VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Manufaktur industri - Mesin & Elektronik

Gambar Teknik dan Alat Ukur

Manufaktur industri - Mesin & Elektronik · 製造分野 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Dasar Gambar Teknik Mesin (Proyeksi Sudut Ketiga dan Jenis Garis)

Proyeksi yang umum digunakan pada gambar teknik mesin JIS adalah 'Proyeksi Sudut Ketiga' (pandangan atas di atas pandangan depan, pandangan samping kanan di kanan).

Garis bentuk luar benda yang terlihat digambar dengan 'garis kontinu tebal', sedangkan bagian tersembunyi digambar dengan 'garis putus-putus'.

Garis sumbu pusat lingkaran atau sumbu simetri digambar dengan 'garis strip titik tipis'.

Garis ukur dan garis bantu ukur keduanya digambar dengan 'garis kontinu tipis', sedangkan garis miring tipis pada penampang potongan disebut 'hatching' (arsiran).

Poin penting


  • (○ Benar) Gambar teknik JIS memakai 'Proyeksi Sudut Ketiga', serta garis ukur dan garis bantu ukur digambar dengan 'garis kontinu tipis'.

  • (× Salah) Menggambar bagian tersembunyi atau garis sumbu pusat dengan 'garis kontinu tebal' adalah SALAH (bagian tersembunyi pakai garis putus-putus, garis pusat pakai garis strip titik tipis).

  • (× Salah) Menyebut garis miring tipis pada bidang potongan gambar penampang sebagai 'garis pusat' adalah SALAH (yang benar adalah 'hatching' / arsiran).
KosakataArti
proyeksi sudut ketiga
garis bentuk luar (garis tebal)
garis putus-putus (garis tersembunyi)
garis strip titik tipis (garis sumbu)
arsiran penampang (hatching)

Simbol Ukuran (φ, R, C), Toleransi, dan Suaian (Fit)

Pada gambar teknik, 'φ20' menyatakan diameter lingkaran 20 mm, sedangkan 'R5' menyatakan kelengkungan sudut dengan jari-jari 5 mm.

Simbol 'C2' menyatakan chamfer (pemotongan sudut) 45° dengan ukuran masing-masing 2 mm pada dua sisi yang berdekatan.

Jika tertulis 'φ20±0.1', maka rentang diameter yang diizinkan adalah 19,9 mm ke atas hingga 20,1 mm ke bawah.

Dalam suaian (fit) antara lubang dan poros, kondisi di mana poros lebih besar daripada lubang sehingga dipasang erat dengan tekanan disebut 'suaian sesak' (shimaribame).

Poin penting


  • (○ Benar) 'φ20' berarti diameter 20 mm, 'R5' berarti radius lengkung 5 mm, dan 'C2' berarti chamfer 45° berukuran 2 mm.

  • (○ Benar) Untuk 'φ20±0.1', batas ukuran diameter yang diizinkan adalah dari 19,9 mm sampai 20,1 mm.

  • (○ Benar) Suaian di mana ukuran poros lebih besar dari lubang untuk mengikat komponen secara kuat disebut 'suaian sesak' (shimaribame).
KosakataArti
diameter (φ)
jari-jari / radius (R)
chamfer / pemotongan sudut (C)
rentang toleransi yang diizinkan
suaian sesak (interference fit)

Pengukuran dengan Jangka Sorong (Vernier Caliper) dan Mikrometer Luar

Jangka sorong (nogisu) mengukur diameter luar, diameter dalam, kedalaman, dan tinggi undakan dengan menjumlahkan skala utama dan skala nonius.

Contohnya pada jangka sorong ketelitian 0,05 mm, jika skala utama 23 mm dan skala nonius segaris pada 0,35 mm, maka hasil ukurnya 23,35 mm.

Pada mikrometer luar ketelitian 0,01 mm, jika bacaan sleeve 7,5 mm dan bacaan thimble 0,23 mm, jumlahkan keduanya menjadi 7,73 mm.

Alasan memakai ratchet stop pada mikrometer adalah untuk menjaga gaya tekan pengukuran tetap konstan sehingga mencegah kesalahan ukur.

Pengukuran dengan Jangka Sorong (Vernier Caliper) dan Mikrometer Luar

Poin penting


  • (× Salah) Mengatakan jangka sorong digunakan untuk mengukur tegangan, arus, dan hambatan listrik adalah SALAH (jangka sorong mengukur dimensi panjang/diameter).

  • (○ Benar) Jumlahkan kedua bacaan skala: 23 mm + 0,35 mm = 23,35 mm pada jangka sorong, dan 7,5 mm + 0,23 mm = 7,73 mm pada mikrometer.

  • (× Salah) Mengatakan ratchet stop pada mikrometer dipakai untuk mengencangkan spindle sekuat mungkin adalah SALAH (fungsinya menjaga gaya ukur tetap konstan).
KosakataArti
jangka sorong (vernier caliper)
skala utama dan skala nonius
mikrometer luar
ratchet stop
gaya pengukuran

Dial Gauge, Height Gauge, dan Limit Plug Gauge

Dial gauge digunakan untuk membaca penyimpangan putaran poros (runout) atau kesejajaran bidang sebagai selisih kecil dari titik acuan.

Height gauge digunakan di atas meja rata presisi (jouban / surface plate) untuk mengukur tinggi benda kerja atau membuat garis gores.

Limit plug gauge memeriksa apakah ukuran lubang berada dalam batas toleransi, terdiri dari sisi Lolos (GO) dan sisi Tidak Lolos (NO-GO).

Saat memeriksa lubang dengan limit plug gauge, ukuran dinyatakan lulus apabila 'sisi Lolos (GO) masuk dan sisi Tidak Lolos (NO-GO) tidak masuk'.

Poin penting


  • (× Salah) Mengatakan dial gauge digunakan untuk menimbang berat komponen secara langsung adalah SALAH (fungsinya mengukur olengan poros dan kesejajaran).

  • (× Salah) Mengatakan fungsi utama height gauge adalah ditempelkan pada poros berputar untuk mengukur olengan adalah SALAH (fungsinya mengukur tinggi di atas meja rata).

  • (○ Benar) Dalam pemeriksaan lubang dengan limit plug gauge, kondisi lulus adalah ketika 'sisi GO masuk dan sisi NO-GO tidak masuk'.
KosakataArti
dial gauge
height gauge (pengukur tinggi)
meja rata presisi (surface plate)
limit plug gauge
sisi Lolos (GO) dan sisi Tidak Lolos (NO-GO)

Suhu Standar Pengukuran Presisi (20°C) dan Konversi Satuan Panjang

Karena logam memuai saat panas, suhu standar untuk pengukuran dimensi presisi yang ditetapkan dalam standar JIS adalah '20°C'.

Saat mengukur benda kerja yang masih panas sesaat setelah pemesinan, tunggu hingga suhu benda kerja stabil sesuai kondisi pengukuran yang ditentukan.

Satuan panjang mikrometer (μm) adalah seperseribu milimeter: 1 mm = 1000 μm (0,001 mm = 1 μm).

Oleh karena itu, 0,01 mm sama dengan 10 μm, dan 0,05 mm sama dengan 50 μm (bukan 5 μm).

Poin penting


  • (○ Benar) Suhu standar untuk pengukuran dimensi menurut standar JIS adalah '20°C'.

  • (○ Benar) Benda kerja yang masih panas seusai pemesinan harus ditunggu hingga suhunya stabil sebelum diukur secara presisi.

  • (× Salah) Mengonversi satuan panjang '0,05 mm = 5 μm' adalah SALAH (karena 1 mm = 1000 μm, maka 0,05 mm = 50 μm).
KosakataArti
suhu standar
pemuaian panas
mikrometer (μm)
konversi satuan

Gambar teknik & pengukuran

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi