VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Pengolahan makanan

Dasar-Dasar Manajemen Higiene Umum

Pengolahan makanan · 飲食料品製造業 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Kegiatan 5S dan Sistem Lantai Kering (Dry System)

Dasar manajemen higiene di pabrik makanan adalah kegiatan 5S. Seiri (Ringkas) berarti memisahkan barang yang diperlukan dari yang tidak diperlukan lalu membuang barang yang tidak perlu; Seiton (Rapi) berarti menempatkan barang yang diperlukan di tempat yang telah ditentukan agar mudah diambil kapan saja.

Seiso (Resik) berarti membersihkan sampah dan kotoran sekaligus memeriksa ketidaknormalan mesin; Seiketsu (Rawat) berarti mempertahankan kondisi 3S (Seiri, Seiton, Seiso); dan Shitsuke (Rajin) berarti membiasakan diri untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku.

Banyak pabrik juga menerapkan Dry System untuk menjaga lantai ruang produksi tetap kering. Tidak adanya genangan air di lantai menekan pertumbuhan bakteri dan jamur serta mencegah kontaminasi sekunder akibat cipratan air maupun kecelakaan terpeleset.

Poin penting


  • 5S terdiri atas lima langkah: Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin).

  • Seiri adalah membuang barang yang tidak diperlukan, sedangkan Seiton adalah menata barang yang diperlukan agar mudah diambil.

  • Dry System menjaga lantai tetap kering guna mencegah pertumbuhan bakteri, kontaminasi cipratan air, dan kecelakaan terpeleset.
KosakataArti
manajemen higiene umum
Ringkas dan Rapi (Seiri & Seiton)
Resik dan Rawat (Seiso & Seiketsu)
Rajin / pembiasaan disiplin (Shitsuke)
Dry System (sistem lantai kering)

Manajemen Fasilitas Ruang Kerja dan Zonasi (Zoning)

Area di dalam pabrik dibagi berdasarkan tingkat kebersihan melalui zonasi (Zoning) menjadi zona kotor (terkontaminasi), zona semi-bersih, dan zona bersih. Pekerja dilarang berpindah dari zona kotor ke zona bersih dengan memakai sepatu atau pakaian kerja yang sama.

Zona bersih menerapkan pengendalian tekanan udara positif agar udara kotor dan serangga dari luar tidak masuk saat pintu dibuka. Ventilasi dan penyejuk udara mencegah pengembunan (kondensasi) serta jamur di langit-langit, sedangkan pencahayaan yang cukup mencegah terlewatnya benda asing atau kotoran.

Saluran pembuangan air dicuci dan didisinfeksi setelah pekerjaan selesai; hindari menyemprot lantai atau saluran air dengan air bertekanan tinggi saat produksi berlangsung karena cipratannya dapat mencemari makanan. Bersihkan rumput liar dan genangan air di sekitar pabrik, serta pantau serangga dan tikus dengan lampu perangkap dan perangkap lem.

Kotak kardus bahan baku sering membawa serangga, tanah, dan bakteri sehingga dilarang dibawa masuk ke zona bersih; buka kardus di ruang pembongkaran (unpacking room) dan pindahkan isinya ke wadah khusus yang bersih.

Poin penting


  • Dilarang berpindah dari zona kotor ke zona bersih dengan mengenakan sepatu atau pakaian kerja yang sama.

  • Zona bersih menggunakan tekanan udara positif untuk mencegah masuknya udara luar dan serangga, serta melarang masuknya kotak kardus.

  • Menyemprot lantai atau saluran air dengan air bertekanan tinggi selama produksi berlangsung sangat dilarang karena cipratannya memicu kontaminasi sekunder.
KosakataArti
zonasi (zoning)
zona kotor (area terkontaminasi)
zona bersih
pengendalian tekanan udara positif
pengembunan (kondensasi)
ruang pembongkaran kemasan luar

Manajemen Kesehatan Pekerja, Kerapian, dan Prosedur Masuk Ruangan

Periksa kondisi kesehatan sebelum bekerja; jika mengalami diare, muntah, demam, atau luka bernanah di tangan/jari (risiko bakteri Staphylococcus aureus), segera lapor kepada penanggung jawab dan jangan menangani makanan secara langsung. Pemeriksaan tinja berkala juga penting untuk mendeteksi pembawa kuman tanpa gejala.

Potong pendek kuku jari, dan dilarang memakai cat kuku, jam tangan, cincin, maupun parfum. Kenakan pakaian kerja bersih tanpa kancing dan tanpa saku luar, jangan membawa barang pribadi, serta gunakan pena khusus menyatu yang dapat terdeteksi detektor logam.

Sisir rambut, tutup rapat hingga telinga dengan hairnet, kenakan topi kerja di atasnya, lalu periksa di depan cermin (jepit rambut dilarang). Tutup hidung hingga dagu dengan masker, lalu bersihkan rambut rontok dan debu memakai rol perekat (sticky roller) serta air shower sebelum mencuci tangan dan masuk ruangan.

Saat hendak ke toilet, lepaskan baju kerja luar, celemek, dan sarung tangan, lalu ganti alas kaki dengan sandal khusus toilet. Jangan mengelap tangan pada handuk pinggang atau baju kerja. Sepatu bot kerja juga harus dicuci, didisinfeksi, dikeringkan setiap hari, dan diperiksa apakah ada retakan.

Manajemen Kesehatan Pekerja, Kerapian, dan Prosedur Masuk Ruangan

Poin penting


  • Jika mengalami diare, demam, atau luka di tangan, wajib melapor kepada penanggung jawab sebelum bekerja dan mengikuti pemeriksaan tinja berkala.

  • Kenakan pakaian kerja tanpa kancing dan saku luar, tutup seluruh rambut dengan hairnet dan topi kerja, lalu gunakan rol perekat.

  • Lepaskan pakaian kerja, celemek, dan sarung tangan serta ganti ke alas kaki khusus toilet sebelum masuk ke kamar kecil.
KosakataArti
pembawa kuman sehat (tanpa gejala)
pemeriksaan tinja (tes feses)
jaring penutup rambut (hairnet)
rol perekat pembersih debu (sticky roller)
air shower (bilik hembusan udara bersih)

Mencuci Tangan Secara Higienis dan Penggunaan Sarung Tangan Sekali Pakai

Wajib mencuci tangan sebelum masuk ruang kerja, setelah dari toilet, setelah menyentuh daging mentah, sampah, atau benda kotor, serta saat berganti jenis pekerjaan. Karena air saja tidak dapat menghilangkan bakteri dan virus, selalu gunakan sabun cuci tangan.

Ujung jari, sela kuku, sekitar ibu jari, sela-sela jari, dan pergelangan tangan adalah bagian yang mudah menyisakan kotoran. Metode cuci tangan dua kali (menggosok dengan busa sabun lalu membilas dengan air mengalir sebanyak dua kali berturut-turut) sangat efektif.

Agar tangan yang sudah bersih tidak mengalami kontaminasi ulang, gunakan keran sensor, siku, atau pedal kaki, lalu keringkan air sepenuhnya dengan tisu sekali pakai (bukan handuk kain bersama). Setelah itu, semprotkan alkohol pada tangan yang kering dan gosok hingga mengering.

Sebelum memakai sarung tangan sekali pakai, tangan tetap wajib dicuci dan didisinfeksi. Jika sarung tangan robek atau kotor saat bekerja, atau ketika beralih ke pekerjaan lain, segera ganti dengan sarung tangan baru.

Poin penting


  • Mencuci tangan dua kali (mengulangi gosok sabun dan bilas air mengalir sebanyak 2 kali) efektif mengurangi bakteri dan virus.

  • Setelah mencuci tangan, keringkan air sepenuhnya dengan handuk kertas sekali pakai sebelum menyemprotkan disinfektan alkohol.

  • Cuci tangan sebelum mengenakan sarung tangan, dan segera ganti sarung tangan jika robek, kotor, atau saat berganti pekerjaan.
KosakataArti
cuci tangan higienis
cuci tangan dua kali
kontaminasi ulang (rekontaminasi)
handuk kertas (tisu sekali pakai)
sarung tangan sekali pakai

Pencucian & Sterilisasi Peralatan serta Pengelolaan Bahan Baku dan Produk

Mesin dan peralatan ditangani dengan urutan: Cuci dengan detergen (gunakan air hangat 40–60°C untuk meluruhkan lemak) -> Bilas dengan air mengalir -> Sterilisasi/disinfeksi -> Keringkan dan simpan di tempat bersih. Bongkar mesin pengiris atau pengisi untuk dicuci (pencucian bongkar) dan periksa karet paking dari kerusakan atau jamur.

Encerkan natrium hipoklorit sesuai konsentrasi yang ditetapkan dan bilas dengan air layak minum setelah selesai (jangan diencerkan dengan air panas atau merendam logam terlalu lama). Bedakan warna talenan, pisau, alat kebersihan, dan kain lap sesuai peruntukannya guna mencegah kontaminasi silang.

Gunakan air layak minum di pabrik dan periksa serta catat kadar sisa klorin setiap hari. Saat menerima bahan baku, cocokkan dengan lembar spesifikasi bahan baku untuk memeriksa suhu, kerusakan kemasan, dan bau asing; jika ada kejanggalan, tahan barang dan laporkan.

Simpan barang dingin pada 10°C ke bawah dan barang beku pada −15°C ke bawah dengan isi maksimal 70% kapasitas ruang serta patuhi prinsip First-In, First-Out (FIFO). Makanan yang jatuh ke lantai harus dimasukkan ke wadah limbah khusus lalu cuci tangan; jika menemukan salah cetak tanggal atau suhu tidak normal, segera hentikan mesin dan laporkan.

Poin penting


  • Tangani peralatan sesuai urutan: cuci detergen -> bilas -> sterilisasi/disinfeksi -> keringkan, dan bedakan warna alat menurut penggunaannya.

  • Simpan dingin pada 10°C ke bawah dan beku pada −15°C ke bawah, serta terapkan First-In, First-Out dan pencatatan suhu.

  • Produk yang jatuh ke lantai tidak boleh digunakan kembali; pisahkan ke wadah khusus, dan segera laporkan kesalahan cetak tanggal atau suhu abnormal.
KosakataArti
pencucian dengan membongkar bagian mesin
pembedaan warna (color-coding)
konsentrasi sisa klorin
lembar spesifikasi bahan baku
Masuk Pertama, Keluar Pertama (FIFO)

Manajemen kebersihan umum

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi