VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Sertifikat Besi Tulangan 鉄筋技能士 (teori Kelas 1/2)

Metode Pelaksanaan (Pabrikasi, Pembesian, Penjangkaran & Sambungan, Las Tekan Gas, Jadwal Kerja)

Sertifikat Besi Tulangan 鉄筋技能士 (teori Kelas 1/2) · 技能検定「鉄筋施工」1級・2級 学科 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Prinsip Pemotongan & Pembengkokan Tulangan, Standar Kait, dan Toleransi

Saat memotong besi dengan bar cutter elektrik, masukkan besi jauh ke bagian dalam pisau dan tahan tegak lurus dengan stopper. Untuk ujung besi sambungan las tekan gas, permukaannya harus dipotong siku dan diratakan.

Pembengkokan besi tulangan wajib dilakukan pada suhu ruang ('pengerjaan dingin / cold working') karena pemanasan menurunkan kekuatan baja; meluruskan kembali besi yang sudah dibengkokkan dilarang. Toleransi ukuran pabrikasi umumnya adalah '±5 mm'.

Diameter dalam bengkokan kait (90°, 135°, 180°) untuk besi ulir SD295/SD345 adalah: D16 ke bawah minimal '3d', D19–D25 minimal '4d', dan D29–D41 minimal '5d'. Untuk bengkokan 90° tulangan utama kolom/balok D25 ke bawah minimal 4d.

Panjang ekor lurus kait setelah lengkungan adalah: 'kait 180° minimal 4d', 'kait 135° minimal 6d', dan 'kait 90° minimal 8d (khusus kait angkur 90° tulangan utama kolom/balok minimal 12d)'.

Prinsip Pemotongan & Pembengkokan Tulangan, Standar Kait, dan Toleransi

Poin penting


  • Pembengkokan wajib secara dingin (cold working), dilarang dibengkokkan balik, dan toleransi ukuran pabrikasi ±5 mm

  • Diameter dalam bengkokan kait SD295/SD345: D16 ke bawah ≥ 3d, D19–D25 ≥ 4d, D29 ke atas ≥ 5d

  • Panjang ekor lurus kait: kait 180° ≥ 4d, kait 135° ≥ 6d, kait 90° ≥ 8d (angkur 90° tulangan utama kolom/balok ≥ 12d)
KosakataArti
pengerjaan dingin (cold working) dan larangan bengkok balik
toleransi ukuran pabrikasi (±5 mm)
diameter dalam bengkokan (3d, 4d, 5d)
ekor lurus kait (4d, 6d, 8d, 12d)

Jarak Bersih Antar Tulangan (Aki), Tebal Selimut Beton, dan Penempatan Spacer

Jarak bersih terpendek antar permukaan besi tulangan yang sejajar disebut 'jarak bersih tulangan (aki)'. Jarak bersih yang cukup diperlukan agar adukan beton dapat mengalir mengisi seluruh celah tanpa keropos (honeycomb).

Berdasarkan Spesifikasi Standar Bangunan Publik dan JASS 5, jarak bersih minimum antar tulangan utama kolom dan balok diambil nilai terbesar dari tiga syarat: '① minimal 25 mm', '② minimal 1,5 kali diameter nominal d', dan '③ minimal 1,25 kali ukuran maksimum agregat kasar'.

'Tebal selimut beton (kaburi atsusa)' adalah jarak terpendek dari permukaan besi terluar ke permukaan beton. Dalam pelaksanaan digunakan 'selimut beton desain' yang menambahkan toleransi sekitar 10 mm di atas batas minimum Pasal 79 (20, 30, 40, atau 60 mm).

Berdasarkan Tabel 5.3.7 Spesifikasi Standar Bangunan Publik, pada dasar fondasi dan bawah balok induk wajib dipasang 'spacer beton/mortar atau spacer baja' dengan jarak sekitar 1,5 m (termasuk di dekat ujung); pada pelat lantai dan atap (tulangan atas dan bawah) spacer dipasang dengan jarak 'sekitar 0,9 m', sedangkan pada dinding dan sengkang kolom digunakan 'spacer plastik tipe donat'.

Poin penting


  • Jarak bersih tulangan utama minimal diambil nilai terbesar dari: 25 mm, 1,5d, atau 1,25 kali ukuran maksimum agregat kasar

  • Berdasarkan Tabel 5.3.7 Spesifikasi Standar Bangunan Publik, spacer dasar balok dipasang dengan jarak ~1,5 m, sedangkan spacer pelat lantai dipasang setiap '~0,9 m'

  • Dinding dan sengkang kolom memakai spacer plastik tipe donat untuk menjaga selimut terhadap bekisting samping
KosakataArti
jarak bersih tulangan (25 mm, 1,5d, 1,25x agregat maksimum)
tebal selimut beton desain dan minimum
spacer beton dan spacer baja
spacer plastik tipe donat

Standar Panjang Penjangkaran (Anchorage) dan Sambungan Lewatan

Panjang penanaman besi tulangan ke dalam komponen penumpu untuk menyalurkan tegangan disebut 'panjang penjangkaran (teichaku nagasa)', yang dibedakan atas 'penjangkaran lurus L1' dan 'penjangkaran berkait L2' sesuai mutu baja dan kuat tekan beton Fc.

Semakin tinggi mutu baja tulangan maka panjang penjangkaran yang dibutuhkan semakin panjang; sebaliknya semakin tinggi kuat tekan beton Fc maka panjang yang dibutuhkan semakin pendek. Berdasarkan Tabel 5.3.4 Spesifikasi Standar Bangunan Publik, untuk besi ulir umum SD345 pada beton normal Fc21, panjang penjangkaran lurus L1 adalah 'minimal 45d' dan penjangkaran berkait L2 adalah 'minimal 35d' (untuk SD295A pada Fc21, L1 = 40d dan L2 = 30d).

Saat tulangan utama balok induk diangkurkan dengan bengkokan 90° ke dalam kolom, 'panjang penjangkaran proyeksi mendatar' dari muka kolom ke sisi luar bengkokan harus minimal '3/4 (0,75 kali) tinggi penampang kolom'. Adapun tulangan bawah pelat lantai yang diangkur lurus ke balok harus minimal '10d dan 150 mm'.

Sambungan lewatan (lap splice) ditempatkan pada daerah tegangan kecil dan dipasang berselang-seling (zig-zag). Besi tulangan berdiameter besar 'D35 ke atas' (D35, D38, D41) pada prinsipnya dilarang menggunakan sambungan lewatan.

Poin penting


  • Berdasarkan Tabel 5.3.4 Spesifikasi Standar Bangunan Publik, panjang penjangkaran lurus L1 untuk SD345 pada beton normal Fc21 adalah 'minimal 45d' (L2 berkait minimal 35d)

  • Penjangkaran proyeksi mendatar tulangan utama balok ke kolom ≥ 3/4 tinggi kolom; tulangan bawah pelat ke balok ≥ 10d dan ≥ 150 mm

  • Tulangan D35 ke atas dilarang disambung lewatan; sambungan lewatan tulangan pinggang balok (harakin) sekitar 150 mm
KosakataArti
panjang penjangkaran lurus L1 dan berkait L2
panjang penjangkaran proyeksi mendatar (≥ 3/4 tinggi kolom)
penjangkaran tulangan bawah pelat (≥ 10d dan ≥ 150 mm)
larangan sambungan lewatan untuk D35 ke atas

Pembesian Fondasi, Balok Fondasi (Sloof), dan Perkuatan Lubang Inspeksi

Tulangan dasar fondasi telapak tunggal menahan reaksi tanah dari bawah sehingga sisi bawah mengalami tarik. Pada fondasi telapak persegi panjang, tulangan 'arah sisi panjang' memiliki momen lentur lebih besar sehingga dipasang di lapis paling bawah, sedangkan arah sisi pendek di atasnya.

Pada fondasi tiang (pile cap), kepala tiang ditanam masuk sekitar 100 mm dari dasar pile cap, dan tulangan dasar fondasi dipasang melewati 'bagian atas kepala tiang'. Di atas lantai kerja, tebal selimut beton minimum fondasi 60 mm (desain 70 mm) wajib dijaga.

Balok fondasi (FG) umumnya tinggi sehingga selain tulangan utama dan sengkang dipasang pula 'tulangan pinggang (harakin)' di sisi samping dan 'tulangan pengikat lebar (habadomekin)'. Panjang sambungan lewatan tulangan pinggang (harakin) adalah 'sekitar 150 mm'.

Apabila terdapat 'lubang lewat orang (jintsūkō)' atau lubang pipa pada balok fondasi, wajib dipasang tulangan perkuatan khusus di atas, bawah, samping, dan diagonal keempat sudut lubang untuk mencegah retak geser.

Poin penting


  • Pada fondasi telapak persegi panjang, tulangan arah panjang dipasang di bawah; pada pile cap, tulangan dasar berada di atas kepala tiang

  • Sambungan lewatan tulangan pinggang (harakin) sekitar 150 mm dan dilengkapi pengikat lebar (habadomekin)

  • Lubang inspeksi (jintsūkō) pada balok fondasi wajib diberi tulangan perkuatan keliling dan diagonal
KosakataArti
tulangan dasar fondasi telapak (base-kin)
penanaman kepala tiang pada pile cap
tulangan pinggang (harakin) dan pengikat lebar (habadomekin)
perkuatan lubang lewat orang (jintsūkō) pada balok fondasi

Pembesian Kolom & Balok (Pertemuan Balok-Kolom, Tulangan 2 Lapis, Spiral)

Pada kolom, sengkang (obikin) dipasang mengelilingi tulangan utama kolom dengan kait 135° ke dalam beton inti. Untuk 'tulangan spiral', sambungan lewatan harus minimal '1,5 lilitan dan minimal 300 mm', serta diberi 1,5 lilitan ekstra di ujung atas dan bawah.

Pada pertemuan kolom dan balok induk (joint), aturannya adalah 'tulangan utama balok induk harus masuk di sebelah dalam tulangan utama kolom'. Pada persilangan dua balok induk, tulangan atas salah satu balok lewat di bawah tulangan atas balok lainnya.

Pada pertemuan balok anak (B) dan balok induk (G), karena beban balok anak ditumpu oleh balok induk, maka 'tulangan utama atas balok anak wajib diletakkan menumpu di atas tulangan utama atas balok induk'.

Bila tulangan utama balok dipasang dua lapis (nidankin), di antara lapis pertama dan kedua disisipkan 'besi ganjal lapis (makurakin)' untuk menjaga jarak bersih. Tulangan lapis kedua yang dihentikan di tengah bentang (cut-off bar) harus mengikuti ukuran panjang dari muka kolom sesuai gambar struktur.

Pembesian Kolom & Balok (Pertemuan Balok-Kolom, Tulangan 2 Lapis, Spiral)

Poin penting


  • Sambungan lewatan tulangan spiral minimal 1,5 lilitan dan 300 mm, dengan 1,5 lilitan ekstra di kedua ujung

  • Tulangan utama balok induk dipasang di sisi dalam tulangan utama kolom; tulangan utama balok anak menumpu di atas tulangan utama balok induk

  • Besi ganjal (makurakin) dipasang di antara tulangan utama balok lapis 1 dan lapis 2
KosakataArti
tulangan spiral (≥ 1,5 lilitan dan ≥ 300 mm)
hubungan kolom-balok dan persilangan balok induk-anak
tulangan dua lapis (nidankin) dan besi ganjal (makurakin)
tulangan cut-off dan tulangan bengkok (bent-up)

Pembesian Pelat Lantai, Dinding, Tangga, dan Perkuatan Bukaan

Pada pelat lantai persegi panjang yang ditumpu keempat sisinya, 'arah bentang pendek' menerima momen lentur lebih besar sehingga menjadi tulangan utama (shukin), sedangkan 'arah bentang panjang' menjadi tulangan bagi (hairyokukin). Oleh karena itu tulangan utama arah pendek dipasang di sisi paling luar (paling bawah pada lapis bawah, paling atas pada lapis atas).

Pola pemasangan tulangan pelat yang menyelingi batang lurus dan batang bengkok secara bergantian disebut 'pemasangan selang-seling (chidori haikin)'. Untuk menyangga ketinggian tulangan atas pelat digunakan kaki ayam / bar chair.

Dinding RC memiliki tipe 'tulangan tunggal (single)' dan 'tulangan rangkap dua lapis (double)'; pada dinding dua lapis wajib dipasang 'besi pengikat lebar (habadomekin)' untuk menjaga jarak antar kedua jaring tulangan.

Pada bukaan jendela, pintu, atau lubang utilitas di dinding dan pelat, wajib dipasang tulangan perkuatan vertikal, horizontal, serta 'tulangan diagonal di keempat sudut bukaan'. Tulangan perkuatan bukaan dinding standar menggunakan besi ulir 'D13 ke atas'.

Poin penting


  • Pada pelat persegi panjang: arah pendek adalah tulangan utama dan dipasang di sisi terluar (paling bawah di jaring bawah, paling atas di jaring atas)

  • Dinding dengan tulangan dua lapis (double) wajib diberi pengikat jarak (habadomekin)

  • Sekeliling dan keempat sudut bukaan dinding wajib diberi tulangan perkuatan dari besi ulir 'D13 ke atas'
KosakataArti
arah bentang pendek (tulangan utama) dan arah panjang (tulangan bagi)
pemasangan selang-seling (chidori) dan bar chair (kaki ayam)
tulangan satu lapis (single) dan dua lapis (double)
tulangan perkuatan bukaan (tulangan diagonal sudut, D13 ke atas)

Metode Sambungan Las Tekan Gas serta Standar Pemeriksaan Visual & Ultrasonik

'Las tekan gas (gas pressure welding)' adalah metode penyambungan padat dengan menekan kedua ujung besi secara aksial memakai pompa hidrolik sambil dipanaskan sekitar 1200–1300°C dengan nyala oksigen-asetilena. Pekerja wajib memiliki sertifikat Pelatihan Keterampilan Las Gas dan lisensi juru las tekan.

Sebelum pengelasan, permukaan ujung besi digerinda siku dan rata sehingga celah antar ujung maksimal '2 mm'. Pada tahap awal digunakan 'nyala reduksi (kangen-en)' hingga celah tertutup agar ujung besi tidak teroksidasi, kemudian digunakan 'nyala netral (chūsei-en)'.

Standar dimensi gelembung las (bulge) yang baik adalah: ① diameter gelembung minimal '1,4d', ② panjang gelembung minimal '1,1d', ③ pergeseran puncak gelembung maksimal '1/4d', ④ eksentrisitas sumbu batang maksimal '1/5d (0,2d)', dan ⑤ sudut bengkok maksimal '2°' (menggunakan diameter d yang lebih kecil jika beda ukuran).

Pemeriksaan meliputi pemeriksaan visual 100% pada seluruh titik dan uji ultrasonik (atau uji tarik) per lot. Cacat parah seperti retak, terbakar, atau eksentrisitas berlebih wajib dipotong dan dilas ulang.

Metode Sambungan Las Tekan Gas serta Standar Pemeriksaan Visual & Ultrasonik

Poin penting


  • Celah ujung besi sebelum las tekan gas ≤ 2 mm; pemanasan awal memakai nyala reduksi lalu dilanjutkan nyala netral

  • Diameter gelembung las ≥ 1,4d, panjang ≥ 1,1d, eksentrisitas sumbu ≤ 1/5d, dan pergeseran puncak ≤ 1/4d

  • Wajib dilakukan pemeriksaan visual 100% dan uji ultrasonik; sambungan yang retak atau terbakar wajib dipotong
KosakataArti
celah ujung besi (≤ 2 mm), nyala reduksi, dan nyala netral
diameter gelembung (≥ 1,4d) dan panjang gelembung (≥ 1,1d)
eksentrisitas sumbu (≤ 1/5d) dan pergeseran puncak (≤ 1/4d)
pemeriksaan visual 100% dan uji ultrasonik

Sambungan Mekanis, Metode Perakitan Awal (Sakigumi), dan Pemeriksaan Pembesian

'Sambungan mekanis (mechanical splice)' menyambung besi tulangan secara mekanis menggunakan selongsong coupler, tidak terpengaruh cuaca dan cocok untuk besi diameter besar. Jenis utamanya meliputi sistem penguncian torsi ulir (torque-locked) dan sistem selongsong isi mortar mutu tinggi.

Pada sambungan mekanis tipe torsi, ujung besi diberi tanda batas masuk (marking), lalu coupler dan mur pengunci dikencangkan menggunakan kunci torsi (torque wrench) hingga mencapai nilai torsi standar.

Metode merakit tulangan kolom atau balok menjadi sangkar di pabrik atau di permukaan tanah lalu mengangkatnya dengan crane ke posisi struktur disebut 'metode perakitan awal tulangan (sakigumi kōhō)'. Metode ini meningkatkan keselamatan kerja dan mempercepat jadwal.

Pada 'pemeriksaan pembesian (haikin kensa)' sebelum bekisting ditutup, diperiksa mutu baja, diameter, jumlah, jarak, selimut beton, penjangkaran/sambungan, dan spacer. Karat mengelupas (uki-sabi) dan minyak wajib dibersihkan dengan sikat kawat.

Poin penting


  • Sambungan mekanis mencakup tipe kunci torsi dan tipe isi mortar; periksa tanda kedalaman masuk dan torsi pengencangan

  • Metode perakitan awal (sakigumi) merakit sangkar tulangan di bawah lalu diangkat dengan crane untuk keselamatan dan efisiensi waktu

  • Bersihkan karat mengelupas (uki-sabi) dan pasang papan pijakan (ayumi-ita) saat pengecoran pelat lantai
KosakataArti
sambungan mekanis (tipe kunci torsi dan isi mortar)
tanda kedalaman masuk dan kunci torsi (torque wrench)
metode perakitan awal tulangan (sakigumi kōhō)
pemeriksaan pembesian dan pembersihan karat mengelupas

Rencana Pelaksanaan, Jadwal Kerja (Critical Path), dan Perhitungan Hari-Orang

Empat pilar utama manajemen konstruksi (QCDS) adalah Manajemen Mutu (Quality), Manajemen Biaya (Cost), Manajemen Waktu/Jadwal (Delivery), dan Manajemen Keselamatan (Safety). Sebelum pekerjaan pembesian dimulai, disusun rencana pelaksanaan kerja.

Pada jadwal kerja, diagram yang menampilkan daftar pekerjaan pada sumbu vertikal dan waktu pada sumbu mendatar dengan garis batang horizontal disebut 'diagram batang (bar chart)'. Diagram ini mudah dibuat dan memperlihatkan durasi tiap pekerjaan secara jelas.

Sebaliknya, diagram yang menggunakan lingkaran titik kejadian (event) dan panah kegiatan (activity) untuk menunjukkan urutan ketergantungan antar pekerjaan disebut 'jadwal jaringan (network schedule)'. Jalur terpanjang dari awal hingga akhir yang memiliki waktu luang (float) nol disebut 'jalur kritis (critical path)'; keterlambatan pada jalur ini langsung menunda penyelesaian proyek.

Dalam perhitungan tenaga kerja (man-day): Total Volume (ton) = Produktivitas 1 orang per hari (ton/orang·hari) × Jumlah pekerja × Jumlah hari kerja. Contohnya, bila 1 pekerja merakit 0,8 ton/hari, untuk menyelesaikan 24 ton dalam 5 hari diperlukan 24 ÷ (0,8 × 5) = 6 pekerja per hari.

Poin penting


  • Empat pilar manajemen konstruksi (QCDS) adalah Mutu, Biaya, Jadwal, dan Keselamatan; jadwal bergaris mendatar disebut bar chart

  • Pada network schedule, jalur terpanjang dengan waktu luang nol disebut 'critical path (jalur kritis)'

  • Perhitungan tenaga kerja: Total hari-orang = Total volume pekerjaan ÷ Produktivitas 1 pekerja per hari
KosakataArti
empat pilar manajemen (Mutu, Biaya, Jadwal, Keselamatan)
jadwal bar chart dan network schedule
jalur kritis (critical path / jalur terpanjang)
produktivitas kerja dan perhitungan hari-orang (man-day)

Metode Pekerjaan Besi Tulangan

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬