VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Perhotelan (Tokutei 2)

Layanan Restoran & Manajemen Operasional Restoran (Pengetahuan Minuman Alkohol, Halal & Vegan, 8 Alergen Wajib, Rasio HPP & Rasio FL)

Perhotelan (Tokutei 2) · 宿泊分野(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Peran Manajer Restoran (Kepala Restoran), Table Assign Sebelum Buka, dan Observasi Meja

Manajer restoran (kepala restoran / store manager) pada tingkat SSW (ii) tidak hanya melakukan pelayanan tingkat lanjut di lapangan, tetapi juga memegang peran manajemen operasional restoran meliputi 'pelatihan karyawan', 'manajemen pelanggan', 'pengendalian penjualan & biaya', serta 'manajemen kebersihan dan keselamatan'.

Dalam persiapan sebelum jam operasional, lakukan 'penataan meja sebelumnya (Jizen no table assign)'—mengalokasikan kursi paling ideal terlebih dahulu sesuai jumlah tamu reservasi, tujuan makan (hari jadi, jamuan bisnis, dll.), serta ada tidaknya anak kecil atau lansia.

Saat memandu tamu ke meja, bantu tamu duduk dengan 'menarik kursi secara perlahan dan tenang' tanpa menimbulkan suara. Saat memegang gelas air atau minuman, wajib memegang 'bagian bawah dari setengah tinggi gelas'.

Selama waktu makan, selalu perhatikan perubahan di seluruh ruang makan dan di atas meja; apabila tamu menjatuhkan pisau, garpu, sumpit, atau serbet ke lantai, segera sadari sebelum dipanggil dan 'langsung bawakan pengganti yang baru'.

Peran Manajer Restoran (Kepala Restoran), Table Assign Sebelum Buka, dan Observasi Meja

Poin penting


  • Manajer restoran menjalankan 'pelatihan karyawan & manajemen pelanggan' serta melakukan 'penataan meja sebelumnya (Table assign)' sebelum buka.

  • Saat mempersilakan duduk, 'tarik kursi dengan tenang', dan pegang gelas 'di bawah setengah tingginya' saat menyajikan.

  • Amati perubahan meja selama tamu makan; jika tamu menjatuhkan alat makan atau sumpit, 'segera bawakan yang baru'.
KosakataArti
peran kepala restoran (pelatihan karyawan & manajemen pelanggan)
penataan meja sebelumnya (Jizen no table assign)
menarik kursi dengan tenang
segera mengganti alat makan yang terjatuh

Pengetahuan Minuman Beralkohol (Bahan & Suhu Sake Jepang; Varietas Anggur Wine Merah & Putih)

Untuk merekomendasikan minuman yang serasi dengan hidangan, diperlukan pengetahuan dasar minuman beralkohol. 'Sake Jepang (Nihonshu / Seishu)', minuman fermentasi khas Jepang, dibuat dari 3 bahan utama: 'beras (terutama beras khusus sake / Sakamai), koji (ragi beras), dan air'.

Ciri khas sake Jepang adalah aroma dan rasanya berubah sesuai suhu penyajian, dinikmati dalam 3 rentang suhu: disajikan dingin ('Reishu'), suhu ruang ('Joon / Hiya'), dan dihangatkan ('Kanzake' seperti hangat suam Nurukan atau panas Atsukan).

Mengenai wine (anggur), membedakan varietas buah anggur untuk 'wine merah' dan 'wine putih' sangat sering diujikan. 'Varietas anggur hitam untuk wine merah' meliputi 'Cabernet Sauvignon', 'Merlot', 'Pinot Noir', dan 'Syrah'.

Sebaliknya, 'varietas anggur putih untuk wine putih' meliputi 'Chardonnay', 'Sauvignon Blanc', dan 'Riesling' (serta varietas asli Jepang 'Koshu'). Daerah penghasil terkenal di dunia antara lain Prancis ('Bordeaux dan Bourgogne / Burgundy') serta Amerika Serikat ('California').

Pengetahuan Minuman Beralkohol (Bahan & Suhu Sake Jepang; Varietas Anggur Wine Merah & Putih)

Poin penting


  • Bahan utama 'Sake Jepang (Nihonshu)' adalah 'beras (Sakamai), koji, dan air', disajikan sebagai 'Reishu (dingin), Joon (suhu ruang), atau Kanzake (hangat)'.

  • 'Varietas anggur wine merah' adalah Cabernet Sauvignon, Merlot, Pinot Noir, dan Syrah.

  • 'Varietas anggur wine putih' adalah Chardonnay, Sauvignon Blanc, dan Riesling; daerah terkenalnya meliputi Prancis (Bordeaux, Bourgogne) dan California.
KosakataArti
bahan dasar Sake Jepang (beras, koji, air)
Reishu (sake dingin), Joon (suhu ruang), dan Kanzake (sake hangat)
Cabernet Sauvignon, Merlot, Pinot Noir, dan Syrah
Chardonnay, Sauvignon Blanc, dan Riesling

Hidangan Jepang (Shun, Ichiju-Sansai, Chisan-Chisho) dan Urutan 9 Hidangan Kaiseki

Hidangan Jepang (Washoku) mengekspresikan pergantian 'empat musim (Shiki)' melalui wadah dan penataan, serta mengutamakan 'bahan makanan yang sedang puncak musimnya (Shun)' dan 'konsumsi hasil produksi lokal di daerah setempat (Chisan-chisho)'.

Posisi penyajian menu dasar 'Ichiju-sansai (Satu sup, tiga lauk)' dilihat dari sisi tamu adalah: 'depan kiri = nasi', 'depan kanan = sup (Shirumono)', 'belakang kiri = lauk pendamping (Fukusai)', 'belakang kanan = lauk utama (Shusai)', dan sumpit di paling depan.

Urutan penyajian 9 langkah 'Kaiseki ryori' pada makan malam ryokan dimulai dengan: '(1) Zensai (Hidangan pembuka) -> (2) Wanmori (Suimono: Sup bening) -> (3) O-tsukuri (Sashimi)'.

Dilanjutkan secara berurutan: '(4) Yakimono (Panggang) -> (5) Nimono (Rebusan) -> (6) Agemono (Gorengan) -> (7) Su-no-mono (Hidangan cuka)', lalu ditutup dengan '(8) Nasi, Ko-no-mono (acar), dan sup miso', serta terakhir '(9) Mizugashi (buah / pencuci mulut)'.

Poin penting


  • Kata kunci Washoku adalah 'empat musim (Shiki)', 'musiman (Shun)', 'Chisan-chisho', dan 'Ichiju-sansai (depan kiri = nasi, depan kanan = sup)'.

  • Bagian awal dan tengah Kaiseki: '(1) Zensai -> (2) Wanmori (Suimono) -> (3) O-tsukuri -> (4) Yakimono -> (5) Nimono -> (6) Agemono -> (7) Su-no-mono'.

  • Bagian akhir Kaiseki ditutup dengan: '(8) Nasi & Ko-no-mono (acar) -> (9) Mizugashi (buah / pencuci mulut)'.
KosakataArti
Shun (bahan musiman), Chisan-chisho, dan Shiki (empat musim)
penataan meja Ichiju-sansai
Wanmori (sup bening) dan O-tsukuri (sashimi)
Ko-no-mono (acar) dan Mizugashi (buah penutup)

Urutan Penyajian Full Course Barat dan Silverware (Butter Spreader, dll.)

Urutan dasar penyajian full course hidangan Barat adalah: '(1) Hors d'oeuvre (Pembuka) -> (2) Sup -> (3) Hidangan ikan (Poisson) -> (4) Sorbet (serbet pencuci mulut) -> (5) Hidangan daging (Main dish) -> (6) Dessert & Kopi (atau teh hitam)'.

Dalam penyajian hidangan Barat, piring makanan disajikan dari 'sisi kiri' tamu, sedangkan minuman yang dituangkan ke gelas (wine, air) serta sup disajikan dari 'sisi kanan' tamu.

Silverware (pisau, garpu, sendok) di atas meja ditata agar tamu 'menggunakannya secara berurutan dari bagian paling luar ke arah dalam'. Selain itu, alat berbentuk spatula di atas piring roti yang digunakan 'untuk mengoleskan mentega pada roti' disebut 'Butter spreader'.

Untuk tanda pisau dan garpu saat makan: diletakkan membentuk huruf V terbalik ('Ha no ji') berarti 'masih makan', sedangkan disejajarkan di 'kanan bawah piring' berarti 'selesai makan'; pastikan tanda ini lalu minta izin sebelum mengangkat piring.

Poin penting


  • Urutan full course Barat: '(1) Hors d'oeuvre -> (2) Sup -> (3) Hidangan ikan -> (4) (Sorbet) -> (5) Hidangan daging -> (6) Dessert & Kopi'.

  • Silverware dipakai dari luar ke dalam, dan alat untuk mengoleskan mentega pada roti disebut 'Butter spreader'.

  • Makanan disajikan dari kiri, minuman dari kanan; pisau & garpu huruf V terbalik ('Ha no ji') tanda masih makan, sejajar di kanan bawah tanda selesai.
KosakataArti
Hors d'oeuvre, Sorbet, dan Main dish
Butter spreader (alat pengoles mentega)
Silver (peralatan makan logam)
Caster set (wadah bumbu di atas meja)

Pertimbangan Agama & Keyakinan (Standar Sertifikasi Halal serta Perbedaan Vegetarian & Vegan)

Seiring meningkatnya wisatawan inbound, pemahaman akurat tentang pantangan makanan berdasarkan agama dan keyakinan sangatlah mutlak. Dalam 'makanan Halal' sesuai syariat Islam, daging babi, bahan turunan babi (lemak babi/lard, gelatin, ekstrak babi, dll.), dan alkohol (termasuk mirin dan sake masak) dilarang keras.

Lebih lanjut, sebagai standar penting yang diujikan pada ujian SSW (ii), 'bahan hewani selain babi (seperti daging sapi dan daging ayam) juga wajib memiliki Sertifikasi Halal (diproses sesuai syariat Islam)—kecuali telur dan susu'.

Sementara itu, 'Vegetarian (nabatiwan)' tidak memakan daging maupun ikan, namun sebagian vegetarian masih mengonsumsi telur atau produk olahan susu (susu sapi, keju, mentega).

Sebaliknya, 'Vegan (vegetarian murni / total)' dibedakan dari vegetarian biasa karena selain tidak memakan daging dan hasil laut (termasuk kaldu dashi ikan seperti katsuobushi), mereka 'sama sekali tidak mengonsumsi makanan berbahan hewani apa pun termasuk telur, produk susu, dan madu'.

Poin penting


  • Pada makanan Halal, selain larangan babi dan alkohol, 'bahan hewani selain babi (sapi, ayam, dll.) juga wajib bersertifikat Halal (kecuali telur dan susu)'.

  • 'Vegetarian' tidak makan daging dan ikan, tetapi sebagian masih mengonsumsi telur atau produk susu.

  • 'Vegan (vegetarian murni)' tidak hanya menghindari daging dan ikan, tetapi juga 'tidak mengonsumsi telur, produk susu, madu, dan seluruh produk hewani'.
KosakataArti
sertifikasi Halal (sesuai syariat Islam)
bahan hewani selain babi (kecuali telur dan susu)
Vegetarian (nabatiwan)
Vegan (vegetarian total / murni)

Alergi Makanan: '8 Bahan Baku Spesifik Wajib Label' dan Makanan yang Mengandung Gandum (Komugi)

Karena alergi makanan berisiko memicu 'syok anafilaksis' yang mengancam nyawa, Undang-Undang Pelabelan Pangan Jepang mewajibkan pencantuman label untuk 8 alergen dengan jumlah kasus terbanyak dan gejala paling berat, yang disebut '8 Bahan Baku Spesifik (Tokutei genzairyo 8-hinmoku)'.

Delapan alergen wajib label tersebut adalah: '(1) Telur (Tamago), (2) Susu / Produk Susu (Chichi / Gyunyu), (3) Gandum (Komugi), (4) Buckwheat / Soba, (5) Kacang Tanah (Rakkasei), (6) Udang (Ebi), (7) Kepiting (Kani), dan (8) Kacang Kenari / Walnut (Kurumi)'. Kedelapan item ini wajib dihafal.

Buku teks SSW (ii) secara khusus menekankan 'makanan yang mengandung gandum (Komugi)'. Selain roti, tepung roti (panko), udon, spageti, makaroni, mi Tionghoa (ramen), kue, dan biskuit, gandum juga terkandung dalam 'kulit gyoza dan kulit lumpia, okonomiyaki, takoyaki, adonan tepung tempura, dan gluten gandum (fu)'.

Terlebih lagi, poin yang sering luput diperhatikan adalah bumbu dan produk olahan seperti 'kecap asin (Shoyu), saus (Sauce), miso (miso jelai, dll.), saus salad (Dressing), serta bumbu blok kari dan stew' juga sering mengandung gandum, sehingga wajib diperiksa label bahannya dan dikonfirmasi ke dapur.

Poin penting


  • '8 Bahan Baku Spesifik' wajib label alergi adalah 'Telur, Susu, Gandum, Soba (Buckwheat), Kacang Tanah, Udang, Kepiting, dan Kenari (Kurumi)'.

  • Gandum (Komugi) terdapat pada roti, udon, pasta, dan mi ramen, serta pada tempura, okonomiyaki, takoyaki, dan kulit gyoza/lumpia.

  • Bumbu seperti 'kecap asin (shoyu), saus, miso, dan dressing salad' juga sering mengandung gandum sehingga harus sangat berhati-hati.
KosakataArti
8 Bahan Baku Spesifik wajib label alergi (Tokutei genzairyo 8-hinmoku)
Telur, Susu, Gandum, Soba, dan Kacang Tanah
Udang, Kepiting, dan Kacang Kenari (Kurumi)
bumbu yang mengandung gandum (kecap asin, saus, dressing)

Penyebab Keracunan Makanan (Norovirus, Campylobacter, Salmonella) dan Mencegah Cairan 'Drip'

Bersama 3 prinsip pencegahan keracunan makanan (Tsukenai, Fuyasanai, Yattsukeru), pahami ciri bakteri dan virus penyebab utamanya. 'Norovirus' banyak terjadi pada 'musim dingin (November hingga Februari)' dan menular melalui konsumsi mentah/kurang matang 'kerang dua cangkang (seperti tiram)' atau muntahan dan jari tangan penderita.

'Campylobacter' adalah bakteri yang terutama menempel pada 'daging ayam (serta sapi dan babi)', dipicu oleh daging yang kurang matang atau kontaminasi silang dari pisau dan talenan. 'Bakteri Salmonella' terutama disebabkan oleh 'telur ayam (telur mentah) dan daging'.

Untuk mencegah keracunan makanan, simpan daging dan ikan mentah secara terpisah di kulkas/freezer dan masak hingga matang sampai ke bagian tengah. Selain itu, saat mencairkan (thawing) daging atau ikan beku, cairan merah yang keluar dari bahan makanan disebut 'Drip'.

Jika cairan drip keluar, bukan hanya rasa umami dan nutrisi yang hilang, melainkan cairan tersebut juga menjadi sumber nutrisi bagi berkembang biaknya bakteri keracunan makanan dengan cepat. Untuk mencegah drip, 'hindari mencairkan bahan beku pada suhu ruang; cairkan pada suhu rendah di dalam kulkas'.

Poin penting


  • 'Norovirus' marak di musim dingin (Nov–Feb) dari kerang dua cangkang (tiram); 'Campylobacter' terutama dari daging ayam; 'Salmonella' dari telur dan daging.

  • Cairan merah yang keluar saat mencairkan daging atau ikan beku disebut 'Drip', yang menurunkan mutu dan memicu perkembangbiakan bakteri.

  • Untuk mencegah drip dan pertumbuhan bakteri, hindari pencairan suhu ruang dan lakukan 'pencairan suhu rendah di dalam kulkas'.
KosakataArti
Norovirus (musim dingin Nov–Feb, kerang dua cangkang)
bakteri Campylobacter dan Salmonella
Drip (cairan merah yang keluar saat pencairan bahan beku)
pencairan suhu rendah di dalam kulkas

Manajemen Operasional Restoran (4 Biaya Utama, Rasio HPP 30%, Rasio FL ≤60% & Analisis ABC)

Dalam manajemen operasional restoran, '4 biaya utama (cost)' yang harus dikendalikan untuk menghasilkan laba adalah: '(1) Biaya bahan makanan / HPP (Shokuzai genka)', '(2) Biaya tenaga kerja (Jinkenhi)', '(3) Biaya penjualan dan administrasi (barang habis pakai, promosi, dll.)', serta '(4) Biaya utilitas (air, listrik, dan gas)'.

Indikator penting pertama adalah 'Rasio Biaya Bahan Makanan / HPP (Shokuzai genkaritsu)', dengan rumus: '(1) Rasio Biaya Bahan Makanan (%) = Biaya Bahan Makanan / Pendapatan Penjualan x 100'. Target standar pada restoran umum adalah 'sekitar 30%'.

Kedua, '(2) F&B (Food & Beverage) Control' adalah pengendalian pembelian, stok, dan standarisasi resep untuk 'mengurangi food loss (sampah makanan)' guna menekan biaya bahan. Ketiga, '(3) Analisis ABC' adalah 'metode analisis penjualan' yang mengelompokkan penjualan atau jumlah pesanan tiap menu ke peringkat A, B, dan C untuk mengetahui menu terlaris dan kurang laku.

Keempat, '(4) Rasio FL (FL Cost Ratio)' menunjukkan proporsi gabungan Biaya Bahan Makanan (Food) dan Biaya Tenaga Kerja (Labor) terhadap penjualan: 'Rasio FL (%) = (Biaya Bahan Makanan + Biaya Tenaga Kerja) / Pendapatan Penjualan x 100'. Patokan sehat operasional restoran adalah '60% atau kurang'.

Manajemen Operasional Restoran (4 Biaya Utama, Rasio HPP 30%, Rasio FL ≤60% & Analisis ABC)

Poin penting


  • 4 biaya utama restoran adalah 'Biaya bahan makanan, Biaya tenaga kerja, Biaya penjualan/administrasi, dan Biaya air/listrik/gas'.

  • 'Rasio Biaya Bahan Makanan = Biaya Bahan / Penjualan x 100 (target 30%)', dan 'Rasio FL = (Biaya Bahan + Biaya Tenaga Kerja) / Penjualan x 100 (patokan ≤ 60%)'.

  • Pengendalian biaya untuk mengurangi food loss disebut 'F&B Control', sedangkan metode analisis peringkat penjualan menu disebut 'Analisis ABC'.

  • Contoh: Saat penjualan bulanan 500 man yen dan biaya bahan pangan 140 man yen → Rasio Harga Pokok Makanan = 140 ÷ 500 × 100 = 28%

  • Contoh: Terhadap penjualan 500 man yen, dengan biaya bahan pangan 140 man yen dan biaya tenaga kerja 150 man yen → Biaya FL = 140 + 150 = 290 man yen, Rasio FL = 290 ÷ 500 × 100 = 58%
KosakataArti
Rasio Biaya Bahan Makanan / HPP (target 30%)
Rasio FL (proporsi Biaya Bahan + Tenaga Kerja — patokan ≤ 60%)
F&B Control (pengurangan limbah makanan / food loss)
Analisis ABC (metode analisis penjualan per menu)

Poin yang Sering Muncul dalam Ujian dan Cara Mengingat

Rumus dan angka pada Manajemen Operasional Restoran (halaman 55 buku teks) wajib dihafal: 'Rasio Biaya Bahan Makanan = Biaya Bahan / Penjualan x 100 (target 30%)', 'Rasio FL = (Biaya Bahan + Biaya Tenaga Kerja) / Penjualan x 100 (patokan ≤ 60%)', 'F&B Control = Pengurangan food loss', dan 'Analisis ABC = Metode analisis penjualan'.

Untuk alergi, hafalkan '8 Bahan Baku Spesifik wajib label = Telur, Susu, Gandum, Soba, Kacang Tanah, Udang, Kepiting, Kenari (Kurumi)' dan 'Makanan yang mengandung gandum (roti, udon, pasta, mi ramen, tempura, okonomiyaki, takoyaki, kulit gyoza/lumpia, kecap asin, saus, miso, dressing)'.

Untuk agama & pola makan: bedakan 'Halal = Bahan hewani selain babi juga wajib bersertifikat Halal (kecuali telur dan susu)' dan 'Vegan = Vegetarian murni yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani termasuk telur dan susu'.

Untuk minuman alkohol & kebersihan: ingat 'Sake Jepang = Beras, Koji, Air (Reishu, Joon, Kanzake)', 'Anggur wine merah = Cabernet Sauvignon, Merlot, Pinot Noir, Syrah / Anggur wine putih = Chardonnay, Sauvignon Blanc, Riesling', 'Norovirus = Nov–Feb, kerang dua cangkang', dan 'Cairan merah saat pencairan = Drip'.

Poin penting


  • Rasio Biaya Bahan = Biaya Bahan / Penjualan x 100 (target 30%); Rasio FL = (Bahan + Tenaga Kerja) / Penjualan x 100 (patokan ≤ 60%).

  • 8 alergen wajib label: Telur, Susu, Gandum, Soba, Kacang Tanah, Udang, Kepiting, Kenari (kecap asin, saus, dressing juga mengandung gandum).

  • Halal mewajibkan sertifikasi Halal untuk bahan hewani selain babi juga (kecuali telur & susu). Vegan tidak mengonsumsi telur maupun susu.

  • Bahan Sake: 'Beras, Koji, Air'. Wine merah = Merlot, Pinot Noir, Syrah, dll.; Wine putih = Chardonnay, Riesling, dll.

  • Norovirus marak di musim dingin (Nov–Feb) dari kerang dua cangkang. Cairkan bahan beku di kulkas untuk mencegah cairan merah 'Drip'.
KosakataArti
Rasio Biaya Bahan Makanan (30%) dan Rasio FL (≤ 60%)
8 Bahan Baku Spesifik wajib label dan makanan bergandum
sertifikasi Halal dan pola makan Vegan
varietas anggur wine merah/putih, Sake, dan cairan Drip

Pelayanan Restoran & Operasional Outlet

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo