu onset yang jelas, dan ditandai dengan gangguan memori baru yang nyata sejak awal, disorientasi, waham dicuri, serta respons menutup-nutupi (konfabulasi/menyamarkan lupa).

Sebaliknya, Demensia Vaskular muncul akibat nekrosis jaringan otak karena gangguan serebrovaskular seperti infark otak atau perdarahan otak, dan relatif lebih banyak pada pria dengan risiko penyakit gaya hidup seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan merokok.

Demensia vaskular menunjukkan Progresivitas Bertahap (seperti anak tangga) yang memburuk setiap kali terjadi serangan serebrovaskular, serta ditandai Demensia Tidak Merata (patchy dementia) di mana daya penilaian dan kesadaran sakit tetap terjaga meski memori menurun berat.

Pada demensia vaskular juga sering tampak Inkontinensia Emosi (mudah menangis atau marah karena rangsangan kecil) serta gejala fisik sejak dini seperti hemiplegia, gangguan berjalan, disartria, disfagia, dan sering berkemih.

Poin penting


  • Tipe Alzheimer disebabkan penumpukan beta-amiloid dan atrofi hipokampus, berkembang perlahan dari gangguan memori baru

  • Demensia vaskular disebabkan stroke dsb., ditandai progresivitas bertahap, demensia tidak merata, dan inkontinensia emosi

  • Demensia vaskular sering disertai gejala neurologis sejak awal seperti kelumpuhan, gangguan jalan, dan gangguan menelan
KosakataArti
Demensia tipe Alzheimer (atrofi hipokampus)
Demensia vaskular
Progresivitas bertahap dan Demensia tidak merata
Inkontinensia emosi

Karakteristik Demensia Badan Lewy, Demensia Frontotemporal, dan Demensia Onset Dini

Demensia Badan Lewy adalah penyakit degeneratif di mana protein abnormal bernama badan Lewy berkumpul di korteks serebri dan batang otak; pada tahap awal gangguan memori kurang menonjol, namun tampak Fluktuasi Fungsi Kognitif (kondisi jernih dan kabur bergantian menurut hari atau jam).

Gejala utama tipe Badan Lewy meliputi Halusinasi Visual yang Nyata dan Spesifik (melihat jelas anak kecil, serangga, atau hewan kecil yang sebenarnya tidak ada), Gejala Parkinson (langkah pendek-pendek, kekakuan otot, mudah jatuh), serta Gangguan Perilaku Tidur REM (mengigau keras dan bergerak saat tidur).

Tipe Badan Lewy juga disertai gejala otonom (hipotensi ortostatik, sembelit) dan Hipersensitivitas terhadap Obat Antipsikotik, sehingga asuhan penting berfokus pada pencegahan jatuh serta mengatur pencahayaan/lingkungan tanpa langsung menyangkal halusinasi visualnya.

Demensia Frontotemporal (penyakit Pick dsb.) adalah atrofi terlokalisasi pada lobus frontal dan temporal depan; pada awalnya memori masih terjaga, namun muncul Disinhibisi dan Perilaku Antisosial (mengutil, menerobos lampu merah karena hilangnya rem rasional) serta Perubahan Kepribadian.

Selain itu, tipe frontotemporal menampilkan Perilaku Stereotipik (hidup seperti jadwal kereta, berjalan di rute yang sama pada jam yang sama setiap hari) dan perubahan perilaku makan (hanya suka makanan manis); ini juga penyebab penting Demensia Onset Dini (onset di bawah usia 65 tahun, banyak pada pria, dengan tantangan mempertahankan pekerjaan dan ekonomi).

Karakteristik Demensia Badan Lewy, Demensia Frontotemporal, dan Demensia Onset Dini

Poin penting


  • Tipe Badan Lewy ditandai fluktuasi kognitif, halusinasi visual nyata, gejala Parkinson, dan gangguan perilaku tidur REM

  • Tipe Frontotemporal akibat atrofi lobus frontal/temporal memunculkan disinhibisi, perubahan kepribadian, dan perilaku stereotipik terjadwal

  • Pada Demensia Onset Dini (<65 tahun), kelanjutan kerja, dukungan ekonomi, dan koordinasi dengan Koordinator Dukungan Demensia Onset Dini sangat penting
KosakataArti
Demensia Badan Lewy (halusinasi visual, parkinsonisme)
Gangguan perilaku tidur REM
Demensia Frontotemporal (disinhibisi, perilaku stereotipik)
Demensia Onset Dini (onset di bawah usia 65 tahun)

Person-Centered Care dan Teknik Perawatan Demensia Spesialis

Person-Centered Care yang digagas psikolog Inggris Tom Kitwood adalah filosofi menghormati penyandang demensia sebagai Satu Pribadi Manusia (Person), memahami, dan memberikan perawatan dari sudut pandang serta posisi orang tersebut.

Kitwood menggambarkan kebutuhan psikologis penyandang demensia sebagai lima kelopak bunga dengan Cinta Kasih (Love) sebagai pusatnya: Kenyamanan (Comfort), Identitas Diri (Identity), Keterikatan (Attachment), Keterlibatan Aktivitas (Occupation), dan Inklusi/Kebersamaan (Inclusion).

Humanitude yang dikembangkan di Prancis adalah teknik perawatan komprehensif melalui persepsi, emosi, dan bahasa yang menggabungkan 4 pilar—Melihat, Berbicara, Menyentuh, dan Berdiri—untuk menyampaikan pesan Saya menghargai Anda.

Validation yang disistematisasi pekerja sosial Amerika Naomi Feil adalah teknik yang tidak menyangkal melainkan mengakui secara empatik emosi dan kebutuhan masa lalu yang belum terselesaikan di balik ucapan/perilaku bingung penyandang, mendorong ekspresi emosi melalui mendengarkan aktif, pengulangan (rephrasing), dan mirroring.

Selain itu, Terapi Kenangan (Reminiscence) yang digagas psikiater Butler menggunakan foto lama atau peralatan masa lalu untuk berbincang menyenangkan tentang pengalaman nostalgia, guna mencapai stabilitas mental, pemulihan harga diri, dan aktivasi komunikasi.

Person-Centered Care dan Teknik Perawatan Demensia Spesialis

Poin penting


  • Person-Centered Care Kitwood menempatkan Cinta Kasih di pusat 5 kebutuhan psikologis (kenyamanan, identitas, keterikatan, keterlibatan, inklusi)

  • Humanitude adalah metode perawatan yang menggunakan 4 pilar: Melihat, Berbicara, Menyentuh, dan Berdiri

  • Validation Feil berfokus pada pengakuan emosi, sedangkan Terapi Kenangan Butler menstabilkan emosi melalui mengenang masa lalu
KosakataArti
Person-Centered Care (Tom Kitwood)
Humanitude (Melihat - Berbicara - Menyentuh - Berdiri)
Teknik Validation (Naomi Feil)
Terapi Kenangan / Reminiscence (Robert Butler)

Dukungan Pengambilan Keputusan, Terapi Obat, dan Dukungan Lingkungan bagi Penyandang Demensia

Pedoman Dukungan Pengambilan Keputusan dalam Kehidupan Sehari-hari dan Sosial bagi Penyandang Demensia dari Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang menegaskan prinsip bahwa meskipun fungsi kognitif menurun, penyandang tetap memiliki kehendak, sehingga dukungan harus berawal dari kehendak tersebut bersama tim multidisiplin dan keluarga.

Dukungan pengambilan keputusan dilakukan melalui 3 proses: menata lingkungan manusia dan fisik untuk Mendukung Pembentukan Kehendak, menggunakan kata-kata mudah dipahami, foto, atau benda nyata untuk Mendukung Penyampaian Kehendak, serta mengacu pada riwayat hidup dan nilai-nilai pribadi untuk Mendukung Perwujudan Kehendak.

Dalam terapi obat untuk memperlambat progresivitas demensia, digunakan obat antidemensia seperti inhibitor kolinesterase (donepezil, galantamine, rivastigmine: perhatikan mual, diare, bradikardia) dan antagonis reseptor NMDA (memantine: perhatikan pusing, kantuk).

Terhadap BPSD, Terapi Non-Farmakologis—meninjau kembali ketidaknyamanan fisik (sembelit, nyeri, dehidrasi) dan ketidakcocokan lingkungan—adalah pilihan utama; bila obat psikotropika digunakan, staf harus mengamati efek samping seperti sedasi berlebihan, sempoyongan, jatuh, dan penurunan fungsi menelan.

Sebagai penataan lingkungan tempat tinggal (dukungan lingkungan), mempertahankan perabot akrab agar terhindar dari perubahan lingkungan mendadak, memasang tulisan atau gambar pada pintu toilet, melepas tirai penghalang agar mudah terlihat, dan memperjelas kontras warna antara kloset, lantai, serta pegangan tangan sangat efektif.

Poin penting


  • Dukungan pengambilan keputusan dilakukan melalui 3 proses: Dukungan Pembentukan Kehendak -> Dukungan Penyampaian Kehendak -> Dukungan Perwujudan Kehendak

  • Dalam merespons BPSD, Terapi Non-Farmakologis (penyesuaian lingkungan dan peninjauan cara perawatan) menjadi prioritas utama

  • Dalam dukungan lingkungan, menjaga lingkungan akrab, simbol gambar di toilet, dan penyesuaian kontras warna sangat efektif
KosakataArti
Pedoman Dukungan Pengambilan Keputusan
Obat antidemensia (donepezil, memantine, dll.)
Terapi non-farmakologis
Dukungan lingkungan (kontras warna, visibilitas)

Dukungan Pelaku Rawat Keluarga dan Sistem Dukungan Demensia di Komunitas

Keluarga yang merawat penyandang demensia mudah mengalami kelelahan fisik dan mental akibat kecemasan akan masa depan dan kurang tidur karena perawatan malam hari, sehingga mendengarkan dengan empati jerih payah keluarga serta memberikan dukungan pengurangan beban perawatan sangatlah mutlak.

Staf perawatan mendorong pemanfaatan Respite Care (perawatan istirahat sementara seperti rawat inap jangka pendek atau perawatan multifungsi skala kecil) agar keluarga dapat beristirahat, serta partisipasi dalam Kafe Demensia tempat penyandang, keluarga, warga lokal, dan profesional berkumpul santai untuk berkonsultasi.

Sebagai sistem koordinasi medis dan perawatan di daerah, Tim Dukungan Intensif Tahap Awal Demensia—yang ditempatkan di Pusat Dukungan Komprehensif Komunitas—terdiri dari berbagai profesional yang mengunjungi rumah warga terduga demensia tahap awal yang belum terhubung ke layanan medis atau perawatan.

Selain itu, Pusat Medis Penyakit Demensia (institusi medis spesialis yang ditunjuk prefektur atau kota besar) mengemban tugas diagnosis banding, perawatan akut BPSD dan komplikasi fisik, serta konsultasi medis khusus.

Lebih lanjut, setiap pemerintah kotamadya menyusun dan mempublikasikan Alur Perawatan Demensia (Dementia Care Path) yang menunjukkan kapan, di mana, dan layanan medis/perawatan apa yang dapat diterima sesuai tahap perkembangan demensia, guna menopang kehidupan di seluruh komunitas.

Poin penting


  • Dukungan keluarga mengutamakan pemanfaatan Respite Care (istirahat sementara), Kafe Demensia, dan asosiasi keluarga (peer support)

  • Tim Dukungan Intensif Tahap Awal Demensia mengunjungi rumah secara multidisiplin untuk menghubungkan penyandang sejak dini ke layanan medis dan perawatan

  • Pusat Medis Penyakit Demensia menangani diagnosis banding/akut, sedangkan Dementia Care Path menunjukkan panduan layanan sesuai tahapan
KosakataArti
Kafe Demensia (Dementia Cafe)
Tim Dukungan Intensif Tahap Awal Demensia
Pusat Medis Penyakit Demensia
Alur Perawatan Demensia (Dementia Care Path)

Referensi resmi