VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Perencanaan Produksi Kelas 3 生産管理プランニング (BC検定)

Studi Kerja (IE), Penyusunan Proses & Penyeimbangan Lini (Analisis Proses, Waktu Standar, Efisiensi Lini)

Perencanaan Produksi Kelas 3 生産管理プランニング (BC検定) · ビジネス・キャリア検定 生産管理プランニング3級 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

1. Sistem IE (Industrial Engineering) (Taylor & Gilbreth, 3S, ECRS, 5W1H)

IE (Industrial Engineering: Teknik Industri / Studi Kerja) adalah teknologi yang menganalisis pekerjaan dan proses di lapangan secara ilmiah untuk menghilangkan pemborosan serta menetapkan metode kerja terbaik dan waktu standar. IE terdiri atas dua pilar: Studi Metode (memperbaiki cara kerja) dan Pengukuran Kerja (mengukur waktu kerja).

Secara historis, F.W. Taylor di Amerika memelopori Studi Waktu menggunakan stopwatch (manajemen tugas / Manajemen Ilmiah), sedangkan suami istri Gilbreth memelopori Studi Gerakan (analisis Therblig) dari pengamatan pekerjaan menyusun batu bata.

Prinsip dasar untuk merasionalisasi manajemen dan produksi—yaitu 3S Manajemen—terdiri atas 3 hal: Simplifikasi / Penyederhanaan (Simplification: mengurangi pekerjaan dan komponen rumit), Standardisasi (Standardization: menyeragamkan aturan dan spesifikasi), serta Spesialisasi (Specialization: mengkhususkan fungsi pada bidang tertentu) (dibedakan dari 3S lapangan: Seiri, Seiton, Seiso).

Selain itu, saat memperbaiki proses dan pekerjaan, diajukan pertanyaan dengan 5W1H (Mengapa, Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Bagaimana) dan dikaji sesuai urutan 4 Prinsip ECRS: (1) Eliminate / Hilangkan (hentikan) → (2) Combine / Gabungkan (satukan) → (3) Rearrange / Tata ulang (ubah urutan) → (4) Simplify / Sederhanakan (buat lebih mudah).

Poin penting


  • 2 aliran utama IE: Taylor = Studi Waktu (Manajemen Ilmiah), Gilbreth = Studi Gerakan (analisis Therblig).

  • 3S rasionalisasi (manajemen): Simplifikasi (Simplification), Standardisasi (Standardization), Spesialisasi (Specialization).

  • 4 prinsip perbaikan (ECRS): (1) Eliminate (E: bisakah dihapus?) → (2) Combine (C: bisakah digabung?) → (3) Rearrange (R: bisakah diubah urutannya?) → (4) Simplify (S: bisakah dipermudah?).
KosakataArti
Studi Waktu Taylor dan Studi Gerakan Gilbreth
3S Manajemen (Simplifikasi, Standardisasi, Spesialisasi)
Prinsip perbaikan ECRS (Eliminate, Combine, Rearrange, Simplify) dan 5W1H

2. Studi Metode (1): Analisis Gerakan (3 Kategori dari 18 Gerakan Dasar Therblig & 4 Prinsip Ekonomi Gerakan)

Analisis gerakan adalah metode menganalisis gerakan halus tangan, kaki, dan mata operator untuk menghilangkan gerakan sia-sia dan kelelahan. Dalam Analisis Therblig yang dirancang Gilbreth, gerakan kerja manusia diuraikan menjadi 18 gerakan dasar (elemen gerakan) dan diklasifikasikan ke dalam Kategori 1 hingga Kategori 3.

Kategori 1 (Gerakan efektif) adalah gerakan yang secara langsung diperlukan untuk memajukan pekerjaan (pindah tangan kosong, memegang, pindah bermuatan, merakit, memakai, melepas, dll.), yang disederhanakan dengan memperpendek jarak gerakan.

Kategori 2 (Gerakan bantu / penghambat) adalah gerakan berpikir atau mencari yang memperlambat Kategori 1—seperti mencari, memilih, berpikir, menempatkan posisi, dan memeriksa—yang sebisa mungkin dihilangkan melalui penempatan tetap dan rekayasa jig. Kategori 3 (Gerakan tidak bermanfaat) adalah gerakan yang sama sekali tidak memajukan pekerjaan—seperti menahan (memegang terus dengan satu tangan), menunggu kerja, dan istirahat—yang dihilangkan secara tuntas dengan jig penjepit.

Lebih lanjut, pedoman untuk mewujudkan gerakan yang tidak melelahkan dan efisien adalah Prinsip Ekonomi Gerakan (4 prinsip utama): (1) Gunakan kedua tangan secara bersamaan dan simetris, (2) Minimalkan jumlah gerakan dasar dan perpendek jarak perpindahan, (3) Manfaatkan gravitasi dan tenaga mekanis agar gerakan ringan, serta (4) Letakkan material dan perkakas di posisi tetap dalam area kerja normal.

Poin penting


  • Therblig Kategori 1 = Gerakan efektif yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan (memegang, mengangkut, merakit, memakai, dll.).

  • Kategori 2 = Gerakan berpikir/mencari yang memperlambat pekerjaan (mencari, memilih, memosisikan, dll.) → Hilangkan dengan posisi simpan tetap dan penggunaan jig.

  • Kategori 3 = Gerakan tidak bermanfaat yang sama sekali tidak memajukan pekerjaan (menahan, menunggu, kelambatan tak terhindarkan, dll.) → Prioritas utama untuk dihilangkan.

  • 4 Prinsip Ekonomi Gerakan: (1) Penggunaan kedua tangan bersamaan (larangan menahan dengan satu tangan), (2) Pengurangan jumlah gerakan & jarak terpendek, (3) Gerakan ringan (manfaatkan gravitasi/jig), (4) Penempatan tetap material dan perkakas.
KosakataArti
Analisis Therblig (18 gerakan dasar: Kategori 1, Kategori 2, Kategori 3)
4 Prinsip Ekonomi Gerakan dan Area kerja normal
Metode PTS (Predetermined Time Standard) dan Studi gerakan mikro

3. Studi Metode (2): Analisis Proses dan Simbol Peta Proses JIS (Proses, Angkut, Simpan vs Tertahan, Inspeksi, Simbol Bantu)

Analisis proses memetakan dan memperbaiki aliran keseluruhan proses sejak bahan baku dimasukkan hingga menjadi barang jadi menggunakan Simbol Peta Proses standar JIS (JIS Z 8206). Menurut objeknya, terdapat Analisis proses produk (mengikuti aliran barang), Analisis proses operator (mengikuti gerakan orang), dan Analisis kerja gabungan (Man-Machine chart yang menganalisis koordinasi orang dan mesin).

Simbol dasar JIS terdiri atas 4 elemen dengan 6 simbol: (1) Pemrosesan/operasi (mengubah bentuk, sifat, atau merakit) adalah lingkaran besar ○; (2) Pengangkutan (mengubah posisi) adalah tanda panah ⇨ atau lingkaran kecil ○.

(3) Berhenti/diam dibedakan menjadi 2: Penyimpanan (simpan terencana di gudang, dll.) adalah segitiga terbalik ▽, sedangkan Tertahan / Delay (kondisi menunggu di luar rencana antarproses) adalah huruf D. (4) Pemeriksaan juga terbagi menjadi 2: Pemeriksaan kuantitas (mengukur jumlah atau berat) adalah persegi □, dan Pemeriksaan kualitas (menilai barang baik atau cacat) adalah belah ketupat ◇.

Selain itu terdapat simbol gabungan (misal: terutama melakukan pemeriksaan kualitas sekaligus memeriksa kuantitas digambar dengan belah ketupat ◇ di luar dan persegi □ di dalam) serta Simbol bantu yang menunjukkan alat angkut dengan huruf. Dalam ujian sangat sering keluar huruf '台' (angkut dengan kereta dorong/truk) dan '操重' (angkut dengan alat angkat seperti crane/hoist).

3. Studi Metode (2): Analisis Proses dan Simbol Peta Proses JIS (Proses, Angkut, Simpan vs Tertahan, Inspeksi, Simbol Bantu)

Poin penting


  • Simbol peta proses JIS dasar: Proses = ○, Pengangkutan = ⇨ (atau ○ kecil), Penyimpanan (simpan terencana) = ▽, Tertahan/Delay (tunggu antarproses) = D, Pemeriksaan kuantitas = □, Pemeriksaan kualitas = ◇.

  • Aturan simbol gabungan: Saat melakukan 2 fungsi secara bersamaan, gambar simbol proses utama di bagian luar dan simbol proses tambahan di bagian dalam.

  • Simbol bantu pengangkutan: 人 (tenaga manusia), 台 (kereta dorong / truk), コン (konveyor), 操重 (crane / hoist), 自 (jatuh gravitasi seperti luncuran/chute).
KosakataArti
Analisis proses produk, Analisis proses operator, dan Analisis kerja gabungan
Simbol peta proses JIS (Proses ○, Angkut ⇨, Simpan ▽, Tertahan D, Kuantitas □, Kualitas ◇)
Simbol bantu (台: Kereta dorong/Truk, 操重: Crane/Hoist)

4. Pengukuran Kerja (1): Analisis Operasi (Observasi Kontinu vs Work Sampling & Hitungan Jumlah Observasi N)

Analisis operasi adalah metode meneliti rasio operasi dan proporsi komposisi waktu mengenai berapa persen dari jam kerja sehari operator atau peralatan mesin melakukan pekerjaan utama (beroperasi), dan berapa persen timbul persiapan, kelonggaran, serta waktu tunggu (tidak beroperasi).

Metodenya meliputi Metode observasi kontinu (1 pengamat mendampingi objek terus-menerus dan mencatat dalam waktu lama) dan Metode Work Sampling / observasi sesaat (berkeliling tempat kerja pada waktu acak, hanya menghitung frekuensi sedang beroperasi atau tidak beroperasi pada detik itu, lalu mengestimasi rasio operasi secara statistik dengan distribusi binomial).

Metode Work Sampling memiliki keunggulan yaitu 1 pengamat dapat meneliti banyak pekerja atau mesin sekaligus, tidak memerlukan stopwatch, dan tidak memberikan tekanan psikologis kepada orang yang diamati.

Pada tingkat kepercayaan 95% (faktor distribusi normal = 2), jika rasio kejadian (rasio operasi) adalah p dan Kesalahan Mutlak (Absolute Error) yang diizinkan adalah E, maka jumlah observasi yang diperlukan N dihitung dengan: N = 4 × p × (1 - p) ÷ E² (apabila diberikan Kesalahan Relatif S yang diizinkan, substitusikan E = S × p sehingga menjadi N = 4 × (1 - p) ÷ (S² × p)).

Poin penting


  • Metode Work Sampling (observasi sesaat) = Mencari rasio operasi dan rasio kelonggaran secara statistik dari jumlah pengamatan sesaat pada waktu-waktu acak (1 orang dapat mengamati banyak objek sekaligus).

  • Jumlah observasi yang diperlukan N (kepercayaan 95%, kesalahan mutlak E): N = 4 × p × (1 - p) ÷ E².

  • Jumlah observasi yang diperlukan N (kepercayaan 95%, kesalahan relatif S): N = 4 × (1 - p) ÷ (S² × p) (hubungan E = S × p).

  • Contoh: Dari total 500 kali observasi terdapat 300 kali sedang beroperasi → Estimasi rasio operasi p = 300 ÷ 500 = 0.60 (60%). Untuk mencari rasio p = 0.60 ini dengan kepercayaan 95% dan kesalahan mutlak yang diizinkan E = 0.04 (4%), jumlah observasi yang diperlukan N = 4 × 0.60 × (1 - 0.60) ÷ (0.04)² = 0.96 ÷ 0.0016 = 600 kali
KosakataArti
Analisis operasi (Metode observasi kontinu dan Metode Work Sampling)
Jumlah observasi yang diperlukan N, Kesalahan mutlak E, dan Kesalahan relatif S
Estimasi rasio operasi dan rasio kelonggaran

5. Pengukuran Kerja (2): Syarat 4M Studi Waktu dan Waktu Standar (ST: Rating, Metode Luar vs Metode Dalam)

Waktu Standar (ST: Standard Time) adalah waktu yang diperlukan oleh seorang pekerja yang memiliki kecocokan dan telah mahir dalam pekerjaan tersebut untuk menyelesaikan 1 satuan pekerjaan dengan kecepatan kerja standar (ritme standar) di bawah kondisi kerja yang ditetapkan.

Sebagai prasyarat melakukan studi waktu, Syarat 4M harus distandardisasi terlebih dahulu, yaitu: (1) Material yang digunakan, (2) Mesin, peralatan, dan jig yang digunakan (Machine), (3) Prosedur dan metode kerja (Method), serta (4) Pekerja seperti kualifikasi dan tingkat kemahiran (Man) (Catatan: dalam ujian sering muncul opsi jebakan yang memasukkan Semangat kerja / Morale ke dalam syarat 4M).

Waktu Standar adalah jumlah dari Waktu Bersih (waktu kerja utama + waktu persiapan/setup) dan Waktu Kelonggaran (kelonggaran pribadi/toilet, kelonggaran lelah, kelonggaran kerja, kelonggaran tempat kerja). Waktu Observasi yang diukur dengan stopwatch dikalikan dengan Faktor Rating (rasio koreksi kecepatan kerja terhadap kecepatan standar) untuk mendapatkan Waktu Bersih.

Untuk menghitung Waktu Standar dari Waktu Bersih, ada dua cara: Metode Luar (rasio kelonggaran luar = waktu kelonggaran ÷ waktu bersih) dengan rumus ST = Waktu bersih × (1 + Rasio kelonggaran); serta Metode Dalam (rasio kelonggaran dalam = waktu kelonggaran ÷ waktu standar) dengan rumus ST = Waktu bersih ÷ (1 - Rasio kelonggaran).

Poin penting


  • Syarat 4M yang menjadi prasyarat pengukuran kerja (penetapan waktu standar) = Material, Machine (mesin/peralatan), Method (metode kerja), dan Man (pekerja). Catatan: Morale (semangat kerja) TIDAK termasuk.

  • Waktu Bersih = Waktu Observasi × Faktor Rating (misal: 110% berarti × 1.10).

  • Perhitungan Waktu Standar: Metode luar 'ST = Waktu bersih × (1 + Rasio kelonggaran)', Metode dalam 'ST = Waktu bersih ÷ (1 - Rasio kelonggaran)'.

  • Contoh: Waktu observasi 15 menit, faktor rating 120% → Waktu bersih = 15 × 1.20 = 18 menit. Saat rasio kelonggaran 10%, dengan metode luar Waktu Standar = 18 × (1 + 0.10) = 19.8 menit; dengan metode dalam Waktu Standar = 18 ÷ (1 - 0.10) = 20.0 menit
KosakataArti
Waktu Standar (ST = Waktu bersih + Waktu kelonggaran) dan Syarat 4M
Rating (evaluasi koreksi kecepatan kerja)
Metode luar, Metode dalam, dan Kelonggaran pribadi (kelelahan, kebutuhan pribadi)

6. 3 Langkah Penyusunan Proses (Desain Proses → Desain Kerja → Desain Logistik & Tata Letak) dan Metode Pemindahan Lini

Menerima gambar desain produk lalu menyusun sistem proses agar dapat diproduksi secara efisien di pabrik—disebut Penyusunan Proses—dijalankan sesuai urutan 3 langkah: (1) Desain Proses → (2) Desain Kerja (Operasi) → (3) Desain Logistik Antarproses dan Tata Letak (Layout).

Pada (1) Desain Proses, dipilih teknologi pemrosesan dan perakitan yang dibutuhkan dari gambar dan BOM, lalu ditentukan pembagian buat sendiri atau subkontrak, peralatan yang dipakai, dan urutan proses (aliran proses). Selanjutnya pada (2) Desain Kerja, dilakukan pengalokasian elemen kerja ke tiap stasiun kerja (line balancing) serta penetapan prosedur kerja spesifik, jig/alat bantu, dan waktu standar.

Kemudian pada (3) Desain Logistik Antarproses dan Layout, ditentukan metode pengangkutan antarproses (peralatan Matehan) serta penempatan (layout) mesin, meja kerja, dan lorong di atas lantai pabrik.

Metode pemindahan barang pada produksi lini meliputi 4 cara: (1) Metode dorong tangan (mengirim ke proses berikutnya dengan tangan atau konveyor rol setiap selesai kerja); (2) Metode kerja diam di konveyor (diangkut konveyor tetapi barang dihentikan selama dikerjakan); (3) Metode kerja bergerak di konveyor (bekerja di atas konveyor yang bergerak dengan kecepatan tetap); serta (4) Metode Takt (memajukan barang di seluruh proses secara serentak sejauh 1 proses setiap interval waktu Takt tertentu).

Poin penting


  • Urutan 3 langkah Penyusunan Proses: (1) Desain Proses (menentukan metode dan urutan proses) → (2) Desain Kerja (menentukan isi pekerjaan tiap tempat kerja/operator) → (3) Desain Logistik Antarproses dan Layout.

  • Metode pemindahan barang di lini: Metode dorong tangan, Metode kerja diam di konveyor, Metode kerja bergerak di konveyor, dan Metode Takt (pemindahan terputus serentak).

  • Metode Takt = Memindahkan barang setengah jadi di seluruh stasiun kerja secara serentak ke proses berikutnya setiap cycle time (takt time) yang telah ditetapkan.
KosakataArti
3 langkah Penyusunan Proses (Desain Proses → Desain Kerja → Desain Logistik & Layout)
Metode kerja diam di konveyor dan Metode kerja bergerak di konveyor
Metode dorong tangan dan Metode Takt

7. Perhitungan Cycle Time (Pitch Time) dan Jumlah Stasiun Kerja Minimum (Memperhitungkan Rasio Cacat)

Dalam produksi lini, selang waktu keluarnya barang jadi satu per satu dari proses paling akhir (waktu maksimum yang diizinkan pada setiap stasiun kerja) disebut Cycle Time (CT: pitch time atau takt time).

Cycle time dasar dihitung dengan: Cycle Time CT = Waktu kerja tersedia dalam 1 hari (atau periode) ÷ Jumlah produksi yang dibutuhkan. Apabila di lini diperkirakan ada rasio produk tidak sesuai (rasio cacat) r, karena harus memasukkan jumlah sebesar kebutuhan produk baik dibagi rasio produk baik (1 - r), maka CT = Waktu kerja tersedia × (1 - Rasio cacat r) ÷ Jumlah produk baik yang dibutuhkan.

Selain itu, dengan membagi total seluruh waktu elemen kerja untuk menyelesaikan 1 produk (total waktu kerja ∑ti) dengan Cycle Time CT, diperoleh Jumlah Stasiun Kerja Minimum Teoretis (jumlah proses minimum) yang paling sedikit dibutuhkan untuk mencapai volume produksi tersebut.

Rumusnya adalah: Jumlah Stasiun Minimum Teoretis = Total waktu kerja ∑ti ÷ Cycle Time CT; apabila hasil hitungan menghasilkan angka desimal (pecahan), wajib selalu dibulatkan KE ATAS menjadi bilangan bulat jumlah stasiun.

7. Perhitungan Cycle Time (Pitch Time) dan Jumlah Stasiun Kerja Minimum (Memperhitungkan Rasio Cacat)

Poin penting


  • Cycle Time dasar CT = Waktu kerja tersedia ÷ Jumlah produksi yang dibutuhkan.

  • Cycle Time yang memperhitungkan rasio cacat r: CT = Waktu kerja tersedia × (1 - r) ÷ Jumlah produk baik yang dibutuhkan (karena ada cacat, ritme per unit harus lebih cepat).

  • Jumlah Stasiun Kerja Minimum Teoretis = Total waktu kerja ÷ Cycle Time CT (angka pecahan wajib dibulatkan ke atas).

  • Contoh: Waktu operasi sehari 450 menit (27,000 detik), kebutuhan produk baik sehari 480 buah, rasio cacat 4% (rasio produk baik 0.96) → Jumlah input yang dibutuhkan = 480 ÷ 0.96 = 500 buah, Cycle Time CT = 27,000 ÷ 500 = 54 detik/buah. Jika total waktu kerja 1 produk adalah 240 detik, maka jumlah stasiun minimum = 240 ÷ 54 = 4.44... → Dibulatkan ke atas menjadi 5 stasiun
KosakataArti
Cycle Time (CT), Pitch Time, Takt Time
Perhitungan Cycle Time dengan memperhitungkan rasio produk cacat
Jumlah stasiun kerja minimum teoretis (pembulatan pecahan ke atas)

8. Line Balancing (Efisiensi Penyusunan, Balance Loss) dan Diagram Jaringan Hubungan Pendahulu (Diagram Prioritas)

Line Balancing (Penyeimbangan Lini) adalah menghilangkan variasi dan meratakan waktu kerja yang dialokasikan ke setiap stasiun kerja. Grafik batang yang menyusun waktu kerja tiap proses secara berjajar disebut Pitch Diagram, di mana proses dengan waktu kerja paling panjang (proses bottleneck / leher botol) menentukan Cycle Time efektif CT dari keseluruhan lini.

Efisiensi Penyusunan (efisiensi keseimbangan lini) yang menunjukkan baik tidaknya penyusunan lini dihitung dengan: Efisiensi Penyusunan = Total waktu kerja tiap stasiun ∑ti ÷ (Jumlah stasiun n × Cycle Time CT (waktu proses maksimum)) × 100 (%).

Proporsi rugi waktu tunggu—Rasio Balance Loss (rasio rugi penyusunan)—adalah 100% - Efisiensi Penyusunan (atau 1 - Efisiensi Penyusunan); sedangkan Rasio Kelonggaran Regu (rasio waktu tunggu terhadap waktu kerja bersih) dihitung dengan: (n × CT - ∑ti) ÷ ∑ti.

Pada soal hitungan mengalokasikan elemen kerja dari Diagram Jaringan Hubungan Pendahulu (diagram urutan prioritas) ke dalam jumlah stasiun n yang ditentukan, kelompokkan elemen kerja sedemikian rupa sehingga total waktu tiap stasiun serata mungkin tanpa melanggar arah panah hubungan pendahulu; Waktu Stasiun Maksimum di antara kelompok tersebut menjadi Cycle Time Minimum yang dapat diwujudkan.

8. Line Balancing (Efisiensi Penyusunan, Balance Loss) dan Diagram Jaringan Hubungan Pendahulu (Diagram Prioritas)

Poin penting


  • Efisiensi Penyusunan = Total waktu kerja ∑ti ÷ (Jumlah stasiun n × Waktu kerja maksimum CT).

  • Rasio Balance Loss = 1 - Efisiensi Penyusunan = 1 - ∑ti ÷ (n × CT). Rasio Kelonggaran Regu = (n × CT - ∑ti) ÷ ∑ti.

  • Pengalokasian Diagram Jaringan Hubungan Pendahulu (diagram prioritas) = Membagi pekerjaan sambil mematuhi urutan pendahulu agar nilai maksimum waktu stasiun (bottleneck) menjadi sekecil mungkin.

  • Contoh: Waktu kerja 5 stasiun adalah 18 detik, 22 detik, 25 detik, 20 detik, 15 detik (total ∑ti = 100 detik, bottleneck CT = 25 detik) → Efisiensi penyusunan = 100 ÷ (5 × 25) = 100 ÷ 125 = 0.80 (80%), Rasio balance loss = 100% - 80% = 20% (Rasio kelonggaran regu = (125 - 100) ÷ 100 = 25%)
KosakataArti
Line Balancing, Pitch Diagram, dan Proses Bottleneck
Efisiensi penyusunan, Rasio balance loss, dan Rasio kelonggaran regu
Diagram Jaringan Hubungan Pendahulu (Diagram prioritas) dan Elemen kerja

Poin yang Sering Keluar dalam Ujian dan Cara Mengingatnya

Pada Bab 4 (Soal 19 sampai Soal 25), pertama-tama sering keluar: Taylor = Studi Waktu, Gilbreth = Studi Gerakan (Therblig); 3S manajemen (Simplifikasi, Standardisasi, Spesialisasi); ECRS; serta 3 kategori Therblig (Kategori 1 efektif, Kategori 2 memperlambat seperti mencari, Kategori 3 tidak bermanfaat seperti menahan dan menunggu).

Pada simbol peta proses JIS, kombinasi membedakan Penyimpanan (▽: simpan terencana) vs Tertahan/Delay (D: tunggu di luar rencana), Pemeriksaan kuantitas (□) vs Pemeriksaan kualitas (◇), serta simbol bantu '台' (kereta dorong/truk) dan '操重' (crane/hoist) hampir selalu keluar setiap ujian.

Pada pengukuran kerja, kuasai jebakan Syarat 4M yang menjadi prasyarat studi waktu (Material, Machine, Method, Man—ingat bahwa Morale TIDAK termasuk), hitungan jumlah observasi N pada Work Sampling, serta hitungan Waktu Standar (rating, metode luar, metode dalam).

Pada penyusunan proses, pastikan meraih poin penuh pada: urutan (1) Desain Proses → (2) Desain Kerja → (3) Desain Logistik Antarproses dan Layout; Cycle Time dengan rasio cacat dan jumlah stasiun minimum (bulatkan ke atas); Efisiensi Penyusunan & Rasio Balance Loss; serta mencari Cycle Time minimum dari diagram jaringan hubungan pendahulu.

Poin penting


  • Simbol peta proses JIS: Proses ○, Angkut ⇨, Simpan ▽, Tertahan D, Kuantitas □, Kualitas ◇; simbol bantu '台 = kereta dorong', '操重 = crane/hoist'.

  • Syarat 4M studi waktu TIDAK mencakup Morale (semangat kerja). Penyusunan proses mengikuti urutan: (1) Desain Proses → (2) Desain Kerja → (3) Desain Logistik & Layout.

  • Paket 3 hitungan lini: (1) Cycle time dengan rasio cacat & jumlah stasiun minimum, (2) Efisiensi penyusunan & rasio balance loss, (3) Cycle time minimum dari diagram hubungan pendahulu.
KosakataArti
Simbol Peta Proses JIS dan Simbol Bantu (台, 操重)
Syarat 4M Pengukuran Kerja dan Work Sampling
Efisiensi Penyusunan, Balance Loss, dan Diagram Jaringan Hubungan Pendahulu

Studi Kerja (IE) & Penyeimbangan Lini

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

Zalo