VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Manufaktur Industri (Tokutei 2)

Pemesinan dan Pengerjaan Logam (Praktik Level 2)

Manufaktur Industri (Tokutei 2) · 製造分野(2号) · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Perhitungan Kecepatan Potong dan Putaran Spindel, Operasi Bubut dan Frais

Hubungan kecepatan potong $V\text{ (m/min)}$, diameter $D\text{ (mm)}$, dan putaran spindel $N\text{ (min}^{-1}\text{)}$ adalah $V = \frac{\pi D N}{1000}$, sehingga $N = \frac{1000 V}{\pi D}$.

Pada mesin bubut, gunakan cekam 3 rahang untuk silinder, cekam 4 rahang independen untuk benda persegi/eksentrik, dan senter kepala lepas untuk poros panjang; kunci cekam wajib langsung dicabut.

Atur tinggi ujung pahat bubut tepat setinggi sumbu benda kerja, dan buat juluran pahat (overhang) sesingkat mungkin untuk mencegah getaran (chatter).

Pada mesin frais, 'up-cut milling' memakan berlawanan arah putaran pisau untuk menghindari backlash, sedangkan 'down-cut milling' pada mesin CNC memperpanjang umur pahat dan menghaluskan permukaan.

Perhitungan Kecepatan Potong dan Putaran Spindel, Operasi Bubut dan Frais

Poin penting


  • (○ Benar) Membubut batang diameter 50 mm pada 1000 rpm ($\pi = 3.14$) menghasilkan kecepatan potong $V = 3.14 \times 50 \times 1000 \div 1000 = 157\text{ m/min}$.

  • (○ Benar) Sejajarkan ujung pahat dengan tinggi sumbu, minimalkan juluran pahat, dan jangan pernah meninggalkan kunci cekam.

  • (× Salah) Menyatakan juluran pahat harus dibuat sepanjang mungkin untuk meredam getaran adalah SALAH (juluran panjang menurunkan kekakuan).
KosakataArti
kecepatan potong
kepala lepas (tailstock)
built-up edge
up-cut milling
down-cut milling

Pemrograman NC (Kode G, Kode M, Koordinat), Pengerjaan Lubang, dan Gerinda

Pada kode G mesin NC: G00 adalah pemosisian cepat, G01 interpolasi lurus (pemakanan potong), G02 interpolasi melingkar searah jarum jam, dan G03 berlawanan arah jarum jam.

Pada kode M: M03 putar spindel maju, M05 hentikan spindel, M06 ganti pahat, dan M08 nyalakan cairan pendingin; program juga mengatur koordinat absolut (G90), inkremental (G91), dan kompensasi pahat.

Lubang presisi dikerjakan berurutan 'bor senter -> bor awal -> reamer'; diameter lubang bor awal untuk tap M10×1.5 adalah '10 - 1.5 = 8.5 mm' (lubang dalam memakai peck drilling).

Lakukan uji ketuk suara sebelum memasang batu gerinda, jalankan uji coba tanpa beban 'minimal 3 menit' seusai ganti batu dan 'minimal 1 menit' sebelum kerja harian, serta lakukan dressing saat batu tumpul/tersumbat.

Poin penting


  • (○ Benar) Pada kode NC, G00 adalah pemosisian cepat, G01 pemakanan lurus, dan diameter bor awal tap M10×1.5 adalah sekitar 8,5 mm.

  • (○ Benar) Lakukan uji putar batu gerinda 'minimal 3 menit' setelah penggantian dan 'minimal 1 menit' sebelum kerja harian, serta pulihkan ketajaman batu dengan dressing/truing.

  • (× Salah) Memotong benda kerja menggunakan gerak cepat G00, atau melakukan reaming sebelum mengebor lubang, adalah SALAH.
KosakataArti
interpolasi linier (G01)
pengerjaan reamer
diameter bor awal tap
uji ketuk suara (ring test)
dressing batu gerinda

Press Working dan Pembentukan Pelat (Clearance, Springback, Deep Drawing), Pengelasan, dan Pengecoran

Pada pemotongan press, celah (clearance) punch-die yang terlalu sempit memicu geseran ganda dan keausan, sedangkan terlalu lebar menghasilkan burr besar (progressive die memproses beberapa tahap berurutan).

Seusai penekukan pelat, pemulihan elastis menyebabkan sudut kembali membuka yang disebut 'springback'; pada deep drawing, gaya penahan kurang menyebabkan kerutan flensa dan terlalu kuat menyebabkan sobek.

Pada las busur pelindung gas, angin yang meniup gas pelindung memicu blowhole (porositas), arus berlebih memicu undercut, dan arus kurang memicu overlap.

Pada pengecoran, penambah (riser) mencegah rongga susut (pola diberi tambahan susut dan kemiringan cabut), sedangkan die casting menyuntikkan logam cair ke cetakan baja dengan kecepatan dan tekanan tinggi.

Poin penting


  • (○ Benar) Kembalinya sudut seusai penekukan disebut 'springback', dan gaya penahan pada deep drawing yang terlalu lemah memicu kerutan sedangkan terlalu kuat memicu robek.

  • (○ Benar) Kurangnya gas pelindung las menyebabkan 'blowhole', dan penyusutan pembekuan coran menyebabkan 'rongga susut' (dicegah dengan riser).

  • (× Salah) Meniupkan kipas angin kencang langsung ke busur las pelindung gas untuk mencegah blowhole adalah SALAH.
KosakataArti
celah cetakan (clearance)
springback
blowhole (porositas las)
undercut
rongga susut (shrinkage cavity)

Perlakuan Panas (Quenching, Tempering, Annealing, Karburising), Material JIS, dan Uji Mekanis

Setelah mengeraskan baja dengan 'quenching' (pemanasan dan pendinginan cepat), selalu lakukan 'tempering' untuk mengurangi sifat getas dan memberikan keuletan.

'Annealing' melunakkan baja agar mudah dimesin, 'normalizing' menghaluskan struktur butir, sedangkan 'karburising' atau 'pengerasan induksi' mengeraskan permukaan luar saja.

Pada kode material JIS: S45C adalah baja karbon konstruksi mesin dengan ~0,45% C, SUS304 adalah baja tahan karat austenitik (non-magnetik), FC200 besi cor kelabu, dan FCD besi cor nodular (ulet).

Pengujian mekanis meliputi 'uji tarik', 'uji kekerasan' (Vickers HV, Rockwell HRC, Brinell HBW), 'uji impak Charpy' (ketangguhan), serta evaluasi 'patah lelah' (fatigue) akibat beban berulang.

Poin penting


  • (○ Benar) Baja hasil quenching keras tetapi getas, sehingga selalu dipasangkan dengan 'tempering' untuk memberi keuletan.

  • (○ Benar) S45C adalah baja karbon konstruksi mesin (~0,45% C); Vickers (HV) dan Rockwell (HRC) adalah uji kekerasan, sedangkan Charpy adalah uji impak.

  • (× Salah) Mendefinisikan 'annealing' sebagai pendinginan cepat di air agar baja sangat keras adalah SALAH (annealing mendinginkan lambat di tungku untuk melunakkan).
KosakataArti
quenching dan tempering
annealing (pelunakan)
karburising dan quenching
baja karbon konstruksi mesin (S45C)
uji impak Charpy

Permesinan dan Perawatan Mesin (Lanjutan)

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi