VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Restoran (Tokutei 2)

Pelayanan Pelanggan Tingkat Lanjut, Operasional Area Makan, dan Tanggap Darurat

Restoran (Tokutei 2) · 外食業(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Kepuasan Pelanggan, 3 Tahap Omotenashi, QSCA, dan Keigo

Jika pengalaman nyata melampaui harapan awal, kepuasan pelanggan tercipta dan pelanggan menjadi repeater; jika di bawah harapan, cerita negatif dari mulut ke mulut akan mengurangi calon pelanggan.

Dari 3 tahap omotenashi (Manner, Service, Hospitality), hospitality adalah memberikan perhatian tulus dari sudut pandang pelanggan.

Huruf 'A (Atmosphere)' dalam QSCA berarti menata volume BGM, pencahayaan, AC, dan dekorasi interior. Untuk penampilan diri, potong pendek kuku, ikat rambut, serta hindari parfum dan cincin.

Gunakan bahasa hormat (keigo) yang tepat seperti 'Untuk berapa orang?', 'Silakan disantap selagi hangat', 'Ini hidangan hamburg-nya', dan 'Saya terima 10.000 yen', disertai kata bantalan penghalus kalimat.

Poin penting


  • Kepuasan pelanggan lahir saat pengalaman melampaui harapan awal; perhatian tulus sesuai situasi tamu disebut Hospitality

  • Huruf 'A (Atmosphere)' dalam QSCA mengelola volume BGM, terang lampu, suhu AC, dan penataan suasana ruang makan

  • Perbaiki salah kaprah baito-keigo dan tambahkan kata bantalan seperti 'Mohon maaf mengganggu, tetapi...' sebelum menolak atau meminta
KosakataArti
Harapan awal (ekspektasi sebelumnya)
Perhatian, kepedulian
Bahasa hormat (sonkeigo)
Kata bantalan (penghalus kalimat)

Reservasi, Pemanduan Kursi, Penataan Hidangan, dan Pelanggan Beragam

Jawab telepon maksimal dalam 3 dering dengan catatan siap, sebutkan nama restoran dan nama diri, lalu ulangi isi pembicaraan untuk konfirmasi. Cegah no-show dengan menjelaskan aturan pembatalan saat reservasi dan menghubungi kembali sehari sebelumnya.

Kursi bagian dalam yang tenang dan jauh dari pintu masuk adalah kursi kehormatan (kamiza). Pada Washoku, letakkan mangkuk nasi di kiri depan dan mangkuk sup di kanan depan; pada masakan Barat, tuangkan minuman dari sisi kanan tamu.

Terima anjing pemandu (anjing pendamping) yang mendampingi tamu tunanetra sesuai UU Anjing Pendamping, dan jelaskan posisi hidangan dengan posisi jarum jam (clock position).

Bagi tamu tunarungu, gunakan tunjuk menu, komunikasi tertulis, atau tablet; bagi keluarga dengan balita atau lansia, pastikan kunci kursi anak, ingatkan undakan lantai, dan taruh masakan panas/pisau di sisi jauh dekat orang dewasa.

Reservasi, Pemanduan Kursi, Penataan Hidangan, dan Pelanggan Beragam

Poin penting


  • Kursi kehormatan (kamiza) berada di bagian dalam jauh dari pintu; Washoku menata nasi di kiri depan dan sup di kanan depan

  • Terima anjing pemandu disabilitas dan jelaskan tata letak makanan menggunakan posisi angka jarum jam

  • Di meja keluarga yang membawa anak kecil, letakkan masakan panas dan benda tajam di sisi orang dewasa di luar jangkauan anak
KosakataArti
Kursi kehormatan (kursi utama - kamiza)
Penataan hidangan di meja/nampan (haizen)
Anjing pendamping disabilitas
Komunikasi tertulis (bicara lewat tulisan)

Alergi, Pertimbangan Agama, Perokok Pasif, dan Pengurangan Food Loss

8 'Bahan Baku Khusus' yang wajib dicantumkan label alerginya menurut undang-undang adalah udang, kepiting, kacang kenari (walnut), gandum, soba, telur, susu, dan kacang tanah.

Saat ditanya soal pemakaian bersama panci perebus mi (kontaminasi silang), jangan memutuskan sendiri melainkan pastikan ke dapur dan penanggung jawab. Untuk tamu Halal atau vegetarian, periksa juga kandungan hewani dan alkohol pada bumbu serta kaldu.

Berdasarkan UU Peningkatan Kesehatan, ruangan restoran pada prinsipnya bebas rokok; jika ada ruang merokok, wajib memasang tanda dan melarang masuk siapa pun yang berusia di bawah 20 tahun (baik tamu maupun staf).

Untuk menekan food loss, tingkatkan akurasi pemesanan bahan, sediakan pilihan porsi kecil, dan ajak penerapan 'Gerakan 3010' saat jamuan (menikmati hidangan di kursi pada 30 menit pertama dan 10 menit terakhir).

Poin penting


  • 8 bahan baku khusus wajib label alergi: udang, kepiting, kacang kenari, gandum, soba, telur, susu, dan kacang tanah

  • Dalam layanan Halal, pastikan secara akurat bukan hanya daging babi tetapi juga ekstrak babi, minyak babi (lard), dan alkohol seperti mirin

  • Dilarang keras mengizinkan tamu atau staf paruh waktu berusia di bawah 20 tahun (termasuk saat membersihkan) masuk ke ruang merokok
KosakataArti
Bahan baku khusus (alergen wajib label)
Bahan turunan babi
Perokok pasif (asap rokok orang lain)
Food loss (sampah pangan layak makan)

Operasional Area Makan, Sistem, Kasir, dan Perhitungan Indikator Kursi

Selama jam buka, lakukan intermediate bussing (meminta izin sebelum mengangkat piring kosong) dan spot clean; setelah tutup, lakukan penyelesaian tombol Z (rekap penjualan harian) serta periksa keran utama gas dan kunci pintu.

Ordering system dan self-order tablet di meja mencegah salah pesan serta meringankan beban kerja. Sebelum menerapkan pembayaran nontunai, latih seluruh petugas kasir mengenai cara pengoperasian dan pembatalan transaksi.

Total termasuk pajak untuk makan di tempat 2.000 yen (pajak 10%) dan bawa pulang 1.000 yen (pajak keringanan 8%) adalah '2.200 + 1.080 = 3.280 yen'. Jika sadar salah memberi kembalian, segera lapor jujur kepada manajer.

Segmen tamu dibagi menjadi pengelompokan kuantitatif (jenis kelamin, usia) dan kualitatif (motivasi datang). Tingkat keterisian kursi = Tamu duduk ÷ Total kursi × 100; Perputaran kursi = Jumlah tamu ÷ Jumlah kursi.

Poin penting


  • Spot clean adalah pembersihan bagian kotor saat jam buka; penyelesaian tombol Z merekap penjualan harian setelah tutup

  • Makan di tempat dikenakan tarif pajak standar 10%, sedangkan bawa pulang (take-out) dikenakan tarif pajak keringanan 8%

  • Jika target penjualan 240.000 yen, rata-rata belanja 3.000 yen, dan 40 kursi: butuh 80 tamu dengan perputaran kursi 2,0 kali
KosakataArti
Intermediate bussing (mengangkat piring kosong di sela makan)
Tarif pajak keringanan (8%)
Pengelompokan kuantitatif
Tingkat keterisian kursi (seat occupancy)

Penanganan Komplain, Masalah, Pertolongan Pertama, dan Evakuasi

Saat menerima komplain atau laporan benda asing pada makanan, segera berempati, minta maaf, dan perhatikan kondisi tamu; dengarkan dengan saksama hingga selesai, simpan barang bukti untuk investigasi, lalu serahkan kepada manajer.

Terhadap ancaman atau pemerasan uang yang tidak wajar, jangan dihadapi sendiri—laporkan ke manajer untuk dihadapi secara tegas oleh beberapa staf, dan hubungi polisi jika gangguan usaha berlanjut.

Bagi tamu mabuk berat yang mengganggu, berikan air putih, hentikan sajian alkohol, dan cegah dengan tenang oleh beberapa staf. Jika tamu muntah, rawat tamu, pindahkan tamu sekitar, lalu bersihkan dan disinfeksi dengan natrium hipoklorit memakai masker dan sarung tangan.

Jika tamu tersedak di jalan napas (choke sign), minta staf menghubungi 119 dan mengambil AED sambil melakukan tepuk punggung atau hentakan perut; saat gempa besar, utamakan keselamatan, matikan sumber api, dan amankan pintu keluar.

Poin penting


  • Prinsip penanganan awal komplain: Minta maaf & empati → Dengarkan saksama & pastikan fakta → Serahkan ke penanggung jawab

  • Jangan menghadapi tuntutan tidak wajar atau tamu mabuk sendirian; tangani secara tegas bersama beberapa staf dan manajer

  • Lakukan tepuk punggung atau hentakan perut saat tersedak; amankan diri, putus sumber api, dan pandu evakuasi saat gempa
KosakataArti
Mendengarkan dengan saksama (keicho)
Tuntutan tidak wajar / pemerasan
Metode tepuk punggung (back blows)
Pemutusan sumber api

Referensi resmi