VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Perawatan Otomotif (Tokutei 2)

Kelistrikan Bodi, Jaringan Komunikasi, AC, dan Perangkat Keselamatan

Perawatan Otomotif (Tokutei 2) · 自動車整備分野(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Struktur dan Perhatian Penanganan SRS Airbag serta Seatbelt Pretensioner

'SRS airbag (Supplemental Restraint System)' adalah perangkat pelengkap sabuk pengaman (seatbelt); ketika 'front impact sensor' di bagian depan kendaraan mendeteksi perlambatan (benturan) saat tabrakan depan, sensor tersebut memasukkan sinyalnya ke 'rangkaian penentu tabrakan (collision judgment circuit)' di dalam SRS unit (ECU).

Di dalam SRS unit dipasang secara seri sebuah 'safing sensor' untuk mencegah salah kerja; hanya ketika rangkaian penentu tabrakan dan safing sensor menyala ON secara bersamaan, arus dialirkan ke squib (bahan penyulut) pada inflator (pembangkit gas) untuk mengembangkan airbag dan mengaktifkan seatbelt pretensioner.

Agar tetap dapat bekerja meskipun baterai atau kabel putus saat tabrakan, SRS unit dilengkapi 'sumber daya cadangan (backup capacitor)' di dalamnya. Oleh karena itu sebelum melakukan pekerjaan servis, wajib melepas terminal negatif (−) baterai lalu 'menunggu hingga waktu yang ditentukan (misalnya 90 detik atau lebih) berlalu' sebelum memulai pekerjaan.

Selain itu, pada konektor sistem airbag terdapat 'mekanisme (shorting bar) yang secara otomatis menghubung-singkatkan (short) seluruh terminal di dalamnya' saat konektor dicabut, guna mencegah mengembangnya airbag secara tiba-tiba akibat listrik statis.

Perlu diperhatikan, mengukur langsung resistansi inflator (squib) menggunakan circuit tester sangat berbahaya karena arus ukur dari baterai internal tester dapat memicu ledakan airbag; oleh karena itu 'jangan pernah mengukur resistansi inflator dengan circuit tester'.

Struktur dan Perhatian Penanganan SRS Airbag serta Seatbelt Pretensioner

Poin penting


  • Front impact sensor mendeteksi benturan saat tabrakan dan memasukkan sinyal ke 'rangkaian penentu tabrakan' di dalam SRS unit.

  • Konektor airbag memiliki 'struktur yang menghubung-singkatkan (short) antar-terminal' saat dilepas guna mencegah salah kerja akibat listrik statis.

  • Resistansi inflator 'sama sekali tidak boleh diukur dengan circuit tester' karena bahaya meledak akibat arus tester.

  • Sebelum bekerja, lepas terminal negatif baterai dan 'tunggu minimal selama waktu yang ditentukan' hingga kapasitor daya cadangan kosong.
KosakataArti
front impact sensor dan rangkaian penentu tabrakan
safing sensor dan sumber daya cadangan (kapasitor)
inflator (pembangkit gas / squib)
mekanisme hubung-singkat terminal (shorting bar)

Struktur dan Gelombang Sinyal Komunikasi CAN (Controller Area Network)

'Komunikasi CAN', jaringan komunikasi utama pada kendaraan, menggunakan 'kabel pasangan terpilin (twisted-pair bus line)' yang memilin kabel CAN-H dan CAN-L untuk meniadakan noise eksternal, serta memasang paralel '2 buah resistor terminasi (terminating resistor) 120Ω (masing-masing 1 di tiap ujung)' pada kedua ujung bus line untuk mencegah pantulan sinyal.

Mengenai tegangan sinyal komunikasi CAN: pada kondisi tidak digerakkan yaitu 'Recessive (logika 1)', baik CAN-H maupun CAN-L berada pada 'sekitar 2,5V (beda potensial 0V)'; sedangkan pada kondisi digerakkan yaitu 'Dominant (logika 0)', CAN-H menjadi 'sekitar 3,5V' dan CAN-L menjadi 'sekitar 1,5V' sehingga timbul 'beda potensial sekitar 2,0V'.

Apabila mengirim data berkapasitas besar yang tidak muat dalam 1 data frame, dilakukan 'transmisi multi-frame (multi-frame transmission)' dengan membagi data menjadi beberapa frame untuk dikirimkan.

Selain itu, data pada bus line dapat 'diterima secara bersamaan oleh beberapa ECU' yang terhubung sehingga tiap ECU hanya mengambil data yang diperlukan; bila beberapa ECU mulai mengirim secara bersamaan, mekanisme 'arbitrasi (penentuan prioritas)' berdasarkan ID akan mengirimkan data berprioritas lebih tinggi terlebih dahulu.

Perlu dicatat, apabila penghitung error kirim (transmit error counter) suatu ECU melampaui 255 sehingga masuk ke 'kondisi Bus-Off', 'hanya ECU yang bermasalah tersebut yang berhenti berpartisipasi dalam komunikasi, sedangkan komunikasi antar-ECU normal lainnya tetap berlanjut' (pernyataan bahwa seluruh ECU berhenti berkomunikasi adalah salah).

Struktur dan Gelombang Sinyal Komunikasi CAN (Controller Area Network)

Poin penting


  • Pada kedua ujung bus line CAN terdapat '2 buah resistor terminasi 120Ω' secara paralel, sehingga nilai resistansi gabungan normal saat daya OFF adalah 'sekitar 60Ω'.

  • Recessive (1) memiliki tegangan 2,5V pada kedua kabel (selisih 0V), sedangkan Dominant (0) memiliki CAN-H 3,5V dan CAN-L 1,5V (beda potensial 2,0V).

  • Saat masuk kondisi Bus-Off (error counter > 255), 'hanya ECU yang bermasalah yang menghentikan komunikasi', sedangkan ECU normal lainnya tetap berkomunikasi.

  • Contoh: Mengukur resistansi antara terminal CAN-H dan CAN-L pada DLC saat daya OFF (2 resistor terminasi 120Ω paralel) → Resistansi gabungan = 120 ÷ 2 = 60Ω

  • Contoh: Saat output Dominant (logika 0) dengan tegangan CAN-H 3,5V dan CAN-L 1,5V, beda potensial antar-bus → 3,5 − 1,5 = 2,0V
KosakataArti
kabel twisted-pair (CAN-H dan CAN-L)
resistor terminasi (120Ω × 2 = 60Ω)
dominant (0) dan recessive (1)
transmisi multi-frame dan kondisi Bus-Off

Struktur Bodi dan Rangka (Monocoque Body dan Ladder Frame Truk)

'Monocoque body (struktur cangkang menyatu)' yang banyak diadopsi pada mobil penumpang tidak memiliki rangka terpisah, melainkan menyatukan 'rangka dan bodi menjadi satu kesatuan struktur' sehingga beban dari luar disebarkan ke seluruh panel bodi, memberikan keuntungan 'ringan, kekakuan (kekuatan) tinggi, dan ruang kabin luas'.

Namun dibandingkan bodi dengan rangka terpisah (non-monocoque), monocoque body memiliki kekurangan yaitu 'getaran dan kebisingan dari permukaan jalan atau mesin lebih mudah merambat ke seluruh ruang kabin', sehingga material peredam getaran dan kedap suara dipasang di berbagai bagian (pernyataan bahwa kebisingan lebih sulit merambat adalah salah).

Selain itu, 'collision safety body (bodi keselamatan tabrakan)' memadukan 'crushable zone' di bagian depan dan belakang bodi yang dirancang mudah remuk secara efisien untuk menyerap energi benturan dengan 'safety cabin' berkekuatan tinggi yang melindungi ruang bertahan hidup penumpang.

Di sisi lain, 'ladder frame (rangka tangga)' yang digunakan pada truk tersusun atas '2 buah side member kiri dan kanan yang memanjang arah depan-belakang (arah memanjang)' serta 'beberapa cross member yang menghubungkannya arah kiri-kanan (arah melintang)' yang disambung dengan paku keling (rivet) atau baut.

Saat memperkuat (reinforce) rangka truk, guna mencegah retak akibat konsentrasi tegangan pada batas sambungan, ketebalan pelat penguat harus menggunakan yang 'setara atau lebih tipis daripada ketebalan pelat rangka', dan ujung pelat penguat dipotong miring (taper) untuk menghindari perubahan kekakuan secara mendadak.

Poin penting


  • Monocoque body menyatukan rangka dan bodi sehingga ringan dan kaku, tetapi dibandingkan tipe rangka terpisah 'getaran dan kebisingan lebih mudah merambat'.

  • Rangka truk tersusun atas 2 buah 'side member' arah depan-belakang dan beberapa 'cross member' arah kiri-kanan (melintang).

  • Ketebalan pelat penguat rangka harus 'sama dengan atau di bawah ketebalan pelat rangka (setara atau lebih tipis)' untuk mencegah konsentrasi tegangan (pernyataan lebih tebal adalah salah).
KosakataArti
monocoque body (struktur menyatu)
crushable zone dan safety cabin
side member (depan-belakang) dan cross member (kiri-kanan)
pelat penguat rangka dan konsentrasi tegangan

Air Conditioner (Siklus Refrigerasi, Kompresor Swash-Plate, dan Sistem Air-Mix)

Dalam 'siklus refrigerasi (pendinginan)' AC mobil, 'kompresor' menghisap dan memampatkan refrigeran gas bersuhu rendah dan bertekanan rendah (HFC-134a atau HFO-1234yf) dari evaporator menjadi 'refrigeran gas bersuhu tinggi dan bertekanan tinggi' lalu menekannya ke kondensor.

Di antaranya, 'kompresor tipe swash-plate (pelat miring)' mengubah putaran swash plate yang dipasang miring pada poros menjadi 'gerak bolak-balik (reciprocating)' piston searah poros untuk menghisap dan memampatkan refrigeran (pernyataan bahwa piston bergerak berputar adalah salah).

'Kondensor' mendinginkan refrigeran gas bersuhu tinggi-bertekanan tinggi dengan udara luar untuk mencairkannya menjadi 'refrigeran cair bersuhu tinggi-bertekanan tinggi', dilanjutkan oleh 'receiver (liquid tank)' yang memisahkan gas-cairan serta menghilangkan uap air dan kotoran melalui desiccant dan strainer.

'Expansion valve (katup ekspansi)' menyemprotkan refrigeran cair bersuhu tinggi-bertekanan tinggi dari receiver melalui lubang sempit (orifice) agar mengembang mendadak menjadi 'refrigeran kabut bersuhu rendah dan bertekanan rendah' menuju evaporator, sekaligus mengatur laju aliran refrigeran sesuai beban pendinginan.

Di 'evaporator', saat refrigeran kabut menguap, ia menyerap panas penguapan dari udara sekitar untuk menghasilkan udara dingin. 'Sistem air-mix' pengatur suhu hembusan mengubah bukaan air-mix damper untuk mengatur 'rasio pencampuran antara udara dingin yang telah melewati evaporator dan udara hangat yang melewati heater core'.

Air Conditioner (Siklus Refrigerasi, Kompresor Swash-Plate, dan Sistem Air-Mix)

Poin penting


  • Kompresor tipe swash-plate mengubah putaran pelat miring poros menjadi 'gerak bolak-balik' piston untuk memampatkan refrigeran.

  • Expansion valve mengembangkan secara mendadak refrigeran cair bersuhu tinggi-bertekanan tinggi menjadi 'refrigeran kabut bersuhu rendah-bertekanan rendah'.

  • Sistem air-mix mengontrol suhu menggunakan air-mix damper untuk mengatur 'rasio udara dingin dan udara hangat yang melewati heater core'.
KosakataArti
kompresor tipe swash-plate (gerak bolak-balik piston)
kondensor dan receiver (pemisahan gas-cair, penghilang uap air)
expansion valve (refrigeran kabut suhu rendah-tekanan rendah)
evaporator dan air-mix damper

Advanced Safety Vehicle (ASV), Servis Tertentu (Specific Maintenance), dan Pekerjaan Aiming

Kendaraan 'Advanced Safety Vehicle (ASV)' masa kini dilengkapi dengan 'Autonomous Emergency Braking (AEB / rem mitigasi bahaya tabrakan)' yang mendeteksi kendaraan atau pejalan kaki di depan untuk memberi peringatan dan pengereman otomatis, serta 'Lane Keep Assist System (LKAS)' yang mengenali marka garis lajur untuk mengontrol kemudi.

Sebagai sensor pengenal lingkungan luar, 'radar gelombang milimeter (millimeter-wave radar)' menggunakan gelombang radio sehingga tangguh di cuaca buruk seperti hujan, kabut, maupun malam hari untuk mengukur jarak dan kecepatan relatif terhadap mobil di depan secara presisi, sedangkan 'kamera (monokular atau stereo)' unggul dalam mengenali garis marka jalan, rambu, dan bentuk pejalan kaki.

Dalam Undang-Undang Kendaraan Angkutan Jalan, 'Servis Tertentu (Specific Maintenance)' selain servis bongkar tradisional juga mencakup 'Servis Perangkat Kontrol Elektronik': pelepasan, pemasangan, atau perubahan sudut pasang kamera dan radar untuk perangkat kemudi otomatis maupun rem AEB, serta bongkar-pasang kaca depan (windshield) atau bumper depan yang dilengkapi sensor tersebut.

Setelah melepas, memasang, atau mengganti kamera maupun radar gelombang milimeter, atau setelah mengganti kaca depan, wajib dilakukan 'pekerjaan aiming (kalibrasi)' menggunakan papan target atau reflektor khusus dan alat diagnostik eksternal (scan tool) di tempat kerja yang rata guna mengkalibrasi sumbu optik dan nilai acuan agar sensor mengenali arah depan dengan benar.

Poin penting


  • Bongkar-pasang kamera atau radar gelombang milimeter untuk rem AEB maupun penggantian kaca depan termasuk dalam 'Servis Perangkat Kontrol Elektronik (Servis Tertentu)'.

  • Radar gelombang milimeter tangguh terhadap cuaca buruk dan malam hari, sedangkan kamera unggul dalam mengenali garis lajur, pejalan kaki, dan rambu.

  • Setelah bongkar-pasang atau penggantian sensor maupun kaca depan, wajib dilakukan 'pekerjaan aiming (kalibrasi)' menggunakan target dan scan tool eksternal.
KosakataArti
rem mitigasi bahaya tabrakan (AEB)
radar gelombang milimeter dan kamera monokular/stereo
Servis Perangkat Kontrol Elektronik (Servis Tertentu)
pekerjaan aiming dan papan target

Poin yang Sering Keluar di Ujian dan Cara Mengingatnya

Pada bidang kelistrikan bodi, komunikasi, dan AC, setiap tahun muncul 4–5 soal dari SRS airbag, komunikasi CAN, monocoque body & rangka truk, serta siklus refrigerasi AC.

Untuk SRS airbag, kuasai 3 poin: 'Front impact sensor → memasukkan sinyal ke rangkaian penentu tabrakan di SRS unit', 'Mencabut konektor akan menghubung-singkatkan (short) antar-terminal untuk mencegah ledakan listrik statis', 'Mengukur resistansi inflator dengan circuit tester dilarang keras'.

Untuk komunikasi CAN, poin wajibnya adalah: 'Resistor terminasi 120Ω × 2 = gabungan 60Ω', 'Dominant (0) = CAN-H 3,5V & CAN-L 1,5V (selisih 2,0V); Recessive (1) = keduanya 2,5V', 'Transmisi multi-frame & penerimaan simultan', 'Bus-Off (error > 255) = hanya ECU bermasalah yang berhenti komunikasi (seluruh ECU berhenti adalah salah)'.

Untuk bodi dan AC, ingat: 'Monocoque = ringan tetapi getaran/kebisingan mudah merambat', 'Truk = 2 side member depan-belakang dan cross member kiri-kanan, pelat penguat ≤ tebal rangka', 'Kompresor swash-plate = gerak bolak-balik piston', 'Expansion valve = mengembang menjadi refrigeran kabut suhu rendah-tekanan rendah'.

Poin penting


  • SRS airbag: saat konektor dicabut 'terminal terhubung singkat (short)'; dilarang keras mengukur resistansi inflator dengan circuit tester.

  • Komunikasi CAN: 2 resistor terminasi 120Ω (60Ω); saat Bus-Off 'hanya ECU bermasalah' yang berhenti komunikasi sementara ECU lain tetap lanjut.

  • Bodi & rangka: Monocoque mudah merambatkan bising; rangka truk terdiri dari side member (depan-belakang) dan cross member (kiri-kanan), tebal pelat penguat ≤ rangka.

  • AC: piston kompresor swash-plate bergerak 'bolak-balik', dan expansion valve mengubah refrigeran menjadi 'kabut suhu rendah-tekanan rendah'.
KosakataArti
SRS airbag (mekanisme hubung-singkat terminal)
kondisi CAN Bus-Off dan resistor terminasi
monocoque body serta side member dan cross member
kompresor swash-plate dan expansion valve

Kelistrikan Bodi, Jaringan, AC & Keselamatan

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

💬

Zalo