VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Perencanaan Produksi Kelas 3 生産管理プランニング (BC検定)

Pengendalian Kualitas (4 Kualitas, Statistik, QC 7 Tools, Inspeksi Sampling, ISO 9001)

Perencanaan Produksi Kelas 3 生産管理プランニング (BC検定) · ビジネス・キャリア検定 生産管理プランニング3級 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

1. 4 Kualitas (Kualitas yang Diminta, Desain, Manufaktur, Jaminan), Karakteristik Pengganti, dan PDCA

Kualitas produk dipahami mengikuti aliran aktivitas perusahaan sebagai 'Empat Kualitas': (1) Kualitas yang Diminta (Required Quality) yang dituntut pelanggan dan pasar; (2) Kualitas Desain (kualitas sasaran / nerai no hinshitsu) yang dituju sebagai target pada tahap perencanaan dan desain berdasarkan tuntutan tersebut; (3) Kualitas Manufaktur (kualitas hasil / kualitas kesesuaian / dekibae no hinshitsu) yang diproduksi secara nyata sesuai gambar desain; serta (4) Kualitas Jaminan (kualitas pasar) yang dijamin kepada pelanggan pada tahap penggunaan termasuk penjualan dan layanan purnajual.

Selain itu, kualitas tuntutan asli yang diinginkan konsumen seperti mudah dipakai, awet, enak dipakai menulis disebut Karakteristik Sejati (True Characteristic), tetapi karena sulit diukur dan dikendalikan secara langsung, karakteristik tersebut diterjemahkan ke dalam nilai terukur berupa angka seperti dimensi, kekerasan, atau kuat tarik yang disebut Karakteristik Pengganti (Substitute Characteristic).

Dalam pengendalian mutu di lapangan produksi, prinsip mutlaknya adalah 'Kualitas dibangun di dalam proses, bukan lewat inspeksi' serta 'Proses berikutnya adalah pelanggan (tidak menerima, tidak membuat, dan tidak meneruskan barang cacat)', sambil menekan variasi 4M: Man (manusia), Machine (mesin), Material (bahan), dan Method (metode).

Sehari-hari, lapangan mempertahankan mutu dengan memutar siklus SDCA (Standar S → Pelaksanaan D → Pemeriksaan C → Tindakan A) sesuai standar kerja, dan untuk peningkatan lebih lanjut atau pemecahan masalah diputarlah siklus PDCA (Rencana P → Pelaksanaan D → Pemeriksaan C → Tindakan A).

1. 4 Kualitas (Kualitas yang Diminta, Desain, Manufaktur, Jaminan), Karakteristik Pengganti, dan PDCA

Poin penting


  • Aliran 4 Kualitas: (1) Kualitas yang Diminta (kebutuhan pasar) → (2) Kualitas Desain (kualitas sasaran) → (3) Kualitas Manufaktur (kualitas hasil) → (4) Kualitas Jaminan (kualitas tahap penggunaan dan layanan).

  • Karakteristik Sejati = tuntutan asli pelanggan (misal: tahan banting) / Karakteristik Pengganti = nilai ukur berupa angka (kuat tarik, ukuran, dll.) untuk menjamin karakteristik sejati.

  • Mengendalikan variasi 4M (Manusia, Mesin, Material, Metode) serta memutar SDCA untuk pemertahanan dan PDCA untuk perbaikan guna membangun mutu di dalam proses.
KosakataArti
4 Kualitas (Kualitas yang diminta, Kualitas desain, Kualitas manufaktur, Kualitas jaminan)
Kualitas sasaran & Kualitas hasil, Karakteristik sejati & Karakteristik pengganti
Proses berikutnya adalah pelanggan
Siklus PDCA dan siklus SDCA

2. Jenis Data (Kontinu / Diskrit) dan Statistik Dasar (Rata-rata, Median, Rentang, Varians, Simpangan Baku)

Data kualitas terbagi menjadi dua jenis. Data nilai kontinu yang diukur menggunakan alat ukur seperti panjang (mm), berat (g), suhu (℃), atau waktu (detik) disebut Data Kontinu / Variabel (Keiryouchi), dan distribusinya terutama mengikuti Distribusi Normal.

Sebaliknya, data tidak kontinu yang dihitung per satuan (1 buah, 2 buah) disebut Data Diskrit / Atribut (Keisuuchi). Di dalam data diskrit, jumlah produk cacat (nonconforming units) atau rasio produk cacat mengikuti Distribusi Binomial, sedangkan jumlah titik cacat (defects) seperti goresan pada kain atau bintik cat mengikuti Distribusi Poisson.

Besaran statistik yang menunjukkan posisi pusat (nilai representatif) data meliputi: Nilai Rata-rata (Mean / x-bar) yaitu total seluruh data dibagi jumlah data n; Median (nilai tengah) yaitu nilai tepat di tengah saat data diurutkan dari terkecil (bila n genap, rata-rata dari 2 nilai tengah); serta Modus (Mode) yaitu nilai yang paling sering muncul.

Sementara itu, besaran statistik yang menunjukkan besarnya sebaran (variasi) data meliputi: Rentang (Range, R = Nilai Maksimum - Nilai Minimum), Jumlah Kuadrat Simpangan (S) yaitu jumlah dari kuadrat selisih tiap data terhadap rata-rata, Varians Tak Bias (V = S ÷ (n - 1)) yang membagi S dengan derajat bebas (n - 1), serta Simpangan Baku Sampel (Standar Deviasi, s = √V) yaitu akar kuadrat positif dari varians.

Poin penting


  • Data Kontinu (panjang, berat, suhu) → Distribusi Normal / Data Diskrit (jumlah hitungan) → Jumlah unit cacat mengikuti Distribusi Binomial, jumlah titik cacat mengikuti Distribusi Poisson.

  • Nilai pusat: Rata-rata (Mean) = Total ÷ n / Median = nilai tengah setelah diurutkan / Modus (Mode) = nilai dengan frekuensi terbanyak.

  • Ukuran sebaran: Rentang R = Maks - Min / Varians Tak Bias V = Jumlah Kuadrat Simpangan S ÷ (n - 1) / Simpangan Baku s = √V.

  • Contoh: 5 nilai pengukuran (7, 9, 11, 11, 12 mm) → Rata-rata (Mean) = (7 + 9 + 11 + 11 + 12) ÷ 5 = 10 mm, Median = 11 mm, Modus = 11 mm, Rentang R = 12 - 7 = 5 mm

  • Contoh: Dari 5 data yang sama (rata-rata 10 mm) → Jumlah kuadrat simpangan S = (7 - 10)² + (9 - 10)² + (11 - 10)² + (11 - 10)² + (12 - 10)² = 16, Varians tak bias V = 16 ÷ (5 - 1) = 4, Simpangan baku sampel s = √4 = 2 mm
KosakataArti
Data kontinu (Distribusi Normal) dan data diskrit (Distribusi Binomial / Poisson)
Rata-rata (Mean), nilai tengah (Median), dan modus (Mode)
Rentang (R) dan jumlah kuadrat simpangan (S)
Varians tak bias (V) dan simpangan baku / standar deviasi (s)

3. Karakteristik dan Penggunaan Grafik Statistik (Radar Chart, Z-Chart, dll.)

Untuk menyajikan data angka secara visual dan mudah dipahami, grafik statistik dipilih sesuai tujuannya. Untuk perbandingan besar-kecil kuantitas digunakan Grafik Batang (Bar Chart), sedangkan untuk melihat perubahan naik-turun (tren) seiring berjalannya waktu digunakan Grafik Garis (Line Chart).

Untuk menunjukkan rincian atau rasio komposisi (%) tiap item terhadap keseluruhan, Grafik Lingkaran (Pie Chart) dan Grafik Pita (Band Chart) sangat cocok; khususnya bila beberapa grafik pita disusun berderet secara vertikal, perubahan komposisi antar tahun atau antar pabrik terlihat jelas dalam sekali pandang.

Selain itu, grafik yang menempatkan beberapa item evaluasi (misal: 6 item P, Q, C, D, S, M atau tingkat keahlian multi-skill pekerja) pada sumbu memancar dari pusat untuk menampilkan keseimbangan menyeluruh dan titik lemah dalam bentuk poligon jaring laba-laba disebut Radar Chart (Grafik Jaring Laba-laba).

Lebih lanjut, grafik yang menggambar 3 garis penjualan atau produksi—(1) Angka bulanan (1 bulan), (2) Kumulatif bulanan, dan (3) Total tahunan bergerak (jumlah 12 bulan terakhir)—dalam satu bidang membentuk huruf Z guna menangkap fluktuasi jangka pendek sekaligus tren jangka panjang disebut Z-Chart.

Poin penting


  • Grafik Batang = perbandingan besar-kecil / Grafik Garis = tren deret waktu / Grafik Lingkaran & Pita = memahami rincian dan rasio komposisi (%).

  • Radar Chart (grafik jaring laba-laba) = cocok untuk membandingkan keseimbangan keseluruhan, kelebihan, dan kelemahan pada banyak item penilaian.

  • Z-Chart = memakai 3 garis (Bulanan, Kumulatif, Total Tahunan Bergerak) untuk memahami tren jangka panjang tanpa fluktuasi musiman serta tingkat pencapaian target.
KosakataArti
Grafik batang, grafik garis, grafik lingkaran, dan grafik pita
Radar Chart (grafik jaring laba-laba)
Z-Chart (bulanan, kumulatif, dan total tahunan bergerak)

4. Tujuh Alat QC (QC 7 Tools) (1) (Diagram Pareto, Diagram Sebab-Akibat, Check Sheet, Stratifikasi)

Metode dasar untuk mengolah dan menganalisis data angka di lapangan adalah QC 7 Tools (Tujuh Alat QC). Alat ke-1 Diagram Pareto menggabungkan grafik batang yang mengurutkan jumlah kejadian atau nilai kerugian per item/penyebab cacat dari terbesar hingga terkecil dengan grafik garis rasio kumulatif (%), guna memperjelas masalah prioritas mana yang harus ditangani terlebih dahulu.

Alat ke-2 Diagram Sebab-Akibat menempatkan akibat berupa karakteristik (misal masalah cacat) di ujung kanan tulang punggung lalu menyusun faktor penyebab (seperti 4M) secara sistematis ke dalam tulang besar, tulang sedang, dan tulang kecil; karena bentuknya menyerupai kerangka ikan, diagram ini disebut juga Fishbone Chart (Diagram Tulang Ikan).

Alat ke-3 Check Sheet (Lembar Periksa) adalah tabel yang telah dicetak sebelumnya dengan daftar item agar pencatatan data menjadi mudah serta mencegah kelupaan saat rekapitulasi maupun inspeksi (terdiri atas check sheet pencatatan data dan check sheet pemeriksaan/konfirmasi).

Alat ke-4 Stratifikasi (Pengelompokan) adalah cara berpikir untuk tidak menggabungkan begitu saja seluruh data yang terkumpul, melainkan mengelompokkannya ke dalam lapisan/grup (strata) berdasarkan ciri bersama—seperti per pemasok bahan, per nomor mesin, per pekerja, atau per shift siang/malam—lalu membandingkannya guna mengungkap penyebab asli variasi (dipakai bersama histogram atau diagram pencar).

Poin penting


  • Diagram Pareto = grafik batang per item (menurun) + grafik garis rasio kumulatif (%), untuk menetapkan tema perbaikan prioritas utama.

  • Diagram Sebab-Akibat (Diagram Tulang Ikan) = menyusun secara sistematis hubungan sebab-akibat antara Hasil (karakteristik) dan Penyebab (faktor 4M).

  • Stratifikasi = memisahkan data ke dalam grup (lapisan) per mesin, lot bahan, atau pekerja untuk dibandingkan dan menemukan penyebab perbedaan.

  • Contoh: Total cacat 100 kasus (Peringkat 1: cacat dimensi 50, Peringkat 2: goresan tampilan 30, lainnya: 20) → Rasio kumulatif 2 item teratas pada diagram Pareto = (50 + 30) ÷ 100 × 100 = 80%
KosakataArti
Diagram Pareto (orientasi prioritas dan analisis ABC)
Diagram Sebab-Akibat (Diagram Tulang Ikan / Fishbone Chart)
Check Sheet (lembar periksa pencatatan dan pemeriksaan)
Stratifikasi (perbandingan pengelompokan data)

5. Tujuh Alat QC (QC 7 Tools) (2) (Bentuk Histogram, Diagram Pencar, Peta Kendali)

Alat ke-5 Histogram (peta distribusi frekuensi) membagi rentang data kontinu ke dalam beberapa interval (kelas) lalu menampilkan jumlah data (frekuensi) di tiap interval sebagai balok vertikal untuk melihat posisi pusat, bentuk sebaran, dan kelonggaran terhadap batas spesifikasi.

Mengenai bentuk histogram, selain Tipe Umum (tipe normal simetris kiri-kanan) saat proses normal, terdapat Tipe Gigi Sisir yang muncul bila lebar kelas bukan kelipatan bulat dari skala alat ukur, serta Tipe Tebing Curam yang terpotong tegak di satu sisi ketika barang di luar spesifikasi telah disortir dan dibuang.

Selain itu terdapat Tipe Dataran Tinggi (Plateau) akibat tercampurnya beberapa lot dengan rata-rata sedikit berbeda; Tipe Pulau Terpencil akibat masuknya sedikit data abnormal atau salah ukur; dan Tipe Dua Puncak (Bimodal) akibat tercampurnya produk dari 2 mesin atau 2 pemasok bahan yang berbeda rata-ratanya (tipe dataran tinggi dan dua puncak perlu dipisahkan dengan Stratifikasi).

Alat ke-6 Diagram Pencar (Scatter Diagram) memplot pasangan 2 variabel (misal: suhu pembakaran x dan kekerasan y) pada sumbu vertikal dan horizontal untuk meneliti hubungan korelasi (korelasi positif = miring naik ke kanan, korelasi negatif = miring turun ke kanan, atau tidak berkorelasi) di antara keduanya.

Alat ke-7 Peta Kendali (Control Chart) menilai secara deret waktu apakah proses berada dalam kondisi stabil atau dipengaruhi penyebab abnormal dengan menarik Garis Batas Kendali Atas (UCL) dan Garis Batas Kendali Bawah (LCL) selebar 3 kali simpangan baku (±3σ) di atas dan bawah Garis Tengah (CL).

Pada peta kendali, proses dinilai abnormal bukan hanya ketika titik keluar dari garis batas kendali, tetapi juga bila berada di dalam batas namun membentuk Run (7–9 titik atau lebih berderet di satu sisi garis tengah), Tren (naik atau turun terus-menerus), atau Periodisitas (siklus berulang).

5. Tujuh Alat QC (QC 7 Tools) (2) (Bentuk Histogram, Diagram Pencar, Peta Kendali)

Poin penting


  • Bentuk Histogram: Tipe Tebing Curam = hasil sortir buang barang di luar spesifikasi / Tipe Dua Puncak = tercampurnya 2 mesin atau bahan berbeda rata-rata (perlu stratifikasi) / Tipe Pulau Terpencil = tercampur sedikit data asing atau salah ukur.

  • Diagram Pencar = melihat korelasi 2 variabel (x naik diikuti y naik miring kanan atas = korelasi positif; y turun miring kanan bawah = korelasi negatif).

  • Peta Kendali = menarik UCL dan LCL pada CL ± 3σ; proses dinilai abnormal bila ada titik di luar batas atau ada Run (deretan sepihak) / Tren meskipun di dalam batas.
KosakataArti
Histogram (tipe tebing curam, dua puncak, pulau terpencil, gigi sisir)
Diagram Pencar / Scatter Diagram (korelasi positif dan korelasi negatif)
Peta Kendali / Control Chart (UCL, CL, LCL: metode 3 sigma)
Penilaian abnormal peta kendali (di luar batas, Run, Tren)

6. Klasifikasi Inspeksi dan Inspeksi Sampling (Kurva OC, Risiko Produsen α, Risiko Konsumen β)

Inspeksi adalah membandingkan hasil pengukuran atau pengujian barang dengan kriteria penilaian untuk menentukan produk baik atau cacat pada tiap barang, atau lulus (diterima) atau ditolak pada suatu lot. Menurut tahapannya ada inspeksi penerimaan, inspeksi antarproses, dan inspeksi akhir; menurut metodenya ada inspeksi merusak, tak merusak, dan Inspeksi Sensorik (Organoleptik) dengan pancaindra manusia.

Menurut jumlah objeknya dibagi menjadi Inspeksi 100% (Total) dan Inspeksi Sampling (Petik Sampel). Komponen keselamatan penting yang menyangkut nyawa manusia atau produk satuan berharga mahal wajib menjalani Inspeksi 100%, namun Inspeksi Merusak (seperti uji tarik hingga putus), sekrup murah jumlah masif, atau cairan/bubuk kontinu tidak mungkin diinspeksi 100% sehingga mutlak memakai Inspeksi Sampling.

Dalam inspeksi sampling, karena hanya memeriksa sampel yang diambil acak dari lot, secara probabilitas tidak dapat dihindari 2 jenis kesalahan penilaian. Kurva yang menunjukkan hubungan antara rasio cacat sebenarnya dari lot dan probabilitas lot tersebut dinyatakan lulus disebut Kurva OC (Operating Characteristic Curve).

Kesalahan jenis ke-1 adalah probabilitas suatu lot yang sebenarnya baik (lot dengan tingkat mutu dapat diterima AQL) kebetulan terambil banyak sampel cacat sehingga salah dinilai Ditolak—disebut Risiko Produsen (α: kesalahan jenis I / kesalahan orang tergesa-gesa, umumnya sekitar 5%).

Kesalahan jenis ke-2 adalah probabilitas suatu lot yang sebenarnya buruk (lot dengan mutu batas LQ yang seharusnya ditolak) kebetulan terambil sampel baik semua sehingga salah dinilai Lulus—disebut Risiko Konsumen (β: kesalahan jenis II / kesalahan orang lengah, umumnya sekitar 10%).

Poin penting


  • Inspeksi merusak, barang masif harga murah, dan cairan/bubuk hanya bisa Inspeksi Sampling / Komponen penting terkait keselamatan jiwa wajib Inspeksi 100%.

  • Risiko Produsen (α: kesalahan tergesa-gesa) = probabilitas salah menolak lot yang sebenarnya baik sehingga produsen dirugikan.

  • Risiko Konsumen (β: kesalahan lengah) = probabilitas salah meluluskan lot yang sebenarnya buruk sehingga konsumen dirugikan.
KosakataArti
Inspeksi 100% dan inspeksi sampling (inspeksi merusak dan sensorik)
Kurva OC (Operating Characteristic Curve)
Risiko Produsen (α: kesalahan orang tergesa-gesa)
Risiko Konsumen (β: kesalahan orang lengah)

7. 2 Jenis QC Story (Pemecahan Masalah vs Pencapaian Tugas) dan 3 Syarat Pembuktian UU PL

Prosedur perbaikan QC Story memiliki 2 jenis: QC Story tipe pemecahan masalah yang menyelidiki penyebab cacat yang sudah terjadi atau kondisi memburuk untuk mengembalikannya ke keadaan seharusnya (Pilih tema → Pahami kondisi → Tetapkan target → Analisis penyebab → Laksanakan solusi → Konfirmasi efek → Standardisasi); dan QC Story tipe pencapaian tugas/tantangan yang bertujuan mengembangkan produk baru atau target menantang yang belum pernah dialami (Pilih tema → Pilih titik serang & Tetapkan target → Kaji langkah strategi → Kejar skenario sukses).

Dalam menangani ketidaksesuaian, selain pencegahan terulang (tindakan korektif) yang menghilangkan akar penyebab ketidaksesuaian nyata yang sudah terjadi, pencegahan dini (tindakan preventif) yang memprediksi dan mencegah ketidaksesuaian laten/potensial yang belum terjadi juga sangat penting. Apabila cacat produk menimbulkan kerugian pada nyawa, tubuh, atau harta benda konsumen, undang-undang yang melindungi korban adalah UU Tanggung Jawab Produk (UU PL).

UU PL menerapkan Tanggung Jawab Tanpa Kesalahan (tanggung jawab cacat) tanpa mempersoalkan kesengajaan atau kelalaian produsen; saat korban menuntut ganti rugi, hal yang wajib dibuktikan hanyalah 3 poin: (1) terdapat Cacat pada produk tersebut, (2) telah terjadi Kerugian, dan (3) terdapat Hubungan Sebab-Akibat antara cacat dan kerugian.

Objek produk dalam UU PL adalah benda bergerak yang diproduksi atau diolah (properti tak bergerak, hasil pertanian mentah belum diolah, dan perangkat lunak murni tidak termasuk), dan cacatnya dibagi menjadi 3 jenis: (1) Cacat Desain, (2) Cacat Manufaktur, serta (3) Cacat Instruksi/Peringatan (kekurangan pada buku manual, dll.).

Poin penting


  • QC Story tipe pemecahan masalah = melakukan analisis faktor penyebab atas masalah yang terjadi untuk menghilangkan akar masalah / QC Story tipe pencapaian tugas = mengejar titik serang serta strategi/skenario sukses untuk target baru yang menarik.

  • 3 syarat yang wajib dibuktikan korban menurut UU PL: (1) Cacat produk, (2) Kerugian yang terjadi, (3) Hubungan sebab-akibat di antara keduanya (pembuktian kesengajaan/kelalaian produsen TIDAK diperlukan).

  • Objek UU PL adalah benda bergerak yang diproduksi/diolah, dengan 3 jenis cacat: Cacat Desain, Cacat Manufaktur, dan Cacat Instruksi/Peringatan.
KosakataArti
QC Story tipe pemecahan masalah dan QC Story tipe pencapaian tugas
UU Tanggung Jawab Produk (UU PL) dan 3 syarat pembuktian korban
Ketidaksesuaian nyata (tindakan korektif) dan Ketidaksesuaian laten (tindakan preventif)
Cacat desain, cacat manufaktur, dan cacat instruksi/peringatan

8. FMEA / FTA dan ISO 9001 (Penekanan Edisi 2015 & 7 Prinsip Manajemen Kualitas)

Dua metode analisis keandalan untuk mencegah kerusakan dan cacat sejak tahap desain serta proses adalah FMEA dan FTA. FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) adalah Metode Bottom-Up (dari bawah ke atas) yang berangkat dari setiap mode kegagalan komponen penyusun (seperti kabel putus atau aus) lalu menelusuri dampaknya ke atas terhadap sistem keseluruhan.

Sebaliknya, FTA (Fault Tree Analysis / Analisis Pohon Kegagalan) adalah Metode Top-Down (dari atas ke bawah) yang berangkat dari kecelakaan fatal yang tidak boleh terjadi (Top Event / kejadian puncak), lalu menguraikan penyebabnya ke bawah seperti akar pohon menggunakan simbol logika (gerbang AND, gerbang OR).

Sementara itu, standar internasional Sistem Manajemen Mutu (QMS)—Seri ISO 9000—terdiri dari ISO 9000 (konsep dasar dan kosakata), ISO 9001 (persyaratan yang menjadi acuan sertifikasi pihak ketiga), dan ISO 9004 (pedoman kesuksesan berkelanjutan). Khususnya pada ISO 9001:2015 yang berlaku saat ini, ditekankan pemahaman Konteks Organisasi, Tindakan Ditujukan pada Risiko dan Peluang, serta pengelolaan Informasi Terdokumentasi (menggabungkan prosedur dan catatan).

Tujuh Prinsip Manajemen Kualitas dalam seri ISO 9000 meliputi: (1) Fokus pada pelanggan, (2) Kepemimpinan, (3) Keterlibatan aktif orang-orang, (4) Pendekatan proses, (5) Peningkatan (improvement), (6) Pengambilan keputusan berbasis bukti objektif, dan (7) Manajemen hubungan.

Poin penting


  • FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) = Metode Bottom-Up yang menyusun dampak dari kegagalan komponen ke sistem keseluruhan / FTA (Fault Tree Analysis) = Metode Top-Down yang menggali penyebab dari kejadian puncak ke bawah.

  • ISO 9001 = menetapkan Persyaratan sistem manajemen mutu berdasarkan 7 Prinsip (Fokus pelanggan, Kepemimpinan, Pendekatan proses, dll.).

  • Konsep penting ISO 9001:2015: Memahami Konteks Organisasi, Tindakan terhadap Risiko dan Peluang (pencegahan dini), serta memelihara/menyimpan Informasi Terdokumentasi.
KosakataArti
FMEA (bottom-up) dan FTA (top-down)
ISO 9001 (persyaratan Sistem Manajemen Mutu)
Tindakan terhadap risiko dan peluang, Informasi terdokumentasi
7 Prinsip Manajemen Kualitas

Poin yang Sering Keluar dalam Ujian dan Cara Mengingatnya

Pada Bab 5 (Soal 26 sampai Soal 29), definisi 4 Kualitas (Kualitas yang Diminta → Desain → Manufaktur → Jaminan) serta soal hitungan mencari Rata-rata (Mean), Median, Rentang R, dan Varians Tak Bias V (membagi jumlah kuadrat simpangan S dengan n - 1) dari 5 data ukur adalah soal langganan.

Untuk klasifikasi data, pasangan Data Kontinu = Distribusi Normal dan Data Diskrit (jumlah unit cacat = Distribusi Binomial, jumlah goresan/titik cacat = Distribusi Poisson) sering keluar, begitu pula bentuk Histogram (tebing curam, dua puncak, gigi sisir) serta Peta Kendali (±3σ, dan adanya Run atau Tren di dalam batas tetap dinilai abnormal).

Perbedaan antara Risiko Produsen α (tergesa-gesa = menolak lot baik) dan Risiko Konsumen β (lengah = meluluskan lot buruk) pada inspeksi sampling, serta antara QC Story tipe pemecahan masalah (analisis faktor penyebab) dan QC Story tipe pencapaian tugas (pemilihan titik serang & kajian strategi) juga sering ditanyakan.

Lebih lanjut, kuasai satu paket 3 syarat yang wajib dibuktikan korban menurut UU PL ((1) Cacat, (2) Kerugian, (3) Hubungan sebab-akibat—tanpa perlu bukti kelalaian) beserta kata kunci ISO 9001:2015 (Tindakan terhadap risiko dan peluang, Informasi terdokumentasi).

Poin penting


  • 4 Kualitas (Diminta → Desain → Manufaktur → Jaminan), Data Kontinu (Normal) & Data Diskrit (unit cacat = Binomial, titik cacat = Poisson), Varians Tak Bias V = S ÷ (n - 1).

  • Tipe pemecahan masalah (analisis penyebab hapus akar masalah) vs Tipe pencapaian tugas (pilih titik serang & kejar strategi); Risiko Produsen α (menolak lot baik) vs Risiko Konsumen β (meluluskan lot buruk).

  • 3 syarat pembuktian UU PL = Cacat, Kerugian, Hubungan sebab-akibat (tanggung jawab tanpa kesalahan); ISO 9001:2015 = Risiko dan peluang, Informasi terdokumentasi.
KosakataArti
4 Kualitas dan Varians tak bias (S ÷ (n - 1))
QC Story tipe pemecahan masalah dan tipe pencapaian tugas
Risiko Produsen α dan Risiko Konsumen β
3 syarat pembuktian UU PL dan ISO 9001:2015

Pengendalian Mutu (QC7, Sampling, ISO 9001)

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

Zalo